Bagaimana Geshe Tsultrim Gyeltsen Merubah Hidup Saya (Bahasa Indonesia)

Sep 1, 2021 | Views: 178

Geshe-la dan saya. Foto ini diambil setelah saya menjadi seorang biksu. Terima kasih Geshe-la karena mengayomi seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang ketakutan dan kesepian dan menunjukkan banyak cinta dan peduli kepadanya.

Dalam hidup, saya sangat beruntung dapat duduk di kaki guru-guru agung dan menerima ajaran dari mereka. Dari 16 guru, saya menghabiskan waktu paling banyak, baik secara pribadi maupun formal, bersama Guru kedua saya, Yang Mulia Geshe Tsultrim Gyeltsen. Dan bila dipikir, saya bertemu dengan Geshe-la karena kebetulan … sekarang ketika mengenangnya, semua seperti mimpi.

Seperti guru saya yang lain, kebaikan Geshe-la kepada saya tak terhingga banyaknya. Melalui Geshe-la, saya bertemu dengan Kyabje Zong Rinpoche, Guru utama saya. Geshe-la juga memperkenalkan saya pada Dorje Shugden. Saya menerima banyak ajaran, penjelasan dan kelas ritual seperti kelas Lamrim setiap hari minggu selama delapan tahun dari Geshe-la. Beliau juga memberikan saya tempat tinggal dan atap di atas kepala saya selama delapan tahun. Tanpa Geshe-la, saya tidak punya rumah. Geshe-la juga mengajarkan bagaimana masak makan siang dalam waktu lima menit saja (saya tidak pernah mendengar tentang mie instan sebelumnya). Geshe-la juga lah yang menasihati saya untuk menelpon ibu angkat saya dan mencoba berdamai dengannya. Jadi saya menerima banyak sekali dari Geshe-la.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saya bertemu dengan Geshe-la secara kebetulan. Setelah saya melarikan diri dari New Jersey ke Los Angeles, keadaan saya lebih tenang dan saya mulai mencari tempat untuk melakukan praktik saya. Berdoa di hadapan altar dan pergi ke wihara adalah sesuatu yang saya rindukan selama berminggu-minggu dan saya berusaha mencari tempat seperti ini. Jadi saya melihat buku telepon – waktu itu belum ada Internet, jadi kita mencari orang di buku telepon – dan saya menemukan tempat bernama Dharmadhatu. Setelah mencatat alamatnya, saya naik bis ke seberang kota dan tiba di depan pintu mereka.

Dharmadhatu menempati sebuah rumah toko yang menghadap ke jalan besar. Saya tidak yakin bila lantai dasar juga ditempati mereka, tetapi yang pasti mereka menempati lantai atas. Jadi saya pergi ke pintu utama di lantai bawah yang diamankan dengan kisi-kisi besi dan menatap tangga. Di atas tangga, ada sebuah tirai pintu bergaya Tibet, menutupi pintu yang terbuka. Angin sepoi sepoi mengepakan tirai tersebut dengan ringannya. Saya memencet bel, dan menggoncang kisi-kisi besi tersebut dan memanggil, “Halo! Halo! Apakah ada orang di sana?”

Bangunan yang ditempati College of Oriental Studies dimana saya bertemu dengan Dr. Leo Pruden yang membawa saya untuk bertemu dengan Geshe-la.

Saya bisa mendengar suara-suara dari lantai atas dan ada cahaya lampu yang terlihat, tetapi tidak ada orang yang datang membuka pintu masuk walaupun saya membunyikan bel dan mengetuk pintu untuk waktu yang lama. Aneh rasanya. Mungkin mereka sibuk, sedang meeting atau melakukan hal lainnya. Jadi setelah beberapa waktu, saya pikir, “Ok, mereka tidak akan membuka pintu” jadi saya kembali mencari tempat lain di buku telepon. Kemudian saya menemukan “College of Oriental Studies”. Dalam pikiran saya yang tidak berpengalaman, kata ‘oriental’ menandakan mereka punya altar di sana.

Jadi saya pergi ke universitas tersebut dan bertemu dengan seorang pria yang baik hati bernama Dr. Leo Pruden. Sayang sekali sekarang beliau telah meninggal. Dr. Pruden berkata pada saya,

“Kami tidak punya altar di sini karena ini adalah sebuah universitas. Tetapi saya mengenal baik seorang guru dari Tibet. Saya bisa memperkenalkanmu kepadanya bila kamu mau, dan beliau bisa membantumu. Kamu mau?”

Saya senang sekali karena akhirnya, “Saya akan punya tempat untuk berdoa!” Jadi saya segera menerima tawaran Dr. Pruden. Ia mengantarkan saya ke sebuah rumah di St. Andrew’s Place dengan mobilnya. Ternyata rumah ini sebetulnya adalah sebuah wihara bernama Thubten Dhargye Ling (TDL).

Lokasi pertama Thubten Dhargye Ling, dimana saya tinggal bersama Geshe-la selama beberapa tahun sebelum wihara ini pindah ke lokasi berikutnya di La Cienega. Di sinilah saya bertemu dengan Kyabje Zong Rinpoche.

Dr. Pruden membawa saya ke dalam dan ketika saya masuk, saya sangat terkesima. Geshe-la berada di ruang tamu yang dirubah menjadi aula mengajar dan berdoa. Beliau duduk dalam posisi meditasi di bawah rupang Lama Tsongkhapa. Beliau sedang bermeditasi dan berlatih. Ada cahaya matahari yang masuk melalui jendela dan di sekitar beliau banyak thangka dan rupang Buddha. Geshe-la seperti mengeluarkan cahaya keemasan, dan saya pikir, “WOW!” Saya tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan beliau. Geshe-la terlihat sangat indah, seperti bayangan saya tentang guru agung dari Tibet.

Dr. Leo Pruden (kanan) bersama dengan Yang Mulia Dr. Thich Thien An mendirikan College of Oriental Studies. Dr. Pruden memperkenalkan saya kepada Geshe Tsultrim Gyeltsen yang kemudian merubah hidup saya.

Saya segera bersujud tiga kali, dan kemudian Dr. Pruden memperkenalkan saya pada Geshe-la, “Maaf karena mengganggumu Geshe-la. Saya tidak seharusnya datang hari ini, tetapi saya membawa tamu. Anak muda ini mencari tempat untuk berdoa dan beliau datang ke universitas kami. Kami tidak punya altar di sana, jadi saya berpikir untuk membawa dia kepada anda.

Kemudian, Dr. Pruden berkata pada saya, “Ok, saya rasa tempat inilah yang kamu cari. Saya pergi sekarang.” Saya sangat berterima kasih pada Dr. Pruden dan menghargai kebaikannya. Saat itu, saya baru berusia 16-17 tahun, masih sangat muda. Geshe-la menyambut saya dan bertanya siapa saya. Saya memperkenalkan diri sebagai murid dari Kensur Rinpoche Lobsang Tharchin di Howell, New Jersey dan menjelaskan apa yang terjadi dengan keluarga saya dan mengapa saya berada di Los Angeles. Geshe-la menjawab, “Oh, saya kenal Geshe Lobsang Tharchin. Beliau adalah guru yang sangat hebat.” Saya sangat senang mendengar hal ini, ada orang lain yang memuji Guru saya dan hal ini menunjukkan kualitas Geshe-la sendiri, yang tidak memiliki ego dan iri hati. Beliau menghormati guru lain. Memang begitu seharusnya.

Setelah berbincang beberapa saat, Geshe Tsultrim Gyeltsen berkata, “Ok, saya sangat sibuk sekarang jadi tidak bisa berbicara banyak. Tetapi kamu datang pada hari yang baik, kita akan melakukan tsok malam ini.”Saya sangat gembira mendengar hal ini karena sejak saya meninggalkan New Jersey, saya mencari tempat untuk melakukan praktik saya. Saya memiliki komitment pada Kensur Rinpoche ketika saya menerima inisiasi tantra tingkat tinggi dari beliau, dan saya tidak pernah dan tidak bermaksud melanggarnya. Bahkan, saya telah menjaga komitmen ini setiap hari sejak saya menerima inisiasi dari Kensur Rinpoche sekitar 40 tahun yang lalu.

Sejak menerima inisiasi tantra tingkat tinggi dari Kensur Rinpoche di New Jersey, saya tidak pernah melanggar komitmen saya. Jadi setelah tiba di Los Angeles, saya mencari tempat untuk melakukan persembahan tsok dua kali sebulan. Geshe Tsultrim Gyeltsen memperbolehkan saya melakukannya di TDL.

Jadi, saya segera bertanya pada Geshe-la apakah saya boleh bergabung bersama mereka malam itu, bukan sebagai murid beliau, tetapi apakah saya boleh datang dan melakukan tsok. Geshe-la melihat saya dan bertanya, “Kamu tahu bagaimana melakukan tsok?” Saya menjawab “ya,” dan menjelaskan inisiasi yang telah saya terima dari Kensur Rinpoche. Geshe-la berpikir selama sedetik dan berkata, “Ok, kamu boleh datang. Datang malam ini pukul 7.”

Saya tidak mau terlambat, jadi saya segera pulang dan mengambil semua peralatan tsok. Waktu masih menunjukan pukul 3-4 sore dan Geshe-la bilang saya bisa kembali pukul 7 malam, jadi masih ada beberapa jam. Karena tidak punya banyak uang, saya menghabiskan waktu beberapa jam keliling kota. Ketika pukul 7 malam tiba, saya kembali ke wihara dan ketika saya masuk, tempatnya ramai. Ada sekitar 30-40 orang di sana, dan suasananya benar-benar ramai. Ini adalah tempat yang saya cari. Kami melakukan tsok Lama Chopa malam itu. Saya kemudian mendengar banyak orang yang bertanya, “Siapakah anak laki-laki aneh ini? Bagaimana dia belajar mempersembahkan tsok dengan baik?”

Altar saya di TDL. Saya sangat bahagia tinggal di sana bersama Guru saya, Geshe-la dan sangat bersyukur bisa punya altar sendiri. Di New Jersey, saya tidak boleh punya altar sendiri.

Malam itu, saya bertemu dengan semua murid Dharma di TDL. Singkat cerita, salah satu anggota komite sangat menyukai saya dan memutuskan untuk menurunkan sewa kamar kosong yang ada di wihara tersebut untuk saya. Pada saat itu, saya tinggal di rumah Bob, sepupu saya. Bob jauh lebih tua dari saya dan sudah menikah. Dia punya hidup dan urusan sendiri. Jadi Bob sangat baik karena memberikan tempat bagi saya di rumahnya. Tetapi Bob ingin saya hidup mandiri. Saya sendiri selalu ingin tinggal di wihara. Jadi ketika tawaran untuk tinggal di TDL datang, saya segera menerimanya. Saya berhasil mendapatkan pekerjaan di Fotomat dan menyewa kamar di wihara seharga USD 150 per bulannya. Jumlah tersebut sangat besar bagi saya pada saat itu.

Ketika saya memberitahu Bob mengenai rencana pindah ke wihara, ia tidak terkejut. Dia tidak keberatan saya pindah. Tetapi dia menganjurkan saya untuk mencoba hal lain sebelum pindah ke wihara. Pada saat itu, Bob masih berkomunikasi dengan orang tua saya di New Jersey, dan mereka tidak senang mendengar rencana saya pindah ke wihara. Mereka tidak ingin saya mendalami Dharma dan menjadi biksu. Saya rasa mereka berpikir bila saya menderita di Los Angeles dan menemukan banyak kesulitan, saya akan kembali ke New Jersey. Istri Bob, Pauline, adalah seorang wanita Asia yang berasal dari Hong Kong. Ketika saya tinggal di rumah Bob, Pauline memperlakukan saya dengan baik dan memberi banyak nasihat mengenai bagaimana menjalani hidup dan menjadi orang baik. Pauline berlaku seperti kakak yang selalu saya inginkan. Pauline khawatir tentang saya, dan kadang ia memarahi dan menasihati saya. Ia memperlakukan saya seperti kerabatnya. Ketika saya memutuskan pindah dari rumah mereka, Pauline sangat khawatir dan berbicara pada saya. Dia ingin memastikan bahwa pindah ke wihara memang keinginan saya. Saya tidak pernah melupakan kebaikan Pauline ketika saya tidak punya siapa-siapa.

Jadi saya pindah ke wihara, dan mengakhiri semua rencana orang tua saya. Bagi mereka saya selangkah lebih dekat untuk menjadi biksu. Saya mengemas barang-barang saya dalam dua tas – saya tidak punya banyak barang – dan pindah ke wihara. Bagi saya ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, untuk tinggal bersama guru saya di wihara, di biara – apapun namanya. Kami memiliki ruang doa sendiri di dalam, sebuah gompa dengan thangka dan patung-patung. Biasanya, kecuali ada acara puja, sesi mengajar dan lainnya, hanya ada saya dan Geshe-la di wihara karena hanya kami berdua yang tinggal penuh waktu di sana.

Kensur Rinpoche Lobsang Tharchin, guru pertama saya di New Jersey yang mengijinkan saya untuk tinggal di TDL dan belajar bersama Geshe Tsultrim Gyeltsen.

Akhirnya, saya memohon Geshe Tsultrim Gyeltsen untuk menerima saya sebagai muridnya secara formal dan memperbolehkan saya untuk belajar di bawah bimbingannya. Tetapi, sesuai dengan Bait-Bait Pengabdian Pada Guru, saya harus meminta ijin guru pertama saya dulu. Jadi saya menelpon Kensur Rinpoche di New Jersey. Bila Kensur Rinpoche Lobsang Tharchin-la tidak mengijinkan, saya akan pergi. Kita memerlukan berkat dari guru kita untuk melakukan hal-hal spiritual. Bila keadaan tidak memungkinkan bagi kita untuk belajar dari guru kita, kita memerlukan ijin dari beliau untuk belajar dari guru lain. Bila tidak, kita tidak akan bisa mendapatkan pencapaian atau kesadaran yang lebih tinggi. Hubungan spiritual yang baik (samaya) antara guru dan murid sangatlah penting untuk mendapatkan pencapaian dan pandangan yang lebih tinggi, khususnya dalam bentuk meditasi. Memiliki samaya negatif dengan sang guru bukan hanya menghambat pertumbuhan spiritual kita pada umumnya, tetapi setiap hari samaya ini terlanggar, karma negatif yang sangat berat terakumulasi yang suatu hari akan terbuka dan membawa banyak kesulitan. Kesulitan bagi tubuh dan pikiran. Hal ini dijelaskan oleh Vajradhara dan banyak guru-guru India lainnya.

Pertama-tama, saya minta maaf kepada Kensur Rinpoche karena melarikan diri. Saya memberitahu Kensur Rinpoche apa yang terjadi, dimana saya berada dan apa yang saya lakukan. Saya juga berkata bahwa saya tidak pernah ingin meninggalkan beliau tetapi situasi di rumah dan hubungan saya dengan orang tua benar-benar sangat sulit. Jadi saya merasa tidak punya pilihan. Selain itu, orang tua saya juga menyebarkan gosip-gosip yang tidak mengenakan mengenai Kensur Rinpoche, dan saya tidak ingin mereka menyakiti guru saya dengan cara tersebut. Orang tua saya ingin Kensur Rinpoche dideportasi. Saya minta maaf kepada Kensur Rinpoche atas fitnah yang disebarkan oleh orang tua saya. Kensur Rinpoche mendengarkan dengan seksama dan berkata tidak apa. Beliau senang saya berada di tempat yang aman, dan beliau mengerti karena pada kenyataannya, beliau mengetahui bagaimana saya diperlakukan di rumah.

Orang tua angkat saya akan menuduh Kensur Rinpoche memecah belah keluarga karena memperbolehkan saya untuk menghadiri sesi ajarannya. Atas dasar ini, mereka melaporkan beliau agar pemerintah membatalkan visa beliau dan mendeportasinya. Saya tidak bisa membiarkan hal ini terjadi, jadi saya pergi dari rumah. Saya tidak bisa melepaskan praktik Dharma, dan saya juga tidak ingin menjadi sebab orang tua saya menyebabkan kesulitan bagi guru agung seperti beliau. Saya sedih meninggalkan rumah, sahabat dan beberapa kerabat yang saya sayangi. Saya juga harus mencari tumpangan kendaraan pada usia 15 tahun untuk menyeberangi Amerika dari New Jersey ke California. Saya pikir lebih baik saya mati mencari tumpangan daripada tidak bisa melakukan praktik dan belajar Dharma pada saat itu.

Saya menjelaskan pada Kensur Rinpoche bahwa saya tidak bisa kembali ke New Jersey dalam waktu dekat, tetapi saya ingin terus belajar Dharma. Kemudian saya mohon ijin untuk menjadi murid Geshe Tsultrim Gyeltsen. Inilah yang dikatakan Kensur Rinpoche pada saya,

“Kamu benar-benar beruntung bertemu dengan Geshe Tsultrim Gyeltsen yang setara dengan saya. Pengetahuannya sangatlah luar biasa. Kamu harus memperlakukannya seperti kamu memperlakukan saya.”

Saya menutup telepon dan bersujud di hadapan telepon yang saya gunakan untuk berbicara dengan kensur Rinpoche. Saya benar-benar lega. Kensur Rinpoche tidak hanya memberikan ijin bagi saya untuk belajar dengan Geshe Tsultrim Gyeltsen, tetapi cara beliau memberikan ijin benar-benar membuat keyakinan saya pada dirinya menjadi lebih kuat (bila hal ini mungkin!). Kensur Rinpoche tidak memiliki ego ketika saya minta ijin untuk belajar dari guru lain karena situasi yang mengharuskan hal ini. Bila Kensur Rinpoche berkata atau ragu, saya akan segera meninggalkan TDL karena Guru pertama saya tidak memberikan ijin bagi saya untuk tinggal. Saya harus mematuhi guru saya. Beberapa tahun setelahnya, saya akan mengunjungi guru pertama saya di New Jersey beberapa kali. Saya menjaga hubungan saya dengan beliau sebagai sesuatu yang sakral dan berprioritas tinggi. Saya tidak pernah melupakan kebaikannya. Setelah saya pindah ke India, saya juga mengunjungi beliau di Biara Sera tempat beliau berasal. Waktu itu saya tinggal di Biara Gaden, dan saya naik bis selama 16 jam ke Biara Sera untuk mengunjunginya ketika beliau berada di sana.

Tetapi satu-satunya hal yang dipikirkan Kensur Rinpoche adalah saya bisa menerima pendidikan dan praktik Dharma dari guru yang berkualifikasi. Selain itu, Kensur Rinpoche memuji Geshe-la, sesuatu hal yang tidak perlu dilakukannya. Karenanya, keyakinan saya terhadap Geshe-la bertambah dan saya tidak ragu karena guru pertama saya menyuruh saya untuk memperlakukan Geshe-la seperti dirinya. Mulai hari itu, saya tidak pernah meragukan Geshe-la sekalipun karena Guru pertama saya telah memberikan berkatnya. Saya membayangkan kedua guru saya sebagai sati dengan sang Buddha dan menghormati mereka berdua.

Geshe Tsultrim Gyeltsen, Guru kedua saya dan pembimbing spiritual di Thubten Dhargye Ling (TDL) di Los Angeles, Amerika Serikat.

Saya segera melaporkan apa yang dikatakan Kensur Rinpoche kepada Geshe-la, termasuk pujian Kensur Rinpoche. Tetapi Geshe-la hanya berkata, “Ok, pergi dan buatkan saya secangkir teh.” Geshe-la suka minum teh India, jadi saya membuatnya berkali-kali setiap hari ketika saya tinggal bersama beliau. Kadang-kadang sampai delapan cangkir sehari. Tetapi ketika saya melaporkan apa yang dikatakan Kensur Rinpoche, beliau tidak bereaksi selain minta secangkir teh. Tidak ada “ceritakan lebih banyak” atau “apa lagi yang dikatakannya”. Keyakinan saya pada beliau berlipat ganda ribuan kali dan saya pikir saya benar-benar telah bertemu dengan guru agung, seseorang yang tidak tertarik dengan Delapan Dharma duniawi. Saya sangat beruntung bisa menjadi murid seorang guru dengan kualitas seperti ini. Wow!

Jadi seperti yang kalian ketahui, alasan saya melarikan diri dari New Jersey adalah karena orang tua angkat saya berusaha keras untuk mencegah saya belajar Dharma. Selama bertahun-tahun tinggal bersama mereka, saya sering dipukul dan dihukum. Hal ini benar-benar menyakitkan secara emosi dan fisik. Setelah keadaan saya lebih tenang, Geshe-la menyuruh saya menelpon ibu di New Jersey dan minta maaf atas segala sakit hati yang saya sebabkan karena melarikan diri. Berusaha membantah nasihat ini, saya berkata pada Geshe-la, “Minta maaf sama dia? Tetapi ibu yang menyiksa dan memukul saya! Saya yang dipukuli, saya yang dibentak, saya yang ditampar, disakiti selama bertahun-tahun!” Saya tidak mencoba berlaku kasar atau tidak hormat pada Geshe-la, tetapi saya tidak mengerti mengapa saya harus minta maaf pada ibu. Dana, ibu angkat saya, memiliki hati yang baik, hangat dan murah hati. Saya sangat mencintai dan merindukan beliau sampai sekarang. Tetapi ibu menderita schizophrenia dan baru ketahuan bertahun-tahun kemudian. Ketika saya masih tinggal di rumah, ibu sering mengalami gangguan emosi karena ayah selalu berselingkuh. Ibu tidak punya tempat untuk melampiaskan sakit hatinya, jadi saya menjadi terkena getahnya. Suasana di rumah sangat tegang, dan saya selalu merasa berada di ujung pisau. Kesalahan sekecil apapun bisa membuat ibu memukuli saya sampai biru lebam. Setelah pulang sekolah, sering saya menemukan piring-piring pecah dan rumah dalam keadaan seperti kapal pecah karena ibu baru menemukan bahwa ayah berselingkuh lagi.

Saya diberitahu para biksu bahwa ketika masih tinggal di biara, mereka semua memanggil Geshe-la “Geshe Ok” karena setiap kali beliau diminta melakukan sesuatu, Geshe-la selalu tersenyum dan menjawab, “Ok!” Geshe-la sangat mencintai dan mendukung Biara Gaden.

Yang membuat keadaan lebih parah, ibu tidak ingin saya menjadi biksu. Ayah dan ibu ingin saya pergi ke universitas, mendapatkan pekerjaan, menikah dan punya anak. Mereka melakukan banyak hal untuk menghentikan upaya saya untuk belajar dan membaca buku Dharma, pergi ke wihara dan berdoa di New Jersey. Tetapi saat itu, saya tidak tahu ibu menderita schizophrenia atau sejenisnya; yang saya tahu adalah ia memukuli saya.

Jadi ketika Geshe-la meminta saya untuk menelpon ibu dan minta maaf, bisa dibayangkan betapa terkejutnya saya. Geshe-la tetap bersikeras agar saya menelpon ibu dan ketika saya menanyakan alasannya, beliau berkata,

“Karena kamu tidak boleh hanya melihat hal-hal negatif yang dilakukan ibumu – kamu juga harus melihat hal-hal positifnya. Kamu di sini sekarang. Seseorang telah memberimu makan. Seseorang telah memberimu rumah. Kamu ada di sini belajar Dharma hari ini karena kebaikan ibumu. Kamu harus menelponnya dan minta maaf atas hal-hal yang telah kamu katakan padanya dan hal-hal yang kamu pikirkan mengenai dia.”

Saya bertanya pada Geshe-la, “Bagaimana bila ibu menutup telepon?” Geshe-la berkata, “Tidak apa. Setidaknya kamu mencoba. Jadi ketika kamu melakukan sadhanamu, doanya berasal dari hati dan tulus.” Tulus ketika saya melakukan sadhana, doa dan praktik. Dari sisi diri, saya telah berdamai dengan seseorang yang berkonflik dengan saya dan saya telah melepaskan kemarahan saya. Hal ini terlepas dari apakah mereka juga meninggalkan sakit hati mereka. Saya telah menanggalkan rasa marah ini untuk berkembang secara spiritual. Karena saya bukanlah tipe orang yang tidak mematuhi Guru saya, saya menelpon ibu. Saya minta maaf karena melarikan diri, dan sesuai prediksi, dia segera menutup telepon.

Saya pergi untuk melaporkan apa yang terjadi kepada Geshe-la. Kejadian tersebut sangatlah menguras emosi dan sulit bagi saya. Tadinya saya pikir Geshe-la akan berkata “bagus” atau menghibur saya, atau memuji karena saya mematuhi instruksinya, tetapi Geshe-la hanya berkata, “Ok, sekarang buatkan saya secangkir teh.” Saya tercengang sekejap dan pergi membuatkan teh untuk Geshe-la. Bertahun-tahun kemudian, saya menyadari bahwa bila Geshe-la tidak menyuruh saya menelpon ibu, ada kemungkinan saya akan menyimpan sakit hati untuk waktu yang lama. Walaupun kemarahan saya terhadap ibu wajar karena cara dia memperlakukan saya, Geshe-la mengajarkan bagaimana melepaskan dan memutuskan karma negatif agar saya tidak menyakiti ibu lagi di masa depan. Dan juga agar saya tidak tenggelam dalam rasa sakit, saya harus melepaskan hal ini. Ini adalah nasihat terbaik untuk trauma emosional. Apakah lawan bicaramu melepaskan, mengaku salah atau tidak bukan masalah. Hal ini bukan tentang mereka. Kadang-kadang, orang tersebut telah meninggal, dan kita tidak berkesempatan untuk mendengar maaf dari mereka, tetapi kita harus tetap menyembuhkan diri. Semua ini adalah untuk kesembuhan dan pertumbuhan kita. Jadi ketika kita melepaskan, kita sembuh dan berkembang. Geshe-la, dalam kebijaksanaannya yang tak terbatas, menginstruksikan saya untuk melakukan hal ini, dan saya mematuhinya. Saya tidak usah pergi ke konseling mahal di Amerika untuk mengatasi rasa sakit dan derita dalam diri. Ajaran Buddha sangat cocok untuk keadaan seperti ini, diantara yang lain.

Gesha-la berkata pada saya, “Walaupun kamu tidak berbuat apa-apa sekarang, tetapi pasti kamu sudah berbuat sesuatu di kehidupan sebelumnya untuk mengalami hal ini. Apakah kamu mau menerima karmamu atau tidak.” Beliau mengajar saya untuk tidak memilih-milih ajaran Buddha. Memilih yang mudah dan mengabaikan yang sulit tapi perlu dipraktikkan. “Bila kamu ingin mempraktikkan Dharma; bila kamu ingin mendapatkan pencapaian dan bila kamu ingin maju, kamu harus menerima bahwa ini adalah karmamu. Kamu harus melepaskannya.” Bagi Geshe-la, Delapan Bait Transformasi Pikiran bukanlah sekedar sebuah doa, tetapi sesuatu yang hidup dan harus diterapkan.

Geshe dan Guru Kadampa Yang Mulia Geshe Tsultrim Gyeltsen

Selama delapan tahun, saya tinggal bersama Geshe-la, saya memiliki hak istimewa, kehormatan dan pahala untuk memasak, membersihkan dan melayani guru Kadampa yang agung ini. Sekali lagi, kebanyakan hanya ada kami berdua di wihara karena hanya kami yang tinggal di sana penuh waktu, dan beberapa orang lainnya pergi kerja. Anggota yang lain tinggal dan bekerja di luar, dan datang ke wihara untuk acara-acara, puja-puja dan sesi-sesi ajaran saja. Saya sendiri bekerja di tempat-tempat seperti Fotomat atau kantor properti Fred Sands dan John Douglas. Kemudian saya kembali untuk masak makan malam, dan kadang-kadang makan siang, untuk Geshe-la. Saya tinggal di lantai bawah, dan Geshe-la tinggal di lantai atas. Setiap hari, saya memiliki kesempatan mengumpulkan pahala dengan membersihkan kamar Geshe-la, membuat teh sampai delapan kali sehari – Geshe-la sangat menyukai teh – mencuci pakaiannya, membersihkan aula meditasi (gompa), berbelanja dan pada dasarnya memelihara rumahnya. Kadang-kadang Geshe-la pergi keluar, dan saya mendapatkan kehormatan untuk menemaninya dan membawa barang-barangnya.

Geshe-la juga yang mengajarkan saya membuat torma. Beliau menunjukan bahan-bahan yang digunakan, bentuk torma yang harus dibuat dan saya menghafalnya. Geshe-la hanya menunjukkan pada saya sekali dan setelahnya, saya bertanggung jawab untuk membuat semua torma yang diperlukan untuk puja, termasuk untuk kangsol Dorje Shugden setiap bulannya. Saya harus pergi berbelanja untuk membeli jelai, memanggangnya, menggilingnya untuk membuat tsampa (tepung jelai yang dibakar) untuk torma. Bukannya seperti sekarang, anda bisa pergi ke supermarket dan membelinya. Dulu, kita harus melakukan semuanya sendiri. Bila saya tidak memperhatikan dengan baik, jelainya akan hangus. Kemudian saya harus mulai lagi dari awal, dan menghabiskan lebih banyak waktu. Beberapa dari torma yang saya buat tidak terlalu bagus dan terlalu lembek dan miring, terlalu kering dan retak, atau tingginya berbeda-beda. Tetapi Geshe-la tidak pernah menegur karena beliau tahu saya membuat torma-torma ini dengan tulus dan semampu saya. Kadang-kadang ketika membuat torma, saya tidak sengaja menorehkan warna merah pada torma putih. Dan shoot! Saya harus mulai lagi dari awal. Torma harus dibuat sesempurna mungkin sesuai kemampuan saya karena mereka adalah persembahan untuk para Buddha.

Geshe-la (kiri), Yang Suci Kyabje Trijang Chocktrul Rinpoche dan Kyabje Lati Rinpoche. Walaupun banyak orang yang bilang Geshe-la sudah tidak mempraktikkan Dorje Shugden lagi. Saya tahu hal ini tidak benar karena Geshe-la sangat mengabdi pada Dorje Shugden seperti yang saya saksikan selama delapan tahun tinggal bersamanya. Beliau pasti melakukan praktik ini diam-diam. Selain itu, bila Geshe-la telah melepaskan Dorje Shugden, beliau tidak akan berfoto bersama Kyabje Trijang Chocktrul Rinpoche yang terkenal karena mempraktikkan Dorje Shugden.

Jadi pada hari-hari diadakannya puja, saya akan terburu-buru. Saya akan pergi kerja, membeli bahan-bahan torma, kembali ke wihara, membuat torma, menyiapkan puja, dan masak makan siang untuk Geshe-la dan saya sendiri. Pada hari-hari seperti ini biasanya saya benar-benar sibuk. Seperti biasa, hanya ada saya dan Geshe-la di wihara. Geshe-la kemudian berkata, “Ok, saya akan mengajarimu membuat makan siang dalam lima menit.” Saya menatap tidak percaya. Bukannya saya meragukan Geshe-la tetapi saya berpikir bagaimana mungkin membuat makan siang dalam lima menit. Saya tidak pernah mendengar hal seperti ini.

Jadi Geshe-la membawa saya ke dapur. Beliau memotong sayur seperti tomat, bawang dan bunga kol, dan melemparnya ke panci kecil. Kemudian beliau memasukan mie dan bumbu dari paket. Lima menit kemudian, makan siang sudah siap! Saya sangat terkejut karena tidak pernah melihat hal seperti ini. Geshe-la tentu saja mengenal mie instan ketika tinggal di pemukiman pengungsi di India. Kemudian Geshe-la berkata, “Ok, sekarang kamu bersih-bersih” dan beliau naik ke lantai atas untuk makan, dan saya tinggal untuk membersihkan dapur. Jadi banyak sekali momen-momen pribadi yang saya alami bersama Geshe-la, ketika kami hanya tinggal berdua.

Geshe Tsultrim Gyeltsen (kiri) bersama guru agung Budhisme Tibet, Kyabje Lati Rinpoche, yang juga guru saya. Kyabje Lati Rinpoche menganjurkan saya untuk mengajar Dharma, membantu biara dan mengabdi pada Dorje Shugden. Sekarang, kedua guru besar ini telah memasuki cahaya jernih. Reinkarnasi mereka telah ditemukan, diakui dan kembali ke Biara Gaden Shartse. Kyabje Lati Rinpoche terlahir kembali dan ditemukan di Mustang, Nepal.

Banyak sekali ajaran yang diberikan Geshe-la kepada kami, tetapi Geshe-la tidak pernah memberi kami inisiasi. Kata Geshe-la selama Guru beliau Yang Suci Kyabje Zong Rinpoche masih hidup, kami harus mendapatkan inisiasi dari Kyabje Zong Rinpoche dan tidak perlu bagi Geshe-la untuk memberikannya. Bukannya Geshe-la tidak berkualifikasi untuk memberikan inisiasi, tetapi selama Gurunya masih ada, Geshe-la selalu merujuk pada beliau. Geshe-la sangat rendah hati dan mengabdi pada Gurunya.

Setelah kunjungan Kyabje Zong Rinpoche di wihara selesai, Geshe-la memberikan penjelasan lengkap mengenai inisiasi yang kami terima dan mengajarkan ritual dan meditasi terkait dengan inisiasi-inisiasi tersebut. Contohnya, kami menerima sogtae Dorje Shugden (inisiasi mempercayakan hidup) dari Yang Suci Kyabje Zong Rinpoche. Tetapi yang mengajarkan mengenai latar belakang, sejarah, garis dan asal muasal Dorje Shugden adalah Geshe-la. Beliau menggunakan teks Yang Suci Kyabje Trijang Rinpoche “Musik yang Menyenangkan Samudera Pelindung”. Dan setiap minggu selama bertahun-tahun, Geshe-la mengajarkan Tahapan Menuju Pencerahan dari Lamrim. Beliau mengajarkan bahwa transformasi itu berasal dari cinta kasih, dan bila kita tidak berubah, berarti cinta kasih kita kurang dan hal ini tidak akan membuat kita bahagia. Geshe-la juga mengajarkan bahwa semakin besar cinta kasih yang kita miliki untuk orang lain dan diri sendiri, semakin mudah bagi kita untuk bertransformasi.

Pada saat tinggal bersama Geshe-la, saya pernah dimarahi oleh beliau beberapa kali. Saya tahu pada saat-saat seperti ini ada orang yang berpikir kelakuan Geshe-la tidak beralasan atau terlalu keras pada saya, tetapi Geshe-la adalah praktisi yang sebenarnya. Beliau hanya tertarik untuk untuk memberi manfaat bagi orang lain walaupun hal ini mungkin mempengaruhi reputasinya.

Pada suatu kesempatan, kami sedang menunggu kunjungan Yang Suci Gaden Tri Rinpoche ke 98 Jetsun Jamphel Shenphen. Sebelum Gaden Tri tiba di wihara kami di La Cienega, saya susunan altar yang tidak benar. Wihara kami telah dibersihkan dari atas sampai bawah agar dalam keadaan paripurna ketika Gaden Tri Rinpoche berkunjung, tetapi ada orang, siapapun itu, yang meletakan teks Dharma di posisi lebih rendah daripada rupang-rupang di altar.

Saya memutuskan mengambil sebuah kursi dari dapur, memanjat dan menyusun kembali altar tersebut dengan meletakan teks Dharma di tempat yang lebih tinggi. Geshe-la kebetulan lewat ketika saya sedang melakukan hal ini dan melihat kursi-kursi yang berserakan. Ada juga benda-benda yang dipindahkan dari altar. Pada saat itu, ada sekitar 20-25 orang di sana. Geshe-la segera menunjukan tanda-tanda tidak senang dan bertanya siapa yang melakukan semua ini. Saya mengaku. Di depan semua orang, Geshe-la memarahi saya dan berkata, “Siapa yang menyuruhmu melakukan ini? Saya tidak pernah menyuruhmu melakukan seperti ini. Gaden Tri Rinpoche akan segera tiba.” Gaden Tri Rinpoche benar-benar akan segera tiba, dan Geshe-la tidak ingin Gaden Tri Rinpoche masuk ke wihara dan melihat altar yang berantakan, kursi-kursi berserakan di gompa, dan ada orang yang berdiri di atas kursi menyusun altar, dan benda-beda berserakan.

Saya sangat malu ketika dimarahi Geshe-la. Tetapi saya segera mengembalikan barang-barang ini ke tempat semula dan membawa kursinya ke dapur. Ketika saya kembali, saya bersujud tiga kali pada Geshe-la dan minta maaf.

Kemudian ada orang yang menelpon bahwa Gaden Tri Rinpoche akan datang terlambat. Geshe-la datang dan berkata pada kami semua, “Sebenarnya teks Dharma harus diletakan di tempat tertinggi. Burcha benar. Tetapi saya tidak mau Gaden Rinpoche masuk dan melihat barang-barang berserakan”. Kemudian Geshe-la menyuruh kami untuk untuk mengembalikan susunan altar seperti rencana saya sebelumnya. Geshe-la sangat tidak senang dengan kejadian tersebut dan saya sangat takut. Saya pikir, “Saya akan melakukan apapun yang Geshe-la inginkan karena beliau pasti punya alasan sendiri.” Tetapi saya senang karena saya tidak berpikir buruk atau melawan. Bertahun-tahun saya tinggal bersama Geshe-la, saya tidak pernah melawan atau membantah. Saya berusaha mengikuti teks Pengabdian Pada Guru sebaik mungkin.

Saya tahu banyak orang di wihara yang menjelek-jelekan Geshe-la dan berbisik di belakang beliau. Saya tidak akan mengulang apa yang mereka katakan di sini karena hal tersebut tidak benar. Tetapi saya tahu mereka melakukan hal ini karena kadang-kadang ketika saya mencuci piring di dapur setelah makan malam atau membersihkan dapur dan menyimpan barang-barang, mereka akan mendekati saya dan mulai berbicara atau mencoba untuk melibatkan saya dalam perbincangan ini. Menurut ajaran Pengabdian pada Guru, setelah anda berlindung pada seorang guru, anda tidak boleh menjelek-jelekan atau berpikiran buruk mengenai beliau. Bahkan, anda tidak boleh berasosiasi dengan orang-orang yang menjelek-jelekan Guru anda, apalagi duduk dan bergosip bersama mereka, karena mereka bisa mempengaruhi latihanmu bila anda tidak terlalu kuat. Peraturan ini bukan dari saya, melainkan dari kode tantra dan Bait Pengabdian pada Guru. Jadi dengan sopan dan tegas, saya menyampaikan bahwa saya tidak tertarik dengan apa ingin mereka katakan. Saya rasa mereka tidak senang mendengarnya, tetapi saya telah mengambil sumpah perlindungan dengan Geshe-la dan menerima ajaran dari beliau. Walaupun saya masih muda dan suka bermain seperti remaja lainnya, saya sangat serius dengan hal-hal yang berkaitan dengan praktik Dharma khususnya Pengabdian Pada Guru. Saya sangat teguh dan serius mengenai hal ini. Pada kenyataannya, Geshe-la adalah Guru saya.

Yang Suci Kyabje Zong Rinpoche bersama dua muridnya yang terkenal, Geshe Tsultrim Gyeltsen (kiri) dan Lama Yeshe (kanan). Mereka sangat mengabdi pada Kyabje Zong Rinpoche dan telah membawa manfaat bagi banyak makhluk sepanjang hidup mereka. Foto ini diambil ketika Lama Yeshe berkunjung ke TDL di Los Angeles untuk bertemu dengan Kyabje Zong Rinpoche. Pada saat itu, saya berkesempatan bertemu dengan Lama Yeshe untuk pertama kalinya. Beliau memberikan saya hadiah pil aryuvedic untuk menyembuhkan (rinchen rilbu).

Ketika Geshe-la bersama kami, beliau adalah guru kami, tetapi di hadapan Kyabje Zong Rinpoche, Geshe-la berlaku seperti murid yang baik. Beliau menurut, rendah hati dan berlaku sesuai dengan 50 Bait Pengabdian pada Guru. Bila Kyabje Zong Rinpoche tidak menyuruhnya untuk duduk, beliau akan tetap berdiri dan tidak akan duduk sampai diminta untuk duduk. Kadang-kadang, Kyabje Zong Rinpoche lupa menyuruh Geshe-la duduk, jadi Geshe-la akan tetap berdiri selama berjam-jam, kedua tangannya tergenggam di depannya dan kepalanya sedikit menunduk, mendengarkan Kyabje Zong Rinpoche dengan serius. Beliau akan mengangguk dari waktu ke waktu dan berkata ‘ya’ untuk menanggapi Kyabje Zong Rinpoche, dan beliau akan terus seperti ini, tidak bergerak dan tidak gelisah selama berjam jam.

Beberapa orang mungkin berkata bahwa sikap seperti ini adalah fanatik, tetapi bila anda membaca cerita guru-guru agung dari India dan Tibet yang berpencapaian, anda akan menemukan persamaan mereka, Pengabdian Pada Guru yang besar. Contohnya, Naropa kepada gurunya, Tilopa; Milarepa kepada gurunya, Marpa; dua bersaudari Mekhala dan Kanakhala kepada guru mereka Krsnacharya, atau murid seperti Shunsep Jetsun dan Nangsa Obum – ada banyak sekali contoh untuk menunjukan pencapaian tidak tidak bisa dicapai tanpa Pengabdian pada Guru. Bila seseorang memiliki Pengabdian pada Guru yang besar, ini adalah pertanda bahwa mereka memiliki pencapaian atau akan mendapatkan pencapaian. Mengapa? Pengabdian pada Guru, sebenarnya bukanlah bersujud di kaki gurumu atau melayani, mencuci baju atau memasak untuk beliau. Semua ini hanyalah ekspresi luar tindakan Pengabdian pada Guru. Pengabdian pada Guru yang sebenarnya berasal dari dalam diri, yaitu transformasi. Pengabdian pada Guru sebenarnya adalah kondisi pikiran yang ingin kita capai, yang direfleksikan dalam bentuk Guru kita. Seberapa besar pengabdianmu pada sang Guru adalah seberapa besar perubahanmu sejak pertama kali bertemu dengan beliau. Bila anda tidak berubah banyak, maka anda harus melakukan refleksi diri untuk mencari sebabnya dan melakukan sesuatu mengenai hal ini.

Saya hanya ingin berbagi cerita ini kepada anda. Cerita bagaimana saya bertemu dengan Geshe Tsultrim Gyeltsen dan tinggal di Thubten Dhargye Ling selama delapan tahun, sampai saya meninggalkan Los Angeles untuk pergi ke India dan menjadi biksu. Saya tiba di Thubten Dhargye Ling karena Dharmadhatu tidak membukakan pintu mereka; karena Dr. Leo Pruden berbaik hati pada seorang remaja dan mengantarnya ke wihara dan bukan mengusirnya; karena Geshe Tsultrim Gyeltsen mengijinkan saya untuk tinggal di wihara. Bahkan Geshe-la bisa mendapatkan masalah karena saya belum berusia 18 tahun waktu itu dan secara teknis masih di bawah umur, tetapi Geshe-la mengambil resiko dan membiarkan saya tinggal. Beliau membimbing, merawat dan memberikan saya pengetahuan yang luar biasa banyaknya. Saya bisa membagikan pengetahuan ini pada orang lain dan memberi manfaat bagi mereka sampai hari ini. Dari Geshe-la atau melalui koneksi Geshe-la, saya menerima semua ajaran dan pengetahuan mengenai Dorje Shugden yang sekarang saya sampaikan pada orang lain. Jadi mungkin cerita ini bisa memberi manfaat pada beberapa orang untuk belajar dari pengalaman saya bersama Geshe-la dan waktu yang saya habiskan di TDL. Geshe-la telah menyentuh hidup saya dan bantuannya tak terhingga banyaknya, dan saya akan selalu bersyukur kepadanya.

Tsem Rinpoche

 


 

Yang Mulia Geshe Tsultrim Gyeltsen

Geshe-la sangat dekat dengan Yang Suci Dalai Lama. Geshe-la dan TDL telah menjadi tuan rumah bagi Dalai Lama di Los Angeles tiga kali. Geshe-la juga membiayai banyak sesi ajaran Dalai Lama di India. Saya menghadiri beberapa sesi ajaran ini. Geshe-la tetap mempraktikkan Dorje Shugden secara diam-diam agar tidak mengganggu hubungannya dengan Yang Suci.

Yang Mulia Geshe Tsultrim Gyeltsen adalah pendiri dan direktur spiritual wihara Thubten Dhargye Ling. Beliau lahir pada tahun 1924 di provinsi Kham di Tibet Timur. Orang tuanya menamakan beliau Jamphel Yeshe dan pada usia muda, beliau terinspirasi oleh contoh pamannya yang menjadi biksu di biara setempat. Ketika berusia tujuh tahun, dengan persetujuan keluarganya, beliau memutuskan untuk menjalani kehidupan monastik. Selama sembilan tahun, beliau mempelajari sutra dan tantra dan menerima ajaran mengenai dialektika di bawah bimbingan Geshe Jampa Thaye, seorang guru terkemuka dari Biara Sera.

Ketika berusia enam-belas tahun, Geshe Gyeltsen memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Lhasa, ibu kota Tibet dan mendapatkan gelar Geshe dari Biara Sera. Gelar Geshe di sekolah Gelug adalah sebanding dengan gelar Doktor dalam bidang Filosofi Buddhis. Perbedaannya adalah biasanya dibutuhkan sekitar 20 tahun untuk mendapatkan gelar Geshe.

Geshe-la melakukan perjalanan selama 33 hari dan melewati 25 gunung bersama rombongan 15 pedagang dan peziarah. Di dekat Lhasa, mereka berhenti dekat Biara Gaden dimana beberapa biksu mengundang Geshe-la untuk minum teh pada hari berikutnya. Pada pagi berikutnya, Geshe-la mendaki bukit menuju Gaden, dan beliau melihat biara besar ini untuk pertama kalinya seolah menyentuh langit. Geshe-la meneteskan air mata kebahagiaan dan tanpa ragu di tempat inilah, dan bukan Sera, beliau akan melanjutkan pendidikannya. Hari tersebut adalah perayaan tercerahkannya Lama Tsongkhapa. Pada malam hari, persembahan cahaya dari lampu mentega dan suara pelafalan doa memenuhi setiap ruangan di biara. Geshe-la sangat tersentuh dengan suasana spiritual ini.

Geshe-la bergabung dengan universitas Shartse, salah satu dari dua universitas di Biara Gaden. Kepala biara saat itu adalah Kyabje Zong Rinpoche yang menaruh perhatian khusus pada kemajuan biksu muda ini. Geshe Gyeltsen belajar logika, kebijaksanaan, kasih, etika, fenomenologi, dan pelatihan pikiran di Gaden selama duapuluh tahun dan kemudian menjadi guru bagi para biksu yunior.

Setelah Pemberontakan Tibet pada tanggal 10 Maret 1959, berita Dalai Lama telah meninggalkan Tibet sampai di Gaden. Geshe-la dan enam biksu lainnya meninggalkan biara setelah sesi doa malam hari dan berangkat ke India dengan menyeberangi pegunungan Himalaya; mereka menjadi bagian dari exodus massal yang melarikan diri dari tekanan penjajah China. Geshe-la adalah salah satu dari sedikit biksu senior yang berhasil melarikan diri dari 20,000 biksu yang hidup di Gaden, Sera dan Drepung, tiga biara terbesar di Tibet pada saat itu.

Geshe Gyeltsen, bersama dengan lima puluh biksu terhormat dari masing-masing biara, bermukim di Dalhousie di India utara dimana beliau belajar selama dua tahun sebelum mengambil ujian Geshe. Ujian ini dihadiri oleh para guru dari semua sekolah Buddhisme Tibet. Minggu terakhir ujian diadakan di Dharamsala dimana Geshe-la terlibat dalam sesi debat intensif di bawah pengawasan Dalai Lama dan dua guru seniornya, almarhum Ling Rinpoche dan almarhum Kyabje Trijang Rinpoche. Beliau lulus dengan sangat baik dan mendapatkan gelar tertinggi Lharampa Geshe.

Pada tahun 1963, Geshe-la berkunjung ke Sussex, Inggris Raya untuk mengajar di Pestalozzi International Children Village. Beliau tiba bersama 22 anak-anak yatim-piatu dari Tibet atau anak-anak yang orang tuanya masih tinggal di Tibet. Selama tujuh tahun, Geshe-la mengajar anak-anak ini menulis, tata bahasa, budaya dan filosofi Buddhis.

Geshe Gyeltsen datang ke Amerika Serikat pada tahun 1976 dan sempat mendapat posisi mengajar meditasi dan bahasa Tibet di USC, UC Santa Barbara dan UCLA. Mahasiswa/i yang diajarnya meminta beliau membuka pusat mengajar dan pada tahun 1978, Geshe-la mendirikan sebuah pusat untuk belajar Buddhisme di Los Angeles.

Geshe-la meminta agar Yang Suci Dalai Lama memberi nama tempat ini. Yang Suci menamakannya Thubten Dhargye Ling, yang berarti, Tempat Dharma Berkembang. Thubten Dhargye Ling sekarang berlokasi di Long Beach dimana tradisi mengajar Geshe Gyeltsen berlanjut melalui berbagai kelas meditasi, retret dan perayaan hari keagamaan dan sesi mengajar mingguan menurut teks Buddhis tradisional.

Geshe Gyeltsen juga menulis buku “Compassion: The Key to Great Awakening,” sebuah penjelasan tentang Delapan Bait Latihan Pikiran dan Tigapuluh tujuh Praktik Bodhisattva dan sebuah buku cuma-cuma “Mirror of Wisdom”. Beliau juga mendirikan mendirikan wihara di Colorado dan Texas dan ada murid-muridnya yang berdomisili di Mexico, Alaska, Omaha dan Inggris Raya. Geshe-la terlibat dalam Buddhist Sangha Council di California Selatan, sebuah kelompok yang mewakili berbagai negara Buddhis untuk mempelajari Budaya Buddhis. Beliau juga aktif dalam mempromosikan hak asasi manusia, otonomi untuk warga Tibet. Salah satu tujuannya adalah memajukan Pendidikan dan ajaran keagamaan di komunitas Tibet di seluruh India.

Geshe Gyeltsen dikenal karena kepribadiannya yang hangat dan pengasih. Akan tetapi beliau sangat tradisional dan tidak berkompromi dalam mengajar Dharma. Kekuatan, visi dan pengabdiannya pada praktik yang dilakukannya melampaui waktu dan budaya, dan beliau terus menginspirasi murid-muridnya dengan warisan yang dibawanya dari Tibet.

Geshe-la meninggal dunia pada tanggal 13 Februari 2009 dan sangat dirindukan oleh semua murid dan sahabatnya.

Sumber: https://gstdl.org/teacher

 


 

Foto dan Video Geshe-la

Di bawah ini adalah beberapa foto dan video Geshe-la, saya sangat merindukan beliau. Setelah praktik Dorje Shugden dilarang, saya tidak bisa berbicara dengan beliau lagi, tetapi saya tahu bahwa Geshe-la tidak pernah melupakan saya. Saya mengetahui hal ini dari beberapa murid beliau. Bila saya berbicara dengan Geshe-la, maka Pemerintah Tibet di pengasingan akan membuat masalah bagi beliau. Alasannya Geshe-la mempraktikkan Dorje Shugden diam-diam, sementara saya memutuskan untuk melakukan praktik ini secara terbuka. Jadi pada tahun 1996, ketika pemerintah Tibet memproklamasikan larangan untuk mempraktikkan Dorje Shugden, banyak orang yang tetap melakukan praktik ini secara diam-diam. Saya sendiri sempat melakukan hal yang sama, tetapi kemudian memutuskan untuk tidak merahasiakannya. Geshe-la tidak pernah mengatakan hal-hal negatif mengenai Dorje Shugden.

Tidak ada kebebasan di pemukiman Tibet di India berlawanan denga napa yang ‘dipromosikan’ di Barat. Pemerintah Tibet di pengasingan dan ‘peraturan’ mereka atas pengungsi Tibet di India dan Nepal sangat jauh dari metode utopia Shangri-la yang mereka gambarkan. Kabarnya, banyak orang Tibet yang kecewa dengan pemimpin mereka. Saya pernah tinggal di sana jadi saya mengetahui hal ini. Banyak biksu dan orang awam yang pergi karena pemerintah Tibet terlalu ketat dalam mengatur mereka. Sekarang ini, masih banyak orang yang memutuskan pergi. Geshe-la memasuki cahaya jernih pada tanggal 13 Februari 2009 dan menyelesaikan meditasinya tiga hari kemudian, pada tanggal 16 Februari sekitar pukul 4 sore. Reinkarnasinya telah ditemukan dan diakui oleh Yang Suci Dalai Lama ke 14, seperti yang bisa kalian saksikan di video di bawah ini.

Saya (paling kanan) bersama Yang Suci Kyabje Zong Rinpoche (kedua dari kiri) dan Geshe-la (paling kiri). Ini adalah foto saya bersama Kyabje Zong Rinpoche yang terakhir dan diambil sebelum beliau meninggalkan TDL setelah menghabiskan enam bulan yang berkesan bersama kami. Setelahnya, saya tidak pernah bertemu Kyabje Zong Rinpoche lagi. Jadi foto ini mengandung kenangan pahit sekaligus manis bagi saya.

His Holiness Kyabje Zong Rinpoche (right) with Geshe-la (left) and John Denver in Aspen, Colorado

Yang Suci Kyabje Zong Rinpoche (kanan) bersama Geshe-la (kiri) dan John Denver di Aspen, Colorado

Taken in Yucca Valley in 1981. Kyabje Zong Rinpoche, with the beard, is seated with Geshe-la (without glasses) on his left. Surrounding them are some of the TDL students.

Foto ini diambil di Lembah Yucca pada tahun 1981. Kyabje Zong Rinpoche, yang berjanggut, duduk bersama dengan Geshe-la (tanpa kacamata) di sisi kirinya. Mereka dikelilingi oleh murid-murid TDL.

 

Pelepasan dan enam alam
oleh Yang Mulia Geshe Tsultrim Gyeltsen

Or view the video on the server at:
https://video.tsemtulku.com/videos/GTGRenunciation.mp4

 

Karma, asal-muasal penderitaan dan jalan menuju pencerahan
Oleh Yang Mulia Geshe Tsultrim Gyeltsen

Or view the video on the server at:
https://video.tsemtulku.com/videos/GTGKarmaSuffering.mp4

 

A short interview
with Ven. Geshe Tsultrim Gyeltsen

Or view the video on the server at:
https://video.tsemtulku.com/videos/GTGInterview.mp4

 

Yang Suci Kyabje Zong Rinpoche menjelaskan
Manfaat dan Inisiasi Dorje Shugden

Kyabje Zong Rinpoche adalah cendekiawan terkemuka, ahli ritual dan praktisi dari tingkat tertinggi di Tibet. Atas permintaan Geshe Tsultrim Gyeltsen, salah satu pelopor yang mengajar Buddhisme Tibet di Amerika, Kyabje Zong Rinpoche memberikan penjelasan dan nasihat mengenai inisiasi kepercayaan hidup Dorje Shugden dan bagaimana melakukan dan mendapatkan manfaat maksimum dari praktik ini.

Or view the video on the server at:
https://video.tsemtulku.com/videos/ZongRinpocheConfersDorjeShugdenInitiationSubtitle.mp4

 

Yang Suci Dalai Lama ke 14 memotong rambut
Inkarnasi Geshe Tsultrim Gyeltsen

Inkarnasi Geshe-la sepertinya tidak senang dengan Yang Suci Dalai Lama bila anda melihat video ini. Tidak biasanya. Kebanyakan inkarnasi sangat senang bertemu dengan Dalai Lama lagi.

Or view the video on the server at:
https://video.tsemtulku.com/videos/HHDLGTGHaircutCeremony.mp4

 

Untuk membaca informasi menarik lainnya:

 

Please support us so that we can continue to bring you more Dharma:

If you are in the United States, please note that your offerings and contributions are tax deductible. ~ the tsemrinpoche.com blog team

DISCLAIMER IN RELATION TO COMMENTS OR POSTS GIVEN BY THIRD PARTIES BELOW

Kindly note that the comments or posts given by third parties in the comment section below do not represent the views of the owner and/or host of this Blog, save for responses specifically given by the owner and/or host. All other comments or posts or any other opinions, discussions or views given below under the comment section do not represent our views and should not be regarded as such. We reserve the right to remove any comments/views which we may find offensive but due to the volume of such comments, the non removal and/or non detection of any such comments/views does not mean that we condone the same.

We do hope that the participants of any comments, posts, opinions, discussions or views below will act responsibly and do not engage nor make any statements which are defamatory in nature or which may incite and contempt or ridicule of any party, individual or their beliefs or to contravene any laws.

Leave a Reply

Maximum file size: 15MB each
Allowed file types: jpg, jpeg, gif, png

 

Maximum file size: 50MB
Allowed file type: mp4
Maximum file size: 15MB each
Allowed file types: pdf, docx

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog Chat

BLOG CHAT

Dear blog friends,

I’ve created this section for all of you to share your opinions, thoughts and feelings about whatever interests you.

Everyone has a different perspective, so this section is for you.

Tsem Rinpoche


SCHEDULED CHAT SESSIONS / 聊天室时间表

(除了每个月的第一个星期五)
SUNDAY
8 - 9PM (GMT +8)
4 - 5AM (PST)

UPCOMING TOPICS FOR MAY / 五月份讨论主题

Please come and join in the chat for a fun time and support. See you all there.


Blog Chat Etiquette

These are some simple guidelines to make the blog chat room a positive, enjoyable and enlightening experience for everyone. Please note that as this is a chat room, we chat! Do not flood the chat room, or post without interacting with others.

EXPAND
Be friendly

Remember that these are real people you are chatting with. They may have different opinions to you and come from different cultures. Treat them as you would face to face, and respect their opinions, and they will treat you the same.

Be Patient

Give the room a chance to answer you. Patience is a virtue. And if after awhile, people don't respond, perhaps they don't know the answer or they did not see your question. Do ask again or address someone directly. Do not be offended if people do not or are unable to respond to you.

Be Relevant

This is the blog of H.E. Tsem Rinpoche. Please respect this space. We request that all participants here are respectful of H.E. Tsem Rinpoche and his organisation, Kechara.

Be polite

Avoid the use of language or attitudes which may be offensive to others. If someone is disrespectful to you, ignore them instead of arguing with them.

Please be advised that anyone who contravenes these guidelines may be banned from the chatroom. Banning is at the complete discretion of the administrator of this blog. Should anyone wish to make an appeal or complaint about the behaviour of someone in the chatroom, please copy paste the relevant chat in an email to us at care@kechara.com and state the date and time of the respective conversation.

Please let this be a conducive space for discussions, both light and profound.

KECHARA FOREST RETREAT PROGRESS UPDATES

Here is the latest news and pictorial updates, as it happens, of our upcoming forest retreat project.

The Kechara Forest Retreat is a unique holistic retreat centre focused on the total wellness of body, mind and spirit. This is a place where families and individuals will find peace, nourishment and inspiration in a natural forest environment. At Kechara Forest Retreat, we are committed to give back to society through instilling the next generation with universal positive values such as kindness and compassion.

For more information, please read here (english), here (chinese), or the official site: retreat.kechara.com.

Noticeboard

Name: Email:
For:  
Mail will not be published
  • Samfoonheei
    Friday, May 10. 2024 02:57 PM
    A card and hard disc from Sean Wang was truly a smart idea afterall. Nobody could imagine such idea but he did it. Placing thumb drives with millions and billions of Vajrayogini her holy mantra in Tibetan into the holy statue. Not only that drawing pictures too . Such a great idea whereby people come to make offerings, prostrate, circumambulate, collecting huge amount of merits for themselves and their love ones. Thanks to Sean Wang/
    Thank you Rinpoche for this sharing .

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/letters-cards-gifts/seans-got-a-great-idea.html
  • Samfoonheei
    Friday, May 10. 2024 02:55 PM
    Reading this blog kindly reminded us of the most cherished people in our lives that’s our parents. Mother’s Day that is on this Sunday 12th of May and Father’s Day falls on the third Sunday in June. Teachers Day too important ……a day to honour and recognise their roles in our lives. Rinpoche always emphasised that we should not avoid the responsibility of repaying the kindness of the people who have helped us in our life. The only true way to honour and repay their kindness is to let them know that their kindness meant a lot to us . Do something good for them or someone else as this practice ultimately gives enormous power and possibilities for positive effects in many lives not just our own life. Simple saying thank you and expressing our appreciation can go a long way.
    Reading all those powerful quotes by Rinpoche gives us a lesson and example.
    Thank you Rinpoche and writers team for sharing

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/inspiration-worthy-words/celebrating-kindness-20-quotes-from-tsem-rinpoche.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 06:11 PM
    Achi Chökyi Drölma is the Dharma Protector of the Drikung Kagyu school of Tibetan Buddhism. She also appears as a protector in the Karma Kagyu refuge tree as Achi Chodron. Although Achi has a particular committment to protect the Drikung Kagyu, she is recognized and practiced by all lineages of Tibetan Buddhism. To benefit the beings in samsara, she displays a limitless number of manifestations at different times and in different space dimensions. She vowed to protect the Drikung Kagyu lineage and its practitioners, removing inner and outer obstacles , a revered figure in Tibetan Buddhism, embodies the harmonious union of compassion, wisdom, and protective energy. a powerful wisdom-protector who guards and protects all sincere Dharma-practitioners to rely on her. She is also known for her power to confer wealth. She rose to protect Drikung Kagyu lineage while Dorje Shugden who rose to protect the Gelug teaching. Interesting read.
    Thank you Rinpoche and Gen Lobsang Phuljung for this interesting write up

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/buddhas-dharma/achi-chokyi-drolma-chief-protectress-of-the-drikung-kagyu.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 06:00 PM
    Dorje Shugden is a special Dharma Protector who quickly fulfils wishes and sincere prayers. He brings healing, harmony and peace; protects from harm and obstacles and attracts opportunities for success and growth. To promote the practice of Dorje Shugden, Kechara has came up a easy way for more people to understand the Powerful Practice. Presented in six different languages as such in English, Tibetan བོད་ཡིག, Chinese 中文, Hindi हिंदी, Tamil தமிழ், Nepali नेपाली so everyone could access. All those materials were distributed to visitors free of charge at all Kechara outlets. Looking at those pictures of visitors says all of how Kechara had spreads the practice of Dorje Shugden like wild fire. More people will get to know and understand the true stories and benefits of Dorje Shugden.
    Thank you Rinpoche and writers for this great sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/current-affairs/kechara-spreads-the-practice-of-dorje-shugden.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 05:57 PM
    For the last 60 years, the Tibetan Government-in-Exile has exploited, abused, marginalised and persecuted their people. For the first time in six decades, since the Tibetans first entered a life in exile, we are seeing more and more examples of ordinary Tibetans speaking up against this exploitation. In years gone past, Tibetans would never have dared to voice their objections to the leadership. They have been mixing religion and politics ever since. A majority of the Tibetans in India are stateless, and been sufferings quietly. Hundreds of thousands of Tibetans were killed during the Chinese invasion, prompting the young Dalai Lama to flee into exile in 1959. Because of all the exploitation the younger Tibetan generation are willing to express and speaking up.
    Reading the commentary by a anonymous member of the Tibetan community tells us how those desperate Tibetans experienced all this while and to voice the truth. Interesting read. In order to achieve peace it is necessary to address the root of violence and conflict by having dialogue between the Chinese Government and the Tibetan Government.
    Thank you Rinpoche for this sharing .

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/current-affairs/tibetan-refugee-youth-speaking-up.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 05:55 PM
    Coming up with these informative website is a great work of Rinpoche and writers team. With these website it had many people get to understand more of Tibetan Buddhism , great teachers teachings and of course all about the practice of Dorje Shugden. I am one of them , its was this website I got to know , learn, and understand about Tibetan Buddhism and Dorje Shugden.
    Thank you Rinpoche with folded hands and writers team .

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/buddhas-dharma/fantastic-new-dorje-shugden-website-launched.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 05:53 PM
    The legendary Ra Lotsawa Dorje Drak was born in the village of Nyenam,Southern Tibet amidst many auspicious signs of a high rebirth. Ra Lotsawa was a great tantric master and is one of the most controversial Buddhist teachers in Tibetan history who had used wrathful means to subjugate his opponents. One of the previous lives of Dorje Shugden is the renowned lama Ra Lotsawa Dorje Drak, Amongst his great deeds, Ra Lotsawa was known to have renovated many with Samye, Tibet’s first monastery. He also sponsored numerous new translation works, the copying and recitation of sacred scriptures, and the installation of Buddha statues. Interesting read of the biography of this great master. Ra Lotsawa Dorje Drakpa left behind a legacy of many great lamas, practitioners and preserving, as well as spreading this tantric system in Tibet.
    Thank you Rinpoche and Pastor David for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/great-lamas-masters/ra-lotsawa-dorje-drakpa-tibetan-master-of-the-vajrabhairava-tantra.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 05:51 PM
    Dorjé Shukden is a controversial Tibetan Buddhist protector deity, believed by some to be a wrathful spirit and by others to be an enlightened Buddha. The controversy that arose from this divided understanding over the last fifty years has impacted the Tibetan Buddhist community globally and continues to be relevant to observers and practitioners of Buddhism the world over. The Yellow Book, based on its cover. It was composed by Kyabje Zemey Rinpoche in 1970, but it was not published until 1973. Kyabje Zemey Rinpoche never intended for his book to be published but somehow it was published without his permission. According to the introduction, Kyabje Zemey Rinpoche authored this book in 1970 based on teachings given by Kyabje Trijang Rinpoche, the junior tutor to the 14th Dalai Lama.The original intention of this book was to be complementary material to Kyabje Trijang Rinpoche’s book, Music Delighting An Ocean of Protectors, which was published six years before the Yellow Book. The Yellow Book did not circulate widely until several years later. It is a collection of cautionary tales and teachings but sadly some influential powerful officials and people who had corrupted the Gelug lineage . Interesting read.
    I am looking forward to finish reading this book.
    Thank you Rinpoche and Martin for this interesting sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/great-lamas-masters/dr-christopher-bells-views-on-zemey-rinpoches-yellow-book.html
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:15 PM
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:13 PM
    Firebirds are mythical birds found in the folklore of many cultures. They are often depicted as magical birds with feathers that glow like flames or the sun. The mythology surrounding firebirds varies between cultures, but there are some common themes. In Greek mythology, the mythical bird known for its ability to be reborn from its ashes, symbolizing immortality and renewal. It is often depicted as a beautiful and majestic creature with brightly coloured feathers and a long tail. Interesting read of the stories related to the mythology, legend and folklore in this blog.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/me/beautiful-1000-armed-avalokitesvara.html
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:13 PM
    Wow….such a stunning sacred image 1,000 Armed Avalokitesvara as gift from Joshua and family for Rinpoche . More so receiving it on Wesak Day is indeed wonderful. Merely looking at this stunning images is a blessing. Its such a meaningful and beautiful gift.
    Thank you Rinpoche for this sharing

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/me/beautiful-1000-armed-avalokitesvara.html
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:09 PM
    For thousands of years a mystical paradise land hidden within the Himalayan Mountains called Shambhala also known by many names. For many generations, people have attempted to search for this paradise land of spiritual evolution.According to the legend, Shambhala is a place of peace and happiness. The existence of Shambhala is mentioned in the old scripture. There are many legends associated with the location of Shambhala. There are many great meditators that have travelled astrally to this beautiful paradise place sharing and describe their experiences. Reading through this interesting article again and again to understand better.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/great-lamas-masters/the-mythical-land-of-shambhala.html
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:07 PM
    Cham Dance is the traditional dance of Tibetans. It involves a series of masked dances, which are usually performed by monks and laymen, wearing colourful costumes. These dances are vibrant and lively and are performed during annual festivals. Dorje Shugden Cham dance is one of them, is said to have originated in the Himalayan range and by far the date and year are kept as a treasured secret to this date. The Dorje Shugden cham dance is rare but not an obscure lineage; there are certain monasteries in Tibet who have practised this dance for hundreds of years. Dorje Shugden Cham dance is a colourful and impressive performance, performed by Buddhist monks who practiced Dorje Shugden. The Cham dance is very powerful and through the dance which depicts the truth of Dorje Shugden.There are a few variations of accounts on the history and the lineage of Dorje Shugden, written by various attained lamas in the last 350 years. Collected works on Dorje Shugden written by His H H Kyabje Trijang Rinpoche considered the most accurate account. As describes clearly how Dorje Shugden for many lifetimes had manifested high level Mahasiddhas. Dorje Shugden and his entourage of thirty-two deities are all depicted in the Cham dance as a World Peace Protector. Interesting read.
    Thank you Rinpoche great sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/travel/dorje-shugden-cham-dance-in-nyemo-gyelche-monastery-tibet.html
  • Samfoonheei
    Saturday, Apr 20. 2024 04:08 PM
    Momo is a dumpling made of all-purpose flour and filled with either meat or vegetables. Inspired by Tibetan dumplings, the dish is a very popular Nepali street food. It is one of my favourite foods. Last year while in Kathmandu I am fortunate given the opportunity to learn and made vegetarian Momos.
    Thank you Rinpoche for this sharing as it reminds me of trip there visiting some of the Holiest sites and trying my hand making momos then.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/students-friends/making-nepalese-momos.html
  • Samfoonheei
    Saturday, Apr 20. 2024 04:06 PM
    Bouddha, also known as Boudhanath, is a stupa in Kathmandu, Nepal which is located about 11 km from outskirts of Kathmandu. Its massive mandala makes it one of the largest spherical stupas in Nepal and the world. The Boudhanath Stupa pyramid is coated with over 60 pounds of gold, is one of the largest and one of the most significant Buddhist monuments in the world. This great Stupa is home to precious relics and this semi-circular structure stands out with its majestic mandala, recognized by UNESCO in 1979 as a World Heritage Site. The Boudhanath is the most sacred sites in Tibetan Buddhism outside of Tibet, reflecting the cosmological tenets of Buddhism. Was there last year June joining thousands of pilgrims circumambulate the stupa.
    The aerial view of this Boudhanath Stupa is magnificent indeed. Looking merely at the pictures is a blessing.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/art-architecture/aerial-view-of-bodha-stupa.html

1 · 2 · 3 · 4 · 5 · »

Messages from Rinpoche

Scroll down within the box to view more messages from Rinpoche. Click on the images to enlarge. Click on 'older messages' to view archived messages. Use 'prev' and 'next' links to navigate between pages

Use this URL to link to this section directly: https://www.tsemrinpoche.com/#messages-from-rinpoche

Previous Live Videos

MORE VIDEOS

Shugdenpas Speaking Up Across The Globe

From Europe Shugden Association:


MORE VIDEOS

From Tibetan Public Talk:


MORE VIDEOS

CREDITS

Concept: Tsem Rinpoche
Technical: Lew Kwan Leng, Justin Ripley, Yong Swee Keong
Design: Justin Ripley, Cynthia Lee
Content: Tsem Rinpoche, Justin Ripley, Pastor Shin Tan, Sarah Yap
Admin: Pastor Loh Seng Piow, Beng Kooi

I must thank my dharma blog team who are great assets to me, Kechara and growth of dharma in this wonderful region. I am honoured and thrilled to work with them. I really am. Maybe I don't say it enough to them, but I am saying it now. I APPRECIATE THESE GUYS VERY MUCH!

Tsem Rinpoche

Total views today
2,836
Total views up to date
26,041,536
Facebook Fans Youtube Views Blog Views
Animal Care Fund
  Bigfoot, Yeti, Sasquatch

The Unknown

The Known and unknown are both feared,
Known is being comfortable and stagnant,
The unknown may be growth and opportunities,
One shall never know if one fears the unknown more than the known.
Who says the unknown would be worse than the known?
But then again, the unknown is sometimes worse than the known. In the end nothing is known unless we endeavour,
So go pursue all the way with the unknown,
because all unknown with familiarity becomes the known.
~Tsem Rinpoche

Photos On The Go

Click on the images to view the bigger version. And scroll down and click on "View All Photos" to view more images.
According to legend, Shambhala is a place where wisdom and love reign, and there is no crime. Doesn\'t this sound like the kind of place all of us would love to live in? https://www.tsemrinpoche.com/?p=204874
4 years ago
According to legend, Shambhala is a place where wisdom and love reign, and there is no crime. Doesn't this sound like the kind of place all of us would love to live in? https://www.tsemrinpoche.com/?p=204874
108 candles and sang (incense) offered at our Wish-Fulfilling Grotto, invoking Dorje Shugden\'s blessings for friends, sponsors and supporters, wonderful!
4 years ago
108 candles and sang (incense) offered at our Wish-Fulfilling Grotto, invoking Dorje Shugden's blessings for friends, sponsors and supporters, wonderful!
Dharmapalas are not exclusive to Tibetan culture and their practice is widespread throughout the Buddhist world - https://www.tsemrinpoche.com/?p=193645
4 years ago
Dharmapalas are not exclusive to Tibetan culture and their practice is widespread throughout the Buddhist world - https://www.tsemrinpoche.com/?p=193645
One of our adorable Kechara Forest Retreat\'s doggies, Tara, happy and safe, and enjoying herself in front of Wisdom Hall which has been decorated for Chinese New Year
4 years ago
One of our adorable Kechara Forest Retreat's doggies, Tara, happy and safe, and enjoying herself in front of Wisdom Hall which has been decorated for Chinese New Year
Fragrant organic Thai basil harvested from our very own Kechara Forest Retreat farm!
4 years ago
Fragrant organic Thai basil harvested from our very own Kechara Forest Retreat farm!
On behalf of our Puja House team, Pastor Tat Ming receives food and drinks from Rinpoche. Rinpoche wanted to make sure the hardworking Puja House team are always taken care of.
4 years ago
On behalf of our Puja House team, Pastor Tat Ming receives food and drinks from Rinpoche. Rinpoche wanted to make sure the hardworking Puja House team are always taken care of.
By the time I heard about Luang Phor Thong, he was already very old, in his late 80s. When I heard about him, I immediately wanted to go and pay my respects to him. - http://bit.ly/LuangPhorThong
4 years ago
By the time I heard about Luang Phor Thong, he was already very old, in his late 80s. When I heard about him, I immediately wanted to go and pay my respects to him. - http://bit.ly/LuangPhorThong
It\'s very nice to see volunteers helping maintain holy sites in Kechara Forest Retreat, it\'s very good for them. Cleaning Buddha statues is a very powerful and effective way of purifying body karma.
4 years ago
It's very nice to see volunteers helping maintain holy sites in Kechara Forest Retreat, it's very good for them. Cleaning Buddha statues is a very powerful and effective way of purifying body karma.
Kechara Forest Retreat is preparing for the upcoming Chinese New Year celebrations. This is our holy Vajra Yogini stupa which is now surrounded by beautiful lanterns organised by our students.
4 years ago
Kechara Forest Retreat is preparing for the upcoming Chinese New Year celebrations. This is our holy Vajra Yogini stupa which is now surrounded by beautiful lanterns organised by our students.
One of the most recent harvests from our Kechara Forest Retreat land. It was grown free of chemicals and pesticides, wonderful!
4 years ago
One of the most recent harvests from our Kechara Forest Retreat land. It was grown free of chemicals and pesticides, wonderful!
Third picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
5 years ago
Third picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
Second picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
5 years ago
Second picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
First picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
5 years ago
First picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
The first title published by Kechara Comics is Karuna Finds A Way. It tells the tale of high-school sweethearts Karuna and Adam who had what some would call the dream life. Everything was going great for them until one day when reality came knocking on their door. Caught in a surprise swindle, this loving family who never harmed anyone found themselves out of luck and down on their fortune. Determined to save her family, Karuna goes all out to find a solution. See what she does- https://bit.ly/2LSKuWo
5 years ago
The first title published by Kechara Comics is Karuna Finds A Way. It tells the tale of high-school sweethearts Karuna and Adam who had what some would call the dream life. Everything was going great for them until one day when reality came knocking on their door. Caught in a surprise swindle, this loving family who never harmed anyone found themselves out of luck and down on their fortune. Determined to save her family, Karuna goes all out to find a solution. See what she does- https://bit.ly/2LSKuWo
Very powerful story! Tibetan Resistance group Chushi Gangdruk reveals how Dalai Lama escaped in 1959- https://bit.ly/2S9VMGX
5 years ago
Very powerful story! Tibetan Resistance group Chushi Gangdruk reveals how Dalai Lama escaped in 1959- https://bit.ly/2S9VMGX
At Kechara Forest Retreat land we have nice fresh spinach growing free of chemicals and pesticides. Yes!
5 years ago
At Kechara Forest Retreat land we have nice fresh spinach growing free of chemicals and pesticides. Yes!
See beautiful pictures of Manjushri Guest House here- https://bit.ly/2WGo0ti
5 years ago
See beautiful pictures of Manjushri Guest House here- https://bit.ly/2WGo0ti
Beginner’s Introduction to Dorje Shugden~Very good overview https://bit.ly/2QQNfYv
5 years ago
Beginner’s Introduction to Dorje Shugden~Very good overview https://bit.ly/2QQNfYv
Fresh eggplants grown on Kechara Forest Retreat\'s land here in Malaysia
5 years ago
Fresh eggplants grown on Kechara Forest Retreat's land here in Malaysia
Most Venerable Uppalavanna – The Chief Female Disciple of Buddha Shakyamuni - She exhibited many supernatural abilities gained from meditation and proved to the world females and males are equal in spirituality- https://bit.ly/31d9Rat
5 years ago
Most Venerable Uppalavanna – The Chief Female Disciple of Buddha Shakyamuni - She exhibited many supernatural abilities gained from meditation and proved to the world females and males are equal in spirituality- https://bit.ly/31d9Rat
Thailand’s ‘Renegade’ Yet Powerful Buddhist Nuns~ https://bit.ly/2Z1C02m
5 years ago
Thailand’s ‘Renegade’ Yet Powerful Buddhist Nuns~ https://bit.ly/2Z1C02m
Mahapajapati Gotami – the first Buddhist nun ordained by Lord Buddha- https://bit.ly/2IjD8ru
5 years ago
Mahapajapati Gotami – the first Buddhist nun ordained by Lord Buddha- https://bit.ly/2IjD8ru
The Largest Buddha Shakyamuni in Russia | 俄罗斯最大的释迦牟尼佛画像- https://bit.ly/2Wpclni
5 years ago
The Largest Buddha Shakyamuni in Russia | 俄罗斯最大的释迦牟尼佛画像- https://bit.ly/2Wpclni
Sacred Vajra Yogini
5 years ago
Sacred Vajra Yogini
Dorje Shugden works & archives - a labour of commitment - https://bit.ly/30Tp2p8
5 years ago
Dorje Shugden works & archives - a labour of commitment - https://bit.ly/30Tp2p8
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha.
5 years ago
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha.
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha. She was his step-mother and aunt. Buddha\'s mother had passed away at his birth so he was raised by Gotami.
5 years ago
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha. She was his step-mother and aunt. Buddha's mother had passed away at his birth so he was raised by Gotami.
Another nun disciple of Lord Buddha\'s. She had achieved great spiritual abilities and high attainments. She would be a proper object of refuge. This image of the eminent bhikkhuni (nun) disciple of the Buddha, Uppalavanna Theri.
5 years ago
Another nun disciple of Lord Buddha's. She had achieved great spiritual abilities and high attainments. She would be a proper object of refuge. This image of the eminent bhikkhuni (nun) disciple of the Buddha, Uppalavanna Theri.
Wandering Ascetic Painting by Nirdesha Munasinghe
5 years ago
Wandering Ascetic Painting by Nirdesha Munasinghe
High Sri Lankan monks visit Kechara to bless our land, temple, Buddha and Dorje Shugden images. They were very kind-see pictures- https://bit.ly/2HQie2M
5 years ago
High Sri Lankan monks visit Kechara to bless our land, temple, Buddha and Dorje Shugden images. They were very kind-see pictures- https://bit.ly/2HQie2M
This is pretty amazing!

First Sri Lankan Buddhist temple opened in Dubai!!!
5 years ago
This is pretty amazing! First Sri Lankan Buddhist temple opened in Dubai!!!
My Dharma boy (left) and Oser girl loves to laze around on the veranda in the mornings. They enjoy all the trees, grass and relaxing under the hot sun. Sunbathing is a favorite daily activity. I care about these two doggies of mine very much and I enjoy seeing them happy. They are with me always. Tsem Rinpoche

Always be kind to animals and eat vegetarian- https://bit.ly/2Psp8h2
5 years ago
My Dharma boy (left) and Oser girl loves to laze around on the veranda in the mornings. They enjoy all the trees, grass and relaxing under the hot sun. Sunbathing is a favorite daily activity. I care about these two doggies of mine very much and I enjoy seeing them happy. They are with me always. Tsem Rinpoche Always be kind to animals and eat vegetarian- https://bit.ly/2Psp8h2
After you left me Mumu, I was alone. I have no family or kin. You were my family. I can\'t stop thinking of you and I can\'t forget you. My bond and connection with you is so strong. I wish you were by my side. Tsem Rinpoche
5 years ago
After you left me Mumu, I was alone. I have no family or kin. You were my family. I can't stop thinking of you and I can't forget you. My bond and connection with you is so strong. I wish you were by my side. Tsem Rinpoche
This story is a life-changer. Learn about the incredible Forest Man of India | 印度“森林之子”- https://bit.ly/2Eh4vRS
5 years ago
This story is a life-changer. Learn about the incredible Forest Man of India | 印度“森林之子”- https://bit.ly/2Eh4vRS
Part 2-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
5 years ago
Part 2-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
Part 1-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
5 years ago
Part 1-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
The great Protector Manjushri Dorje Shugden depicted in the beautiful Mongolian style. To download a high resolution file: https://bit.ly/2Nt3FHz
5 years ago
The great Protector Manjushri Dorje Shugden depicted in the beautiful Mongolian style. To download a high resolution file: https://bit.ly/2Nt3FHz
The Mystical land of Shambhala is finally ready for everyone to feast their eyes and be blessed. A beautiful post with information, art work, history, spirituality and a beautiful book composed by His Holiness the 6th Panchen Rinpoche. ~ https://bit.ly/309MHBi
5 years ago
The Mystical land of Shambhala is finally ready for everyone to feast their eyes and be blessed. A beautiful post with information, art work, history, spirituality and a beautiful book composed by His Holiness the 6th Panchen Rinpoche. ~ https://bit.ly/309MHBi
Beautiful pictures of the huge Buddha in Longkou Nanshan- https://bit.ly/2LsBxVb
5 years ago
Beautiful pictures of the huge Buddha in Longkou Nanshan- https://bit.ly/2LsBxVb
The reason-Very interesting thought- https://bit.ly/2V7VT5r
5 years ago
The reason-Very interesting thought- https://bit.ly/2V7VT5r
NEW Bigfoot cafe in Malaysia! Food is delicious!- https://bit.ly/2VxdGau
5 years ago
NEW Bigfoot cafe in Malaysia! Food is delicious!- https://bit.ly/2VxdGau
DON\'T MISS THIS!~How brave Bonnie survived by living with a herd of deer~ https://bit.ly/2Lre2eY
5 years ago
DON'T MISS THIS!~How brave Bonnie survived by living with a herd of deer~ https://bit.ly/2Lre2eY
Global Superpower China Will Cut Meat Consumption by 50%! Very interesting, find out more- https://bit.ly/2V1sJFh
5 years ago
Global Superpower China Will Cut Meat Consumption by 50%! Very interesting, find out more- https://bit.ly/2V1sJFh
You can download this beautiful Egyptian style Dorje Shugden Free- https://bit.ly/2Nt3FHz
5 years ago
You can download this beautiful Egyptian style Dorje Shugden Free- https://bit.ly/2Nt3FHz
Beautiful high file for print of Lord Manjushri. May you be blessed- https://bit.ly/2V8mwZe
5 years ago
Beautiful high file for print of Lord Manjushri. May you be blessed- https://bit.ly/2V8mwZe
Mongolian (Oymiakon) Shaman in Siberia, Russia. That is his real outfit he wears. Very unique. TR
5 years ago
Mongolian (Oymiakon) Shaman in Siberia, Russia. That is his real outfit he wears. Very unique. TR
Find one of the most beautiful temples in the world in Nara, Japan. It is the 1,267 year old Todai-ji temple that houses a 15 meter Buddha Vairocana statue who is a cosmic and timeless Buddha. Emperor Shomu who sponsored this beautiful temple eventually abdicated and ordained as a Buddhist monk. Very interesting history and story. One of the places everyone should visit- https://bit.ly/2VgsHhK
5 years ago
Find one of the most beautiful temples in the world in Nara, Japan. It is the 1,267 year old Todai-ji temple that houses a 15 meter Buddha Vairocana statue who is a cosmic and timeless Buddha. Emperor Shomu who sponsored this beautiful temple eventually abdicated and ordained as a Buddhist monk. Very interesting history and story. One of the places everyone should visit- https://bit.ly/2VgsHhK
Manjusri Kumara (bodhisattva of wisdom), India, Pala dynesty, 9th century, stone, Honolulu Academy of Arts
5 years ago
Manjusri Kumara (bodhisattva of wisdom), India, Pala dynesty, 9th century, stone, Honolulu Academy of Arts
Click on "View All Photos" above to view more images

Videos On The Go

Please click on the images to watch video
  • Pig puts his toys away
    4 years ago
    Pig puts his toys away
    Animals are so intelligent. They can feel happiness, joy, pain, sorrow, just like humans. Always show kindness to them. Always show kindness to everyone.
  • Always be kind to animals-They deserve to live just like us.
    5 years ago
    Always be kind to animals-They deserve to live just like us.
    Whales and dolphins playing with each other in the Pacific sea. Nature is truly incredible!
  • Bodha stupa July 2019-
    5 years ago
    Bodha stupa July 2019-
    Rainy period
  • Cute Tara girl having a snack. She is one of Kechara Forest Retreat’s resident doggies.
    5 years ago
    Cute Tara girl having a snack. She is one of Kechara Forest Retreat’s resident doggies.
  • Your Next Meal!
    5 years ago
    Your Next Meal!
    Yummy? Tasty? Behind the scenes of the meat on your plates. Meat is a killing industry.
  • This is Daw
    5 years ago
    This is Daw
    This is what they do to get meat on tables, and to produce belts and jackets. Think twice before your next purchase.
  • Don’t Take My Mummy Away!
    5 years ago
    Don’t Take My Mummy Away!
    Look at the poor baby chasing after the mother. Why do we do that to them? It's time to seriously think about our choices in life and how they affect others. Be kind. Don't break up families.
  • They do this every day!
    5 years ago
    They do this every day!
    This is how they are being treated every day of their lives. Please do something to stop the brutality. Listen to their cries for help!
  • What happened at Fair Oaks Farm?
    5 years ago
    What happened at Fair Oaks Farm?
    The largest undercover dairy investigation of all time. See what they found out at Fair Oaks Farm.
  • She’s going to spend her whole life here without being able to move correctly. Like a machine. They are the slaves of the people and are viewed as a product. It’s immoral. Billions of terrestrial animals die annually. Billions. You can’t even imagine it. And all that because people don’t want to give up meat, even though there are so many alternatives. ~ Gabriel Azimov
    5 years ago
    She’s going to spend her whole life here without being able to move correctly. Like a machine. They are the slaves of the people and are viewed as a product. It’s immoral. Billions of terrestrial animals die annually. Billions. You can’t even imagine it. And all that because people don’t want to give up meat, even though there are so many alternatives. ~ Gabriel Azimov
  • Our Malaysian Prime Minister Dr. Mahathir speaks so well, logically and regarding our country’s collaboration with China for growth. It is refreshing to listen to Dr. Mahathir’s thoughts. He said our country can look to China for many more things such as technology and so on. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Our Malaysian Prime Minister Dr. Mahathir speaks so well, logically and regarding our country’s collaboration with China for growth. It is refreshing to listen to Dr. Mahathir’s thoughts. He said our country can look to China for many more things such as technology and so on. Tsem Rinpoche
  • This is the first time His Holiness Dalai Lama mentions he had some very serious illness. Very worrying. This video is captured April 2019.
    5 years ago
    This is the first time His Holiness Dalai Lama mentions he had some very serious illness. Very worrying. This video is captured April 2019.
  • Beautiful Monastery in Hong Kong
    5 years ago
    Beautiful Monastery in Hong Kong
  • This dog thanks his hero in such a touching way. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    This dog thanks his hero in such a touching way. Tsem Rinpoche
  • Join Tsem Rinpoche in prayer for H.H. Dalai Lama’s long life~ https://www.youtube.com/watch?v=gYy7JcveikU&feature=youtu.be
    5 years ago
    Join Tsem Rinpoche in prayer for H.H. Dalai Lama’s long life~ https://www.youtube.com/watch?v=gYy7JcveikU&feature=youtu.be
  • These people going on pilgrimage to a holy mountain and prostrating out of devotion and for pilgrimage in Tibet. Such determination for spiritual practice. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    These people going on pilgrimage to a holy mountain and prostrating out of devotion and for pilgrimage in Tibet. Such determination for spiritual practice. Tsem Rinpoche
  • Beautiful new casing in Kechara for Vajra Yogini. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Beautiful new casing in Kechara for Vajra Yogini. Tsem Rinpoche
  • Get ready to laugh real hard. This is Kechara’s version of “Whatever Happened to Baby Jane!” We have some real talents in this video clip.
    5 years ago
    Get ready to laugh real hard. This is Kechara’s version of “Whatever Happened to Baby Jane!” We have some real talents in this video clip.
  • Recitation of Dorje Dermo‘s mantra or the Dharani of Glorious Vajra Claws. This powerful mantra is meant to destroy all obstacles that come in our way. Beneficial to play this mantra in our environments.
    5 years ago
    Recitation of Dorje Dermo‘s mantra or the Dharani of Glorious Vajra Claws. This powerful mantra is meant to destroy all obstacles that come in our way. Beneficial to play this mantra in our environments.
  • Beautiful
    5 years ago
    Beautiful
    Beautiful sacred Severed Head Vajra Yogini from Tsem Rinpoche's personal shrine.
  • My little monster cute babies Dharma and Oser. Take a look and get a cute attack for the day! Tsem Rinpoche
    5 years ago
    My little monster cute babies Dharma and Oser. Take a look and get a cute attack for the day! Tsem Rinpoche
  • Plse watch this short video and see how all sentient beings are capable of tenderness and love. We should never hurt animals nor should we eat them. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Plse watch this short video and see how all sentient beings are capable of tenderness and love. We should never hurt animals nor should we eat them. Tsem Rinpoche
  • Cruelty of some people have no limits and it’s heartbreaking. Being kind cost nothing. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Cruelty of some people have no limits and it’s heartbreaking. Being kind cost nothing. Tsem Rinpoche
  • SUPER ADORABLE and must see
    5 years ago
    SUPER ADORABLE and must see
    Tsem Rinpoche's dog Oser girl enjoying her snack in her play pen.
  • Cute!
    5 years ago
    Cute!
    Oser girl loves the balcony so much. - https://www.youtube.com/watch?v=RTcoWpKJm2c
  • Uncle Wong
    5 years ago
    Uncle Wong
    We were told by Uncle Wong he is very faithful toward Dorje Shugden. Dorje Shugden has extended help to him on several occasions and now Uncle Wong comes daily to make incense offerings to Dorje Shugden. He is grateful towards the help he was given.
  • Tsem Rinpoche’s Schnauzer Dharma boy fights Robot sphere from Arkonide!
    5 years ago
    Tsem Rinpoche’s Schnauzer Dharma boy fights Robot sphere from Arkonide!
  • Cute baby owl found and rescued
    5 years ago
    Cute baby owl found and rescued
    We rescued a lost baby owl in Kechara Forest Retreat.
  • Nice cups from Kechara!!
    5 years ago
    Nice cups from Kechara!!
    Dorje Shugden people's lives matter!
  • Enjoy a peaceful morning at Kechara Forest Retreat
    5 years ago
    Enjoy a peaceful morning at Kechara Forest Retreat
    Chirping birds and other forest animals create a joyful melody at the Vajrayogini stupa in Kechara Forest Retreat (Bentong, Malaysia).
  • This topic is so hot in many circles right now.
    7 years ago
    This topic is so hot in many circles right now.
    This video is thought-provoking and very interesting. Watch! Thanks so much to our friends at LIVEKINDLY.
  • Chiropractic CHANGES LIFE for teenager with acute PAIN & DEAD LEG.
    7 years ago
    Chiropractic CHANGES LIFE for teenager with acute PAIN & DEAD LEG.
  • BEAUTIFUL PLACE IN NEW YORK STATE-AMAZING.
    7 years ago
    BEAUTIFUL PLACE IN NEW YORK STATE-AMAZING.
  • Leonardo DiCaprio takes on the meat Industry with real action.
    7 years ago
    Leonardo DiCaprio takes on the meat Industry with real action.
  • Do psychic mediums have messages from beyond?
    7 years ago
    Do psychic mediums have messages from beyond?
  • Lovely gift for my 52nd Birthday. Tsem Rinpoche
    7 years ago
    Lovely gift for my 52nd Birthday. Tsem Rinpoche
  • This 59-year-old chimpanzee was refusing food and ready to die until...
    7 years ago
    This 59-year-old chimpanzee was refusing food and ready to die until...
    she received “one last visit from an old friend” 💔💔
  • Bigfoot sighted again and made it to the news.
    7 years ago
    Bigfoot sighted again and made it to the news.
  • Casper is such a cute and adorable. I like him.
    7 years ago
    Casper is such a cute and adorable. I like him.
  • Dorje Shugden Monastery Amarbayasgalant  Mongolia's Ancient Hidden Gem
    7 years ago
    Dorje Shugden Monastery Amarbayasgalant Mongolia's Ancient Hidden Gem
  • Don't you love Hamburgers? See how 'delicious' it is here!
    7 years ago
    Don't you love Hamburgers? See how 'delicious' it is here!
  • Such a beautiful and powerful message from a person who knows the meaning of life. Tsem Rinpoche
    7 years ago
    Such a beautiful and powerful message from a person who knows the meaning of life. Tsem Rinpoche
  • What the meat industry figured out is that you don't need healthy animals to make a profit.
    7 years ago
    What the meat industry figured out is that you don't need healthy animals to make a profit.
    Sick animals are more profitable... farms calculate how close to death they can keep animals without killing them. That's the business model. How quickly they can be made to grow, how tightly they can be packed, how much or how little can they eat, how sick they can get without dying... We live in a world in which it's conventional to treat an animal like a block of wood. ~ Jonathan Safran Foer
  • This video went viral and it's a must watch!!
    7 years ago
    This video went viral and it's a must watch!!
  • SEE HOW THIS ANIMAL SERIAL KILLER HAS NO ISSUE BLUDGEONING THIS DEFENSELESS BEING.
    7 years ago
    SEE HOW THIS ANIMAL SERIAL KILLER HAS NO ISSUE BLUDGEONING THIS DEFENSELESS BEING.
    This happens daily in slaughterhouse so you can get your pork and Bak ku teh. Stop eating meat.

ASK A PASTOR


Ask the Pastors

A section for you to clarify your Dharma questions with Kechara’s esteemed pastors.

Just post your name and your question below and one of our pastors will provide you with an answer.

Scroll down and click on "View All Questions" to view archived questions.

View All Questions

CHAT PICTURES

We hope you enjoyed our pictures, as much as we enjoyed our Wesak Day together in Penang. Let us carry the energy and enthusiasm we experienced so far and inspires many more. Happy Wesak Day! 22/5/2024 KPSG by Jacinta
3 days ago
We hope you enjoyed our pictures, as much as we enjoyed our Wesak Day together in Penang. Let us carry the energy and enthusiasm we experienced so far and inspires many more. Happy Wesak Day! 22/5/2024 KPSG by Jacinta
Puja offering packages. Thanks to those who sponsored the puja. May all your wishes be fulfilled. KPSG by Jacinta
3 days ago
Puja offering packages. Thanks to those who sponsored the puja. May all your wishes be fulfilled. KPSG by Jacinta
Colourful altar with plenty of offerings. We had DS puja with Praise to Buddha Shakyamuni as we celebrate this special day of Buddha's Birth, Enlightenment and Parinirvana. KPSG by Jacinta
3 days ago
Colourful altar with plenty of offerings. We had DS puja with Praise to Buddha Shakyamuni as we celebrate this special day of Buddha's Birth, Enlightenment and Parinirvana. KPSG by Jacinta
Some of the activities done during the Wesak Day Celebration in Penang. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 days ago
Some of the activities done during the Wesak Day Celebration in Penang. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Wesak Day Celebration in Penang!Buddha's Bathing Ritual. 22/5/2024 Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 days ago
Wesak Day Celebration in Penang!Buddha's Bathing Ritual. 22/5/2024 Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Kechara Penang Appreciation Day! 18th May 2024. The commitment, effort and dedication given will inspire & benefit many more. None of us wants recognition but sometimes a day like this will push us to do more and grow spiritually.
7 days ago
Kechara Penang Appreciation Day! 18th May 2024. The commitment, effort and dedication given will inspire & benefit many more. None of us wants recognition but sometimes a day like this will push us to do more and grow spiritually.
Kechara Penang Appreciation Day! 18th May 2024. The commitment, effort and dedication given will inspire & benefit many more. None of us wants recognition but sometimes a day like this will push us to do more and grow spiritually. We're like a close-knit family, supporting each others and help out whenever we can.
7 days ago
Kechara Penang Appreciation Day! 18th May 2024. The commitment, effort and dedication given will inspire & benefit many more. None of us wants recognition but sometimes a day like this will push us to do more and grow spiritually. We're like a close-knit family, supporting each others and help out whenever we can.
Kechara Penang Appreciation Day. 18th May 2024. A special day to honour our regular members. You all deserve a shout-out!!! Kechara Penang Study Group by Jacinta.
7 days ago
Kechara Penang Appreciation Day. 18th May 2024. A special day to honour our regular members. You all deserve a shout-out!!! Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Jam-packed! Penang Gompa was crowded with puja attendees, fruits, flowers, food and many other offerings. First time ever but definitely will not be the last. Perhaps it's time for bigger Gompa _/\_. 18th May 2024. Kechara Penang Study Group by Jacinta
7 days ago
Jam-packed! Penang Gompa was crowded with puja attendees, fruits, flowers, food and many other offerings. First time ever but definitely will not be the last. Perhaps it's time for bigger Gompa _/_. 18th May 2024. Kechara Penang Study Group by Jacinta
11/5/2024 Saturday @3pm. After puja, all members helped out clearing the offerings and we shared out the blessed food offerings with our families, friends and even animals. Kechara Penang Study Group by Jacinta
7 days ago
11/5/2024 Saturday @3pm. After puja, all members helped out clearing the offerings and we shared out the blessed food offerings with our families, friends and even animals. Kechara Penang Study Group by Jacinta
11/5/2024 Saturday @3pm. Activities during puja. Members chanting Dorje Shugden mantras. We've completed Dorje Shugden puja cum Namasangiti. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
7 days ago
11/5/2024 Saturday @3pm. Activities during puja. Members chanting Dorje Shugden mantras. We've completed Dorje Shugden puja cum Namasangiti. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
11/5/2024, Saturday @3pm. Activities : Offerings of khata to Rinpoche, garland of flowers to Dorje Shugden and a new Tibetan butterlamp being offered on the altar. Kechara Penang Study Group by Jacinta
7 days ago
11/5/2024, Saturday @3pm. Activities : Offerings of khata to Rinpoche, garland of flowers to Dorje Shugden and a new Tibetan butterlamp being offered on the altar. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Today we have an inaugural cancer free diet talk and info sharing by Mr. Ooi. Mr. Ooi is a Penangite and like any other man, he has a family to provide for. From colon cancer stage 4,he is now known as a cancer-free man. Learn more about his story and his acquaintance with Dorje Shugden here https://youtu.be/x7i-yXJBUwM?si=A-5O0udxjg52iS58
3 weeks ago
Today we have an inaugural cancer free diet talk and info sharing by Mr. Ooi. Mr. Ooi is a Penangite and like any other man, he has a family to provide for. From colon cancer stage 4,he is now known as a cancer-free man. Learn more about his story and his acquaintance with Dorje Shugden here https://youtu.be/x7i-yXJBUwM?si=A-5O0udxjg52iS58
Kind-hearted sponsors sponsored these kuih-muih & flowers for today's puja @ 4th May, 2024. Should you wish to contribute these or sponsor our weekly puja, do contact us for more details. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 weeks ago
Kind-hearted sponsors sponsored these kuih-muih & flowers for today's puja @ 4th May, 2024. Should you wish to contribute these or sponsor our weekly puja, do contact us for more details. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Pastor Seng Piow guides us on the flow of Dorje Shugden puja, its benefits, significant of Chanting the names of Manjushri and also explaining the dedication for the sponsors and to those in need before we start the puja as we have 2 newcomers today.
1 month ago
Pastor Seng Piow guides us on the flow of Dorje Shugden puja, its benefits, significant of Chanting the names of Manjushri and also explaining the dedication for the sponsors and to those in need before we start the puja as we have 2 newcomers today.
Two Pastors in da house! Double the merits, double the happiness. Kechara Penang Study Group by Jacinta
1 month ago
Two Pastors in da house! Double the merits, double the happiness. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Mr. Cheah Fook Wan offered lights and incense to The Three Jewels prior to the puja in Ipoh. (KISG - Kin Hoe)
1 month ago
Mr. Cheah Fook Wan offered lights and incense to The Three Jewels prior to the puja in Ipoh. (KISG - Kin Hoe)
Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations on Sunday afternoon in Ipoh. (KISG- Kin Hoe)
1 month ago
Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations on Sunday afternoon in Ipoh. (KISG- Kin Hoe)
Powerful Dorje Shugden puja @ Jalan Seang Tek, Penang. Every Saturday, 3 pm. Remove obstacles and grant blessings to fulfil wishes. Kechara Penang Study Group by Jacinta. 6th April 2024
2 months ago
Powerful Dorje Shugden puja @ Jalan Seang Tek, Penang. Every Saturday, 3 pm. Remove obstacles and grant blessings to fulfil wishes. Kechara Penang Study Group by Jacinta. 6th April 2024
Rejoice to the volunteers (also kind sponsors) who cleaned the Gyenze Chapel and made abundant offerings to Gyenze. ~ Alice
2 months ago
Rejoice to the volunteers (also kind sponsors) who cleaned the Gyenze Chapel and made abundant offerings to Gyenze. ~ Alice
Offered beautiful flowers abundantly to Gyenze. ~ Alice
2 months ago
Offered beautiful flowers abundantly to Gyenze. ~ Alice
Offered beautiful flowers abundantly to Gyenze. ~ Alice
2 months ago
Offered beautiful flowers abundantly to Gyenze. ~ Alice
Our weekly Dorje Shugden Puja @ 23/3/2024 . William, as the umze is seen here burning incense powder as we are about to recite the Sangsol Prayer to Dorje Shugden composed by Ganden Serkong. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
2 months ago
Our weekly Dorje Shugden Puja @ 23/3/2024 . William, as the umze is seen here burning incense powder as we are about to recite the Sangsol Prayer to Dorje Shugden composed by Ganden Serkong. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
And here's Mr Wong of KSK Ipoh who dropped by to pray and offered some donation to the Chapel. Kechara Penang Study Group. Pic by Siew Hong & uploaded by Jacinta.
2 months ago
And here's Mr Wong of KSK Ipoh who dropped by to pray and offered some donation to the Chapel. Kechara Penang Study Group. Pic by Siew Hong & uploaded by Jacinta.
Today's puja (16/3/2024) ended around 420pm, Jacinta was the umze of the day. Pic by Siew Hong. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
2 months ago
Today's puja (16/3/2024) ended around 420pm, Jacinta was the umze of the day. Pic by Siew Hong. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Group photo taken after the last session, sealed with King of Prayers. Come and join us next time! Sayonara - 9-10th March 2024 - Kechara Penang DS Retreat by Jacinta.
2 months ago
Group photo taken after the last session, sealed with King of Prayers. Come and join us next time! Sayonara - 9-10th March 2024 - Kechara Penang DS Retreat by Jacinta.
Abundance altar! Fruits, flowers, Mee Koo (traditional Penang buns), Bee Hoon, sourdoughs and snacks are some of the offerings to Rinpoche, Buddhas & Bodhisattvas. Kechara Penang Dorje Shugden Retreat 9-10th March, 2024 by Jacinta.
2 months ago
Abundance altar! Fruits, flowers, Mee Koo (traditional Penang buns), Bee Hoon, sourdoughs and snacks are some of the offerings to Rinpoche, Buddhas & Bodhisattvas. Kechara Penang Dorje Shugden Retreat 9-10th March, 2024 by Jacinta.
Siew Hong, one of retreatants and an active member of Kechara Penang group proudly presented her torma to be used during the Kalarupa puja. Kechara Penang Study Group by Jacinta
2 months ago
Siew Hong, one of retreatants and an active member of Kechara Penang group proudly presented her torma to be used during the Kalarupa puja. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Torma making was taught by Pastor Seng Piow and held one day before the retreat. Kechara Penang Study Group by Jacinta
2 months ago
Torma making was taught by Pastor Seng Piow and held one day before the retreat. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Penang Dorje Shugden Retreat cum Puja, 9-10th March 2024 led by Pastor Seng Piow with 12 retreatants. Uploaded by Jacinta
2 months ago
Penang Dorje Shugden Retreat cum Puja, 9-10th March 2024 led by Pastor Seng Piow with 12 retreatants. Uploaded by Jacinta
The celebration ended with a Dorje Shugden puja, dedicated to all the sponsors, our loved ones and as well as for the happiness & good health for all sentient beings. May Rinpoche return swiftly too and taking this opportunity wishing all Happy Chinese New Year and Gong Xi Fa Cai from all of us, Kechara Penang Study Group. Uploaded by Jacinta.
3 months ago
The celebration ended with a Dorje Shugden puja, dedicated to all the sponsors, our loved ones and as well as for the happiness & good health for all sentient beings. May Rinpoche return swiftly too and taking this opportunity wishing all Happy Chinese New Year and Gong Xi Fa Cai from all of us, Kechara Penang Study Group. Uploaded by Jacinta.
Seen here, Pastor Seng Piow set off firecrackers - welcoming of the upcoming year with enthusiasm and positive energy. Kechara Penang Study Group by Jacinta
3 months ago
Seen here, Pastor Seng Piow set off firecrackers - welcoming of the upcoming year with enthusiasm and positive energy. Kechara Penang Study Group by Jacinta
In this pic, Pastor Seng Piow is sharing Dharma with newbies ~ Sharyn's friends. It's always good to make light offerings at the beginning of new year. By making light offerings, you are able to dispel the darkness of ignorance and achieve wisdom. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 months ago
In this pic, Pastor Seng Piow is sharing Dharma with newbies ~ Sharyn's friends. It's always good to make light offerings at the beginning of new year. By making light offerings, you are able to dispel the darkness of ignorance and achieve wisdom. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
One the day of Losar (new lunar year), it is always beneficial for Buddhist practitioners to get together in making abundant offerings to Buddhas on the altar to usher in goodness, prosperity and well-being of our loved ones. It's more auspicious this year as Losar and the Chinese New Year begin on the same date, 10th Feb, 2024. Back in Penang, our Kechara members came together to decorate the altar with abundance offerings for Dorje Shugden puja @3pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 months ago
One the day of Losar (new lunar year), it is always beneficial for Buddhist practitioners to get together in making abundant offerings to Buddhas on the altar to usher in goodness, prosperity and well-being of our loved ones. It's more auspicious this year as Losar and the Chinese New Year begin on the same date, 10th Feb, 2024. Back in Penang, our Kechara members came together to decorate the altar with abundance offerings for Dorje Shugden puja @3pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Mr. Dared Lim was offering water bowls on behalf of Kechara Ipoh Study Group. (Kin Hoe)
4 months ago
Mr. Dared Lim was offering water bowls on behalf of Kechara Ipoh Study Group. (Kin Hoe)
Jun from Ipoh was offering mandarin oranges to Mother Tara and The Three Jewels. (Kin Hoe)
4 months ago
Jun from Ipoh was offering mandarin oranges to Mother Tara and The Three Jewels. (Kin Hoe)
Prior to our puja in Ipoh, Mr. & Mrs. Cheah Fook Wan were preparing for the offerings to the Buddhas. (Kin Hoe)
4 months ago
Prior to our puja in Ipoh, Mr. & Mrs. Cheah Fook Wan were preparing for the offerings to the Buddhas. (Kin Hoe)
On Sunday afternoon, Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations in Ipoh. (Kin Hoe)
4 months ago
On Sunday afternoon, Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations in Ipoh. (Kin Hoe)
Some of the best shots taken during Thaipusam in Penang. Swee Bee, Huey, Tang KS, Nathan, Choong SH and Jacinta volunteered. Wai Meng came all the way from KL to help out. Kechara Penang Study Group by Jacinta
4 months ago
Some of the best shots taken during Thaipusam in Penang. Swee Bee, Huey, Tang KS, Nathan, Choong SH and Jacinta volunteered. Wai Meng came all the way from KL to help out. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Simple yet powerful ally ~ Bhagawan Dorje Shuden. Kechara Penang Study Group consists of Chien Seong, Hue, Choong SH, Tang KS, Swee Bee and Jacinta. Wai Meng came all the way from KL to help out. Uploaded by Jacinta.
4 months ago
Simple yet powerful ally ~ Bhagawan Dorje Shuden. Kechara Penang Study Group consists of Chien Seong, Hue, Choong SH, Tang KS, Swee Bee and Jacinta. Wai Meng came all the way from KL to help out. Uploaded by Jacinta.
The Promise
  These books will change your life
  Support Blog Team
Lamps For Life
  Robe Offerings
  Vajrayogini Stupa Fund
  Dana Offerings
  Soup Kitchen Project
 
Zong Rinpoche

Recent Comments

Archives

YOUR FEEDBACK

Live Visitors Counter
Page Views By Country
United States 6,560,748
Malaysia 4,932,712
India 2,510,845
Singapore 936,141
United Kingdom 915,882
Nepal 913,387
Bhutan 864,803
Canada 797,322
Australia 619,377
Philippines 555,278
Indonesia 451,828
Germany 370,298
France 312,722
Brazil 251,023
Vietnam 226,545
Thailand 217,772
Taiwan 206,933
Italy 175,641
Spain 160,953
Netherlands 156,804
Mongolia 147,273
Portugal 138,190
South Africa 138,017
Türkiye 132,302
Sri Lanka 128,762
United Arab Emirates 121,726
Japan 119,012
Russia 114,691
Hong Kong 114,218
China 107,718
Romania 104,740
Mexico 97,736
New Zealand 93,880
Switzerland 88,746
Myanmar (Burma) 88,535
Pakistan 82,184
Sweden 78,121
South Korea 75,124
Cambodia 70,770
Total Pageviews: 26,041,536

Login

Dorje Shugden
Click to watch my talk about Dorje Shugden....