Perubahan Itu Bersifat Instan (Bahasa Indonesia)

Nov 1, 2023 | Views: 165

IC01a

Kepada sahabat di seluruh dunia,

Ketika saya sedang berbaring karena migrain, suatu kesadaran datang dalam diri, masa kecil, cara saya melihat kejadian-kejadian dalam hidup dan setiap orang yang saya temui pada suatu saat di hidup saya. Saya ingin berbagi pikiran dan perasaan saya dan pengaruhnya bagi kalian. Saya tidak mengklaim bahwa saya memiliki kesadaran luhur, tetapi pengertian mendalam mengenai cara bekerja persepsi dan bagaimana persepsi itu mempengaruhi kita.

Saksikan video di bawah ini dan beritahu apakah anda mendapatkan suatu pengertian atau apakah penjelasan ini berpengaruh bagi anda?

Terima kasih dan semoga anda terberkati.

Tsem Rinpoche

 


 

Pilihan itu Bersifat Instan

Or view the video on the server at:
https://video.tsemtulku.com/videos/8InstantCHOICE.mp4

 

KLIK UNTUK MEMBACA TRANSKRIP DALAM BAHASA INDONESIA

TRANSKRIP

Kepada semua pengunjung dan pembaca blog saya, saya baru saja berbaring dan berpikir mengenai beberapa hal. Hari ini saya sedang tidak enak badan, saya demam dan menderita migrain. Tetapi ada suatu pikiran di kepala saya dan saya ingin membicarakan hal ini sebelum saya lupa karena hal ini sering terjadi.

Suatu pikiran yang baru saja terlintas dan saya harus menulisnya di atas kertas atau merekamnya dalam bentuk video karena kalau tidak semua akan terlupakan. Dan saya rasa pikiran-pikiran ini mungkin bisa memberi manfaat bagi beberapa orang di luar sana yang mungkin memiliki pemikiran yang sama.

Banyak hal yang kita alami ketika kita masih anak-anak. Dan pengalaman ini bisa mematahkan semangat ketika kita dewasa; dan banyak hal yang tidak kita alami ketika kita masih kecil juga akan membuat kita patah semangat setelah kita dewasa.

Situasi dimana kita lahir, bisa jadi memang merupakan pilihan kita atau kita terlempar dalam situasi ini karena kekuatan karma. Apapun sebabnya, bukan situasi yang harus disalahkan tetapi kesalahan atau pujian akan kembali pada diri kita sendiri.

Yang Mulia Kensur Jampa Yeshe Rinpoche (sebelah kanan). Foto ini diambil setelah saya diakui sebagai seorang Tulku dan dibawa untuk bertemu dengan Yang Suci Dalai Lama

Saya ingin menjelaskan semua ini. Sekitar 15 atau 20 tahun yang lalu ketika saya diakui sebagai seorang Tulku oleh berbagai Lama Luhur, dan salah satunya adalah Yang Mulia Kensur Jampa Yeshe Rinpoche. Saya tidak pernah menganggap diri sebagai orang spesial atau merasa bahwa saya adalah inkarnasi seseorang yang telah melakukan hal-hal besar di masa lalu, tetapi jika saya berkata seperti ini, maka saya mengatakan bahwa para lama luhur yang mengatakan bahwa saya adalah seorang Tulku, termasuk Kensur Rinpoche Jampa Yeshe salah. Jadi saya tidak selalu langsung menolak bahwa saya adalah reinkarnasi seorang lama luhur karena saya tidak bisa menentang Kensur Rinpoche. Akan tetapi, walaupun seorang lama luhur mengatakan bahwa anda adalah seorang reinkarnasi, anda masih harus bertindak atau melakukan atau menunjukan tanda-tanda bahwa anda adalah seorang inkarnasi Lama Luhur, apapun maknanya.

Seperti yang dikatakan oleh Kyabje Pabongka Dorje Chang, bila anda memang benar-benar seorang tulku, anda bisa meninggalkan sebuah tanda di dunia ini, sebuah tanda yang memberi manfaat bagi makhluk lain.

Tetapi bukan ini yang ingin saya bahas. Yang ingin saya bicarakan adalah ketika saya diakui sebagai inkarnasi untuk pertama kalinya, banyak orang dari dalam dan luar komunitas Tibet yang bertanya-tanya. Bahkan sampai baru-baru ini, masih banyak yang bertanya.

When I was a baby

Ketika saya masih bayi

Bila anda adalah seorang lama yang bereinkarnasi dan anda melakukan banyak hal baik dalam kehidupan terdahulu, mempraktikkan Dharma, memegang sumpah dan bermeditasi dan mengabdi kepada guru anda, bagaimana mungkin dalam kehidupan ini anda terlahir dalam keadaan yang sulit, bergejolak dan mengalami masa kecil yang sulit dipahami?

Saya ingin memberikan penjelasan dan mungkin apa yang akan saya bagikan akan bermanfaat bagi orang lain. Saya bukannya mau menjelaskan tentang reinkarnasi, melainkan bagaimana masa kecil, mengalami dan tidak mengalami sesuatu, keduanya bisa membuat hidup seseorang menjadi lebih baik atau putus asa ketika dia dewasa.

Hal ini berkaitan dengan saya karena saya dikenal sebagai seorang lama yang bereinkarnasi atau Tulku. Tulku adalah individu yang pada reinkarnasi sebelumnya telah melakukan praktik Dharma. Jadi bila saya berlatih dharma dan memiliki banyak pahala, dan ‘dianggap’ memiliki banyak pencapaian, mengapa saya terlahir dalam situasi yang sangat sulit?

On the left is my previous life, Kentrul Thubten Lamsang

Foto sebelah kiri adalah kehidupan saya yang sebelumnya, Kentrul Thubten Lamsang

Seperti yang saya katakan sebelumnya, situasi dimana kita terlahir bisa merupakan pilihan kita sendiri atau kita terlahir di sana karena akibat karma/tindakan yang kita lakukan sebelumnya. Akibat karma bukanlah hukuman tetapi dilihat dari sudut pandang hukum sebab-akibat.

Dan saya rasa banyak orang menganggap masa kecil saya sangat menderita bila dilihat dari gambaran idealis masa kecil yang seharusnya dari sudut pandang orang kebanyakan, dan saya akan menjelaskan hal ini. Bukannya saya ingin membenarkan masa kecil seperti ini dan karenanya membuktikan, “lihatlah, saya adalah reinkarnasi lama luhur” atau “Saya adalah seorang inkarnasi”. Penjelasan ini bukanlah pembenaran untuk menutupi, tetapi hanya pikiran kita. Ketika saya masih dalam kandungan, orang tua saya tidak dalam status menikah.

Pada jaman mereka – situasi tanpa pernikahan, ayah saya punya keluarga lain, dan ibu saya masih sangat muda dan tidak mengetahui hal ini. Konsepsi terjadi pada jaman ketika punya anak diluar nikah dan punya keluarga lain di samping dianggap sebagai skandal yang sangat besar, sangat buruk. Jadi saya mengerti keadaannya.

Karena punya anak tanpa suami adalah suatu skandal besar, ibu saya merelakan saya untuk diadopsi pasangan lain. Jadi, tahun-tahun pertama hidup saya dihabiskan bersama suatu keluarga di Taiwan. Saya tinggal bersama pasangan yang saya kira adalah orang tua kandung saya. Saya benar-benar yakin bahwa mereka adalah orang tua kandung saya.

My adopted family in the US

Keluarga angkat saya di Amerika Serikat

Ketika saya berusia enam atau tujuh tahun, saya dibawa ke Amerika Serikat dan bertemu pasangan lain. Dan saya diberitahu, “Well, ini adalah orang tua kamu yang sebenarnya.” Dan dalam pikiran saya yang masih sangat muda, dalam usia enam atau tujuh tahun, saya berpikir, “Well, orang-orang di Taiwan adalah keluarga saya, tetapi sekarang mereka bukan keluarga saya lagi; mereka bukan keluarga saya sekarang dan ketiga anak mereka di Taiwan bukan kakak-kakak saya karena orang-orang ini di Amerika adalah orang tua baru saya”. Dan hal ini sangat membingungkan bagi saya yang masih kecil, tetapi saya tidak bertanya. Lagipula bagaimana bisa saya bertanya?

Jadi pasangan di Howell, New Jersey ini menjadi orang tua saya, dan saya diberitahu bahwa mereka adalah orang tua saya, mereka adalah orang tua kandung saya. Pasangan ini dan kerabat mereka mengatakan, “Oh, hidungmu mirip ibumu, dan wajahmu mirip ayahmu, warna kulitmu seperti bibimu,” dan saya mulai percaya bahwa saya mirip dengan orang tua angkat saya karena saya masih kecil.

Tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, struktur wajah saya mulai berubah. Dan ketika saya berusia 12, 13 tahun, saya tinggal di rumah kerabat di New Jersey. Karena saya diadopsi dari Taiwan ke New Jersey, salah seorang kerabat saya berkata, “Oh, kamu diadopsi”, atau “Kamu bukanlah bagian dari keluarga kami”, atau “Kamu bukanlah kerabat sedarah dari keluarga kami.”

Dan orang yang mengatakan hal ini bukanlah orang yang disukai dalam keluarga kami, dan ketika dia mengatakannya, saya sangat terkejut. Dalam pikiran saya, “Apa? Sekarang saya sudah berusia 12 atau 13 tahun dan saya saya mengalami trauma yang sama ketika berusia enam tahun bahwa orang tua saya bukanlah orang tua saya yang sebenarnya.” Dan hal ini membuat saya sedih karena ini adalah dasar dan fondasi yang dibutuhkan untuk kestabilan setiap anak untuk merasa dicintai, aman, terlindungi dan punya tempat tinggal.

Memiliki orang tua yang membuatmu merasa aman, dimana kita bisa menjadi diri sendiri, bisa memaafkan, bisa rileks, belajar, dimarahi, dipuji dan mengetahui bahwa ini adalah orang tua anda dan anda adalah darah daging mereka dan bagian dari diri mereka.

Dan memiliki semua ini ketika kita sedang tumbuh besar, untuk mengetahui bahwa orang-orang ini adalah keluarga kita jadi apapun yang mereka lakukan kepada anda berasal dari rasa sayang memberikan dasar yang penting bagi seorang anak. Memberikan rasa aman dan percaya diri kepada anak tersebut.

Bila tiba-tiba, apa yang anda yakini sebagai sumber rasa aman, dasar dan fondasi masa kanak-kanak diambil dalam waktu singkat, dan pada usia dimana anda sudah bisa berpikir – 12, 13, 14 tahun, anda mulai memiliki pemikiran sendiri, hal ini sangatlah merusak.

My real mother, Princess Dewa Nimbo

Ibu kandung saya, Putri Dewa Nimbo

Dan pada usia tersebut, saya menemukan bahwa sepasang orang tua saya yang kedua, lagi-lagi, bukanlah orang tua saya. Dan ketika saya mengetahui siapa ibu kandung saya yang sebenarnya, atau, karena beberapa orang mulai berbisik-bisik mengenai identitas ibu saya. Dan ibu saya juga dulunya merupakan bagian komunitas yang tinggal di sana tetapi beliau sendiri tidak tinggal di komunitas ini lagi. Tetapi tidak ada orang yang memberitahu siapa ayah kandung saya, jadi saya juga tidak tahu.

Ketika saya berusia sekitar 22, 23, saya mengetahui dari orang lain, percaya atau tidak di Nepal, mengenai identitas ibu dan ayah kandung saya. Bahkan saya bertemu dengan ayah kandung saya. Jadi, pada usia 22, 23, jadi saya sudah dewasa secara fisik dan mental – saya diberitahu mengenai identitas orang tua saya yang ketiga.

Dan waktu itu adalah saat yang membahagiakan, tetapi juga menyedihkan, membingungkan karena ada bagian diri saya yang berkata, “Jangan percaya, mereka tidak mungkin orang tua anda. Akan ada orang yang datang untuk mengatakan bahwa mereka bukan orang tua anda.”

Second from the right is my real father, Lobsang Gyatso

Kedua dari kanan adalah ayah kandung saya, Lobsang Gyatso

Ada bagian diri saya yang berkata, “Saya sudah berusia 22,23 tahun. Dan bila mereka mengatakan bahwa mereka adalah orang tua saya, apa untungnya bagi mereka?” Mereka tidak mendapatkan apa-apa, dan tidak ada orang yang mendapatkan apa-apa, jadi sepertinya ini adalah benar. Dan ternyata memang benar bahwa mereka adalah orang tua kandung saya. Saya tidak akan menceritakan secara detil karena tidak perlu. Sekarang saya sudah berusia 47 tahun, dan mereka masih merupakan orang tua saya dan mereka masih hidup. Walaupun saya tidak terlalu dekat dengan mereka, masuk akal karena saya tidak tumbuh besar bersama mereka.

Dan karena ada semacam penipuan, bila kata penipuan tidak terlalu kuat, anda jadi tumbuh besar tanpa fondasi yang stabil. Sistem nilai dari orang tua yang pertama, kedua dan ketiga sangatlah berbeda. Walaupun sistem nilai dari orang tua saya yang ketiga tidak terlalu mempengaruhi saya karena pada waktu bertemu saya sudah dewasa dan mandiri.

Tetapi ketika saya masih sangat muda, disamping misteri dan perasaan takut yang mencekam bahwa saya tidak berhak berada di sini, siapa orang tua saya sebenarnya, rasa bingung, dan tidak memiliki fondasi stabil pada masa pertumbuhan menciptakan rasa tidak aman, takut, dan tidak mudah percaya. Karena ketika kita masih sangat muda, kita paling percaya pada orang tua kita.

Dan ketika kedua orang tuamu secara tidak sengaja atau dalam beberapa kasus dengan sengaja menipumu, menipu seorang anak kecil, menyakiti anak kecil dengan membohongi mereka mengenai hal-hal penting, bukannya kebohongan-kebohongan kecil seperti, ‘O, kita tidak bisa pergi ke taman karena hujan’ walaupun pada kenyataannya tidak hujan – tetapi kebohongan besar seperti mengaku sebagai orang tua walaupun bukan begitu kenyataannya. Dan pasangan orang tua saya yang kedua menyatakan bahwa mereka adalah orang tua saya bukan untuk melindungi saya, tetapi untuk melindungi diri mereka sendiri. Saya mengetahui hal ini di kemudian hari.

Jadi, selain tidak yakin pada identitas diri karena pengalaman ini, ada banyak hal lain yang terkait.

My step parents, Boris and Dana Bugayeff

Orang tua angkat saya, Boris dan Dana Bugayeff

Kedua orang tua angkat saya memiliki masalah dalam hubungan mereka dan selalu bertengkar. Kadang-kadang pertengkaran ini bisa mengandung kekerasan. Mereka tidak menggunakan kekerasan fisik satu sama lain, tetapi mereka menggunakan benda-benda di sekitar mereka untuk melampiaskan kemarahan mereka. Kadang-kadang, saya menemukan banyak tumpukan barang-barang hancur seperti piring dan gelas ketika pulang ke rumah. Banyak benda-benda yang mereka gunakan untuk bertikai satu sama lain karena mereka tidak saling mempercayai.

Ada banyak alasan yang menyebabkan mereka saling tidak percaya, terutama karena ayah angkat saya, tetapi saya tidak akan membahas hal ini sekarang. Semua pertikaian ini menyebabkan rasa tidak aman karena ketika saya pulang, saya tidak tahu apakah saya akan menemukan keadaan yang damai atau perang. Saya benar-benar tidak bisa menerka.

Ibu angkat saya, walaupun baik hati, tetapi menderita penyakit schizophrenia yang tidak terdeteksi selama 30 tahun. Setelah saya meninggalkan rumah bertahun-tahun kemudian, saya diberitahu bahwa penyakit ibu telah terdiagnosa dan beliau mendapatkan pengobatan yang tepat. Sejak itu, ibu menjadi orang yang tenang dan menunjukan hatinya yang baik.

Tetapi ketika saya masih tinggal bersama beliau, penyakit schizophrenia-nya belum terdiagnosa. Jadi, ibu membuat orang-orang di sekitarnya sangat menderita karena kepribadian ganda. Ibu bisa menjadi orang yang suka menggunakan kekerasan, suka menyalahkan, paranoid dan merasa semua hal di dunia menyerangnya, dan ibu mengekspresikan semua ini dalam perkataan dan kekerasan fisik.

Saya mengalami banyak kekerasan fisik. Jadi kekerasan ini bukan dilampiaskan kepada ayah angkat saya atau sebaliknya, tetapi kepada diri saya; banyak kekerasan fisik yang saya alami karena penyakit schizophrenia beliau.

Selalu ada rasa takut dalam diri karena walaupun kemarin tidak terjadi apa-apa, apakah hari ini juga akan seperti itu? Dan bila hari ini tidak terjadi apa-apa, apakah besok juga akan seperti itu? Atau bila orang tua saya menjanjikan sesuatu, bahwa mereka akan melakukan ini, membeli itu, tetapi kemudian pikiran mereka berubah. Mereka bisa berubah pikiran karena bertengkar, atau karena ibu sedang tidak senang hati, atau penyakit schizophrenia-nya sedang kumat.

Jadi, saya tumbuh di tengah rasa tidak aman, kekerasan fisik, berbagai janji yang dilanggar, kekecewaan dan kebohongan. Kedua orang tua saya saling membohongi satu sama lain, dan saya tidak menganggap hal ini sebagai sesuatu yang negatif, melainkan sebagai kenyataan. Banyak kebohongan diantara mereka. Akibatnya, banyak juga kebohongan terhadap orang-orang di sekitar mereka termasuk terhadap saya.

Photo taken in Los Angeles after running away from home

Foto ini diambil di Los Angeles setelah saya melarikan diri dari rumah

Dan semua hal-hal tidak mengenakan ini bukannya terjadi satu atau dua kali saja, tetapi terus-menerus. Karena itu, saya meninggalkan rumah pada usia 15 jalan 16 tahun. Jadi saya tidak tumbuh besar dengan rasa aman dan identitas diri dan ras yang pasti. Apakah saya keturunan Cina? Apakah saya keturunan Jepang? Saya tidak tahu ras saya sendiri.

Semua ini tidak terlalu penting sekarang, tetapi waktu saya sedang tumbuh besar, semua ini terasa penting. Anda bisa saja menggunakan Dharma dan mengatakan bahwa semua hal ini kosong. Ya memang semua hal kosong. Tetapi saya bukanlah seorang Buddha. Saya bukan orang tercerahkan. Dan ketika masih kecil memang saya membutuhkan fondasi yang stabil.

Jadi, saya tumbuh dalam lingkungan penuh kebohongan dan penipuan, dan banyak kekerasan dan ketidak-stabilan. Banyak gangguan dalam fondasi diri, dan fondasi keberadaan saya sering ditarik begitu saja.

Ketika saya masih remaja dan ketika berusia 20-30an, semua pengalaman ini sangat mempengaruhi saya dan membuat saya tidak mudah mempercayai orang lain. Saya sangat fanatik dalam memeriksa berbagai hal berulang kali. Saya selalu khawatir apakah informasi yang saya dapatkan dari orang lain benar adanya atau hanya sebuah kebohongan belaka? Dan ketika ada orang yang mengecewakan saya, melanggar janjinya atau berbohong, semua ini akan sangat mempengaruhi saya. Mengapa? Saya rasa ketika kita mengalami sesuatu secara berlebihan, anda akan menjadi mati rasa atau terlalu sensitif sampai anda bisa menghadapinya.

Jadi, pengalaman-pengalaman masa lalu membuat saya menjadi sangat sensitif. Saya tidak mati rasa, tetapi bagi saya, mati rasa atau terlalu sensitif adalah terlalu ekstrim dan tidak baik. Kita harus mencari jalan tengah, tetapi saya menjadi terlalu sensitif.

Orang-orang di sekitar saya yang suka berbohong dan melanggar janji dan harus dikejar dan diingatkan sangatlah mengganggu cara saya bekerja dengan orang lain. Karena semua gangguan dan penipuan dan kebohongan dan pelanggaran janji yang saya alami ketika masih kecil karena hal yang bisa dimaklumi – maksud saya, ibu saya sakit. Saya rasa beliau tidak bermaksud melakukannya, dan saya bisa menerimanya – hal ini telah membuat saya terlalu sensitif terhadap hal-hal seperti ini.

Karena saya sensitif terhadap hal-hal seperti ini, saya sendiri juga berusaha keras untuk tidak mengecewakan orang di sekitar kita, dan tidak membuat orang harus mengejar saya.. Ada orang-orang yang membantu saya, dan mereka juga mengingatkan mengenai tugas-tugas tertentu, atau tulisan tertentu, atau suatu hal yang perlu kita lakukan. Tetapi semua ini tidak bersifat fundamental.

Bukannya hal seperti, “Oh, saya menjanjikan gaji dan saya tidak memberikannya” atau “saya berjanji untuk memberikan ajaran tertentu, tetapi saya tidak melakukannya” atau “saya akan membawamu membeli ini dan saya tidak akan melakukannya” atau “Anda membutuhkan perawatan medis tetapi saya lupa dan tidak peduli”.

Jadi memang kadang saya perlu diingatkan tetapi bukan mengenai hal-hal penting. Tapi penting itu bersifat subyektif. Jadi sebagai manusia dewasa, saya berusaha keras untuk tidak mengecewakan orang lain atau melanggar janji.

Bagi saya, ini adalah tantangan besar karena saya bukan orang biasa dalam arti, hanya ada saya dan sebuah unit keluarga. Saya juga memiliki banyak sahabat dan murid, karena saya adalah seorang guru. Dan saya memiliki janji pada ratusan orang dan banyak lagi selama bertahun-tahun.

Kecharians making offerings to the monks in Shar Gaden Monastery

Anggota Kechara memberikan persembahan kepada para biksu di Biara Shar Gaden

Jadi, merupakan tantangan besar bagi saya untuk menepati janji pada ratusan orang selama bertahun-tahun dan beberapa dasawarsa. Kadang-kadang saya berjanji kepada Biara Gaden, dan artinya saya berjanji pada ribuan orang, ribuan biksu.

Jadi semua ini adalah tantangan dalam arti yang sebenarnya karena saya sangat sensitif untuk tidak melanggar janji dan ternyata pengalaman hidup saya adalah latihan yang sangat baik. Dan sekarang ketika saya mengenang dan merefleksikan masa lalu saya merasa kekuatan berkat yang berasal dari guru saya atau karma baik, dan karenanya saya terlahir dalam situasi dimana saya disakiti dan mengalami berbagai kekerasan fisik dan mental. Saya dihina secara mental, dan mengalami banyak kekecewaan karena janji-janji yang dilanggar dan dasar keberadaan saya ditarik berulang kali.

Dan sekarang saya merefleksikan masa lalu dan bersyukur.

Ya bersyukur karena saya terlahir dalam situasi seperti ini karena semua ini berkontribusi dalam membangun jati diri saya sekarang – untuk tidak berbohong pada orang lain, tidak menipu, melanggar janji, bekerja keras dan memiliki integritas – karena saya tidak merasakan semua ini ketika masih muda dan hal ini sangat menyakitkan dan membingungkan bagi saya selama bertahun-tahun.

Suatu hal yang paling tidak ingin saya lakukan dalam hidup dan kepada orang-orang di sekitar saya adalah membuat mereka ragu akan intensi saya. Dan siapa diri saya dan hubungan saya dengan orang lain, tidak membingungkan mereka karena bila benar mereka adalah teman anda, anda tidak akan membuat mereka ragu. Anda akan jujur dan terbuka pada mereka.

Anda tidak ingin membuat orang merasa resah dan selalu mengira-ngira siapa diri anda sebelumnya, apakah tujuan saya sebenarnya, apa motivasi saya, apa tujuan saya sebenarnya. Anda tidak ingin melakukan hal ini pada orang lain. Anda tidak mau membuat orang mengejar anda, mengejar intensi, integritas, dan selalu ragu mengenai siapa diri anda sebenarnya.

Dan saya rasa saya tidak suka membingungkan orang di sekitar saya. Saya tidak ingin orang mengejar saya. Saya tidak mau orang meragukan apakah saya adalah orang terhormat dan berintegritas. Bukannya karena identitas saya, tetapi karena saya tidak suka hal yang sama terjadi pada diri saya – hal ini sangat menyakitkan dan menyebabkan tekanan batin, membuat anda tidak bisa tidur, anda tidak bisa berfungsi. Jadi karena saya tahu rasanya, saya tidak ingin melakukan hal ini pada orang lain.

Saya rasa pengalaman masa kecil membuat saya bertumbuh menjadi individu yang tidak ingin melakukan hal-hal seperti ini pada orang lain yang saya temui. Sebetulnya sedikit mengejutkan bagi saya karena ada orang yang ingin menyakiti orang lain karena mereka pernah disakiti. Mereka ingin mengganggu fondasi orang lain karena mereka pernah tersakiti.

Dan bukannya saya ingin menghakimi, tetapi saya merasa cara berpikir seperti ini salah. Tidak seharusnya kita melanjutkan siklus ini dan bila kita tahu, kita harus menghentikan siklus ini pada saat ini juga.

IC11

Anda tahu bahwa perubahan itu bersifat instan, transformasi itu instan. Semuanya tergantung anda mau berubah atau tidak. Transformasi tidak membutuhkan waktu. Tidak seperti obat-obatan atau alkohol dimana tubuh fisik anda kecanduan. Semuanya tergantung pikiran anda, tergantung apakah anda menyadari bahwa tingkah laku anda menyakiti orang lain. Jadi, yang harus kita lakukan adalah merubah kebiasaan buruk anda saat itu juga. Anda hanya perlu berkata bahwa saya tidak ingin melakukannya, saat itu juga.

Lihatlah, bila anda berada di tepi jurang dan anda ingin mengambil satu langkah lagi, anda akan jatuh. Pada kesempatan selanjutnya anda pergi ke sana, anda secara langsung tidak pergi ke sana. Anda tidak akan mengatakan, “Oh, beri kesempatan bagi saya untuk membiasakan diri,” dan anda akan pergi lagi ke tepi jurang dimana anda hampir jatuh, dan kali ini anda benar-benar jatuh. Anda tidak akan melakukannya. Anda akan menghentikan diri pergi ke tepi jurang. Anda akan berdiri enam atau tujuh kaki, dalam kasus saya delapan atau sembilan kaki dari tepi agar tidak jatuh. Anda tidak perlu membiasakan diri dalam hal ini.

Seperti itu juga bila anda melakukan hal-hal yang menyakitkan orang lain, tidak berintegritas, melanggar janji, harus dikejar, tidak bertanggung jawab dalam bekerja, suasana hati buruk, anda membingungkan orang mengenai siapa anda karena suasana hati yang berubah-ubah dan tidak konsisten. Anda membingungkan orang lain.

Anda membuat orang lain bingung mengenai siapa diri anda sebenarnya. Dan anda tahu? Banyak orang yang melakukan pencitraan diri yang berbeda dari diri mereka yang sebenarnya. Tujuan keberadaan kita bukanlah untuk membingungkan, menyakiti, mengecewakan atau merusak orang lain, tetapi kita melakukan hal ini karena kita tidak mau berubah.

IC12

Kita sulit berubah karena kita belum merasakan akibat karma yang sepenuhnya dari perbuatan kita dan akibat karma ini akan kembali pada diri kita. Bila mereka tidak kembali, maka kita tidak akan merasakan penderitaan sama sekali dalam hidup kita.

Jadi, bagi saya, saya merasa pengalaman saya adalah hasil dari doa yang baik, maksud yang baik dan berkat dari para lama luhur, berkat dari para guru saya, berkat dari tiga permata. Karena itulah saya harus lahir dalam situasi dimana saya mengalami berbagai kesulitan ini.

Banyaknya kebohongan, penipuan, ketidak-stabilan, kekerasan fisik, dan saya tidak hanya mengalami semua ini di rumah. Ketika saya meninggalkan rumah pada usia 16 tahun dan di Los Angeles, pengalaman buruk saya bahkan meningkat dua sampai tiga kali lipat dibanding dengan apa yang saya rasakan di rumah.

Dan semua pengalaman ini, dari sisi sudut pandang modern, kontemporer, dan sekuler bisa dianggap negatif. Tetapi saya maju selangkah dan menyimpulkan mereka baik untuk saya.

Dan bila anda bertanya, apakah saya akan terlahir dalam situasi yang mirip lagi, reaksi saya pasti ‘tidak, terima kasih’. Tetapi bila saya merenung, berpikir dan bermeditasi mengenai hal ini, maka jawabannya adalah ‘ya’.

Anehnya karena saya duduk sembari berbaring dalam migrain, dan berpikir, bila saya mendapatkan kesempatan terlahir lagi dalam situasi yang sama dengan situasi kelahiran saya dalam kehidupan ini agar pikiran saya bisa terlatih untuk menghadapi berbagai tantangan ketika saya dewasa nanti – yaitu menghadapi ratusan orang, menepati janji pada ratusan orang, menjadi individu berintegritas, tidak menyakiti, tidak merusak, mengutarakan kebenaran, bermurah hati dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya pada makhluk lain.

IC13

Bila saya berkesempatan terlahir kembali dalam situasi yang sama dimana saya akan dilatih untuk menjadi orang yang baik – orang baik di sini berarti menjadi individu yang merasakan sakit agar tidak menyakiti makhluk lain, maka jawabannya adalah ya.

Dan saya menyadari hal ini hari ini dan ya saya tidak keberatan terlahir lagi dalam situasi seperti ini. Ya, bila memang diperlukan. Ya, saya tidak takut. Ya, ini adalah pengalaman yang baik. Ya, ini adalah hasil dari karma baik. Ya, pengalaman masa kecil saya sangat berguna untuk hal-hal yang ingin saya lakukan. Jadi, saya akan menerima semua rasa sakit, masalah, kesulitan, kekecewaan, kebohongan, penipuan dan membaliknya dan mengatakan bahwa semua ini baik adanya.

Bukannya pikiran saya ingin membenarkan atau bermain untuk menerima apa yang telah terjadi, tetapi dalam pikiran saya, semua pengalaman ini membuat saya menjadi orang seperti sekarang ini.

Siapakah diri saya? Pastinya bukan orang terhebat di dunia, sudah pasti bukan. Tetapi saya juga orang terburuk di dunia. Dan saya menyadari bahwa saya adalah orang yang murah hati, saya suka memberi, saya bisa bersimpati pada rasa sakit, dan saya akan berusaha sebaik-baiknya dalam melakukan sesuatu. Saya menyadari bahwa pada umumnya, saya adalah orang yang baik karena menjadi orang yang baik adalah praktik utama saya selama bertahun-tahun. Saya bukan orang terbaik, tetapi saya adalah orang yang baik.

Pengalaman-pengalaman ini membuat saya menjadi orang yang jujur, tidak suka menipu karena saya tidak suka penipuan. Saya tidak ingin mengecewakan orang lain karena saya telah dikecewakan ribuan kali.

Semua ini membuat saya menjadi orang yang tidak ingin membingungkan orang lain mengenai siapa diri saya sebenarnya. Saya tidak ingin menjadi misteri. Saya tidak ingin menjadi enigma. Mungkin kedengarannya romantis, menyenangkan dan mistis, tetapi saya tidak ingin menjadi orang yang misterius. Saya tidak ingin menjadi orang yang mistis. Saya tidak ingin membuat orang mengira siapa diri saya yang sebenarnya.

Saya ingin orang berkata, “Hai, Tsem Rinpoche atau orang ini atau orang itu baik hati dan dapat diandalkan. Kita bisa mempercayainya dan mereka adalah orang baik dan kualitas ini menenangkan kita.” Saya ingin orang-orang di sekitar saya tidak perlu berhati-hati mengenai siapa diri saya. Bila mereka berhati-hati tentang pekerjaan dan kualitas kerja mereka. Tentu saja ini berbeda.

Saya tidak ingin orang di sekitar saya berhati-hati dan mengira-ngira mengenai siapa diri saya sebenarnya? Apa yang akan saya lakukan? Sulit memprediksi apakah saya bisa diandalkan? Saya tidak keberatan bila memang sulit menebak saya dari sisi kreatifitas, tapi bukan dari sisi apakah saya bisa diandalkan? Apakah saya orang baik atau jahat? “Apakah orang ini akan mencuri dari kami hari ini? Apakah beliau akan menyatakan kebenaran? Apakah ia akan berbaik hati pada kita? Apa yang ia inginkan? Apa maksud dia sebenarnya?” Saya tidak ingin orang bingung mengenai siapa diri saya.

teamwork

Mengapa ini penting? Karena apapun yang saya lakukan, saya tergantung pada orang lain. Mereka tergantung pada saya. Kita saling tergantung. Tidak ada orang yang hidup sendirian, seperti sebutir batu.

Jadi saya tidak ingin orang bingung mengenai siapa diri saya dan intensi saya. Saya mau jadi orang misterius dan sulit diprediksi dalam hal kreatifitas, dan saya akan mengeluarkan ide-ide luar biasa, indah, lezat, dan menggemparkan yang memberi manfaat bagi orang lain. Saya menyukai hal ini. Jadi, pengalaman saya semasa kecil memang negatif dari sudut pandang sekuler; tetapi dari sudut pandang spiritual dan pseudo-psikologi bagi saya sangat positif.

Jadi, bila sejak kecil seorang anak tidak ditantang, mereka tidak siap ketika menghadapi tantangan semasa dewasa. Artinya, bila mereka tidak diminta mencari uang sendiri, atau berada dalam situasi dimana mereka harus bekerja dan menunjukan hasil, bila mereka tidak dihadapkan pada situasi dimana mereka harus mengandalkan diri sendiri, ketika dewasa nanti mereka harus mempelajari hal-hal yang seharusnya mereka pelajari ketika masih kecil.

Jadi, orang dewasa yang tidak bisa mengurus diri sendiri, yang tidak dapat diandalkan, yang tidak independen, yang tidak bisa berfungsi, atau memimpin atau bersikap dewasa dalam arti yang sebenarnya, adalah karena semasa kecil mereka tidak dihadapkan pada situasi-situasi tersebut karena kita terlalu melindungi dan merangkul mereka. Karena kita mencintai mereka, kita mendidik dan merawat mereka dengan cara yang salah, karena kita selalu memberikan perlindungan kepada mereka.

Jadi, ketika kita melakukan hal-hal ini kepada anak kecil karena sayang, kasih sayang ini memang indah, tetapi hasilnya belum tentu indah juga. Jadi bila semasa kecil seorang anak tidak ditantang untuk mencari uang sendiri, tidak ditantang menjadi independen, atau mengeluarkan ide-ide sendiri, atau bertahan hidup sendiri atau memiliki integritas, mengatakan kebenaran atau menunjukan hasil, maka mereka harus mengembangkan kualitas-kualitas ini ketika dewasa.

Dan karenanya, mereka akan lebih menderita setelah dewasa karena mereka tidak memiliki bantal yang menopang saat jatuh. Siapa yang suka melihat seseorang berusia 30 tahun bertingkah laku seperti anak berusia 12 tahun. Anda tidak mau mengajari orang dewasa berusia 30 tahun mengenai integritas, kejujuran, menunjukkan hasil dalam bekerja dan berpikir secara dewasa, atau bertanggung jawab atau menjelaskan, mengajari mereka bahwa mereka menyakiti orang lain ketika mereka melanggar janji atau tidak menyelesaikan pekerjaan mereka.

Anda tidak ingin menjelaskan kepada orang berusia 30, 40, 50 tahun mengenai semua ini karena ini adalah hal-hal yang anda jelaskan kepada anak berusia 10, 12, 15 tahun. Jadi bila anda menghadapkan anak berusia 10-15 tahun dimana mereka harus bekerja, maka harus ada hasilnya. Mereka independen, mereka membuat janji sendiri, mereka berintegritas, mereka tidak mengecewakan. Ketika mereka berusia 20 tahun, mereka telah menyempurnakan hal ini. Ketika mereka berusia 30 tahun, mereka telah menguasai kualitas-kualitas ini. Ketika mereka berusia 40 atau 50, mereka menjadi inspirasi dan pemimpin dan mereka menjadi orang yang bisa dipercayai dan diikuti karena mereka mengembangkan kualitas ini sejak kecil.

Jadi sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab khusus untuk mempersiapkan anak-anak kita pada situasi dimana mereka bisa bersikap dengan kejujuran, integritas, produktif, menghasilkan; dan menguasai integritas, produksi, hasil pada usia 30an; dan menjadi inspirasi bagi orang lain pada usia 40an dan 50an; dan pada usia 60an dan 70an, mereka menjadi mata air kebijaksanaan yang berasal dari sikap berintegritas, kepedulian, memberi manfaat bagi orang lain, cinta kasih dan seperti lama luhur lain yang yang temui di biara.

IC15

Ketika kita bertemu dengan orang dewasa yang harus didorong dan dihadapi kepribadiannya dan harus diingatkan untuk menjadi orang yang baik, tidak berbohong, bersikap dengan integritas, menyelesaikan pekerjaan mereka dan mengeluarkan ide-ide, berpikir, bertanggung jawab, ada sesuatu yang kurang dalam masa kecil mereka.

Pada saat mereka dewasa atau perlawanan mereka sendiri, atau keduanya, atau kombinasi, atau apapun itu. Seperti yang saya katakan, saya tidak menghakimi atau menempatkan orang-orang di kotak-kotak, tetapi semua ini hanya bisa terdiri dari satu atau dua hal. Dan anda mengetahui hal ini.

Ada hal-hal yang harus kita pelajari sebagai orang dewasa dan ada hal-hal yang harus kita jalani sebagai anak-anak. Tetapi banyak hal yang kita ketahui sebagai orang dewasa berasal dari hal-hal yang kita pelajari semasa kecil.

Jadi, apa yang tidak kita pelajari dalam masa pertumbuhan, harus kita pelajari ketika dewasa dan disinilah masalahnya. Karena ketika kita masih dalam masa pertumbuhan, mungkin orang tua kita sudah berusia lanjut, atau berkati mereka, mungkin mereka sudah meninggal dan tidak dapat merawat kita lagi. Kita harus merawat mereka, diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

IC16

Karena bila kita selalu bertindak seperti anak kecil, kita akan membebani semua orang di sekitar kita dan membebani orang lain membuat mereka kehilangan rasa hormat kepada kita. Dan ketika mereka kehilangan rasa hormat, kita juga kehilangan rasa hormat pada diri sendiri. Ketika kita kehilangan rasa hormat kepada diri sendiri, kita jadi suka menipu, suka marah-marah, membenci dan menjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Tidak kita inginkan.

Karenanya, bila anda tidak mempelajari semua ini semasa kecil atau anda belajar hal-hal yang salah ketika semasa kecil, apakah semua terlambat ketika dewasa? Jelas tidak.

Karena pikiran kalian pada kehidupan terdahulu adalah pikiran yang sama pada saat kematian. Dan pikiran anda pada saat kematian adalah pikiran yang sama ketika anda berada dalam rahim ibu selama 9 bulan. Dan ketika anda terlahir kembali, ketika anda keluar dari rahim ibu anda yang terberkati, ini adalah pikiran yang sama.

Dan pikiran yang sama ini diteruskan ketika anda masih bayi, di taman kanak-kanak, masa kecil, remaja, dewasa, sampai sekarang. Ini adalah pikiran yang sama. Dan pikiran ini akan mengikuti anda ketika anda menua, meninggal, masuk ke bardo dan masuk ke rahim ibu anda lagi, dan kemudian terlahir kembali, semasa kecil dann tumbuh besar. Ini adalah pikiran yang sama.

IC17

Maka dari itu, pikiran tidak mengenal akhir, atau dengan kata lain tidak mengenal awal dan akhir. Pikiran tidak mengenal usia. Pikiran itu tidak semakin tua atau muda.

Kenapa? Karena bila pikiran itu terlalu tua untuk belajar, maka ketika kita terlahir kembali sebagai anak kecil, pikiran kita tetap terlalu tua untuk belajar. Tubuh anda muda, tetapi pikiran anda terlalu tua untuk belajar. Bila tubuh anda terlalu tua, dan anda berkata pikiran anda sudah tua maka hal ini tidak masuk akal karena berarti anda akan terlahir kembali dengan pikiran yang tua. Hal ini tidak masuk akal.

Karena itu, pikiran anda tidak menjadi terlalu tua atau muda, dan walaupun kemampuan fisik anda menurun seiring dengan bertambahnya usia, tetapi pikiran anda akan tetap tajam bila anda terus mengasahnya. Jadi, kita tidak akan terlalu tua untuk belajar atau mempelajari kembali.

Dan ada peribahasa Zen yang saya baca beberapa hari lalu di Twitter, “Belajar sesuatu setiap hari adalah kepandaian tetapi melepaskan sesuatu setiap hari adalah kebijaksanaan. Mempelajari sesuatu setiap hari adalah kepandaian, dan melepaskan sesuatu setiap hari adalah kebijaksanaan”. Dan peribahasa ini sangat berpengaruh bagi saya. Jadi, semua hal-hal mengerikan yang saya alami semasa kecil, bila dilihat dari sudut pandang saya sekarang tidaklah terlalu buruk. Mereka membentuk identitas saya sekarang ini.

Siapakah saya? Saya adalah orang yang menunjukan kualitas terbaik sesuai kemampuan saya saat ini.

Tetapi saya tidak akan berhenti menjadi orang terbaik saat ini karena saya akan menjadi lebih baik. Saya akan menjadi lebih ramah, lebih murah hati, lebih pemaaf, lebih pengertian, lebih bertoleransi, bekerja lebih keras, lebih mengintrospeksi diri, dan memperbaiki diri.

IC18

Dengan kata lain, saya ingin tercerahkan.

Dan bila kita berkata kita tidak bisa melakukannya, kita tidak bisa melakukannya, kita tidak bisa melakukannya? Anda tahu, yang berkata seperti ini bukan lingkungan, sifat tercerahkan dalam diri anda, bukan Buddha, bukan orang tua anda, bukan sahabat anda, bukan orang bijaksana yang mengatakan hal ini pada anda. “Anda tidak bisa melakukannya.” Ini adalah diri anda sendiri yang berkata, “anda tidak bisa melakukannya.”

Jadi, ketika anda mengatakan pada diri sendiri anda tidak bisa melakukannya dibandingkan dengan lingkungan, teman, teman yang bijaksana, guru anda, Buddha yang mengatakan pada anda, anda bisa melakukannya – maka anda melawan mereka.

Bila anda sendiri yang mengatakan anda tidak bisa melakukannya, anda tidak bisa memperbaiki diri, anda tidak bisa berkembang sementara semua Samsara dan Nirvana mengatakan dimana anda bisa melakukannya. Tebak siapa yang salah? Jelas anda yang salah. Ketika kita selalu mengatakan pada diri sendiri bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, saya tidak bisa, saya tidak bisa, saya tidak bisa, saya tidak bisa – sebenarnya, kita bisa melakukannya, tetapi kita tidak mau melakukannya..

Mengapa kita tidak mau melakukannya, karena akibat dari merugikan orang lain, atau rasa malas, atau berlaku tanpa integritas belum kembali pada kita dengan kekuatan penuh. Roda bersenjata tajam belum kembali pada kita. Dan semoga Yamantaka memberkati kita agar roda bersenjata tajam segera kembali pada diri kita sebelum terlambat, sehingga kita bisa menyadari akibat tindaakan kita.

Jadi semua pengalaman yang saya anggap mengerikan semasa kecil, hari ini saya menyadari bahwa pengalaman ini baik adanya. Dan di masa depan ketika saya menceritakan hal ini, maka diri saya yang berbeda yang akan berbicara mengenai hal ini, bila diperlukan. Mengapa? Karena membentuk diri saya hari ini. Mereka membuat saya menjadi praktisi Dharma yang lebih kuat, lebih baik. Mereka membuat saya menyadari sifat Samsara yang sebenarnya, mereka membuat saya menjadi seorang biksu.

IC19

Seperti apa yang dilihat sang Buddha pada seorang tua renta, menjelang ajal, sakit, dan seorang biksu; semua ini membangunkannya, membangunkan benih dalam dirinya agar dapat mengatakan tidak, saya tidak akan mengalami Samsara lagi. Jelas saya tidak berada dalam tingkat Buddha, tetapi melihat semua ini membuka benih dalam diri saya bahwa saya tidak ingin mengalami apa yang dialami orang dalam dunia sekuler, kehidupan sekuler normal.

Pastinya saya ingin melarikan diri darinya, dan ini adalah alasan saya menjadi seorang biksu karena saya melihat apa yang dialami orang tua saya, punya anak, sekolah, bekerja, menua, meninggal, sakit, sehat, tidak sehat, kebanggaan diri, ego, bertengkar, kompetisi. Semua yang saya saksikan membuka benih keinginan dalam diri saya untuk tidak memilih jalan ini karena tidak ada hasilnya. Saya belajar dari menyaksikan orang tua saya, para orang dewasa dan lainnya. Saya tidak bermaksud menyinggung mereka, tetapi saya belajar.

Dan saya berbeda dari kebanyakan orang karena ketika saya belajar, saya tidak meneruskan yang tidak baik. Saya berbeda karena ketika saya belajar, saya menghentikan [hal-hal yang tidak baik]. Inilah gunanya belajar. Ketika anda mempelajari sesuatu, anda tidak melakukannya, atau anda melakukannya. Ketika anda mempelajari sesuatu, anda melakukan apa yang diperlukan dan menghentikan apa yang tidak perlu. Ini yang disebut belajar.

Tidak ada saat ‘aha’. Tidak ada saat gaib, instan, tercerahkan. Apa yang anda sadari, anda hentikan. Seperti itu saja. Anda hentikan. Anda berhenti mencari inspirasi.

Bahkan, orang yang sudah tahu apa yang harus mereka lakukan, tetapi selalu mencari inspirasi adalah bentuk lain dari rasa malas dan menunda-nunda. Mengapa? Karena mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, mereka mengerti, mereka mengekspresikannya, mereka menulisnya, mereka membicarakannya, mereka memperbincangkannya, dalam seni, mereka mengetahuinya. Akan tetapi, mereka tetap mencari inspirasi. Ini adalah sebuah bentuk penundaan. Ibaratnya, anda ingin punya kue dan memakannya juga. Jadi saya tidak terlalu terkesan atau percaya pada orang-orang yang mencari inspirasi.

Saya mengagumi orang-orang yang menjadi inspirasi, bukan karena mereka menyelamatkan milyaran orang, tetapi karena mereka menyelamatkan diri mereka sendiri dan dalam prosesnya mereka mempengaruhi orang-orang di sekitar mereka. Banyak pahlawan dimana-mana, termasuk dalam diri kita dan bila kita memilih jadi pahlawan tanpa menyadarinya, maka kita akan menjadi pahlawan.

IC20

Tetapi, orang pertama yang harus menjadi panutan adalah diri kita sendiri. Apakah kita menganggap diri kita sebagai panutan? Dengan bertindak penuh integritas, dengan menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dengan melakukan apa yang harus kita lakukan – melakukan dua atau tiga, tidak perlu dikejar, berbaik hati, bermurah hati, tanpa maksud tertentu, menggunakan setiap situasi di sekitar kita untuk memberi manfaat bagi orang lain dan tidak mempergunakan orang lain.

Beginilah caranya kita jadi pahlawan. Inilah caranya kita sedikit menghormati diri dan dihormati orang lain. Dan saya berjanji, siapapun yang memiliki rasa hormat pada diri sendiri tidak peduli kaya atau miskin, akan hidup bahagia dan mempengaruhi orang lain menjadi bahagia.

Jadi, saya tumbuh besar dalam situasi yang sulit dan kadang mengerikan. Ibu angkat saya sering mengancam akan membunuh saya. Ia akan menikam saya ketika tidur dan membunuh saya. Beliau mengancam saya berulang kali ketika sedang tidak senang. Jadi saya mengalami semua ini.

Sekarang ketika mengenang masa lalu, semua yang saya alami tidaklah menyenangkan, tetapi saya tidak keberatan mengalami semua ini lagi karena pengalaman-pengalaman ini membuat saya menghargai orang lain, membuat saya menghargai hadiah, bantuan, dan ketika orang memberikan saya uang, makanan atau tempat tinggal atau pakaian, harapan, arahan atau nasihat. Pengalaman-pengalaman ini membuat saya menghargai apa yang saya miliki hari ini. Dan saya juga banyak berbagi karena saya menghargai apa yang saya dapatkan. Dan ketika saya melihat hewan dan manusia yang sakit, hal ini mengganggu saya dan menginspirasi saya untuk melakukan sesuatu.

Ketika saya masih kecil, ayah angkat saya tidak menunjukan rasa peduli ketika dia melihat orang atau hewan yang kesakitan. Dia hanya berkata bahwa mereka patut merasakannya. Pendapat ayah angkat membingungkan bagi saya karena saya tidak mengerti mengapa manusia dan hewan-hewan ini patut merasakan sakit. Jadi ketika saya sudah dewasa saya mengerti bahwa mungkin mereka memang patut merasakan sakit ini karena akibat karma perbuatan mereka terdahulu, tetapi mereka juga patut dibantu.

Jadi, apapun yang kalian alami ketika masih kecil bisa menjadi inspirasi atau membuat anda putus asa ketika dewasa. Tetapi mengapa anda tidak membiarkan pengalaman-pengalaman ini membuat anda putus asa? Mengapa anda tidak membuat pengalaman-pengalaman ini menjadi inspirasi bagi anda untuk berhasil? Semua ini tergantung cara pikir anda sendiri.

Dan apapun yang tidak kalian alami semasa kecil bisa membuat anda berhasil atau mematahkan semangat anda, mengapa anda tidak mengalaminya sekarang, memajukan waktu dan membuat semua pengalaman ini untuk menyemangati anda untuk berhasil, bukannya mematahkan semangat anda.

Ingatlah sesuatu, banyak orang menanyakan, “karena saya adalah seorang inkarnasi lama luhur atau seorang inkarnasi atau seorang tulku, bukankah seharusnya masa kecil saya sempurna? Bukankah seharusnya saya memiliki orang tua sempurna, situasi sempurna, semuanya indah dan lezat dan mengagumkan?” ya itulah yang saya alami.

Saya memiliki masa kecil yang sempurna. saya dibesarkan dengan baik karena apapun yang saya alami dalam masa pertumbuhan membuka benih dalam pikiran saya, membuat saya belajar, membuat saya maju, semua hal negatif yang saya lihat membuat saya tidak ingin terlibat di dalamnya ketika dewasa, dan semua hal-hal positif yang saya lihat membuat saya ingin menjadi lebih baik semakin bertambahnya usia saya.

Jadi apakah saya memiliki masa kecil yang sempurna? Ya pastinya. Apakah saya dibesarkan dengan baik? Ya pastinya. Karena saya tidak dibesarkan dengan cara yang lembut dan mudah mendapatkan banyak hal. Saya tumbuh dalam suasana rusuh, bingung, penuh kebohongan, kekerasan dan penuh kekecewaan, dan ini adalah hal-hal yang saya tidak ingin dialami orang lain.

Jadi apakah saya akan terlahir dalam situasi seperti ini lagi? Apabila pengalaman ini membantu praktik spiritual saya dan membawa saya pada tingkat yang lebih tinggi, maka jawabannya adalah ya, dengan senang hati saya akan terlahir dalam situasi seperti ini lagi. Untuk belajar, berlatih dan berkembang.

Apakah saya akan merekomendasikan pengalaman ini kepada orang lain? Tergantung masing-masing individu. Yang penting adalah apa yang kita tidak alami semasa kecil, akan kita alami ketika dewasa dan akan lebih sulit bagi kita untuk mengatasinya. Apapun yang telah kita alami semasa kecil dan ketika menemukan situasi yang mirip ketika dewasa, tidak sulit bagi kita untuk menghadapinya. Karena kita sudah berpengalaman. Kita sudah ahli.

Apapun situasi yang dialami, anggaplah sebagai pelajaran, gunakan, praktikkan, dan majulah dengannya. Praktik spiritual itu artinya maju dan menunjukkan hasil.

Saya memiliki masa kecil yang indah, kalian semua juga memiliki masa kecil yang indah. Saya memiliki masa dewasa yang baik, kalian semua juga memiliki masa dewasa yang baik. Kalian bisa memilih untuk membuat keadaan menjadi baik. Buatlah keadaan menjadi baik dengan memulai dari diri sendiri untuk memiliki integritas, kemurahan hati, kebaikan, berbicara langsung, bertoleransi dan memaafkan.

Mulailah sekarang!

Start Concept

Cerita di atas adalah sesuatu yang ingin saya bagikan dengan semua sahabat pembaca blog saya di seluruh dunia. Ada banyak pelajaran berharga bagi saya dan mungkin beberapa hal yang bisa membantu anda juga. Terima kasih banyak.

Transkrip ini telah diedit dengan tujuan memperjelas dan memudahkan pengertian.

Tutup transkrip

 

Untuk membaca informasi menarik lainnya:

 

Please support us so that we can continue to bring you more Dharma:

If you are in the United States, please note that your offerings and contributions are tax deductible. ~ the tsemrinpoche.com blog team

DISCLAIMER IN RELATION TO COMMENTS OR POSTS GIVEN BY THIRD PARTIES BELOW

Kindly note that the comments or posts given by third parties in the comment section below do not represent the views of the owner and/or host of this Blog, save for responses specifically given by the owner and/or host. All other comments or posts or any other opinions, discussions or views given below under the comment section do not represent our views and should not be regarded as such. We reserve the right to remove any comments/views which we may find offensive but due to the volume of such comments, the non removal and/or non detection of any such comments/views does not mean that we condone the same.

We do hope that the participants of any comments, posts, opinions, discussions or views below will act responsibly and do not engage nor make any statements which are defamatory in nature or which may incite and contempt or ridicule of any party, individual or their beliefs or to contravene any laws.

Leave a Reply

Maximum file size: 15MB each
Allowed file types: jpg, jpeg, gif, png

 

Maximum file size: 50MB
Allowed file type: mp4
Maximum file size: 15MB each
Allowed file types: pdf, docx

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog Chat

BLOG CHAT

Dear blog friends,

I’ve created this section for all of you to share your opinions, thoughts and feelings about whatever interests you.

Everyone has a different perspective, so this section is for you.

Tsem Rinpoche


SCHEDULED CHAT SESSIONS / 聊天室时间表

(除了每个月的第一个星期五)
SUNDAY
8 - 9PM (GMT +8)
4 - 5AM (PST)

UPCOMING TOPICS FOR JUNE / 六月份讨论主题

Please come and join in the chat for a fun time and support. See you all there.


Blog Chat Etiquette

These are some simple guidelines to make the blog chat room a positive, enjoyable and enlightening experience for everyone. Please note that as this is a chat room, we chat! Do not flood the chat room, or post without interacting with others.

EXPAND
Be friendly

Remember that these are real people you are chatting with. They may have different opinions to you and come from different cultures. Treat them as you would face to face, and respect their opinions, and they will treat you the same.

Be Patient

Give the room a chance to answer you. Patience is a virtue. And if after awhile, people don't respond, perhaps they don't know the answer or they did not see your question. Do ask again or address someone directly. Do not be offended if people do not or are unable to respond to you.

Be Relevant

This is the blog of H.E. Tsem Rinpoche. Please respect this space. We request that all participants here are respectful of H.E. Tsem Rinpoche and his organisation, Kechara.

Be polite

Avoid the use of language or attitudes which may be offensive to others. If someone is disrespectful to you, ignore them instead of arguing with them.

Please be advised that anyone who contravenes these guidelines may be banned from the chatroom. Banning is at the complete discretion of the administrator of this blog. Should anyone wish to make an appeal or complaint about the behaviour of someone in the chatroom, please copy paste the relevant chat in an email to us at care@kechara.com and state the date and time of the respective conversation.

Please let this be a conducive space for discussions, both light and profound.

KECHARA FOREST RETREAT PROGRESS UPDATES

Here is the latest news and pictorial updates, as it happens, of our upcoming forest retreat project.

The Kechara Forest Retreat is a unique holistic retreat centre focused on the total wellness of body, mind and spirit. This is a place where families and individuals will find peace, nourishment and inspiration in a natural forest environment. At Kechara Forest Retreat, we are committed to give back to society through instilling the next generation with universal positive values such as kindness and compassion.

For more information, please read here (english), here (chinese), or the official site: retreat.kechara.com.

Noticeboard

Name: Email:
For:  
Mail will not be published
  • payal
    Monday, Jun 10. 2024 04:27 AM
    really….such a stunning sacred image 1,000 Armed Avalokitesvara as gift from Joshua and family for Rinpoche . More so receiving it on Wesak Day is indeed wonderful. Merely looking at this stunning images is a blessing.
  • Samfoonheei
    Friday, May 10. 2024 02:57 PM
    A card and hard disc from Sean Wang was truly a smart idea afterall. Nobody could imagine such idea but he did it. Placing thumb drives with millions and billions of Vajrayogini her holy mantra in Tibetan into the holy statue. Not only that drawing pictures too . Such a great idea whereby people come to make offerings, prostrate, circumambulate, collecting huge amount of merits for themselves and their love ones. Thanks to Sean Wang/
    Thank you Rinpoche for this sharing .

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/letters-cards-gifts/seans-got-a-great-idea.html
  • Samfoonheei
    Friday, May 10. 2024 02:55 PM
    Reading this blog kindly reminded us of the most cherished people in our lives that’s our parents. Mother’s Day that is on this Sunday 12th of May and Father’s Day falls on the third Sunday in June. Teachers Day too important ……a day to honour and recognise their roles in our lives. Rinpoche always emphasised that we should not avoid the responsibility of repaying the kindness of the people who have helped us in our life. The only true way to honour and repay their kindness is to let them know that their kindness meant a lot to us . Do something good for them or someone else as this practice ultimately gives enormous power and possibilities for positive effects in many lives not just our own life. Simple saying thank you and expressing our appreciation can go a long way.
    Reading all those powerful quotes by Rinpoche gives us a lesson and example.
    Thank you Rinpoche and writers team for sharing

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/inspiration-worthy-words/celebrating-kindness-20-quotes-from-tsem-rinpoche.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 06:11 PM
    Achi Chökyi Drölma is the Dharma Protector of the Drikung Kagyu school of Tibetan Buddhism. She also appears as a protector in the Karma Kagyu refuge tree as Achi Chodron. Although Achi has a particular committment to protect the Drikung Kagyu, she is recognized and practiced by all lineages of Tibetan Buddhism. To benefit the beings in samsara, she displays a limitless number of manifestations at different times and in different space dimensions. She vowed to protect the Drikung Kagyu lineage and its practitioners, removing inner and outer obstacles , a revered figure in Tibetan Buddhism, embodies the harmonious union of compassion, wisdom, and protective energy. a powerful wisdom-protector who guards and protects all sincere Dharma-practitioners to rely on her. She is also known for her power to confer wealth. She rose to protect Drikung Kagyu lineage while Dorje Shugden who rose to protect the Gelug teaching. Interesting read.
    Thank you Rinpoche and Gen Lobsang Phuljung for this interesting write up

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/buddhas-dharma/achi-chokyi-drolma-chief-protectress-of-the-drikung-kagyu.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 06:00 PM
    Dorje Shugden is a special Dharma Protector who quickly fulfils wishes and sincere prayers. He brings healing, harmony and peace; protects from harm and obstacles and attracts opportunities for success and growth. To promote the practice of Dorje Shugden, Kechara has came up a easy way for more people to understand the Powerful Practice. Presented in six different languages as such in English, Tibetan བོད་ཡིག, Chinese 中文, Hindi हिंदी, Tamil தமிழ், Nepali नेपाली so everyone could access. All those materials were distributed to visitors free of charge at all Kechara outlets. Looking at those pictures of visitors says all of how Kechara had spreads the practice of Dorje Shugden like wild fire. More people will get to know and understand the true stories and benefits of Dorje Shugden.
    Thank you Rinpoche and writers for this great sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/current-affairs/kechara-spreads-the-practice-of-dorje-shugden.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 05:57 PM
    For the last 60 years, the Tibetan Government-in-Exile has exploited, abused, marginalised and persecuted their people. For the first time in six decades, since the Tibetans first entered a life in exile, we are seeing more and more examples of ordinary Tibetans speaking up against this exploitation. In years gone past, Tibetans would never have dared to voice their objections to the leadership. They have been mixing religion and politics ever since. A majority of the Tibetans in India are stateless, and been sufferings quietly. Hundreds of thousands of Tibetans were killed during the Chinese invasion, prompting the young Dalai Lama to flee into exile in 1959. Because of all the exploitation the younger Tibetan generation are willing to express and speaking up.
    Reading the commentary by a anonymous member of the Tibetan community tells us how those desperate Tibetans experienced all this while and to voice the truth. Interesting read. In order to achieve peace it is necessary to address the root of violence and conflict by having dialogue between the Chinese Government and the Tibetan Government.
    Thank you Rinpoche for this sharing .

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/current-affairs/tibetan-refugee-youth-speaking-up.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 05:55 PM
    Coming up with these informative website is a great work of Rinpoche and writers team. With these website it had many people get to understand more of Tibetan Buddhism , great teachers teachings and of course all about the practice of Dorje Shugden. I am one of them , its was this website I got to know , learn, and understand about Tibetan Buddhism and Dorje Shugden.
    Thank you Rinpoche with folded hands and writers team .

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/buddhas-dharma/fantastic-new-dorje-shugden-website-launched.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 05:53 PM
    The legendary Ra Lotsawa Dorje Drak was born in the village of Nyenam,Southern Tibet amidst many auspicious signs of a high rebirth. Ra Lotsawa was a great tantric master and is one of the most controversial Buddhist teachers in Tibetan history who had used wrathful means to subjugate his opponents. One of the previous lives of Dorje Shugden is the renowned lama Ra Lotsawa Dorje Drak, Amongst his great deeds, Ra Lotsawa was known to have renovated many with Samye, Tibet’s first monastery. He also sponsored numerous new translation works, the copying and recitation of sacred scriptures, and the installation of Buddha statues. Interesting read of the biography of this great master. Ra Lotsawa Dorje Drakpa left behind a legacy of many great lamas, practitioners and preserving, as well as spreading this tantric system in Tibet.
    Thank you Rinpoche and Pastor David for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/great-lamas-masters/ra-lotsawa-dorje-drakpa-tibetan-master-of-the-vajrabhairava-tantra.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, May 8. 2024 05:51 PM
    Dorjé Shukden is a controversial Tibetan Buddhist protector deity, believed by some to be a wrathful spirit and by others to be an enlightened Buddha. The controversy that arose from this divided understanding over the last fifty years has impacted the Tibetan Buddhist community globally and continues to be relevant to observers and practitioners of Buddhism the world over. The Yellow Book, based on its cover. It was composed by Kyabje Zemey Rinpoche in 1970, but it was not published until 1973. Kyabje Zemey Rinpoche never intended for his book to be published but somehow it was published without his permission. According to the introduction, Kyabje Zemey Rinpoche authored this book in 1970 based on teachings given by Kyabje Trijang Rinpoche, the junior tutor to the 14th Dalai Lama.The original intention of this book was to be complementary material to Kyabje Trijang Rinpoche’s book, Music Delighting An Ocean of Protectors, which was published six years before the Yellow Book. The Yellow Book did not circulate widely until several years later. It is a collection of cautionary tales and teachings but sadly some influential powerful officials and people who had corrupted the Gelug lineage . Interesting read.
    I am looking forward to finish reading this book.
    Thank you Rinpoche and Martin for this interesting sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/great-lamas-masters/dr-christopher-bells-views-on-zemey-rinpoches-yellow-book.html
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:15 PM
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:13 PM
    Firebirds are mythical birds found in the folklore of many cultures. They are often depicted as magical birds with feathers that glow like flames or the sun. The mythology surrounding firebirds varies between cultures, but there are some common themes. In Greek mythology, the mythical bird known for its ability to be reborn from its ashes, symbolizing immortality and renewal. It is often depicted as a beautiful and majestic creature with brightly coloured feathers and a long tail. Interesting read of the stories related to the mythology, legend and folklore in this blog.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/me/beautiful-1000-armed-avalokitesvara.html
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:13 PM
    Wow….such a stunning sacred image 1,000 Armed Avalokitesvara as gift from Joshua and family for Rinpoche . More so receiving it on Wesak Day is indeed wonderful. Merely looking at this stunning images is a blessing. Its such a meaningful and beautiful gift.
    Thank you Rinpoche for this sharing

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/me/beautiful-1000-armed-avalokitesvara.html
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:09 PM
    For thousands of years a mystical paradise land hidden within the Himalayan Mountains called Shambhala also known by many names. For many generations, people have attempted to search for this paradise land of spiritual evolution.According to the legend, Shambhala is a place of peace and happiness. The existence of Shambhala is mentioned in the old scripture. There are many legends associated with the location of Shambhala. There are many great meditators that have travelled astrally to this beautiful paradise place sharing and describe their experiences. Reading through this interesting article again and again to understand better.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/great-lamas-masters/the-mythical-land-of-shambhala.html
  • Samfoonheei
    Saturday, May 4. 2024 06:07 PM
    Cham Dance is the traditional dance of Tibetans. It involves a series of masked dances, which are usually performed by monks and laymen, wearing colourful costumes. These dances are vibrant and lively and are performed during annual festivals. Dorje Shugden Cham dance is one of them, is said to have originated in the Himalayan range and by far the date and year are kept as a treasured secret to this date. The Dorje Shugden cham dance is rare but not an obscure lineage; there are certain monasteries in Tibet who have practised this dance for hundreds of years. Dorje Shugden Cham dance is a colourful and impressive performance, performed by Buddhist monks who practiced Dorje Shugden. The Cham dance is very powerful and through the dance which depicts the truth of Dorje Shugden.There are a few variations of accounts on the history and the lineage of Dorje Shugden, written by various attained lamas in the last 350 years. Collected works on Dorje Shugden written by His H H Kyabje Trijang Rinpoche considered the most accurate account. As describes clearly how Dorje Shugden for many lifetimes had manifested high level Mahasiddhas. Dorje Shugden and his entourage of thirty-two deities are all depicted in the Cham dance as a World Peace Protector. Interesting read.
    Thank you Rinpoche great sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/travel/dorje-shugden-cham-dance-in-nyemo-gyelche-monastery-tibet.html
  • Samfoonheei
    Saturday, Apr 20. 2024 04:08 PM
    Momo is a dumpling made of all-purpose flour and filled with either meat or vegetables. Inspired by Tibetan dumplings, the dish is a very popular Nepali street food. It is one of my favourite foods. Last year while in Kathmandu I am fortunate given the opportunity to learn and made vegetarian Momos.
    Thank you Rinpoche for this sharing as it reminds me of trip there visiting some of the Holiest sites and trying my hand making momos then.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/students-friends/making-nepalese-momos.html

1 · 2 · 3 · 4 · 5 · »

Messages from Rinpoche

Scroll down within the box to view more messages from Rinpoche. Click on the images to enlarge. Click on 'older messages' to view archived messages. Use 'prev' and 'next' links to navigate between pages

Use this URL to link to this section directly: https://www.tsemrinpoche.com/#messages-from-rinpoche

Previous Live Videos

MORE VIDEOS

Shugdenpas Speaking Up Across The Globe

From Europe Shugden Association:


MORE VIDEOS

From Tibetan Public Talk:


MORE VIDEOS

CREDITS

Concept: Tsem Rinpoche
Technical: Lew Kwan Leng, Justin Ripley, Yong Swee Keong
Design: Justin Ripley, Cynthia Lee
Content: Tsem Rinpoche, Justin Ripley, Pastor Shin Tan, Sarah Yap
Admin: Pastor Loh Seng Piow, Beng Kooi

I must thank my dharma blog team who are great assets to me, Kechara and growth of dharma in this wonderful region. I am honoured and thrilled to work with them. I really am. Maybe I don't say it enough to them, but I am saying it now. I APPRECIATE THESE GUYS VERY MUCH!

Tsem Rinpoche

Total views today
2,836
Total views up to date
26,041,536
Facebook Fans Youtube Views Blog Views
Animal Care Fund
  Bigfoot, Yeti, Sasquatch

The Unknown

The Known and unknown are both feared,
Known is being comfortable and stagnant,
The unknown may be growth and opportunities,
One shall never know if one fears the unknown more than the known.
Who says the unknown would be worse than the known?
But then again, the unknown is sometimes worse than the known. In the end nothing is known unless we endeavour,
So go pursue all the way with the unknown,
because all unknown with familiarity becomes the known.
~Tsem Rinpoche

Photos On The Go

Click on the images to view the bigger version. And scroll down and click on "View All Photos" to view more images.
According to legend, Shambhala is a place where wisdom and love reign, and there is no crime. Doesn\'t this sound like the kind of place all of us would love to live in? https://www.tsemrinpoche.com/?p=204874
4 years ago
According to legend, Shambhala is a place where wisdom and love reign, and there is no crime. Doesn't this sound like the kind of place all of us would love to live in? https://www.tsemrinpoche.com/?p=204874
108 candles and sang (incense) offered at our Wish-Fulfilling Grotto, invoking Dorje Shugden\'s blessings for friends, sponsors and supporters, wonderful!
4 years ago
108 candles and sang (incense) offered at our Wish-Fulfilling Grotto, invoking Dorje Shugden's blessings for friends, sponsors and supporters, wonderful!
Dharmapalas are not exclusive to Tibetan culture and their practice is widespread throughout the Buddhist world - https://www.tsemrinpoche.com/?p=193645
4 years ago
Dharmapalas are not exclusive to Tibetan culture and their practice is widespread throughout the Buddhist world - https://www.tsemrinpoche.com/?p=193645
One of our adorable Kechara Forest Retreat\'s doggies, Tara, happy and safe, and enjoying herself in front of Wisdom Hall which has been decorated for Chinese New Year
4 years ago
One of our adorable Kechara Forest Retreat's doggies, Tara, happy and safe, and enjoying herself in front of Wisdom Hall which has been decorated for Chinese New Year
Fragrant organic Thai basil harvested from our very own Kechara Forest Retreat farm!
4 years ago
Fragrant organic Thai basil harvested from our very own Kechara Forest Retreat farm!
On behalf of our Puja House team, Pastor Tat Ming receives food and drinks from Rinpoche. Rinpoche wanted to make sure the hardworking Puja House team are always taken care of.
4 years ago
On behalf of our Puja House team, Pastor Tat Ming receives food and drinks from Rinpoche. Rinpoche wanted to make sure the hardworking Puja House team are always taken care of.
By the time I heard about Luang Phor Thong, he was already very old, in his late 80s. When I heard about him, I immediately wanted to go and pay my respects to him. - http://bit.ly/LuangPhorThong
4 years ago
By the time I heard about Luang Phor Thong, he was already very old, in his late 80s. When I heard about him, I immediately wanted to go and pay my respects to him. - http://bit.ly/LuangPhorThong
It\'s very nice to see volunteers helping maintain holy sites in Kechara Forest Retreat, it\'s very good for them. Cleaning Buddha statues is a very powerful and effective way of purifying body karma.
4 years ago
It's very nice to see volunteers helping maintain holy sites in Kechara Forest Retreat, it's very good for them. Cleaning Buddha statues is a very powerful and effective way of purifying body karma.
Kechara Forest Retreat is preparing for the upcoming Chinese New Year celebrations. This is our holy Vajra Yogini stupa which is now surrounded by beautiful lanterns organised by our students.
4 years ago
Kechara Forest Retreat is preparing for the upcoming Chinese New Year celebrations. This is our holy Vajra Yogini stupa which is now surrounded by beautiful lanterns organised by our students.
One of the most recent harvests from our Kechara Forest Retreat land. It was grown free of chemicals and pesticides, wonderful!
4 years ago
One of the most recent harvests from our Kechara Forest Retreat land. It was grown free of chemicals and pesticides, wonderful!
Third picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
5 years ago
Third picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
Second picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
5 years ago
Second picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
First picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
5 years ago
First picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
The first title published by Kechara Comics is Karuna Finds A Way. It tells the tale of high-school sweethearts Karuna and Adam who had what some would call the dream life. Everything was going great for them until one day when reality came knocking on their door. Caught in a surprise swindle, this loving family who never harmed anyone found themselves out of luck and down on their fortune. Determined to save her family, Karuna goes all out to find a solution. See what she does- https://bit.ly/2LSKuWo
5 years ago
The first title published by Kechara Comics is Karuna Finds A Way. It tells the tale of high-school sweethearts Karuna and Adam who had what some would call the dream life. Everything was going great for them until one day when reality came knocking on their door. Caught in a surprise swindle, this loving family who never harmed anyone found themselves out of luck and down on their fortune. Determined to save her family, Karuna goes all out to find a solution. See what she does- https://bit.ly/2LSKuWo
Very powerful story! Tibetan Resistance group Chushi Gangdruk reveals how Dalai Lama escaped in 1959- https://bit.ly/2S9VMGX
5 years ago
Very powerful story! Tibetan Resistance group Chushi Gangdruk reveals how Dalai Lama escaped in 1959- https://bit.ly/2S9VMGX
At Kechara Forest Retreat land we have nice fresh spinach growing free of chemicals and pesticides. Yes!
5 years ago
At Kechara Forest Retreat land we have nice fresh spinach growing free of chemicals and pesticides. Yes!
See beautiful pictures of Manjushri Guest House here- https://bit.ly/2WGo0ti
5 years ago
See beautiful pictures of Manjushri Guest House here- https://bit.ly/2WGo0ti
Beginner’s Introduction to Dorje Shugden~Very good overview https://bit.ly/2QQNfYv
5 years ago
Beginner’s Introduction to Dorje Shugden~Very good overview https://bit.ly/2QQNfYv
Fresh eggplants grown on Kechara Forest Retreat\'s land here in Malaysia
5 years ago
Fresh eggplants grown on Kechara Forest Retreat's land here in Malaysia
Most Venerable Uppalavanna – The Chief Female Disciple of Buddha Shakyamuni - She exhibited many supernatural abilities gained from meditation and proved to the world females and males are equal in spirituality- https://bit.ly/31d9Rat
5 years ago
Most Venerable Uppalavanna – The Chief Female Disciple of Buddha Shakyamuni - She exhibited many supernatural abilities gained from meditation and proved to the world females and males are equal in spirituality- https://bit.ly/31d9Rat
Thailand’s ‘Renegade’ Yet Powerful Buddhist Nuns~ https://bit.ly/2Z1C02m
5 years ago
Thailand’s ‘Renegade’ Yet Powerful Buddhist Nuns~ https://bit.ly/2Z1C02m
Mahapajapati Gotami – the first Buddhist nun ordained by Lord Buddha- https://bit.ly/2IjD8ru
5 years ago
Mahapajapati Gotami – the first Buddhist nun ordained by Lord Buddha- https://bit.ly/2IjD8ru
The Largest Buddha Shakyamuni in Russia | 俄罗斯最大的释迦牟尼佛画像- https://bit.ly/2Wpclni
5 years ago
The Largest Buddha Shakyamuni in Russia | 俄罗斯最大的释迦牟尼佛画像- https://bit.ly/2Wpclni
Sacred Vajra Yogini
5 years ago
Sacred Vajra Yogini
Dorje Shugden works & archives - a labour of commitment - https://bit.ly/30Tp2p8
5 years ago
Dorje Shugden works & archives - a labour of commitment - https://bit.ly/30Tp2p8
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha.
5 years ago
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha.
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha. She was his step-mother and aunt. Buddha\'s mother had passed away at his birth so he was raised by Gotami.
5 years ago
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha. She was his step-mother and aunt. Buddha's mother had passed away at his birth so he was raised by Gotami.
Another nun disciple of Lord Buddha\'s. She had achieved great spiritual abilities and high attainments. She would be a proper object of refuge. This image of the eminent bhikkhuni (nun) disciple of the Buddha, Uppalavanna Theri.
5 years ago
Another nun disciple of Lord Buddha's. She had achieved great spiritual abilities and high attainments. She would be a proper object of refuge. This image of the eminent bhikkhuni (nun) disciple of the Buddha, Uppalavanna Theri.
Wandering Ascetic Painting by Nirdesha Munasinghe
5 years ago
Wandering Ascetic Painting by Nirdesha Munasinghe
High Sri Lankan monks visit Kechara to bless our land, temple, Buddha and Dorje Shugden images. They were very kind-see pictures- https://bit.ly/2HQie2M
5 years ago
High Sri Lankan monks visit Kechara to bless our land, temple, Buddha and Dorje Shugden images. They were very kind-see pictures- https://bit.ly/2HQie2M
This is pretty amazing!

First Sri Lankan Buddhist temple opened in Dubai!!!
5 years ago
This is pretty amazing! First Sri Lankan Buddhist temple opened in Dubai!!!
My Dharma boy (left) and Oser girl loves to laze around on the veranda in the mornings. They enjoy all the trees, grass and relaxing under the hot sun. Sunbathing is a favorite daily activity. I care about these two doggies of mine very much and I enjoy seeing them happy. They are with me always. Tsem Rinpoche

Always be kind to animals and eat vegetarian- https://bit.ly/2Psp8h2
5 years ago
My Dharma boy (left) and Oser girl loves to laze around on the veranda in the mornings. They enjoy all the trees, grass and relaxing under the hot sun. Sunbathing is a favorite daily activity. I care about these two doggies of mine very much and I enjoy seeing them happy. They are with me always. Tsem Rinpoche Always be kind to animals and eat vegetarian- https://bit.ly/2Psp8h2
After you left me Mumu, I was alone. I have no family or kin. You were my family. I can\'t stop thinking of you and I can\'t forget you. My bond and connection with you is so strong. I wish you were by my side. Tsem Rinpoche
5 years ago
After you left me Mumu, I was alone. I have no family or kin. You were my family. I can't stop thinking of you and I can't forget you. My bond and connection with you is so strong. I wish you were by my side. Tsem Rinpoche
This story is a life-changer. Learn about the incredible Forest Man of India | 印度“森林之子”- https://bit.ly/2Eh4vRS
5 years ago
This story is a life-changer. Learn about the incredible Forest Man of India | 印度“森林之子”- https://bit.ly/2Eh4vRS
Part 2-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
5 years ago
Part 2-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
Part 1-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
5 years ago
Part 1-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
The great Protector Manjushri Dorje Shugden depicted in the beautiful Mongolian style. To download a high resolution file: https://bit.ly/2Nt3FHz
5 years ago
The great Protector Manjushri Dorje Shugden depicted in the beautiful Mongolian style. To download a high resolution file: https://bit.ly/2Nt3FHz
The Mystical land of Shambhala is finally ready for everyone to feast their eyes and be blessed. A beautiful post with information, art work, history, spirituality and a beautiful book composed by His Holiness the 6th Panchen Rinpoche. ~ https://bit.ly/309MHBi
5 years ago
The Mystical land of Shambhala is finally ready for everyone to feast their eyes and be blessed. A beautiful post with information, art work, history, spirituality and a beautiful book composed by His Holiness the 6th Panchen Rinpoche. ~ https://bit.ly/309MHBi
Beautiful pictures of the huge Buddha in Longkou Nanshan- https://bit.ly/2LsBxVb
5 years ago
Beautiful pictures of the huge Buddha in Longkou Nanshan- https://bit.ly/2LsBxVb
The reason-Very interesting thought- https://bit.ly/2V7VT5r
5 years ago
The reason-Very interesting thought- https://bit.ly/2V7VT5r
NEW Bigfoot cafe in Malaysia! Food is delicious!- https://bit.ly/2VxdGau
5 years ago
NEW Bigfoot cafe in Malaysia! Food is delicious!- https://bit.ly/2VxdGau
DON\'T MISS THIS!~How brave Bonnie survived by living with a herd of deer~ https://bit.ly/2Lre2eY
5 years ago
DON'T MISS THIS!~How brave Bonnie survived by living with a herd of deer~ https://bit.ly/2Lre2eY
Global Superpower China Will Cut Meat Consumption by 50%! Very interesting, find out more- https://bit.ly/2V1sJFh
5 years ago
Global Superpower China Will Cut Meat Consumption by 50%! Very interesting, find out more- https://bit.ly/2V1sJFh
You can download this beautiful Egyptian style Dorje Shugden Free- https://bit.ly/2Nt3FHz
5 years ago
You can download this beautiful Egyptian style Dorje Shugden Free- https://bit.ly/2Nt3FHz
Beautiful high file for print of Lord Manjushri. May you be blessed- https://bit.ly/2V8mwZe
5 years ago
Beautiful high file for print of Lord Manjushri. May you be blessed- https://bit.ly/2V8mwZe
Mongolian (Oymiakon) Shaman in Siberia, Russia. That is his real outfit he wears. Very unique. TR
5 years ago
Mongolian (Oymiakon) Shaman in Siberia, Russia. That is his real outfit he wears. Very unique. TR
Find one of the most beautiful temples in the world in Nara, Japan. It is the 1,267 year old Todai-ji temple that houses a 15 meter Buddha Vairocana statue who is a cosmic and timeless Buddha. Emperor Shomu who sponsored this beautiful temple eventually abdicated and ordained as a Buddhist monk. Very interesting history and story. One of the places everyone should visit- https://bit.ly/2VgsHhK
5 years ago
Find one of the most beautiful temples in the world in Nara, Japan. It is the 1,267 year old Todai-ji temple that houses a 15 meter Buddha Vairocana statue who is a cosmic and timeless Buddha. Emperor Shomu who sponsored this beautiful temple eventually abdicated and ordained as a Buddhist monk. Very interesting history and story. One of the places everyone should visit- https://bit.ly/2VgsHhK
Manjusri Kumara (bodhisattva of wisdom), India, Pala dynesty, 9th century, stone, Honolulu Academy of Arts
5 years ago
Manjusri Kumara (bodhisattva of wisdom), India, Pala dynesty, 9th century, stone, Honolulu Academy of Arts
Click on "View All Photos" above to view more images

Videos On The Go

Please click on the images to watch video
  • Pig puts his toys away
    4 years ago
    Pig puts his toys away
    Animals are so intelligent. They can feel happiness, joy, pain, sorrow, just like humans. Always show kindness to them. Always show kindness to everyone.
  • Always be kind to animals-They deserve to live just like us.
    5 years ago
    Always be kind to animals-They deserve to live just like us.
    Whales and dolphins playing with each other in the Pacific sea. Nature is truly incredible!
  • Bodha stupa July 2019-
    5 years ago
    Bodha stupa July 2019-
    Rainy period
  • Cute Tara girl having a snack. She is one of Kechara Forest Retreat’s resident doggies.
    5 years ago
    Cute Tara girl having a snack. She is one of Kechara Forest Retreat’s resident doggies.
  • Your Next Meal!
    5 years ago
    Your Next Meal!
    Yummy? Tasty? Behind the scenes of the meat on your plates. Meat is a killing industry.
  • This is Daw
    5 years ago
    This is Daw
    This is what they do to get meat on tables, and to produce belts and jackets. Think twice before your next purchase.
  • Don’t Take My Mummy Away!
    5 years ago
    Don’t Take My Mummy Away!
    Look at the poor baby chasing after the mother. Why do we do that to them? It's time to seriously think about our choices in life and how they affect others. Be kind. Don't break up families.
  • They do this every day!
    5 years ago
    They do this every day!
    This is how they are being treated every day of their lives. Please do something to stop the brutality. Listen to their cries for help!
  • What happened at Fair Oaks Farm?
    5 years ago
    What happened at Fair Oaks Farm?
    The largest undercover dairy investigation of all time. See what they found out at Fair Oaks Farm.
  • She’s going to spend her whole life here without being able to move correctly. Like a machine. They are the slaves of the people and are viewed as a product. It’s immoral. Billions of terrestrial animals die annually. Billions. You can’t even imagine it. And all that because people don’t want to give up meat, even though there are so many alternatives. ~ Gabriel Azimov
    5 years ago
    She’s going to spend her whole life here without being able to move correctly. Like a machine. They are the slaves of the people and are viewed as a product. It’s immoral. Billions of terrestrial animals die annually. Billions. You can’t even imagine it. And all that because people don’t want to give up meat, even though there are so many alternatives. ~ Gabriel Azimov
  • Our Malaysian Prime Minister Dr. Mahathir speaks so well, logically and regarding our country’s collaboration with China for growth. It is refreshing to listen to Dr. Mahathir’s thoughts. He said our country can look to China for many more things such as technology and so on. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Our Malaysian Prime Minister Dr. Mahathir speaks so well, logically and regarding our country’s collaboration with China for growth. It is refreshing to listen to Dr. Mahathir’s thoughts. He said our country can look to China for many more things such as technology and so on. Tsem Rinpoche
  • This is the first time His Holiness Dalai Lama mentions he had some very serious illness. Very worrying. This video is captured April 2019.
    5 years ago
    This is the first time His Holiness Dalai Lama mentions he had some very serious illness. Very worrying. This video is captured April 2019.
  • Beautiful Monastery in Hong Kong
    5 years ago
    Beautiful Monastery in Hong Kong
  • This dog thanks his hero in such a touching way. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    This dog thanks his hero in such a touching way. Tsem Rinpoche
  • Join Tsem Rinpoche in prayer for H.H. Dalai Lama’s long life~ https://www.youtube.com/watch?v=gYy7JcveikU&feature=youtu.be
    5 years ago
    Join Tsem Rinpoche in prayer for H.H. Dalai Lama’s long life~ https://www.youtube.com/watch?v=gYy7JcveikU&feature=youtu.be
  • These people going on pilgrimage to a holy mountain and prostrating out of devotion and for pilgrimage in Tibet. Such determination for spiritual practice. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    These people going on pilgrimage to a holy mountain and prostrating out of devotion and for pilgrimage in Tibet. Such determination for spiritual practice. Tsem Rinpoche
  • Beautiful new casing in Kechara for Vajra Yogini. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Beautiful new casing in Kechara for Vajra Yogini. Tsem Rinpoche
  • Get ready to laugh real hard. This is Kechara’s version of “Whatever Happened to Baby Jane!” We have some real talents in this video clip.
    5 years ago
    Get ready to laugh real hard. This is Kechara’s version of “Whatever Happened to Baby Jane!” We have some real talents in this video clip.
  • Recitation of Dorje Dermo‘s mantra or the Dharani of Glorious Vajra Claws. This powerful mantra is meant to destroy all obstacles that come in our way. Beneficial to play this mantra in our environments.
    5 years ago
    Recitation of Dorje Dermo‘s mantra or the Dharani of Glorious Vajra Claws. This powerful mantra is meant to destroy all obstacles that come in our way. Beneficial to play this mantra in our environments.
  • Beautiful
    5 years ago
    Beautiful
    Beautiful sacred Severed Head Vajra Yogini from Tsem Rinpoche's personal shrine.
  • My little monster cute babies Dharma and Oser. Take a look and get a cute attack for the day! Tsem Rinpoche
    5 years ago
    My little monster cute babies Dharma and Oser. Take a look and get a cute attack for the day! Tsem Rinpoche
  • Plse watch this short video and see how all sentient beings are capable of tenderness and love. We should never hurt animals nor should we eat them. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Plse watch this short video and see how all sentient beings are capable of tenderness and love. We should never hurt animals nor should we eat them. Tsem Rinpoche
  • Cruelty of some people have no limits and it’s heartbreaking. Being kind cost nothing. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Cruelty of some people have no limits and it’s heartbreaking. Being kind cost nothing. Tsem Rinpoche
  • SUPER ADORABLE and must see
    5 years ago
    SUPER ADORABLE and must see
    Tsem Rinpoche's dog Oser girl enjoying her snack in her play pen.
  • Cute!
    5 years ago
    Cute!
    Oser girl loves the balcony so much. - https://www.youtube.com/watch?v=RTcoWpKJm2c
  • Uncle Wong
    5 years ago
    Uncle Wong
    We were told by Uncle Wong he is very faithful toward Dorje Shugden. Dorje Shugden has extended help to him on several occasions and now Uncle Wong comes daily to make incense offerings to Dorje Shugden. He is grateful towards the help he was given.
  • Tsem Rinpoche’s Schnauzer Dharma boy fights Robot sphere from Arkonide!
    5 years ago
    Tsem Rinpoche’s Schnauzer Dharma boy fights Robot sphere from Arkonide!
  • Cute baby owl found and rescued
    5 years ago
    Cute baby owl found and rescued
    We rescued a lost baby owl in Kechara Forest Retreat.
  • Nice cups from Kechara!!
    5 years ago
    Nice cups from Kechara!!
    Dorje Shugden people's lives matter!
  • Enjoy a peaceful morning at Kechara Forest Retreat
    5 years ago
    Enjoy a peaceful morning at Kechara Forest Retreat
    Chirping birds and other forest animals create a joyful melody at the Vajrayogini stupa in Kechara Forest Retreat (Bentong, Malaysia).
  • This topic is so hot in many circles right now.
    7 years ago
    This topic is so hot in many circles right now.
    This video is thought-provoking and very interesting. Watch! Thanks so much to our friends at LIVEKINDLY.
  • Chiropractic CHANGES LIFE for teenager with acute PAIN & DEAD LEG.
    7 years ago
    Chiropractic CHANGES LIFE for teenager with acute PAIN & DEAD LEG.
  • BEAUTIFUL PLACE IN NEW YORK STATE-AMAZING.
    7 years ago
    BEAUTIFUL PLACE IN NEW YORK STATE-AMAZING.
  • Leonardo DiCaprio takes on the meat Industry with real action.
    7 years ago
    Leonardo DiCaprio takes on the meat Industry with real action.
  • Do psychic mediums have messages from beyond?
    7 years ago
    Do psychic mediums have messages from beyond?
  • Lovely gift for my 52nd Birthday. Tsem Rinpoche
    7 years ago
    Lovely gift for my 52nd Birthday. Tsem Rinpoche
  • This 59-year-old chimpanzee was refusing food and ready to die until...
    7 years ago
    This 59-year-old chimpanzee was refusing food and ready to die until...
    she received “one last visit from an old friend” 💔💔
  • Bigfoot sighted again and made it to the news.
    7 years ago
    Bigfoot sighted again and made it to the news.
  • Casper is such a cute and adorable. I like him.
    7 years ago
    Casper is such a cute and adorable. I like him.
  • Dorje Shugden Monastery Amarbayasgalant  Mongolia's Ancient Hidden Gem
    7 years ago
    Dorje Shugden Monastery Amarbayasgalant Mongolia's Ancient Hidden Gem
  • Don't you love Hamburgers? See how 'delicious' it is here!
    7 years ago
    Don't you love Hamburgers? See how 'delicious' it is here!
  • Such a beautiful and powerful message from a person who knows the meaning of life. Tsem Rinpoche
    7 years ago
    Such a beautiful and powerful message from a person who knows the meaning of life. Tsem Rinpoche
  • What the meat industry figured out is that you don't need healthy animals to make a profit.
    7 years ago
    What the meat industry figured out is that you don't need healthy animals to make a profit.
    Sick animals are more profitable... farms calculate how close to death they can keep animals without killing them. That's the business model. How quickly they can be made to grow, how tightly they can be packed, how much or how little can they eat, how sick they can get without dying... We live in a world in which it's conventional to treat an animal like a block of wood. ~ Jonathan Safran Foer
  • This video went viral and it's a must watch!!
    7 years ago
    This video went viral and it's a must watch!!
  • SEE HOW THIS ANIMAL SERIAL KILLER HAS NO ISSUE BLUDGEONING THIS DEFENSELESS BEING.
    7 years ago
    SEE HOW THIS ANIMAL SERIAL KILLER HAS NO ISSUE BLUDGEONING THIS DEFENSELESS BEING.
    This happens daily in slaughterhouse so you can get your pork and Bak ku teh. Stop eating meat.

ASK A PASTOR


Ask the Pastors

A section for you to clarify your Dharma questions with Kechara’s esteemed pastors.

Just post your name and your question below and one of our pastors will provide you with an answer.

Scroll down and click on "View All Questions" to view archived questions.

View All Questions

CHAT PICTURES

We hope you enjoyed our pictures, as much as we enjoyed our Wesak Day together in Penang. Let us carry the energy and enthusiasm we experienced so far and inspires many more. Happy Wesak Day! 22/5/2024 KPSG by Jacinta
3 weeks ago
We hope you enjoyed our pictures, as much as we enjoyed our Wesak Day together in Penang. Let us carry the energy and enthusiasm we experienced so far and inspires many more. Happy Wesak Day! 22/5/2024 KPSG by Jacinta
Puja offering packages. Thanks to those who sponsored the puja. May all your wishes be fulfilled. KPSG by Jacinta
3 weeks ago
Puja offering packages. Thanks to those who sponsored the puja. May all your wishes be fulfilled. KPSG by Jacinta
Colourful altar with plenty of offerings. We had DS puja with Praise to Buddha Shakyamuni as we celebrate this special day of Buddha's Birth, Enlightenment and Parinirvana. KPSG by Jacinta
3 weeks ago
Colourful altar with plenty of offerings. We had DS puja with Praise to Buddha Shakyamuni as we celebrate this special day of Buddha's Birth, Enlightenment and Parinirvana. KPSG by Jacinta
Some of the activities done during the Wesak Day Celebration in Penang. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 weeks ago
Some of the activities done during the Wesak Day Celebration in Penang. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Wesak Day Celebration in Penang!Buddha's Bathing Ritual. 22/5/2024 Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 weeks ago
Wesak Day Celebration in Penang!Buddha's Bathing Ritual. 22/5/2024 Kechara Penang Study Group by Jacinta.
11/5/2024 Saturday @3pm. After puja, all members helped out clearing the offerings and we shared out the blessed food offerings with our families, friends and even animals. Kechara Penang Study Group by Jacinta
4 weeks ago
11/5/2024 Saturday @3pm. After puja, all members helped out clearing the offerings and we shared out the blessed food offerings with our families, friends and even animals. Kechara Penang Study Group by Jacinta
11/5/2024 Saturday @3pm. Activities during puja. Members chanting Dorje Shugden mantras. We've completed Dorje Shugden puja cum Namasangiti. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
4 weeks ago
11/5/2024 Saturday @3pm. Activities during puja. Members chanting Dorje Shugden mantras. We've completed Dorje Shugden puja cum Namasangiti. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
11/5/2024, Saturday @3pm. Activities : Offerings of khata to Rinpoche, garland of flowers to Dorje Shugden and a new Tibetan butterlamp being offered on the altar. Kechara Penang Study Group by Jacinta
4 weeks ago
11/5/2024, Saturday @3pm. Activities : Offerings of khata to Rinpoche, garland of flowers to Dorje Shugden and a new Tibetan butterlamp being offered on the altar. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Today we have an inaugural cancer free diet talk and info sharing by Mr. Ooi. Mr. Ooi is a Penangite and like any other man, he has a family to provide for. From colon cancer stage 4,he is now known as a cancer-free man. Learn more about his story and his acquaintance with Dorje Shugden here https://youtu.be/x7i-yXJBUwM?si=A-5O0udxjg52iS58
1 month ago
Today we have an inaugural cancer free diet talk and info sharing by Mr. Ooi. Mr. Ooi is a Penangite and like any other man, he has a family to provide for. From colon cancer stage 4,he is now known as a cancer-free man. Learn more about his story and his acquaintance with Dorje Shugden here https://youtu.be/x7i-yXJBUwM?si=A-5O0udxjg52iS58
Kind-hearted sponsors sponsored these kuih-muih & flowers for today's puja @ 4th May, 2024. Should you wish to contribute these or sponsor our weekly puja, do contact us for more details. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
1 month ago
Kind-hearted sponsors sponsored these kuih-muih & flowers for today's puja @ 4th May, 2024. Should you wish to contribute these or sponsor our weekly puja, do contact us for more details. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Pastor Seng Piow guides us on the flow of Dorje Shugden puja, its benefits, significant of Chanting the names of Manjushri and also explaining the dedication for the sponsors and to those in need before we start the puja as we have 2 newcomers today.
2 months ago
Pastor Seng Piow guides us on the flow of Dorje Shugden puja, its benefits, significant of Chanting the names of Manjushri and also explaining the dedication for the sponsors and to those in need before we start the puja as we have 2 newcomers today.
Two Pastors in da house! Double the merits, double the happiness. Kechara Penang Study Group by Jacinta
2 months ago
Two Pastors in da house! Double the merits, double the happiness. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Mr. Cheah Fook Wan offered lights and incense to The Three Jewels prior to the puja in Ipoh. (KISG - Kin Hoe)
2 months ago
Mr. Cheah Fook Wan offered lights and incense to The Three Jewels prior to the puja in Ipoh. (KISG - Kin Hoe)
Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations on Sunday afternoon in Ipoh. (KISG- Kin Hoe)
2 months ago
Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations on Sunday afternoon in Ipoh. (KISG- Kin Hoe)
Powerful Dorje Shugden puja @ Jalan Seang Tek, Penang. Every Saturday, 3 pm. Remove obstacles and grant blessings to fulfil wishes. Kechara Penang Study Group by Jacinta. 6th April 2024
2 months ago
Powerful Dorje Shugden puja @ Jalan Seang Tek, Penang. Every Saturday, 3 pm. Remove obstacles and grant blessings to fulfil wishes. Kechara Penang Study Group by Jacinta. 6th April 2024
Rejoice to the volunteers (also kind sponsors) who cleaned the Gyenze Chapel and made abundant offerings to Gyenze. ~ Alice
3 months ago
Rejoice to the volunteers (also kind sponsors) who cleaned the Gyenze Chapel and made abundant offerings to Gyenze. ~ Alice
Offered beautiful flowers abundantly to Gyenze. ~ Alice
3 months ago
Offered beautiful flowers abundantly to Gyenze. ~ Alice
Offered beautiful flowers abundantly to Gyenze. ~ Alice
3 months ago
Offered beautiful flowers abundantly to Gyenze. ~ Alice
Our weekly Dorje Shugden Puja @ 23/3/2024 . William, as the umze is seen here burning incense powder as we are about to recite the Sangsol Prayer to Dorje Shugden composed by Ganden Serkong. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 months ago
Our weekly Dorje Shugden Puja @ 23/3/2024 . William, as the umze is seen here burning incense powder as we are about to recite the Sangsol Prayer to Dorje Shugden composed by Ganden Serkong. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
And here's Mr Wong of KSK Ipoh who dropped by to pray and offered some donation to the Chapel. Kechara Penang Study Group. Pic by Siew Hong & uploaded by Jacinta.
3 months ago
And here's Mr Wong of KSK Ipoh who dropped by to pray and offered some donation to the Chapel. Kechara Penang Study Group. Pic by Siew Hong & uploaded by Jacinta.
Today's puja (16/3/2024) ended around 420pm, Jacinta was the umze of the day. Pic by Siew Hong. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 months ago
Today's puja (16/3/2024) ended around 420pm, Jacinta was the umze of the day. Pic by Siew Hong. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Group photo taken after the last session, sealed with King of Prayers. Come and join us next time! Sayonara - 9-10th March 2024 - Kechara Penang DS Retreat by Jacinta.
3 months ago
Group photo taken after the last session, sealed with King of Prayers. Come and join us next time! Sayonara - 9-10th March 2024 - Kechara Penang DS Retreat by Jacinta.
Abundance altar! Fruits, flowers, Mee Koo (traditional Penang buns), Bee Hoon, sourdoughs and snacks are some of the offerings to Rinpoche, Buddhas & Bodhisattvas. Kechara Penang Dorje Shugden Retreat 9-10th March, 2024 by Jacinta.
3 months ago
Abundance altar! Fruits, flowers, Mee Koo (traditional Penang buns), Bee Hoon, sourdoughs and snacks are some of the offerings to Rinpoche, Buddhas & Bodhisattvas. Kechara Penang Dorje Shugden Retreat 9-10th March, 2024 by Jacinta.
Siew Hong, one of retreatants and an active member of Kechara Penang group proudly presented her torma to be used during the Kalarupa puja. Kechara Penang Study Group by Jacinta
3 months ago
Siew Hong, one of retreatants and an active member of Kechara Penang group proudly presented her torma to be used during the Kalarupa puja. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Torma making was taught by Pastor Seng Piow and held one day before the retreat. Kechara Penang Study Group by Jacinta
3 months ago
Torma making was taught by Pastor Seng Piow and held one day before the retreat. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Penang Dorje Shugden Retreat cum Puja, 9-10th March 2024 led by Pastor Seng Piow with 12 retreatants. Uploaded by Jacinta
3 months ago
Penang Dorje Shugden Retreat cum Puja, 9-10th March 2024 led by Pastor Seng Piow with 12 retreatants. Uploaded by Jacinta
The celebration ended with a Dorje Shugden puja, dedicated to all the sponsors, our loved ones and as well as for the happiness & good health for all sentient beings. May Rinpoche return swiftly too and taking this opportunity wishing all Happy Chinese New Year and Gong Xi Fa Cai from all of us, Kechara Penang Study Group. Uploaded by Jacinta.
4 months ago
The celebration ended with a Dorje Shugden puja, dedicated to all the sponsors, our loved ones and as well as for the happiness & good health for all sentient beings. May Rinpoche return swiftly too and taking this opportunity wishing all Happy Chinese New Year and Gong Xi Fa Cai from all of us, Kechara Penang Study Group. Uploaded by Jacinta.
Seen here, Pastor Seng Piow set off firecrackers - welcoming of the upcoming year with enthusiasm and positive energy. Kechara Penang Study Group by Jacinta
4 months ago
Seen here, Pastor Seng Piow set off firecrackers - welcoming of the upcoming year with enthusiasm and positive energy. Kechara Penang Study Group by Jacinta
In this pic, Pastor Seng Piow is sharing Dharma with newbies ~ Sharyn's friends. It's always good to make light offerings at the beginning of new year. By making light offerings, you are able to dispel the darkness of ignorance and achieve wisdom. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
4 months ago
In this pic, Pastor Seng Piow is sharing Dharma with newbies ~ Sharyn's friends. It's always good to make light offerings at the beginning of new year. By making light offerings, you are able to dispel the darkness of ignorance and achieve wisdom. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
One the day of Losar (new lunar year), it is always beneficial for Buddhist practitioners to get together in making abundant offerings to Buddhas on the altar to usher in goodness, prosperity and well-being of our loved ones. It's more auspicious this year as Losar and the Chinese New Year begin on the same date, 10th Feb, 2024. Back in Penang, our Kechara members came together to decorate the altar with abundance offerings for Dorje Shugden puja @3pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
4 months ago
One the day of Losar (new lunar year), it is always beneficial for Buddhist practitioners to get together in making abundant offerings to Buddhas on the altar to usher in goodness, prosperity and well-being of our loved ones. It's more auspicious this year as Losar and the Chinese New Year begin on the same date, 10th Feb, 2024. Back in Penang, our Kechara members came together to decorate the altar with abundance offerings for Dorje Shugden puja @3pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Mr. Dared Lim was offering water bowls on behalf of Kechara Ipoh Study Group. (Kin Hoe)
4 months ago
Mr. Dared Lim was offering water bowls on behalf of Kechara Ipoh Study Group. (Kin Hoe)
Jun from Ipoh was offering mandarin oranges to Mother Tara and The Three Jewels. (Kin Hoe)
4 months ago
Jun from Ipoh was offering mandarin oranges to Mother Tara and The Three Jewels. (Kin Hoe)
Prior to our puja in Ipoh, Mr. & Mrs. Cheah Fook Wan were preparing for the offerings to the Buddhas. (Kin Hoe)
4 months ago
Prior to our puja in Ipoh, Mr. & Mrs. Cheah Fook Wan were preparing for the offerings to the Buddhas. (Kin Hoe)
On Sunday afternoon, Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations in Ipoh. (Kin Hoe)
4 months ago
On Sunday afternoon, Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations in Ipoh. (Kin Hoe)
Some of the best shots taken during Thaipusam in Penang. Swee Bee, Huey, Tang KS, Nathan, Choong SH and Jacinta volunteered. Wai Meng came all the way from KL to help out. Kechara Penang Study Group by Jacinta
5 months ago
Some of the best shots taken during Thaipusam in Penang. Swee Bee, Huey, Tang KS, Nathan, Choong SH and Jacinta volunteered. Wai Meng came all the way from KL to help out. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Simple yet powerful ally ~ Bhagawan Dorje Shuden. Kechara Penang Study Group consists of Chien Seong, Hue, Choong SH, Tang KS, Swee Bee and Jacinta. Wai Meng came all the way from KL to help out. Uploaded by Jacinta.
5 months ago
Simple yet powerful ally ~ Bhagawan Dorje Shuden. Kechara Penang Study Group consists of Chien Seong, Hue, Choong SH, Tang KS, Swee Bee and Jacinta. Wai Meng came all the way from KL to help out. Uploaded by Jacinta.
Thaipusam in Penang. Some of the best shots. Kechara Penang Study Group by Jacinta
5 months ago
Thaipusam in Penang. Some of the best shots. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Nothing beats having a sacred audience with our lineage lamas. It's not selfie or wefie, but we have the best 'groufie'!!! 20th Jan 2024, Kechara Penang Study Group by Jacinta.
5 months ago
Nothing beats having a sacred audience with our lineage lamas. It's not selfie or wefie, but we have the best 'groufie'!!! 20th Jan 2024, Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Welcoming our lineage Gurus to our Penang Chapel today! Pastor Seng Piow explained the significance of having Guru Tree and introduced to us our lineage lamas, Buddhas, deities, protectors and etc.
5 months ago
Welcoming our lineage Gurus to our Penang Chapel today! Pastor Seng Piow explained the significance of having Guru Tree and introduced to us our lineage lamas, Buddhas, deities, protectors and etc.
Umze for the day was Siew Hong. She's just been with us for slightly more than a year now but she's proven her capability in leading the puja. Our Penang group members are so proud of her and her commitment in attending the weekly puja. Despite being eloquence and smart, she has beautiful chant as well. When she leads, make sure you are there to hear her chant for yourself! Kechara Penang Study Group by Jacinta.
5 months ago
Umze for the day was Siew Hong. She's just been with us for slightly more than a year now but she's proven her capability in leading the puja. Our Penang group members are so proud of her and her commitment in attending the weekly puja. Despite being eloquence and smart, she has beautiful chant as well. When she leads, make sure you are there to hear her chant for yourself! Kechara Penang Study Group by Jacinta.
The Promise
  These books will change your life
  Support Blog Team
Lamps For Life
  Robe Offerings
  Vajrayogini Stupa Fund
  Dana Offerings
  Soup Kitchen Project
 
Zong Rinpoche

Archives

YOUR FEEDBACK

Live Visitors Counter
Page Views By Country
United States 6,560,748
Malaysia 4,932,712
India 2,510,845
Singapore 936,141
United Kingdom 915,882
Nepal 913,387
Bhutan 864,803
Canada 797,322
Australia 619,377
Philippines 555,278
Indonesia 451,828
Germany 370,298
France 312,722
Brazil 251,023
Vietnam 226,545
Thailand 217,772
Taiwan 206,933
Italy 175,641
Spain 160,953
Netherlands 156,804
Mongolia 147,273
Portugal 138,190
South Africa 138,017
Türkiye 132,302
Sri Lanka 128,762
United Arab Emirates 121,726
Japan 119,012
Russia 114,691
Hong Kong 114,218
China 107,718
Romania 104,740
Mexico 97,736
New Zealand 93,880
Switzerland 88,746
Myanmar (Burma) 88,535
Pakistan 82,184
Sweden 78,121
South Korea 75,124
Cambodia 70,770
Total Pageviews: 26,041,536

Login

Dorje Shugden
Click to watch my talk about Dorje Shugden....