Dorje Shugden Gyenze untuk Memperpanjang Umur, Meningkatkan Pahala dan Kekayaan (Bahasa Indonesia)

Feb 10, 2019 | Views: 58

Lukisan Dorje Shugden Gyenze di dinding sebuah biara

(Oleh Tsem Rinpoche)

Bertahun-tahun yang lalu, ketika saya masuk ke Biara Gaden untuk pertama kalinya, pemimpin biara yang agung, guru yang terpelajar dan pembimbing meditasi ratusan Biksu di Gaden Shartse pada saat itu adalah Y.M. Kensur Jetsun Jampa Yeshe Rinpoche. Kensur Rinpoche dan saya memiliki hubungan istimewa karena sebelum Kensur Rinpoche bergabung dengan Biara Gaden di Tibet, beliau berasal dari Biara Tsem di daerah Kham di Provinsi Yara, Tibet. Biara ini adalah tempat asal saya di kehidupan yang terdahulu. Jadi Kensur Rinpoche dan saya berasal dari biara yang sama sebelum kami memasuki Biara Gaden Shartse untuk belajar lebih jauh.

Ketika saya masuk ke Gaden, Kensur Rinpoche menjabat sebagai kepala biara dan dia mengajar selama 8 sampai 10 jam setiap harinya. Banyak Geshe dan guru yang memiliki pengetahuan tinggi hari ini adalah muridnya. Beliau tinggal di rumah saya dan saya merasa terhormat dapat melayaninya selama bertahun-tahun, dan menerima ajaran darinya secara langsung.

Klik pada gambar untuk memperbesar

Dalam salah satu sesi pertemuan pribadi, saya bertanya kepada Kensur Rinpoche, “Bila kita mengandalkan Dorje Shugden dan berfokus kepada Dorje Shugden, dapatkah kita mencapai pencerahan sepenuhnya?” Dan Kensur Rinpoche berpikir mengenai hal ini dan dia berkata, “Ya, kita sudah pasti bisa mencapai pencerahan sepenuhnya karena Dorje Shugden adalah makhluk yang tercerahkan sepenuhnya.

Pada kesempatan lain, saya menemui Kensur Rinpoche dan bertanya mengenai meditasi Dorje Shugden sebagai sosok yang Menggandakan Berkat dan Kensur Rinpoche memberikan saya penjelasan singkat dan padat yang saya tulis di catatan saya. Saya selalu mencatat ajaran yang saya terima dari Guru saya, baik dari ingatan atau atas ijin Guru saya, dan saya telah menyimpannya selama bertahun-tahun. Jadi saya pikir saya akan menaruh foto catatan mengenai ajaran ini di sini.

Di bawah ini, kalian akan melihat catatan yang saya tulis ketika Kensur Rinpoche mengajari saya bagaimana melakukan meditasi Gyenze. Saya berbagi ajaran ini dengan semua orang di dunia sekarang karena saya sangat yakin dengan praktik ini, dan saya sangat senang karena ajaran ini berasal dari sumber yang otentik, yaitu dari Kepala Biara Gaden Shartse. Pengetahuan dan keahliannya dalam berdebat tidak diragukan lagi dan terkenal di kalangan masyarakat Tibet. Dia juga dihormati sebagai salah satu mantan juri dalam ujian Gelug untuk mendapatkan gelar Geshe. Dan saya memiliki kesempatan untuk belajar dan melakukan praktik bersama dengan guru sekaliber dirinya… dan juga untuk mengajukan pertanyaan kepadanya. Jadi ratusan guru besar dan biksu terpelajar dari Biara Gaden, Sera dan Drepung melakukan praktik Dorje Shugden. Saya melihat dengan mata saya sendiri. Saya telah melakukan puja bulanan bersama mereka berulang-kali. Para guru ini, tidak diragukan lagi, merupakan yang terbaik dalam bidang ajaran Budhisme dan berdebat. Bila mereka mempraktikkan Dorje Shugden dan – berhasil kembali dalam reinkarnasi -, maka hal ini menjelaskan banyak mengenai Dorje Shugden. Tinggal di biara dan menyaksikan kebesaran para guru seperti Kensur Rinpoche meyakinkan saya bahwa mereka tidak mungkin salah. Ketika saya tiba di biara, ratusan guru dan biksu melakukan puja (kangsol) kepada Dorje Shugden di Biara Gaden Shartse, dan saya bergabung bersama mereka. Mayoritas biksu terlibat dalam puja ini.

Memiliki pekerjaan, pendapatan dan kondisi keuangan yang mapan, akan mempermudah kita untuk melakukan praktik Dharma tanpa harus khawatir apakah kebutuhan duniawi kita bisa terpenuhi. Saat mengalami kesulitan ekonomi, ketika kita memerlukan bantuan, berdoa kepada Gyenze setiap hari akan memberikan apa yang kita butuhkan. Bila kita memiliki perusahaan besar, maka baik untuk memiliki altar Gyenze di rumah/kantor dan berdoa kepada beliau setiap hari untuk mengundang berkat Gyenze. Gyenze adalah Dorje Shugden dalam bentuk pemberi kekayaan, khusus untuk menolong kita mendapatkan uang melalui jalan yang benar. Praktik Gyenze juga membantu kita untuk menyembuhkan dan memperpanjang usia. Di tangan kanannya, dia memegang vas panjang umur berisi nektar untuk memperpanjang kehidupan yang menandakan bahwa dia bisa membantu untuk memperpanjang hidup kita dan juga memberikan kita perlindungan, bantuan, pencapaian dan meningkatkan kognisi mental. Praktik utama kita (belajar, persiapan, vipassana, Lojong, Lam Rim, Vajra Yogini, Yamantaka, Heruka, dll) dan meditasi umum juga akan terbantu, karena Gyenze akan memenuhi kebutuhan yang kita perlukan untuk praktik Dharma. Dorje Shugden terbukti manjur dalam meramalkan masa depan (mo) dan dia akan memberikan kemampuan ini kepada kita bila kita memiliki keyakinan kepadanya dalam jangka panjang. Banyak Lama Tibet yang menggunakan metode divinasi Dorje Shugden untuk meramalkan masa depan bagi mereka yang membutuhkan. Dorje Shugden Gyenze akan meningkatkan kemampuan psikis kita bila kita melakukan praktiknya dalam jangka panjang. Hal ini bukanlah tujuan utama kita mempraktikkan Gyenze tetapi merupakan manfaat sampingan yang dapat muncul. Dia juga dapat membantu kita menutup penglihatan kedua, bila kita tidak ingin melihat makhluk gaib yang terkadang bisa membuat kita takut. Kita dapat membaca mantranya dengan giat untuk mencapai tujuan ini. Banyak aktivitas yang dapat dicapai melalui Dorje Shugden Gyenze. Ini adalah praktik yang mengagumkan dan penuh berkat. Baik untuk melakukan praktik ini di wihara untuk menarik energi sumber daya dan meningkatkan aktivitas Dharma. Banyak wihara yang menderita kekurangan dana untuk membayar tagihan dan menjalankan aktivitas, Gyenze akan sangat membantu dalam hal ini. Kechara melakukan praktik ini dan karena Dorje Shugden, Kechara dapat berkembang. Wihara manapun tidak peduli dari sekte mana bisa melakukan praktik ini secara berkelompok atau individu. Fungsi utama Gyenze adalah untuk membantu kita memenuhi kebutuhan jasmani kita, sehingga kita bisa berfokus pada praktik dharma dalam diri untuk mendapatkan pencerahan guna memberi manfaat bagi semua makhluk.

Gyenze dapat dipraktikkan oleh Gelug, Nyingma, Sakya, Kagyu, Hinayana, Mahayana, Kristen, Hindu, Tao, Wiccan, Yahudi, Ateis, dll. Karena Gyenze adalah Buddha yang tercerahkan sepenuhnya, maka dia tidak memiliki kondisi untuk membantu semua orang yang dengan tulus meminta bantuannya. Kalian tidak perlu berpindah keyakinan. Dorje Shugden dalam bentuk Gyenze atau bentuk lainnya tidak akan membantu doa yang menyebabkan celaka bagi diri dan makhluk lain. Buddha tidak akan pernah setuju dengan tindakan jahat. Kalian tidak perlu ijin atau inisiasi untuk memulai dan melanjutkan praktik ini. Tetapi kalian harus konsisten menjalaninya untuk mendapatkan manfaat seperti hal lainnya dalam hidup.

Jadi sumber dari ajaran Gyenze adalah Kensur Rinpoche yang merupakan kepala biara Gaden Shartse dan guru dari ratusan cendekiawan. Inilah ajaran yang ingin saya bagikan dengan kalian semua di sini. Kalian bisa mempraktikkan Gyenze dengan penuh percaya diri. Ajaran ini memiliki sumber yang terpercaya dan membawa berkat. Saya menjabarkan praktik ini di sini karena banyak yang memerlukan bantuan untuk menata keuangan mereka kearah yang lebih baik dan untuk itu mereka dapat mengundang energi Gyenze. Hal ini secara spesifik bertujuan untuk membantu kalian mendapatkan sumber daya agar memiliki hidup dan praktik dharma yang lebih baik. Saya mengharapkan hasil yang baik untuk kalian.

Saya berterima kasih kepada tim saya yang sudah bekerja bersama saya untuk menyebarkan kabar baik ini ke seluruh dunia. Tim saya bekerja dengan kasih, kepedulian, dan rasa ikhlas serta keinginan tulus membantu makhluk lain. Mereka bekerja-keras selama berjam-jam bersama saya untuk menerbitkan artikel yang bermanfaat ini. Saya berterima kasih kepada mereka. Saya berharap semua orang mendapatkan keberuntungan dengan praktik suci ini, dan saya sangat senang karena dapat berbagi ajaran ini dengan kalian.

Tsem Rinpoche

 


 

Penjelasan Mengenai Praktik Gyenze:
Sebuah Praktik untuk Meningkatkan Usia,
Pahala dan Kekayaan

Penjelasan mengenai praktik Gyenze disadur dari berbagai sumber tradisional oleh Yang Mulia Tsem Rinpoche.

Tanggal: 23 April 2015

Catatan: Ini adalah penjelasan mengenai praktik Gyenze dan dapat dilakukan setiap hari oleh siapapun yang ingin mengembangkan energi peningkatan dan keberlimpahan dalam hidup mereka. Praktik ini tidak memerlukan inisiasi.

  • Klik di sini untuk mengunduh Penjelasan Mengenai Praktik Gyenze
  • Klik di sini untuk mengunduh Praktik Gyenze Harian

 

Pengenalan

Sebuah patung Gyenze atau Ratna Shugden, di kapel pengabul permintaan di Kechara Forest Retreat (KFR)

Pada jaman ini, kekayaan dan kemakmuran adalah tujuan yang diinginkan oleh hampir semua orang di dunia. Mungkin hal ini merupakan tujuan yang paling penting dalam hidup mereka. Karena sifat dan rupa materiil yang mencolok sering diasosiasikan dengan kekayaan, kebanyakan orang memiliki pandangan yang salah bahwa berusaha untuk mendapatkan kekayaan dan sukses berlawanan dengan ajaran Buddha.

Akan tetapi, hal ini tidak benar karena Buddha memiliki banyak ajaran yang ditujukan bagi semua jenis pikiran dan kecenderungan mental, termasuk mendapatkan keberuntungan dan dana. Bagi mereka yang termotivasi oleh kesuksesan dan kekayaan materi, Buddha memberikan ajaran menarik bagi pikiran mereka dan pada saat yang sama memberi manfaat dalam tingkat dharma. Faktanya, semua hal yang diajarkan sang Buddha sangatlah bermanfaat dan relevan hari ini seperti pada jaman sang Buddha. Hal yang konsisten dengan semua ajaran Buddha adalah konsep ‘karma’ atau hukum sebab-akibat, dan bagi mereka yang berbakat mencari uang, Buddha menyediakan instruksi tentang sebab akibat dan syarat untuk mendapatkan kekayaan, dan sebaliknya tindakan yang menciptakan karma yang harus dihindari.

Ketidakpastian dalam dunia perdagangan, “uang panas”, keserakahan dan materialism dewasa ini, manusia menjadi kaya mendadak dan jatuh miskin dengan mudah. Ada orang yang lahir di keluarga yang berada dan hidup dalam kemewahan. Ada juga yang lahir dalam kondisi kemiskinan dan terpaksa bekerja keras seumur hidup mereka hanya untuk bertahan hidup. Karena itu, sudah sepantasnya bagi kita untuk meneliti penyebab kondisi ekonomi bawaan masing-masing – kaya atau miskin – karena dengan mengetahui sebabnya, kita bisa merubah kebiasaan, kelakuan dan situasi kita atau mempertahankan apa yang sudah baik.

Menurut sang Buddha, setiap pengalaman dan situasi hidup seperti kekayaan atau kemiskinan adalah hasil dari sebab dan kondisi hidup terdahulu. Pastinya, hasil mirip dengan sebab asalnya. Hal ini sering dijelaskan dengan contoh menanam pohon buah. Bila kita mendapatkan buah jeruk, sudah pasti buah ini dipanen dari pohon yang ditanam dengan bibit jeruk. Secara logika, jeruk tidak bisa dipanen dari pohon yang ditanam dengan bibit apel. Karena itu, ‘hasil’ di sini adalah buah jeruk harus mirip atau muncul dari sebab tertentu, dalam hal ini menanam pohon jeruk. Karena itu, sebab kekayaan adalah sesuatu yang muncul dari tindakan tertentu yaitu tindakan memberi atau murah hati. Seperti peribahasa, dengan memberi kita menciptakan sebab untuk menerima.

Demikian pula kemiskinan dan kondisi kekurangan tercipta dari bibit atau sebab yang kita tanam di masa lalu. Dalam ajaran Budhisme, diyakini bahwa kemiskinan datang dari kondisi pikiran yang kikir dalam kehidupan ini dan terdahulu. Dengan kata lain, pikiran yang kikir adalah sebab untuk terlahir kembali dalam kondisi kemiskinan. Karena itu, penawar langsung atau obat bagi kemiskinan adalah untuk mengembangkan pikiran yang murah hati dan berbagi dengan mudah. Hal ini dijabarkan oleh Buddha dalam ajaran mengenai hukum sebab-akibat yang kemudian dibabarkan oleh para guru-guru dari Tibet dan India setelahnya.

 

Aktivitas Peningkatan

Dalam praktik ajaran Buddha, kita berlindung kepada Buddha dan Bodhisatva demi meningkatkan pahala dan memurnikan karma kita dan menerima berkat dalam empat jenis aktivitas, yaitu, Pendamaian, Peningkatan, Penaklukan dan Kemurkaan. Empat jenis aktivitas tercerahkan ini akan bangkit dari kebijaksanaan dan cara-cara yang tepat dari sang Buddha dan Bodhisattva demi memberikan manfaat bagi kita.

Aktivitas Pendamaian adalah tindakan pemurnian, mendamaikan dan mengatasi kesulitan dan menyembuhkan penyakit. Di sisi lain, aktivitas yang diklasifikasikan sebagai ‘Meningkat’ adalah hal-hal yang meningkatkan sebab-sebab bermanfaat bagi terwujudnya kesejahteraan materi dan spiritual. Aktivitas Penaklukan bertujuan untuk mengendalikan kondisi dan pikiran negatif. Pada akhirnya, aktivitas Murka adalah tindakan untuk menghilangkan sebab dan kondisi yang paling berbahaya dan negatif bagi kita. Masing-masing aktivitas ini terwujudkan dalam setiap emanasi Dorje Shugden – Duldzin Dorje Shugden (bentuk utama), Shize (Pendamaian), Gyenze (Peningkatan), Wangze (Penaklukan) dan Trakze (Murka).

Ketika kita berdoa kepada Gyenze, kita mengundang aktivitas Peningkatan Dorje Shugden. Karena Gyenze adalah emanasi Manjushri, berdoa kepadaNya akan menghasilkan peningkatan dalam pahala spiritual. Pahala adalah sebab dan energi yang akan membantu kita menuju Pencerahan. Karena itu, pahala yang berlimpah akan memudahkan transformasi pikiran, sebagai hasil dari mempraktikkan ajaran yang kita dengarkan dan pelajari dari Guru kita dan buku Dharma. Karena sifat Gyenze yang tercerahkan, pahala yang dikumpulkan dari berdoa kepada Buddha ini tidak bisa dihabiskan seperti karma baik. Pahala didedikasikan untuk pencerahan kita yang sepenuhnya dan sudah pasti abadi.

Berdoa kepada Gyenze juga meningkatkan kekayaan dalam dan luar. Kekayaan dalam hal ini adalah pencapaian spiritual atau kesadaran yang bangkit dari praktik Enam Paramita, Lamrim, Tiga Aspek Prinsip dari Jalan dan praktik Tantrik yang kita lakukan. Akan tetapi pencapaian utama dari mempraktikkan Gyenze adalah kemurah-hatian karena hal ini adalah sebab utama kekayaan dalam diri dicapai dan terenyahkannya kemiskinan spiritual dan materi dicapai.

Di sisi lain, kekayaan luar adalah kekayaan materi yang didapat melalui karir, bisnis dan jenis usaha lainnya dan yang kita butuhkan untuk hidup dan menjalankan praktik spiritual. Akan tetapi, praktik Gyenze bukan hanya berguna untuk kekayaan finansial tetapi juga untuk meningkatkan kondisi, sumber daya dan kondisi materi, seperti relasi dengan sesama dan bantuan, yang kita perlukan untuk memenuhi aspirasi duniawi kita. Kekayaan luar seperti hubungan positif yang diberikan oleh Gyenze tidak hanya mengenai hubungan asmara tetapi juga persahabatan dan hubungan dekat dengan sahabat spiritual yang mendukung kita dalam perjalanan spiritual dan membimbing kita untuk membuat keputusan yang tepat dan bermanfaat dalam jangka panjang. Pada akhirnya, pahala yang diberikan oleh Gyenze juga akan mengantar kita kepada Guru dari aliran yang otentik bila kita belum memiliki guru, dan hal ini akan mengubah takdir hidup kita yang sekarang dan pada masa yang akan datang.

Pada akhirnya, berdoa kepada Gyenze dapat memperpanjang usia kita, yang biasanya ditentukan oleh karma masing-masing. Karma yang menentukan panjangnya hidup kita tersebut dapat dirubah dengan praktik tertentu dan praktik Gyenze adalah salah satu praktik yang dapat memperpanjang usia kita. Pahala dari praktik Gyenze dapat bermanifestasi dalam bentuk umur panjang sehingga kita bisa memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan Dharma. Hal ini penting karena dengan akumulasi pahala dan purifikasi karma buruk kita dapat merubah takdir reinkarnasi kita pada masa depan dan memberikan kita waktu untuk mengembangkan kesadaran spiritual yang dapat kita bawa ke kehidupan selanjutnya.

 

Lima Agregat

Dalam mandala Dorje Shugden, Gyenze atau Ratna Shugden di sisi kiri dewa utama (tengah). Praktik Gyenze meningkatkan pahala, usia, dan kekayaan dalam dan luar. Klik di sini untuk melihat gambar resolusi tinggi dan klik kanan untuk menyimpan file ini. Gambar ini ini dapat dicetak untuk altarmu.

Lima Keluarga Dorje Shugden merujuk pada emanasi utama Duldzin Dorje Shugden; emanasi ‘damai’, Shize atau Vairochana Shugden; emanasi ‘peningkatan’, Gyenze atau Ratna Shugden; emanasi ‘kendali’, Wangze atau Pema Shugden dan emanasi ‘murka’, Trakze atau Karma Shugden. Setiap emanasi merepresentasikan salah satu dari lima agregat Dorje Shugden, dan setiap emanasi memiliki penampilan yang berbeda yang menggambarkan fungsi khusus mereka yang bermanifestasi untuk memberikan manfaat bagi praktisi dengan cara yang berbeda-beda. Sementara emanasi muncul sebagai dewa yang berbeda-beda, pada dasarnya mereka memiliki pikiran yang sama seperti Dorje Shugden, dan masing-masing lengkap dengan sendirinya.

Kelima agregat, yang dikenal sebagai skandhas, adalah apa yang dijelaskan sang Buddha sebagai lima aspek yang menciptakan makhluk hidup. Lima agregat adalah Bentuk, Perasaan, Diskriminasi, Faktor Mental dan Kesadaran. Makhluk tercerahkan seperti Dorje Shugden dapat memancarkan masing-masing agregatnya sebagai makhluk yang berbeda-beda. Gyenze adalah emanasi agregat perasaan Dorje Shugden dan dia bertindak sebagai peningkat kekayaan duniawi dan spiritual. Agregat perasaan adalah penginderaan sensasi menyenangkan dan tidak menyenangkan. Keterikatan kepada hal yang menyenangkan dan rasa jijik terhadap hal yang tidak menyenangkan adalah apa yang menjadi perangkap bagi kita dan membuat kita menderita karena ia hanya melanggengkan berbagai jenis karma. Akan tetapi Gyenze membebaskan kita karena apapun yang dia berikan kepada kita adalah apa yang kita perlukan untuk tumbuh sepanjang jalan spiritual.

 

Praktik Gyenze

Klik di sini untuk melihat foto beresolusi tinggi dan klik kanan untuk menyimpannya. Foto ini bisa dicetak dan ditaruh di atas altar. Klik di sini untuk mengunduh foto Gyenze dalam resolusi tinggi.

Karena Gyenze adalah emanasi agregat perasaan Dorje Shugden yang telah dipurifikasi, setiap aspek dari tubuhnya menggambarkan berbagai kualitas tercerahkan. Lebih jauh lagi, bentuk fisik Gyenze mengungkapkan kemampuan dan kekuatannya untuk memberikan manfaat bagi makhluk hidup dengan memberikan kekayaan dalam dan luar. Dalam mandala Dorje Shugden, Gyenze berada di sisi kanan dewa utama (Duldzin Dorje Shugden) dalam bentuk pangeran angkasa dengan satu wajah dan dua lengan.

Dengan tangan kanannya, dia memegang vas yang berisi nektar keabadian berwarna emas yang bisa memberikan umur panjang dan dihiasi dengan ranting dari pohon pengabul permintaan. Vas ini menggambarkan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan duniawi dan badani seperti kekayaan, kesehatan, hubungan dengan manusia lain dan semua bentuk sumber daya sehingga kita bebas mempraktikkan Dharma. Di tangan lain, dia memegang mangkuk berisi permata dan di lengannya bertengger luwak yang memuntahkan harta karun. Hal ini menandakan bahwa Gyenze adalah dewa pemberi kekayaan, baik spiritual maupun material.

Lebih jauh lagi, Gyenze mengenakan jubah pangeran berwarna kuning dan mengendarai seekor kuda palomino berwarna kuning. Warna kuning menggambarkan aktivitas meningkat dan berlimpah, yang merupakan cara Gyenze untuk memberkati dan memberikan manfaat bagi praktisi. Di lekukan lengan kirinya, dia mengapit bendera kemenangan dan kait vajra. Bendera kemenangan menggambarkan kejayaan melawan Mara atau delusi, emosi negatif dan karma negatif yang menghalangi kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena itu, apapun yang diberikan Gyenze akan menetralisir pencemaran dan halangan. Gyenze yang memegang kait vajra menggambarkan kemampuannya untuk melenyapkan semua halangan dan negativitas dan mengait semua kekayaan spiritual dan material yang pada akhirnya akan menghantar kita pada pembebasan. Kuda palomino menggambarkan bahwa Gyenze sangat cepat dalam menghilangkan kesulitan dan datang untuk membantu kita.

Faktanya, tidak ada Buddha atau Pelindung Dharma yang dapat merubah karma kita. Karena itu cara Gyenze dapat datang untuk membantu kita adalah dengan mengandalkan pahala dan pemurnian karma yang terakumulasi melalui praktik kita memujaNya. Dengan kata lain, praktik Gyenze membantu kita menciptakan pahala di mana dengannya kita dapat mengakses kekuatan gaib Gyenze untuk membantu kita. Tanpa pahala, kita tidak akan dapat menerima berkatnya, karena itu, praktik yang berkesinambungan sangat penting. Jelas kita menerima pahala dengan mengandalkan, memberikan persembahan, visualisasi dan mengucap mantranya. Dengan pahala ini, Gyenze dapat mengaktivasi karma positif yang mati suri dalam diri kita, dan dia juga dapat menunda berbuahnya karma negatif. Ketika Gyenze menunda karma negatif, hal ini bukan berarti karma negatif tersebut hilang, tetapi dicegah terjadi sementara sampai kita berhasil memurnikan karma tersebut sampai pada titik hilangnya karma itu atau dimurnikan total sehingga tidak lagi mencelakakan.

‘Kelebihan’ Gyenze yang membuat praktik ini efektif dan cepat mendatangkan hasil adalah fakta bahwa beliau adalah makhluk tercerahkan dalam bentuk duniawi. Hal ini berarti dia lebih cepat dalam membantu kita dibandingkan dengan dewa kekayaan lainnya karena afinitas karmanya yang lebih dekat dengan kita. Hal ini karena Gyenze beremanasi dalam bentuk dewa, sebuah eksistensi yang kuat dalam enam alam samsara. Menurut sang Buddha, alam lain di bawahnya adalah semi-dewa, manusia, hewan, arwah, dan makhluk neraka. Akan tetapi, walaupun eksistensi Gyenze adalah sebagai dewa, pikirannya murni Manjushri. Di samping itu, sebagai pelindung yang relatif ‘baru’ sejak beliau bangkit 300 tahun yang lalu, kedekatan Gyenze dengan kita membuatnya memiliki kekuatan seribu Pelindung Dharma dan hasil praktiknya datang lebih cepat dibanding dewa kekayaan lainnya.

 

Menyusun Sebuah Altar

Untuk memuja Gyenze, sebaiknya kita memiliki altar Gyenze, lengkap dengan representasi Tubuh, Perkataan dan Pikiran sang Buddha, bersama dengan berbagai persembahan. Tubuh di sini bisa berupa sebuah patung, thangka atau lukisan Gyenze di samping Guru utama atau Guru aliran kita. ‘Perkataan’ digambarkan sebagai teks Dharma dan ‘Pikiran’ digambarkan dengan sebuah stupa.

Di altar Gyenze, kita dapat mempersembahkan dupa, air, bunga dan berbagai jenis makanan, cahaya listrik atau lilin, persembahan sensorik, mandala, Delapan Tanda Keberuntungan, Tujuh Lambang Kerajaan, dan seterusnya. Sebagai bagian praktik kita, kita harus memastikan bahwa altar kita rapi dan bersih, dan persembahan diganti secara berkala. Praktik membersihkan dan memberikan persembahan sebelum melakukan praktik Gyenze adalah bagian dari ritual persiapan yang akan memastikan suksesnya praktik kita.

Susunan Altar:

  1. Sebuah rupa atau patung Buddha
  2. Sebuah rupa atau patung Gyenze
  3. Sebuah teks Dharma
  4. Sebuah Stupa
  5. Satu set Persembahan Sensorik (opsional) (Dari kiri ke kanan – air, air, bunga, dupa, cahaya, parfum, makanan, dan sebuah kulit kerang)
  6. Satu set persembahan air (opsional)

Sebuah altar adalah komponen penting bagi praktik Budhisme, karena hal ini mengingatkan pada tujuan praktik kita – yaitu mengembangkan kualitas dalam diri kita sehingga kita bisa membantu semua makhluk. Ini adalah manfaat spiritual dari memiliki sebuah altar.

Sebuah altar bisa disusun di mana saja kecuali di kamar mandi. Untuk mengembangkan pandangan makhluk tercerahkan hadir di altar di hadapan kita, sangat baik bila kita selalu menunjukan rasa hormat di hadapan altar. Karena itu, bila sebuah altar disusun di kamar tidur, disarankan untuk menutupnya bila melakukan aktivitas yang sifatnya pribadi.

Sebuah altar yang ideal akan selalu terdiri dari semua enam komponen di atas. Akan tetapi, setidaknya, sebuah altar harus memiliki rupa Gyenze dan, dengan berjalannya waktu, kalian bisa menambah barang lainnya bila tersedia. Bagaimana kita melengkapi altar menunjukkan seberapa serius kita melakukan praktik Gyenze guna mendapatkan manfaat dari praktik ini.

“Sentuhan ekstra” dapat ditambahkan ke altar. Satu set persembahan air dengan tujuh atau delapan mangkuk dapat disusun di depan altar dan diisi dengan air yang murni dan bersih sampai tepi. Satu set persembahan murka yang menggambarkan persembahan karma negatif kita, dapat disusun di belakang persembahan air.

 


 

Panduan Praktik

Klik di sini untuk mengunduh teks doa

 

Berlindung

Dorje Shugden Gyenze: Ini adalah thangka Gyenze pribadi saya. Klik untuk melihat gambar dengan resolusi tinggi dan klik kanan untuk menyimpan. Gambar ini bisa di cetak untuk altar kalian.

Video mengenai bagaimana melakukan sembah sujud:

Praktik ini dimulai dengan melakukan resitasi formula perlindungan sebanyak tiga kali. Dalam hal ini, seseorang berlindung kepada Lama Tsongkhapa – Guru dan Buddha, Dharma dan Sangha.

Ketika meresitasi formula perlindungan, bayangkan Lama Tsongkhapa dikelilingi oleh delapan murid utamanya di depan mata. Bila visualisasi ini terlalu sulit pada awalnya, kalian bisa mulai dengan membayangkan Lama Tsongkhapa dengan dua murid utamanya, Khedrup Je dan Gyaltsab Je Rinpoche. Bayangkan mereka duduk di tahta masing-masing berhiaskan permata berkilau dalam Surga Gaden. Ketiganya tersenyum, bahagia dan dengan hangat mengirimkan berkat mereka.

Lama Tsongkhapa dan dua murid utamanya

Dari tahta (tempat duduk) Lama Tsongkhapa, bayangkan cahaya kuning yang kuat mengalir keluar. Cahaya ini adalah pikiran Manjushri, turun dari Surga Gaden ke hadapan kalian.

Bayangkan gumpalan awan cemerlang dan di tengah awan tersebut adalah Gyenze, dalam bentuk yang digambarkan di atas. Di hatinya, ada bundaran matahari dengan huruf “Hung”berwarna kuning. Dari huruf “Hung”, cahaya keluar ke sepuluh penjuru untuk mengundang semua Buddha, Bodhisattva dan dewa, dan larut kembali ke huruf “Hung”. Para Buddha, Bodhisattva dan dewa menjadi satu dengan sifat Gyenze di hadapan kalian. Sekarang Gyenze merupakan perwujudan Tiga Permata. Jadi apapaun yang kita lakukan pada Gyenze adalah sama dengan perlakuan kita kepada Tiga Permata. Bayangkan Gyenze sebagai makhluk samaya, dan Gyenze sebagai makhluk kebijaksanaan diundang dari dalam tahta Lama Tsongkhapa. Ketika mereka digabungkan, mereka menjadi satu dan tidak terpisahkan. Jadi kalian harus percaya bahwa makhluk kebijaksanaan Gyenze ada di hadapan kalian sekarang. Sangat penting untuk meyakini hal ini. Kemudian, bayangkan Gyenze, beremanasi dari bawah tahta Lama Tsongkhapa, dan terus berhubungan dengan Gyenze. Hal ini menandakan sumber berkat dari Lama Tsongkhapa dan kita berhubungan dengan Surga Gaden.

 

Empat Hal Tak Terhingga

Empat Hal Tak Terhingga dibaca untuk membangun motivasi yang baik bahwa semua praktik dilakukan untuk memberikan manfaat bagi kita juga tidak mencelakakan makhluk lain.

Dasar dari praktik Empat Hal Tak Terhingga adalah ‘semua orang ingin bahagia, tetapi kebahagiaan tidak bisa didapat secara terpisah dari mahluk lain‘. Bahkan kebahagiaan seseorang tergantung pada kebahagiaan semua makhluk, dan hal ini mengungkapkan bahwa semua hidup saling berhubungan. Agar bahagia, seseorang harus mengembangkan tingkah laku yang baik kepada orang lain di masyarakat dan kepada semua makhluk.

Karena itu, cara terbaik untuk mengembangkan tingkah laku yang baik terhadap semua makhluk adalah melalui meditasi merenungkan tentang Empat Hal Tak Terhingga, yang mengembangkan kualitas cinta-kasih, kasih, kegembiraan yang menghargai dan sama-rata terhadap makhluk yang tak terhingga jumlahnya.

Praktik Empat Hal Tak Terhingga adalah penawar yang baik bagi kondisi mental seperti kemarahan dan rasa bangga pada diri sendiri.

 

Guru Yoga Lama Tsongkhapa

Setelah menyelesaikan Empat Hal Tak Terhingga, lanjutkan Guru Yoga Lama Tsongkhapa. Ketika membaca mantra Migtsema (setidaknya 21 kali) menurut visualisasi yang disarankan di atas (digambarkan dalam bagian “Berlindung”), sangat penting bagi praktisi untuk mengembangkan keyakinan kepada Gyenze (dalam 3-Dimensi/ 3D) muncul di hadapan kalian sebagai mahluk yang sangat berkuasa dan manjur bantuannya. Setelah menyelesaikan Guru Yoga Lama Tsongkhapa, lanjutkan dengan resitasi doa Dorje Shugden.

 

Doa Dorje Shugden – Kangshag

 

Pengenalan

Ini adalah bunga menyeramkan yang dipersembahkan ketika meresitasi Kangshag, sebuah praktik efektif yang berhubungan dengan “Chod”, yang memotong keterikatan kepada tubuh. Beberapa orang mungkin sulit untuk mengerti alasan di balik persembahan substansi yang menjijikan dan “kotor” kepada sang Buddha. Akan tetapi rasa jijik adalah persepsi dari pikiran yang tercemar. Dalam hal ini, Buddha tidak memiliki karma untuk mempersepsikan celaka atau menerima hal yang sifatnya kotor. Karena itu, hal apapun (dibayangkan atau sebenarnya) yang dipersembahkan kepada mereka akan diubah menjadi taman yang indah, menyenangkan dan kolam penuh kebahagiaan. (Rupa ini bisa dicetak dan dipersembahkan di altar kalian)

Kangshag kepada Dorje Shugden adalah praktik yang sangat efektif untuk menghilangkan semua kesulitan dan memurnikan karma negatif yang menyebabkan kita mengalami kemiskinan, kekurangan sumber daya dan kondisi yang sulit.

Doa Kangshag mungkin terdengar seperti penuh kekerasan dan kasar. Akan tetapi hal ini bukan hanya ada dalam praktik Dorje Shugden, tetapi juga umum dalam doa Pelindung Dharma lainnya seperti Kalarupa, Palden Lhamo, Mahakala dan lainnya. Karena itu, bagi mereka yang tidak tahu atau tidak memiliki guru berkualifikasi untuk menjelaskan pentingnya manifestasi murka dalam doa, orang tersebut bisa merasa jijik atau membacanya hanya berdasarkan keyakinan. Walaupun membaca kangshag berdasarkan keyakinan dapat diterima, akan lebih efektif bila kita melakukan praktik kita dengan tingkat kesadaran dan pengertian tertentu. Setelah kita menyadari bahwa manifestasi menyeramkan kangshag ada karena kasih murni Dorje Shugden untuk semua makhluk, kita akan belajar untuk menghargai praktik ini dengan pengabdian besar.

Ketika membayangkan karma seseorang dibersihkan melalui Kangshag, pertama-tama kita harus mengerti bahwa rupa manusia yang digambarkan dalam visualisasi di atas bukanlah manusia yang kita kenal. Rupa seperti manusia ini adalah tanpa perasaan dan merupakan kualitas negatif yang menyebabkan kita untuk terus menciptakan karma negatif, seperti cemburu, marah, kebodohan, keterikatan, dan lainnya. Karena kualitas negatif tidak nyata, kita membayangkan mereka sebagai makhluk dengan wujud manusia agar Gyenze dan rombongannya dapat membunuh kualitas negatif dalam diri kita.

 

Visualisasi Kangshag

Bayangkan sebuah lingkungan menyeramkan yang merupakan manifestasi dari karma negatif kita. Dalam lingkup ini, sebuah figur mirip manusia yang besar, sebesar gunung, bermanifestasi di hadapan kalian. Figur mirip manusia ini adalah semua karma negatif kita dan kualitas negatif yang menghalangi pertumbuhan spiritual kita.

Bayangkan Gyenze dan rombongannya turun menuju figur mirip manusia ini dan memotong-motongnya, membentuk persembahan murka yang tak terhingga banyaknya.

Persembahan murka terdiri dari:

  1. Argham’ (teh) – bayangkan semua darah dari makhluk tersebut ditumpahkan ke mangkuk pertama dan dipersembahkan.
  2. Phupe’ (bunga menyeramkan) – bayangkan tengkorak ditempatkan di jantung. Di atas jantung ada mata, telinga, lidah dan hidung; semuanya diatur secara simetrik di atas jantung.
  3. Duphe’ (dupa) – bayangkan semua tulang yang ada di tubuh kecuali tulang paha) diambil dan dibakar. Asap yang terbentuk dipersembahkan kepada Gyenze.
  4. Aloke’ (cahaya) – bayangkan semua lemak tubuh dikeluarkan dan dibuat menjadi lampu mentega dan dipersembahkan kepada Gyenze.
  5. Gyende’ (parfum) – bayangkan semua cairan dalam tubuh seperti urine, empedu, kotoran dan lainnya, dikosongkan ke sebuah mangkuk dan dipersembahkan.
  6. Newide’ (makanan) – bayangkan semua daging tubuh dipotong dan dipersembahkan.
  7. Shapta’ (suara) – bayangkan tulang paha diukir menjadi sebuah instrumen music angin sebagai persembahan kepada Gyenze.

Setelah menyelesaikan doa Kangshag, bayangkan semua manifestasi negatif ini dihancurkan oleh Gyenze dan rombongannya. Visualisasi purifikasi adalah dalam bentuk murka dan berdarah sebagai latihan bagi kita untuk tidak terikat atau jijik dengan hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Ini adalah metode lain di mana pelepasan direnungkan dengan melihat tubuh kita bangkit dari karma negatif dilumatkan, ditumbuk dan dihancurkan seperti dalam ajaran Chod. Praktik ini mungkin sifatnya grafis dan menyeramkan tetapi semuanya dalam konteks semangat pelepasan dalam ajaran Buddha, seperti ketika para biksu Thailand bermeditasi di kuburan atau di hadapan tulang-belulang dan tengkorak untuk mengaktualisasikan rasa tidak terikat dari tubuh kita dimana kita memiliki pandangan yang salah mengenai kekekalannya dan karena itu menginvestasikan waktu, energi dan sumber daya yang tak terhingga banyaknya – walaupun pada akhirnya tubuh ini akan mengecewakan kita dengan kematian. Pelepasan adalah komponen yang kuat dalam meditasi kita untuk mengaktualisasikan agar praktik Dharma kita menjadi tulus. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan pelepasan adalah mendasar dalam semua tiga Yana Budhisme. (Akhir dari visualisasi)

Karena itu, ketika mempersembahkan hal ini sembari meresitasi Kangshag, kita membersihkan karma yang kita akumulasikan selama banyak kehidupan. Kangshag harus diresitasikan sebanyak mungkin, tetapi sebagai pedoman, kangshag bisa diresitasi sebanyak tiga, tujuh atau 21 kali pada setiap sesi doa, tergantung seberapa mendesak situasinya. Resitasi Kangshag digabungkan dengan visualisasi adalah metode yang sangat efektif untuk mempurifikasi karma negatif yang mendesak. Semakin banyak Kangshag yang kalian resitasikan dengan visualisasi Gyenze, semakin cepat hasilnya. 100,000 resitasi Kangshag kadang dilakukan oleh sekelompok biksu secara bersamaan selama beberapa hari karena doa ini sangat efektif. Tidak ada hal negatif yang bisa muncul dari meresitasi Kangshag Gyenze atau Pelindung Dharma lainnya.

 

Torma

Setelah membaca Kangshag, sangat bermanfaat untuk mempersembahkan torma kepada Pelindung Dharma.

Membuat torma tradisional: Sang pembuat menggunakan masker untuk melindungi “kebersihan” torma dari nafas kita (yang dianggap tidak murni).

Torma adalah kue ritual yang terbuat dari tepung dan mentega, digunakan untuk persembahan dalam ritual Budhisme Tibet. Torma dapat dibuat dalam berbagai bentuk, sesuai intensi dalam mempersembahkannya tetapi biasanya dibuat dalam bentuk kerucut. Mereka bisa diwarnai macam-macam tergantung dari mana asal praktik torma tersebut. Pada umumnya torma berwarna putih dan merah. Y.M. Kyabje Zong Rinpoche pernah berkata bahwa tidak praktis bagi mereka yang tidak hidup di biara untuk mempersembahkan torma tradisional. Jadi dia berkata bahwa boleh saja mempersembahkan sesuatu yang kita sukai seperti kue dan biskuit. Bila kita melakukan perjalanan atau berada di hotel, pesawat atau kereta, kita masih bisa melakukan praktik Gyenze tanpa persembahan, hanya dengan resitasi dan visualisasi. Kita harus menyesuaikan dengan waktu, tempat dan keadaan dan kemampuan kita. Ketulusan, kepercayaan dan keyakinan dalam praktik Gyenze kita pasti akan membuahkan hasil.

Susunan altar yang lebih sederhana. Praktisi yang tidak dapat membuat torma tradisional dapat menggunakan toples yang diisi dengan kue kering sebagai pengganti.

Untuk praktisi awam yang tidak terlatih dalam membuat bentuk torma tradisional, torma dapat diganti dengan sebuah botol kaca yang diisi dengan kue kering. Bila orang tersebut ingin mempersembahkan torma selama praktik, torma berikut dapat disiapkan:

  1. Satu toples besar yang diisi dengan biskuit (persembahan torma kepada Lama Tsongkhapa)
  2. Satu toples besar yang diisi dengan biskuit (persembahan torma kepada Gyenze)
  3. Satu toples lebih kecil diisi dengan biskuit (persembahan torma kepada rombongan Gyenze)

Akan tetapi, bila waktunya terbatas, persembahan torma dapat dihilangkan. Torma (biskuit) ditaruh dalam toples untuk mencegah datangnya serangga. Kalian bisa mempersembahkan torma di piring, mangkuk atau cangkir dan kemudian membuangnya di tempat yang bersih pada akhir puja/doa. Kalian juga bisa memakan torma untuk mendapatkan berkat. Bila kalian tidak ingin memakannya, biskuit ini bisa dibungkus dengan kertas dan kemudian dibuang dalam tempat sampah.

 

Persembahan Teh Hitam (Serkym)

Praktik ini juga dikenal dengan Persembahan Minuman Emas atau Serkym, yang merupakan ritual utama dari Kangsol Dorje Shugden. Praktik ini bisa dikembangkan sebagai persembahan yang lebih kepada Pelindung Dharma untuk memohon bantuan cepat. Karena itu, persembahan Serkym dianggap populer dan umum dipraktikkan diantara praktisi modern untuk memohon bantuan segera, terutama pada saat sangat dibutuhkan. Secara tradisi, teh digunakan sebagai persembahan. Akan tetapi, minuman lain seperti susu atau bahkan minuman bersoda dapat digunakan sebagai pengganti.

Sebuah set serkym tradisional

Persembahan serkym secara tradisional dipersembahkan dengan menuangkan minuman dalam wadah bertingkat dua, yang terdiri dari wadah yang lebih tinggi yang diletakkan dalam mangkuk yang lebih rendah. Bila benda ritual bergaya Tibet (yang biasanya terbuat dari kuningan) tidak bisa didapat, kalian dapat menggantikannya dengan sebuah gelas yang tinggi (seperti gelas anggur) yang diletakan dalam sebuah mangkuk kaca.

Pada saat mempersembahkan serkym, minuman dituangkan dalam pot atau kendi ke dalam wadah yang lebih tinggi sampai cairan tumpah ke mangkuk kedua. Dalam Budhisme, cairan yang tumpah melimpah menandakan tanda keberuntungan sebagai simbol pahala, kebaikan, sumber daya materi dan kondisi kondusif yang berlimpah untuk praktik Dharma.

Minuman dapat dituangkan ke wadah sebelum membaca bait doa Serkym, atau minuman dapat dituang sedikit-sedikit pada saat meresitasi baris yang relevan selama liturgi. Bila cara kedua yang dipilih, tuangkan sedikit teh ke wadah yang lebih tinggi sehingga kalian tidak mempersembahkan wadah kosong kepada Buddha. Sebelum dimulai, konsekrasikan Serkym dengan memutarkan dupa batangan yang menyala searah jarum jam ke sekeliling Serkym sembari melantunkan ‘OM AH HUM‘.

Ketika mempersembahkan Serkym, bayangkan minuman tersebut sebagai nektar ilahi yang membanyak diri untuk memenuhi seluruh samudera yang menggambarkan hal-hal yang diinginkan di dunia dan menyenangkan kelima indera.


 

Resitasi Mantra

Setelah kalian menyelesaikan persembahan teh hitam (Serkym), bacalah mantra peningkatan Dorje Shugden untuk memohon aktivitas meningkat. Mantra Gyenze adalah “OM BENZA WIKI BITANA SOHA TSESO PALJOR LONG CHO THAMCHED PUTRIM KURU OM”. Kalian bisa meresitasi mantra ini sebanyak satu, tiga, tujuh atau sebanyak mungkin mala sesuai keinginan kalian. Disarankan untuk meresitasi mantra ini sebanyak mungkin. Juga disarankan untuk melakukan praktik ini secara konsisten setiap hari. Setelah menyelesaikan pembacaan mantra setiap sesi, bacalah mantra purifikasi Vajrasattva 21 kali (kalian bisa meresitasi 100 suku kata mantra Vajrasattva atau mantra pendeknya OM VAJRASATTVA HUNG).

Di bawah ini adalah penjelasan visualisasi (penting untuk dilakukan) saat membaca mantra Gyenze untuk memohon berkatnya, seperti yang diajarkan Kensur Jampa Yeshe Rinpoche:

Catatan tangan saya mengenai meditasi Gyenze. Kensur Jampa Yeshe Rinpoche yang mengajar, dan saya menulis apa yang diajarkannya. (Klik gambar untuk memperbesar)

Ketikan catatan tangan saya ada di sini:

Hidup, pahala, kekayaan dan keberuntungan bisa tertarik pada kita.

Dari HUNG kita sebagai dewa, cahaya kuning keluar dari hati Gyenze dan rombongannya yaitu di atas bundaran matahari dengan HUNG kuning dan mantra di sekelilingnya. Mereka menjadi sangat senang dan bahagia. Setelah memohon. Dari mereka, cahaya keluar, di setiap ujung cahaya, banyak dewi cantik yang keluar (Seperti dalam persembahan mandala) dan memberi persembahan kepada Buddha, Bodhisatva, Daka dan Dakini, dll.

Mereka yang tercerahkan sangat senang dengan persembahan kepada sang pelindung. Kemudian yang tercerahkan mengirimkan cahaya dan mengisi Gyenze dan rombongannya (terutama) Gyenze dengan kemegahan dan kekuatan lebih. Lagi, cahaya kuning dari Gyenze dan rombongan, dari vas (bumpa), permata, golok, panji Gyenze dalam bentuk replika dan mengisi ribuan sistem dunia dan mendatangi makhluk luar biasa, dewa, yaksha, naga, dll, dan menyentuh mereka dan mengait hidup, kebaikan, keberuntungan, kemegahan, kekayaan mereka and kembali sebagai permata pengabul permintaan, Tujuh Lambang Kerajaan, Delapan Tanda Keberuntungan, dll. kembali ke bumpa Gyenze, dalam warna kuning.

Pahala, kemegahan, kebaikan, kekayaan, dll. mengisi vas pelindung dengan kualitas pengabul permintaan, diisi dengan apapun yang kita perlukan. (Kita dapat melanjutkan atau menghentikan meditasi di sini).

Pancaran cahaya dari vas dan artefaknya bergerak menuju donatur, orang tua, dan semua makhluk dan pikiran yang kikir, karma negatif, tetapi khususnya kekikiran dihilangkan.

Dan seseorang menerima berkat tubuh, perkataan dan pikiran Gyenze dan doa dalam bentuk cahaya kuning, seseorang menjadi penuh dengan kebaikan, kekayaan, kebijaksanaan, ajaran Buddha, siddhi didapat dan juga makhluk lainnya.

Kemudian cahaya kuning dari artefaknya dan dia sendiri pergi ke langit dan menciptakan banyak awan berwarna kuning keemasan, terang dan bercahaya. Dari awan ini hujan beras, permata, uang, fasilitas, dll. turun dengan derasnya dan bahkan dari mangkuk permata Gyenze, hujan turun bersama dengan awan dan lainnya, ke negara, daerah, ruangan kita, dan terutama kotak bhumpa kita menjadi terisi dengan semua kebutuhan, kekayaan dan tanda-tanda kekayaan yang kita perlukan. Jadi awan emas mengeluarkan suara raungan naga, suara yang menyenangkan (bukan tidak menyenangkan) ke sepuluh arah dan nama orang tersebut disebarkan dimanapun suara petir terdengar.

OM DHARMAPHALA – 9x

Renungkan ini:

OM BENZA WIKI BITANA SOHA ZE SO PEJOR LONGCHO THAMCHED PUTRIM KURU OM

Dan setelahnya mantra Vajrasattva (yang singkat tidak apa) OM VAJRASATTVA HUNG.

Kemudian lakukan visualisasi pelarutan.

Makhluk berkomitment (dibayangkan) larut ke dalam bhumpa dan makhluk bijaksana dalam diri kita. Kita adalah satu dengan Manjushri.

~ Diajarkan oleh Y.M. Kensur Jampa Yeshe Rinpoche, Gaden

Go to top

 

Penjelasan Tambahan mengenai Visualisasi Resitasi Mantra

Pertama-tama, kita membayangkan diri kita sebagai yidam. Yidam adalah dewa meditasi atau Buddha dari empat kelas Tantra dimana kita menerima inisiasi mereka. Bila kita tidak memiliki yidam dimana kita menerima inisiasi, kita memvisualisasikan Lama Tsongkhapa duduk dengan lembut di pucuk kepala kita. Kemudian, cahaya yang berwarna kuning keluar ke jantung Gyenze. Gyenze duduk di atas bundaran matahari dengan suku kata “HUNG” berwarna kuning dan rangkaian mantra di jantungnya. Rangkaian mantra ini pada dasarnya adalah mantra Gyenze yang mengelilingi suku kata ‘HUNG’ searah jarum jam. Hal ini menggambarkan ‘Pikiran’ Gyenze. Cahaya kuning mewakili permintaan kita kepada Gyenze untuk melakukan aktivitas untuk meningkatkan kekayaan luar dan dalam diri.

Selanjutnya, Gyenze menjadi sangat senang dan bahagia. Setelah memohon, dari diri dan rombongannya, cahaya tersebar ke semua arah dan pada ujung setiap cahaya, banyak dewi yang bermanifestasi dan memberikan persembahan sensorik kepada Buddha, Bodhisattva, Daka dan Dakini dan seterusnya. Mereka yang tercerahkan sangat senang dengan persembahan Pelindung. Kemudian, Yang Tercerahkan mengirimkan cahaya dan memenuhi Gyenze dan rombongannya dengan kemegahan dan kekuatan lebih. Bagian visualisasi ini adalah untuk memperkuat komitmen atau visualisasi kita dengan berkat Buddha dan Bodhisattva.

Kemudian, cahaya kuning keluar dari bumpa Gyenze. Dalam cahaya ini, permata, kait vajra dan panji dalam bentuk replika mereka keluar, dan karenanya mengisi ribuan sistem dunia dan pergi menuju makhluk luar biasa, dewa, yaksha, naga. Ia mengait hidup, kebaikan, keberuntungan, kemegahan dan kekayaan yang kembali sebagai permata pengabul permintaan, Tujuh Lambang Kerajaan, Delapan Simbol Keberuntungan, dll. dalam bentuk cahaya kuning dan kembali ke bumpa Gyenze. Pahala, kemegahan, kebaikan, kekayaan, dll. memenuhi vas Pelindung dengan kualitas pemenuh harapan dan karenanya mengisinya dengan apapun yang kita butuhkan.

Pada titik ini, visualisasi dapat dihentikan atau dilanjutkan tergantung keinginan praktisi.

Kemudian, cahaya dari vas dan peralatan keluar menuju donatur, orang tua, (atau seseorang yang kita pikirkan) dan semua makhluk hidup, dan mengusir karma negatif. Kekikiran khususnya dihilangkan. Kemudian, seseorang menerima berkat Tubuh, Perkataan, dan Pikiran Gyenze dan berkatnya dalam bentuk cahaya kuning. Dalam pancaran cahaya kuning, visualisasikan rupa Gyenze kecil yang tak terhingga banyaknya, mantra dan peralatannya larut dalam dirimu melalui pucuk kepalamu, memberkatimu untuk mendapatkan kualitas tubuh, perkataan dan pikiran Gyenze. Karena itu, orang tersebut dipenuhi dengan kebaikan, kekayaan, kebijaksanaan, ajaran Buddha dan siddhi dicapai dalam diri kita dan juga semua makhluk. Bagian visualisasi ini adalah untuk mengarahkan energi kekayaan Gyenze yang telah diperkaya dengan mengaitkan kekuatan makhluk luar biasa dan menarik mereka ke dalam diri kita dan semua makhluk.

Kemudian cahaya kuning dari peralatannya dan dirinya naik ke atas ke langit dan menciptakan banyak awan berwarna kuning emas yang cerah dan bersinar. Kemudian, dari awan turun hujan deras beras, permata, uang, fasilitas, sumber daya dan seterusnya. Bahkan dari mangkuk harta-karun Gyenze, hujan benda yang sama turun ke negara, daerah, ruangan dan khususnya lemari kekayaan kita, yang menjadi penuh dengan semua yang kita butuhkan, kekayaan dan pertanda kekayaan yang kita perlukan. Kemudian, awan emas mengeluarkan raungan naga dan petir yang merupakan pertanda keberuntungan dan enak didengar ke sepuluh arah dan nama orang tersebut tersebar kemanapun suara petir terdengar. Visualisasi ini adalah untuk menarik kekayaan dalam dan luar yang berlimpah dari Gyenze.

Setelah menyelesaikan visualisasi, kita melakukan meditasi Pelarutan. Pada titik ini, makhluk komitmen (visualisasikan Gyenze dan rombongannya) larut dalam vas Gyenze dan kemudian, Gyenze yang merupakan makhluk bijaksana larut dalam diri kita. Kita berpikir bahwa kita telah menjadi satu dengan Manjushri. Penyelesaian visualisasi ini adalah penting dalam mendapatkan kekayaan dalam diri dan pencapaian spiritual.

 

Doa Manjushri Kekayaan

Bila waktu mengijinkan, bacalah pujian kepada Gyenze yang dikomposisikan oleh Y.M. Kyabje Zemey Rinpoche untuk memperkuat praktikmu. Saya menerima ‘lung‘ (transmisi oral) doa dan mantra ini dari Kyabje Gangchen Rinpoche pada bulan April 2007.

 

Dothey dan Dedikasi

Sebelum mengakhiri sesi, baik untuk meresitasi doa Dothey, permohonan kepada Dorje Shugden untuk melakukan aktivitas tercerahkan ditulis oleh Y.M. Kyabje Trijang Rinpoche. Dothey juga mengandung bait yang bersifat mengerikan dan saran untuk ‘membunuh musuh‘, tetapi kata-kata mengerikan ini hanyalah simbolisme, bukannya ditujukan kepada makhluk tertentu. Dalam praktik Buddha manapun, tidak ada celaka yang dikenakan kepada makhluk lain dengan ritual, pikiran, meditasi atau tindakan. Kata ‘membunuh‘ dalam Dothey merujuk pada penghancuran musuh dalam diri yaitu ego, egoisme, kekikiran, kemarahan dan kebencian. Jadi “membunuh musuh” dalam Dothey mungkin terdengar penuh kekerasan tetapi hal ini merujuk pada kekerasan yang kita ciptakan secara emosional terhadap orang disekitar kita karena emosi yang menindas. Praktik ini ditujukan pada ‘membunuh‘ emosi negatif dalam diri kita atau setidaknya menyadari bahwa musuh ada dalam diri.

Setelah kalian menyelesaikan Dothey, visualisasikan Gyenze dan Lama Tsongkhapa larut dalam diri kalian dan resitasikan bait-bait pelarutan. Akhiri sesi dengan dedikasi singkat. Hal ini penting untuk membuat dedikasi tulus.

 

Addendum: Cara Lain untuk Mengumpulkan Kekayaan

Sebuah vas kekayaan yang sudah disegel dan dikonsekrasi

CATATAN: Informasi dibawah berhubungan dengan konstruksi kotak kekayaan sebagai metode tambahan untuk mengumpulkan kekayaan. Hal ini hanya bertujuan untuk menambah pengetahuan saja. Kotak kekayaan hanya boleh dikonstruksikan oleh praktisi berpengalaman. Selain itu, memiliki vas kekayaan adalah berkat.

Di samping melakukan ritual dan puja Gyenze, cara lain untuk mengumpulkan kekayaan adalah dengan menciptakan sebuah vas kekayaan dan meletakannya dalam kotak atau lemari kekayaan yang disebut ‘yangkam’. Tradisi menciptakan vas kekayaan berasal dari guru India Jowo Dipamkara Srijana Atisha yang, diantara banyak prestasinya, adalah Kepala Biara Vikramashila di India kuno.

Yidam utama Atisha adalah Tara dan karena pencapaiannya yang tinggi, dia selalu bertemu dan berkonsultasi dengan Tara sebelum membuat keputusan penting. Konon, Buddha Tara menyarankan Atisha untuk menerima permintaan dari Raja Bodhisattva Tibet untuk pergi ke Tibet dan mengajar Dharma. Ketika berada di Tibet, Tara bermanifestasi kepada Atisha dan diminta oleh Guru India ini untuk mengajarkan ritual untuk mewujudkan kemakmuran karena Tibet adalah tempat yang gersang dan masyarakatnya tidak mengenal Dharma, dan hal ini menyebabkan banyak kesulitan bagi misi Atisha untuk berkembang. Karena itu, Tara memberikan instruksi detil untuk menciptakan vas kekayaan yang diikuti oleh Atisha. Setelah Atisha menciptakan vas kekayaan pertama, dia menjadi sukses dalam menarik murid, pendukung, donatur dan sumber daya yang dibutuhkannya untuk melaksanakan pekerjaannya.

Tradisi menciptakan vas kekayaan berasal dari Atisha dan dimasukan dalam praktik Buddha kekayaan seperti Dzambala dan seterusnya. Kyabje Trijang Rinpoche menciptakan dan melembagakan praktik menciptakan vas kekayaan Gyenze guna mengambil bagian dalam berkat luar biasa Gyenze untuk menarik kekayaan dan sumber daya. Untuk membuat vas kekayaan, dibutuhkan vas tradisional dan bahan-bahan seperti dupa, mantra, simbol kekayaan seperti koin, batu permata, tujuh simbol kerajaan dan lainnya seperti biji-bijian (contoh: kacang-kacangan, beras, miju) bersama dengan rupa Gyenze.

Ini adalah bahan dasar vas kekayaan, tetapi bisa juga ditambah dengan bahan-bahan lain agar lebih ekstensif. Selain bahan-bahan yang disebutkan di atas, ada juga bahan khusus dan sakral seperti jubah lama senior, benda suci seperti tanah dan ranting pohon dari tempat sakral seperti Bodhgaya, atau relik para lama senior seperti Y.M. Panchen Lama, Y.M. Trijang Dorje Chang, Y.M. Kyabje Zong Rinpoche dan lainnya. Benda-benda ini ditaruh dalam vas, kemudian dikonsekrasikan dengan mantra dan ritual tradisional yang dilakukan untuk mengundang energi Gyenze ke dalam vas kekayaan tersebut. Kemudian, vasnya disegel dengan kain lima warna dan diikat dengan tali lima warna.

Sebuah contoh lemari kekayaan. Di dalamnya adalah sebuah vas kekayaan dan berbagai persembahan. Sebagai catatan, sebuah kotak kekayaan hanya boleh dikonstruksikan oleh seorang praktisi berpengalaman.

Lemari kekayaan bisa dibuat dalam berbagai ukuran mulai dari ukuran satu kaki sampai dengan ukuran satu ruangan. Baik bila kotak kekayaan ini memiliki banyak lemari untuk menyimpan persembahan. Makin besar lemarinya makin banyak persembahan yang bisa diberikan untuk Gyenze melalui vas kekayaan. Kabinet bisa diletakan di lokasi manapun yang strategis bagi kehadiran Gyenze dan energinya untuk bermanifestasi, contohnya di kantor, ruang tamu atau ruang altar.

Vas kekayaan bisa ditempatkan di tempat tertinggi dan persembahan kita diletakan di rak di bawahnya. Bila ada foto Gyenze atau patung kecil, bisa ditempatkan di sekitar vas kekayaan untuk mengisi ruang. Tidak ada aturan mengenai urutan bagaimana persembahan diletakkan. Lemari kekayaan bisa dikonsekrasikan oleh lama senior, Geshe atau biksu dengan Puja Yangdup dan disegel untuk tahun tersebut. Kabinet hanya dibuka setahun sekali untuk mengganti persembahan. Vas kekayaan dan lemarinya kemudian akan dikonsekrasi lagi dengan puja Yangdup sebelum disegel selama setahun.

Persembahan yang diletakan di dalam lemari kekayaan harus terdiri dari benda-benda yang menyenangkan lima indera penglihatan, suara, penciuman, perasa dan sentuhan. Benda-benda ini mungkin berupa bunga, batu berharga, lonceng, kulit kerang, genderang atau peralatan musik, parfum, saffron, makanan kering seperti makanan kalengan, manisan, minuman, bubuk susu, gula, madu, biji-bijian seperti kacang-kacangan, beras, gandum, bibit sesawi, minyak zaitun, minyak bunga matahari, brokat, sutra atau hal-hal serupa.

Persembahan sensorik diatur dalam lemari kekayaan bersama dengan rupa Delapan Simbol Keberuntungan, Naga, burung phoenix, dan lambang permata.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ukuran persembahan dan kuantitasnya tergantung pada kapasitas lemari. Akan tetapi makanan yang mudah basi harus dihindari dan praktisi hanya mempersembahkan makanan yang bisa bertahan selama satu tahun. Kita juga bisa mempersembahkan figur hewan, mobil, rumah mainan, kristal berbagai bentuk seperti dalam bentuk bunga dan buah, koin, uang, permata, logam berharga seperti emas, perak, tembaga dan batu-batu permata.

Di samping vas kekayaan, Yang Dzay Rilbu adalah pil-pil kecil yang dikonsekrasikan dengan energi dewa kekayaan oleh para lama senior. Mereka dimaksudkan untuk dikenakan dan berfungsi sama dengan vas kekayaan. Akan tetapi mereka lebih kecil dan mudah dipindahkan dan cocok bagi mereka yang sering berpergian.

 

Kesimpulan

Gyenze tidak lain adalah Manjushri, beremanasi untuk meningkatkan pencapaian spiritual kita dan juga sumber daya agar kita dapat melakukan aktivitas spiritual. Melakukan praktik Gyenze akan memberkati kita dan lingkungan sekitar untuk membantu meningkatkan aktivitas dan energi Dharma, memfasilitasi pencapaian. Pada umumnya, praktik Gyenze juga bisa memberikan kita kekayaan, sumber daya, memperpanjang usia hidup kita dan bahkan mengembangkan bisnis kita. Tetapi tujuan sebenarnya praktik Gyenze adalah agar kita diberkati dengan lingkungan yang kondusif sehingga kita dapat melakukan praktik spiritual dan mendapatkan pengertian mengenai ajaran Dharma yang lebih mendalam dan memfasilitasi praktik pelatihan pikiran seperti Lojong. Pada akhirnya, Manjushri bisa bermanifestasi dalam berbagai bentuk dan rupa baik hidup atau tidak karena pikiran tercerahkan tidak memiliki batasan. Makhluk tercerahkan bisa bermanifestasi, bermanifestasi kembali dan bermanifestasi menurut waktu, tempat, keadaan dan afinitas karma makhluk hidup yang mereka beri manfaat.

Jadi praktik Dorje Shugden baru berusia 400 tahun dan dianggap relatif baru, karena banyak yang membutuhkan emanasi ini. Afinitas Dorje Shugden dan kemampuannya untuk menolong semua makhluk akan lebih diakui pada waktunya. Kita boleh menjalani praktik Dorje Shugden dalam bentuk beliau yang manapun dan mengakuiNya sebagai Pelindung Dharma utama kita. Sekali lagi, Pelindung Dharma bukanlah praktik utama kita tetapi terkadang diperlukan untuk mengatasi banyak masalah sehari-hari yang kita hadapi. Sekali kita meyakini dan mengandalkan makhluk tercerahkan seperti Dorje Shugden, seiring dengan berjalannya waktu, kita dapat melihat hubungan khusus berkembang dan dia akan menjaga kita seperti seorang ayah menjaga anak tunggalnya.

Kasih, kebijaksanaan dan kemampuan Dorje Shugden tidak terbatas karena dia adalah Buddha yang tercerahkan sepenuhnya, bermanifestasi sebagai Pelindung Dharma. Betapa beruntungnya kita untuk mendengar namanya dan juga untuk melakukan praktiknya. Tidak peduli apakah kalian penganut Budhisme atau bukan penganut Budhisme, penganut Gelug atau berasal dari sekolah Budhisme lain, miskin atau kaya, lelaki atau perempuan. Orang sering menyebut Dorje Shugden sebagai Pelindung Gelugpa tetapi hal ini salah karena dia tidak lain adalah Manjushri, dan Manjushri tidak bisa dibatasi dalam ajaran Gelug saja.

Benar, Dorje Shugden memiliki afinitas khusus dengan Lama Tsongkhapa dan ajarannya karena dalam salah satu hidupnya, dia adalah salah satu dari delapan murid utama Tsongkhapa. Tetapi bahkan sebelum jaman Lama Tsongkhapa, dia telah bereinkarnasi sebagai banyak guru besar di Tibet, Nepal, India, dan Cina. Bahkan dia adalah salah satu Kaisar dari dinasti Qing di Tiongkok yang bernama Kangxi. Kangxi telah membawa jaman Budhisme dan memperkenalkan ajaran Lama Tsongkhapa ke lingkungan istana Cina dan di negara Cina. Para kaisar dinasti Qing dan keturunan mereka dikenal sebagai Manchurian. Menurut catatan sejarah resmi Dinasti Qing, penelitian atas asal nama Manchu; nama etnik ‘Manchu’ berasal dari Manjushri. Kaisar Qian Long juga mendukung pernyataan mengenai asal-muasal nama etnik mereka dan menulis beberapa syair mengenai hal ini.

Garis inkarnasi Dorje Shugden dapat ditelusuri sampai dengan 84 Mahasiddha. Berkat dan perlindungannya akan diberikan bagi siapa saja yang dengan tulus memohon energi tercerahkannya. Sekali lagi, saya menekankan bahwa dia tidak hanya membantu praktisi Gelug dan penganut agama Buddha, tetapi setiap orang yang memerlukan bantuan. Sebagai contoh, praktiknya juga umum diantara para Sakya, dimana dia bermanifestasi mengendarai kuda hitam. Bila kalian tidak mempercayai hal ini, kalian membatasi kekuatan makhluk tercerahkan. Dorje Shugden dalam bentuk apapun akan membantu setiap orang yang dengan tulus memohon bantuannya. Dari rumah kalian, kalian dapat mengunduh praktik harian yang saya lampirkan di sini dan mulai dengan segera. Bacalah penjelasannya dengan seksama untuk menambah pengetahuan dan pengertian kalian. Jangan takut bila kalian tidak dapat melakukan visualisasi atau persembahan dengan ‘sempurna’ karena Dorje Shugden adalah Buddha dan tidak akan ‘tersinggung’ dengan kekurangan. Ketulusan dan konsistensi adalah kuncinya.

Ketika kita mengandalkan Dorje Shugden secara konsisten, seiring dengan berjalannya waktu, kalian akan memiliki sahabat, asisten, pelindung dan sahabat kepercayaan. Percayalah pada Dorje Shugden sepenuhnya. Tidak ada bagian praktiknya yang bisa menyebabkan celaka dalam bentuk apapun. Ratusan lama senior dari sekolah Budhisme Gelug dan Sakya telah mengandalkan Dorje Shugden selama lebih dari 300 tahun. Banyak institusi biara besar dan juga praktisi awam yang berada dalam perlindungan penuh dari pelindung ilahi ini. Bila kalian menemukan praktiknya, hal ini bisa merupakan indikasi bahwa kalian memiliki afinitas yang kuat. Unduh fotonya, cetak dan letakan altar dan mulai praktiknya. Bagi mereka yang terlalu muda, sakit atau tua dan tidak kuat untuk melakukan praktiknya setiap hari, mereka bisa menaruh sebuah foto Dorje Shugden atau Gyenze di dekat mereka dan meresitasi mantranya saja. Sekali lagi, ketulusan dan keyakinan adalah kuncinya. Dengan tulus saya mengharapkan yang terbaik untuk kalian.

Tim saya telah bekerja keras bersama saya untuk membawa kompilasi ini kepada kalian. Saya, dari dalam hati, berterima kasih pada sekelompok orang yang pengasih dan bekerja keras yang hanya bertujuan untuk membantu saya memberi manfaat kepada kalian. Mereka adalah orang-orang yang sangat baik dan luar biasa. Kita memiliki banyak orang seperti itu di Kechara dan saya merasa terhormat karenanya. Terima kasih banyak kepada tim saya! Saya mendedikasikan semua pahala untuk kebahagiaan, kedamaian, pertumbuhan dan kebebasan tim saya.

Saya juga mendedikasikan pahala dari pemegang aliran dari semua tradisi dan semua guru yang berbicara mengenai kedamaian, cinta kasih, dan pengembangan kasih agar mereka berumur panjang dan lebih sukses. Saya dan tim saya merasa terhormat untuk membawa praktik Gyenze yang sangat bermanfaat untuk pertama kalinya di sini. Saya mengharapkan sukses, kesehatan, pertumbuhan dan kebebasan bagi setiap orang. Semoga kalian berada dalam perlindungan Manjushri yang damai, murka, mistis dan banyak manifestasinya dalam kehidupan ini dan seterusnya.

Sarva mangalam,
Tsem Rinpoche

 

Dedikasi Oleh Tsem Rinpoche

Maksud dari mempersembahkan praktik ini adalah supaya dapat memberi manfaat bagi banyak orang. Semoga mereka yang mempraktikkan Dorje Shugden sebagai Gyenze atau emanasi Dorje Shugden lainnya menerima berkat kekayaan dalam, luar dan rahasia. Semoga sumber daya yang mereka perlukan untuk hidup dengan baik dan melakukan praktik spiritual diberikan oleh Dorje Shugden Gyenze. Semoga mereka mendapatkan kedamaian pikiran, tidur damai, keluarga damai, hidup damai dan bebas dari kecelakaan. Ingatlah bahwa Dorje Shugden adalah Buddha Perdamaian Dunia yang beremanasi sebagai pelindung Dharma dan sifatnya adalah Manjushri yang tercerahkan sepenuhnya. Doa ini khususnya disediakan agar orang bisa dengan nyaman dan bebas mengakses praktik berharga ini, khususnya mereka yang sangat membutuhkannya.

Saya telah bekerja dengan tim saya untuk mengkompilasi semua ini dengan harapan ia akan membawa manfaat besar.

Tsa tsa Gyenze yang berkualitas tinggi, detil dan indah. Saya sangat senang membuat rupa ini tersedia untuk banyak orang.

Catatan dari tim blog ini:

 

Untuk informasi menarik lainnya:

 

Tags: , , , ,

Please support us so that we can continue to bring you more Dharma:

If you are in the United States, please note that your offerings and contributions are tax deductible. ~ the tsemrinpoche.com blog team

DISCLAIMER IN RELATION TO COMMENTS OR POSTS GIVEN BY THIRD PARTIES BELOW

Kindly note that the comments or posts given by third parties in the comment section below do not represent the views of the owner and/or host of this Blog, save for responses specifically given by the owner and/or host. All other comments or posts or any other opinions, discussions or views given below under the comment section do not represent our views and should not be regarded as such. We reserve the right to remove any comments/views which we may find offensive but due to the volume of such comments, the non removal and/or non detection of any such comments/views does not mean that we condone the same.

We do hope that the participants of any comments, posts, opinions, discussions or views below will act responsibly and do not engage nor make any statements which are defamatory in nature or which may incite and contempt or ridicule of any party, individual or their beliefs or to contravene any laws.

Leave a Reply

Maximum file size: 15MB each
Allowed file types: jpg, jpeg, gif, png

 

Maximum file size: 50MB
Allowed file type: mp4
Maximum file size: 15MB each
Allowed file types: pdf, docx

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog Chat

BLOG CHAT

Dear blog friends,

I’ve created this section for all of you to share your opinions, thoughts and feelings about whatever interests you.

Everyone has a different perspective, so this section is for you.

Tsem Rinpoche


SCHEDULED CHAT SESSIONS / 中文聊天室时间表

(除了每个月的第一个星期五)
SUNDAY
8 - 9PM (GMT +8)
4 - 5AM (PST)

UPCOMING TOPICS FOR NOVEMBER / 十一月份讨论主题

Please come and join in the chat for a fun time and support. See you all there.


Blog Chat Etiquette

These are some simple guidelines to make the blog chat room a positive, enjoyable and enlightening experience for everyone. Please note that as this is a chat room, we chat! Do not flood the chat room, or post without interacting with others.

EXPAND
Be friendly

Remember that these are real people you are chatting with. They may have different opinions to you and come from different cultures. Treat them as you would face to face, and respect their opinions, and they will treat you the same.

Be Patient

Give the room a chance to answer you. Patience is a virtue. And if after awhile, people don't respond, perhaps they don't know the answer or they did not see your question. Do ask again or address someone directly. Do not be offended if people do not or are unable to respond to you.

Be Relevant

This is the blog of H.E. Tsem Rinpoche. Please respect this space. We request that all participants here are respectful of H.E. Tsem Rinpoche and his organisation, Kechara.

Be polite

Avoid the use of language or attitudes which may be offensive to others. If someone is disrespectful to you, ignore them instead of arguing with them.

Please be advised that anyone who contravenes these guidelines may be banned from the chatroom. Banning is at the complete discretion of the administrator of this blog. Should anyone wish to make an appeal or complaint about the behaviour of someone in the chatroom, please copy paste the relevant chat in an email to us at care@kechara.com and state the date and time of the respective conversation.

Please let this be a conducive space for discussions, both light and profound.

KECHARA FOREST RETREAT PROGRESS UPDATES

Here is the latest news and pictorial updates, as it happens, of our upcoming forest retreat project.

The Kechara Forest Retreat is a unique holistic retreat centre focused on the total wellness of body, mind and spirit. This is a place where families and individuals will find peace, nourishment and inspiration in a natural forest environment. At Kechara Forest Retreat, we are committed to give back to society through instilling the next generation with universal positive values such as kindness and compassion.

For more information, please read here (english), here (chinese), or the official site: retreat.kechara.com.

Noticeboard

Name: Email:
For:  
Mail will not be published
  • S.Prathap
    Wednesday, Oct 28. 2020 03:08 PM
    Reading comics is an interesting way to improves our verbal intelligence.
    Possessed is the latest title from Kechara Comics, an interesting story experienced by the Krishna family, living in Ipoh.
    Just like the printing of Sutras & traditional Dharma texts, modern publications such as these comics also generate vast merits and create the causes for Dorje Shugden’s lineage to grow.


    https://bit.ly/2TwGltW
  • Samfoonheei
    Wednesday, Oct 28. 2020 02:45 PM
    Great information and explaining all about the wonderful ways for us all of to collect merits . Giving (dana) is one of the essential preliminary steps of Buddhist practice. The practice of giving is universally recognized as one of the most basic human virtues .
    When practiced in itself, it is a basis of merit it leads ultimately to liberation from samsara. An act of giving will bring us happiness in the future, in accordance with the kammic law of cause and effect taught by the Buddha.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/etc/dana-offerings-for-tsem-ladrang.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, Oct 28. 2020 02:43 PM
    Well, the practice of death meditation is a common practice in many Buddhist lineages. Everything that belongs to us is left behind at the time of death. By training our mind in death and impermanence, we can avert our attraction to the appearances of this life. If we think about death , it will motivates us to repair relationships and forgive in life. With preparation we can help others at death-time. The time of death is uncertain and there is no fixed lifespan in our world. At the time of death what’s really important is the Dharma practice. We learn, practice Dharma and putting it into action is the best choice we made before death. We are fortunate to have a chance to work in the Dharma and learning death meditation to prepare ourselves as the moment will come any time.
    Thank you Rinpoche for this great teachings with folded hands.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/kechara-13-depts/last-night-i-spoke-about-death-meditation-in-more-detail.html
  • Samfoonheei
    Wednesday, Oct 28. 2020 02:39 PM
    HE Tsem Rinpoche comes from Gaden Monastery,Rinpoche had travelled from US to be ordained in India. Gaden Monastery is a world-renowned monastic university which was founded in the 14th century by the great scholar and saint, Lama Tsongkhapa. The beginning of Gaden Monastery in India was very difficult due to many reasons. Financially was one and Rinpoche had helped and supported the monastery ’s education department from the very beginning . Even coming to Malaysia Rinpoche continued to support them raising funds to purchase new books for the library, computer facilities for the monks, furniture, fixtures etc. These has carried on till the present days to create great geshes, scholars, masters in the future.
    Thank you Pastor Seng Piow for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/behind-the-scenes/rinpoche-helps-monastic-education.html
  • S.Prathap
    Wednesday, Oct 28. 2020 12:02 AM
    We should share with more people about this piece of article, to let more know about this fact; thus more awareness are able to be created; more helps are able to extend to these animals; or less cruelty are being done to them.

    This is good article to bring out the awareness of how human cause the death of these animals where the animals are not capable to escape from the trap and captivity set up by human race.Thank you very much for sharing this article.


    https://bit.ly/3owIh3L
  • sarassitham
    Tuesday, Oct 27. 2020 06:20 PM
    Mother nature is truly amazing, there are a lot of interesting places in the world to discover and explore and this unique island of Japan and home to a majority of the population Okinawa is truly wonderful.

    Thank you for the interesting sharing of Okinawa, hope to visit the great place and witness live of the famous Naha Tug-of-War Festival. I loved all the photos shared especially the yummy foods, the fascinating Yokusendo Cave, traditional Okinawa Craft Village and the secret of Abu Park.

    https://bit.ly/2HGHRql


  • Samfoonheei
    Tuesday, Oct 27. 2020 01:01 PM
    Wow….In Thailand, priority seats are given to Buddhist monks, that’s wonderful. Monks in Thailand are well respected by many with the majority of Thailand practising Buddhism. We could see monks everywhere in Thailand. Most public transport in Bangkok has seats marked for monks. We used to see signage board stating elderly persons, disabled persons, pregnant women, and children were given priority. Priority seats have been designated in public transport vehicles such as train, bus monorail and other transport operators . It rare to see signage should yield their seat to the monks. I have yet come across such signage yet in Malaysia.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/etc/spirituality-on-the-train.html
  • Samfoonheei
    Tuesday, Oct 27. 2020 12:58 PM
    Meeting Rinpoche and receiving gifts such as Green Tara tsa tsa is indeed so fortunate. Due to Rinpoche generousity, helpful and compassionate nature, Rinpoche will always have gifts with him while travelling. Hence where Rinpoche goes and meeting any people around, Rinpoche will surely share Dharma and giving out gifts. LeeAnn the lady owner of Early Bird restaurant in Willow Creek, North California whom Rinpoche met had received Green Tara tsa tsa. Thank you for the wonderful sharing .

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/behind-the-scenes/connecting-with-tara-posted-by-admin.html
  • Samfoonheei
    Tuesday, Oct 27. 2020 12:56 PM
    Rinpoche’s limitless care and compassion for others has no boundary, nor matter what time and place. Rinpoche will be there , giving blessing. Looking at those pictures tells us all. Rinpoche had indeed benefited many people in many ways.
    Thank you Pastor Seng Piow for this wonderful story to inspire us all.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/behind-the-scenes/personal-attendant-what-was-rinpoche-doing-around-3-to-4am.html
  • sarassitham
    Monday, Oct 26. 2020 04:52 PM
    While this is a scary thoughts to discover the common hazards in our homes comes from our convenient purchase of household products. Many of us know that, household products, including cleaning supplies often contain agents that can be very harmful to us and stored them safe to help protect our kids without realizing our health actually.

    Thanks you for the article sharing, it’s great to understand health and wellness is not simply about diet and exercise, but be aware of the exposure to toxic that applies in our daily life. I’m aware of all the items shared and will take action to limit and remove them. If possible will try to explore further to replace with natural alternatives.

    https://bit.ly/2TrZTQ4

  • S.Prathap
    Monday, Oct 26. 2020 03:28 PM
    The practice is simple yet has numerous benefits for us.The explanation given of this wonderful and powerful purification practice of Ucchusma is really easy to understand.A lot will be benefited from this practice.

    With our mind free from negative pollution, we will be able to progress in our spiritual path with fewer distractions and attachments. Thank you very much for sharing this good article.

    https://bit.ly/2FYeJuk
  • Samfoonheei
    Monday, Oct 26. 2020 03:04 PM
    Mr Rajkumar and his wife Sangeeta travelled all the way from Nepal to visit Kechara. They came visiting as special guests of Tsem Ladrang, that’s wonderful. They were showed around the place of interest in Kuala Lumpur and so forth with great memories to bring back . They even joined in KSK department giving foods to the poor. They were very helpful and hard working couple. Hope more friends from Nepal coming to visit Kechara Forest retreat at Bentong.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/students-friends/friends-from-nepal.html
  • Samfoonheei
    Monday, Oct 26. 2020 03:03 PM
    Urgelling Monastery is a small Buddhist monastery in Arunachal Pradesh, northeastern India, a recognized region of the Indian subcontinent. Wow….this place is the birth place of Tsangyang Gyatso, the Sixth Dalai Lama. It was established in the 15th century with amazing story behind the monastery such as the walking sticks of the Sixth Dalai Lama. The monastery is indeed of great historic importance, for the people of Buddhist faith. A beautiful and scared place to go for pilgrimage . Looking at the beautiful pictures tells us all.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/buddhas-dharma/urgelling-monastery-oasis-of-peace-not-ready.html
  • Samfoonheei
    Monday, Oct 26. 2020 03:00 PM
    In the Buddhist tradition, the purpose of taking refuge is to awaken from confusion and associate oneself with wakefulness. The first step in practicing Buddhism is taking refuge in the Three Jewels. Taking refuge means relying on these Three Jewels so that they become the main focus of our lives. Once we have taken refuge in the Three Jewels, we should not take refuge in any other religion nor blend Buddhism and other religions. Taking refuge is a matter of commitment and acceptance and, at the same time, of openness and freedom. By taking the refuge vow we commit ourselves to freedom and to give up our attachment to basic security. Go all the way nor matter what happened along the way to achieve our ultimate goal in our spiritual path. Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/inspiration-worthy-words/taking-refuge-in-buddha.html
  • Samfoonheei
    Sunday, Oct 25. 2020 02:41 PM
    The heartbreak of grief is the hardest. The death of a loved one who was a meaningful part of our life can absolutely lead to significant shifts. Those people in deep sorrow at the loss of a loved one need mental support and a lift up. Having Rinpoche blessing the mind of the deceased and let them have a …good rebirth is really beautiful indeed. That’s the time the family of the departed needs most the company of friends and so forth. The behind scenes of Rinpoche did was really touching not only the Dharma teachings, Rinpoche will go all the way to help the deceased family, spending every minute of every day thinking, working and acting for the benefit of all around him and many of whom he hardly knows.
    Thank you Seng PIow for sharing the look behind the scenes of what Rinpoche does.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/behind-the-scenes/rinpoche-in-funerals.html

1 · 2 · 3 · 4 · 5 · »

Messages from Rinpoche

Scroll down within the box to view more messages from Rinpoche. Click on the images to enlarge. Click on 'older messages' to view archived messages. Use 'prev' and 'next' links to navigate between pages

Use this URL to link to this section directly: https://www.tsemrinpoche.com/#messages-from-rinpoche

Previous Live Videos

MORE VIDEOS

Shugdenpas Speaking Up Across The Globe

From Europe Shugden Association:


MORE VIDEOS

From Tibetan Public Talk:


MORE VIDEOS

CREDITS

Concept: Tsem Rinpoche
Technical: Lew Kwan Leng, Justin Ripley, Yong Swee Keong
Design: Justin Ripley, Cynthia Lee
Content: Tsem Rinpoche, Justin Ripley, Pastor Shin Tan, Sarah Yap
Admin: Pastor Loh Seng Piow, Beng Kooi

I must thank my dharma blog team who are great assets to me, Kechara and growth of dharma in this wonderful region. I am honoured and thrilled to work with them. I really am. Maybe I don't say it enough to them, but I am saying it now. I APPRECIATE THESE GUYS VERY MUCH!

Tsem Rinpoche

Total views today
1,307
Total views up to date
21,337,984

Stay Updated

What Am I Writing Now

Facebook Fans Youtube Views Blog Views
Animal Care Fund
  Bigfoot, Yeti, Sasquatch

The Unknown

The Known and unknown are both feared,
Known is being comfortable and stagnant,
The unknown may be growth and opportunities,
One shall never know if one fears the unknown more than the known.
Who says the unknown would be worse than the known?
But then again, the unknown is sometimes worse than the known. In the end nothing is known unless we endeavour,
So go pursue all the way with the unknown,
because all unknown with familiarity becomes the known.
~Tsem Rinpoche

Photos On The Go

Click on the images to view the bigger version. And scroll down and click on "View All Photos" to view more images.
According to legend, Shambhala is a place where wisdom and love reign, and there is no crime. Doesn\'t this sound like the kind of place all of us would love to live in? https://www.tsemrinpoche.com/?p=204874
9 months ago
According to legend, Shambhala is a place where wisdom and love reign, and there is no crime. Doesn't this sound like the kind of place all of us would love to live in? https://www.tsemrinpoche.com/?p=204874
108 candles and sang (incense) offered at our Wish-Fulfilling Grotto, invoking Dorje Shugden\'s blessings for friends, sponsors and supporters, wonderful!
9 months ago
108 candles and sang (incense) offered at our Wish-Fulfilling Grotto, invoking Dorje Shugden's blessings for friends, sponsors and supporters, wonderful!
Dharmapalas are not exclusive to Tibetan culture and their practice is widespread throughout the Buddhist world - https://www.tsemrinpoche.com/?p=193645
9 months ago
Dharmapalas are not exclusive to Tibetan culture and their practice is widespread throughout the Buddhist world - https://www.tsemrinpoche.com/?p=193645
One of our adorable Kechara Forest Retreat\'s doggies, Tara, happy and safe, and enjoying herself in front of Wisdom Hall which has been decorated for Chinese New Year
9 months ago
One of our adorable Kechara Forest Retreat's doggies, Tara, happy and safe, and enjoying herself in front of Wisdom Hall which has been decorated for Chinese New Year
Fragrant organic Thai basil harvested from our very own Kechara Forest Retreat farm!
9 months ago
Fragrant organic Thai basil harvested from our very own Kechara Forest Retreat farm!
On behalf of our Puja House team, Pastor Tat Ming receives food and drinks from Rinpoche. Rinpoche wanted to make sure the hardworking Puja House team are always taken care of.
9 months ago
On behalf of our Puja House team, Pastor Tat Ming receives food and drinks from Rinpoche. Rinpoche wanted to make sure the hardworking Puja House team are always taken care of.
By the time I heard about Luang Phor Thong, he was already very old, in his late 80s. When I heard about him, I immediately wanted to go and pay my respects to him. - http://bit.ly/LuangPhorThong
9 months ago
By the time I heard about Luang Phor Thong, he was already very old, in his late 80s. When I heard about him, I immediately wanted to go and pay my respects to him. - http://bit.ly/LuangPhorThong
It\'s very nice to see volunteers helping maintain holy sites in Kechara Forest Retreat, it\'s very good for them. Cleaning Buddha statues is a very powerful and effective way of purifying body karma.
9 months ago
It's very nice to see volunteers helping maintain holy sites in Kechara Forest Retreat, it's very good for them. Cleaning Buddha statues is a very powerful and effective way of purifying body karma.
Kechara Forest Retreat is preparing for the upcoming Chinese New Year celebrations. This is our holy Vajra Yogini stupa which is now surrounded by beautiful lanterns organised by our students.
10 months ago
Kechara Forest Retreat is preparing for the upcoming Chinese New Year celebrations. This is our holy Vajra Yogini stupa which is now surrounded by beautiful lanterns organised by our students.
One of the most recent harvests from our Kechara Forest Retreat land. It was grown free of chemicals and pesticides, wonderful!
10 months ago
One of the most recent harvests from our Kechara Forest Retreat land. It was grown free of chemicals and pesticides, wonderful!
Third picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
1 year ago
Third picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
Second picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
1 year ago
Second picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
First picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
1 year ago
First picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
The first title published by Kechara Comics is Karuna Finds A Way. It tells the tale of high-school sweethearts Karuna and Adam who had what some would call the dream life. Everything was going great for them until one day when reality came knocking on their door. Caught in a surprise swindle, this loving family who never harmed anyone found themselves out of luck and down on their fortune. Determined to save her family, Karuna goes all out to find a solution. See what she does- https://bit.ly/2LSKuWo
1 year ago
The first title published by Kechara Comics is Karuna Finds A Way. It tells the tale of high-school sweethearts Karuna and Adam who had what some would call the dream life. Everything was going great for them until one day when reality came knocking on their door. Caught in a surprise swindle, this loving family who never harmed anyone found themselves out of luck and down on their fortune. Determined to save her family, Karuna goes all out to find a solution. See what she does- https://bit.ly/2LSKuWo
Very powerful story! Tibetan Resistance group Chushi Gangdruk reveals how Dalai Lama escaped in 1959- https://bit.ly/2S9VMGX
1 year ago
Very powerful story! Tibetan Resistance group Chushi Gangdruk reveals how Dalai Lama escaped in 1959- https://bit.ly/2S9VMGX
At Kechara Forest Retreat land we have nice fresh spinach growing free of chemicals and pesticides. Yes!
1 year ago
At Kechara Forest Retreat land we have nice fresh spinach growing free of chemicals and pesticides. Yes!
See beautiful pictures of Manjushri Guest House here- https://bit.ly/2WGo0ti
1 year ago
See beautiful pictures of Manjushri Guest House here- https://bit.ly/2WGo0ti
Beginner’s Introduction to Dorje Shugden~Very good overview https://bit.ly/2QQNfYv
1 year ago
Beginner’s Introduction to Dorje Shugden~Very good overview https://bit.ly/2QQNfYv
Fresh eggplants grown on Kechara Forest Retreat\'s land here in Malaysia
1 year ago
Fresh eggplants grown on Kechara Forest Retreat's land here in Malaysia
Most Venerable Uppalavanna – The Chief Female Disciple of Buddha Shakyamuni - She exhibited many supernatural abilities gained from meditation and proved to the world females and males are equal in spirituality- https://bit.ly/31d9Rat
1 year ago
Most Venerable Uppalavanna – The Chief Female Disciple of Buddha Shakyamuni - She exhibited many supernatural abilities gained from meditation and proved to the world females and males are equal in spirituality- https://bit.ly/31d9Rat
Thailand’s ‘Renegade’ Yet Powerful Buddhist Nuns~ https://bit.ly/2Z1C02m
1 year ago
Thailand’s ‘Renegade’ Yet Powerful Buddhist Nuns~ https://bit.ly/2Z1C02m
Mahapajapati Gotami – the first Buddhist nun ordained by Lord Buddha- https://bit.ly/2IjD8ru
1 year ago
Mahapajapati Gotami – the first Buddhist nun ordained by Lord Buddha- https://bit.ly/2IjD8ru
The Largest Buddha Shakyamuni in Russia | 俄罗斯最大的释迦牟尼佛画像- https://bit.ly/2Wpclni
1 year ago
The Largest Buddha Shakyamuni in Russia | 俄罗斯最大的释迦牟尼佛画像- https://bit.ly/2Wpclni
Sacred Vajra Yogini
1 year ago
Sacred Vajra Yogini
Dorje Shugden works & archives - a labour of commitment - https://bit.ly/30Tp2p8
1 year ago
Dorje Shugden works & archives - a labour of commitment - https://bit.ly/30Tp2p8
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha.
1 year ago
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha.
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha. She was his step-mother and aunt. Buddha\'s mother had passed away at his birth so he was raised by Gotami.
1 year ago
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha. She was his step-mother and aunt. Buddha's mother had passed away at his birth so he was raised by Gotami.
Another nun disciple of Lord Buddha\'s. She had achieved great spiritual abilities and high attainments. She would be a proper object of refuge. This image of the eminent bhikkhuni (nun) disciple of the Buddha, Uppalavanna Theri.
1 year ago
Another nun disciple of Lord Buddha's. She had achieved great spiritual abilities and high attainments. She would be a proper object of refuge. This image of the eminent bhikkhuni (nun) disciple of the Buddha, Uppalavanna Theri.
Wandering Ascetic Painting by Nirdesha Munasinghe
1 year ago
Wandering Ascetic Painting by Nirdesha Munasinghe
High Sri Lankan monks visit Kechara to bless our land, temple, Buddha and Dorje Shugden images. They were very kind-see pictures- https://bit.ly/2HQie2M
1 year ago
High Sri Lankan monks visit Kechara to bless our land, temple, Buddha and Dorje Shugden images. They were very kind-see pictures- https://bit.ly/2HQie2M
This is pretty amazing!

First Sri Lankan Buddhist temple opened in Dubai!!!
1 year ago
This is pretty amazing! First Sri Lankan Buddhist temple opened in Dubai!!!
My Dharma boy (left) and Oser girl loves to laze around on the veranda in the mornings. They enjoy all the trees, grass and relaxing under the hot sun. Sunbathing is a favorite daily activity. I care about these two doggies of mine very much and I enjoy seeing them happy. They are with me always. Tsem Rinpoche

Always be kind to animals and eat vegetarian- https://bit.ly/2Psp8h2
1 year ago
My Dharma boy (left) and Oser girl loves to laze around on the veranda in the mornings. They enjoy all the trees, grass and relaxing under the hot sun. Sunbathing is a favorite daily activity. I care about these two doggies of mine very much and I enjoy seeing them happy. They are with me always. Tsem Rinpoche Always be kind to animals and eat vegetarian- https://bit.ly/2Psp8h2
After you left me Mumu, I was alone. I have no family or kin. You were my family. I can\'t stop thinking of you and I can\'t forget you. My bond and connection with you is so strong. I wish you were by my side. Tsem Rinpoche
1 year ago
After you left me Mumu, I was alone. I have no family or kin. You were my family. I can't stop thinking of you and I can't forget you. My bond and connection with you is so strong. I wish you were by my side. Tsem Rinpoche
This story is a life-changer. Learn about the incredible Forest Man of India | 印度“森林之子”- https://bit.ly/2Eh4vRS
1 year ago
This story is a life-changer. Learn about the incredible Forest Man of India | 印度“森林之子”- https://bit.ly/2Eh4vRS
Part 2-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
1 year ago
Part 2-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
Part 1-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
1 year ago
Part 1-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
The great Protector Manjushri Dorje Shugden depicted in the beautiful Mongolian style. To download a high resolution file: https://bit.ly/2Nt3FHz
1 year ago
The great Protector Manjushri Dorje Shugden depicted in the beautiful Mongolian style. To download a high resolution file: https://bit.ly/2Nt3FHz
The Mystical land of Shambhala is finally ready for everyone to feast their eyes and be blessed. A beautiful post with information, art work, history, spirituality and a beautiful book composed by His Holiness the 6th Panchen Rinpoche. ~ https://bit.ly/309MHBi
1 year ago
The Mystical land of Shambhala is finally ready for everyone to feast their eyes and be blessed. A beautiful post with information, art work, history, spirituality and a beautiful book composed by His Holiness the 6th Panchen Rinpoche. ~ https://bit.ly/309MHBi
Beautiful pictures of the huge Buddha in Longkou Nanshan- https://bit.ly/2LsBxVb
1 year ago
Beautiful pictures of the huge Buddha in Longkou Nanshan- https://bit.ly/2LsBxVb
The reason-Very interesting thought- https://bit.ly/2V7VT5r
1 year ago
The reason-Very interesting thought- https://bit.ly/2V7VT5r
NEW Bigfoot cafe in Malaysia! Food is delicious!- https://bit.ly/2VxdGau
1 year ago
NEW Bigfoot cafe in Malaysia! Food is delicious!- https://bit.ly/2VxdGau
DON\'T MISS THIS!~How brave Bonnie survived by living with a herd of deer~ https://bit.ly/2Lre2eY
1 year ago
DON'T MISS THIS!~How brave Bonnie survived by living with a herd of deer~ https://bit.ly/2Lre2eY
Global Superpower China Will Cut Meat Consumption by 50%! Very interesting, find out more- https://bit.ly/2V1sJFh
1 year ago
Global Superpower China Will Cut Meat Consumption by 50%! Very interesting, find out more- https://bit.ly/2V1sJFh
You can download this beautiful Egyptian style Dorje Shugden Free- https://bit.ly/2Nt3FHz
1 year ago
You can download this beautiful Egyptian style Dorje Shugden Free- https://bit.ly/2Nt3FHz
Beautiful high file for print of Lord Manjushri. May you be blessed- https://bit.ly/2V8mwZe
1 year ago
Beautiful high file for print of Lord Manjushri. May you be blessed- https://bit.ly/2V8mwZe
Mongolian (Oymiakon) Shaman in Siberia, Russia. That is his real outfit he wears. Very unique. TR
1 year ago
Mongolian (Oymiakon) Shaman in Siberia, Russia. That is his real outfit he wears. Very unique. TR
Find one of the most beautiful temples in the world in Nara, Japan. It is the 1,267 year old Todai-ji temple that houses a 15 meter Buddha Vairocana statue who is a cosmic and timeless Buddha. Emperor Shomu who sponsored this beautiful temple eventually abdicated and ordained as a Buddhist monk. Very interesting history and story. One of the places everyone should visit- https://bit.ly/2VgsHhK
1 year ago
Find one of the most beautiful temples in the world in Nara, Japan. It is the 1,267 year old Todai-ji temple that houses a 15 meter Buddha Vairocana statue who is a cosmic and timeless Buddha. Emperor Shomu who sponsored this beautiful temple eventually abdicated and ordained as a Buddhist monk. Very interesting history and story. One of the places everyone should visit- https://bit.ly/2VgsHhK
Manjusri Kumara (bodhisattva of wisdom), India, Pala dynesty, 9th century, stone, Honolulu Academy of Arts
1 year ago
Manjusri Kumara (bodhisattva of wisdom), India, Pala dynesty, 9th century, stone, Honolulu Academy of Arts
Click on "View All Photos" above to view more images

Videos On The Go

Please click on the images to watch video
  • Pig puts his toys away
    9 months ago
    Pig puts his toys away
    Animals are so intelligent. They can feel happiness, joy, pain, sorrow, just like humans. Always show kindness to them. Always show kindness to everyone.
  • Always be kind to animals-They deserve to live just like us.
    1 years ago
    Always be kind to animals-They deserve to live just like us.
    Whales and dolphins playing with each other in the Pacific sea. Nature is truly incredible!
  • Bodha stupa July 2019-
    1 years ago
    Bodha stupa July 2019-
    Rainy period
  • Cute Tara girl having a snack. She is one of Kechara Forest Retreat’s resident doggies.
    1 years ago
    Cute Tara girl having a snack. She is one of Kechara Forest Retreat’s resident doggies.
  • Your Next Meal!
    1 years ago
    Your Next Meal!
    Yummy? Tasty? Behind the scenes of the meat on your plates. Meat is a killing industry.
  • This is Daw
    1 years ago
    This is Daw
    This is what they do to get meat on tables, and to produce belts and jackets. Think twice before your next purchase.
  • Don’t Take My Mummy Away!
    1 years ago
    Don’t Take My Mummy Away!
    Look at the poor baby chasing after the mother. Why do we do that to them? It's time to seriously think about our choices in life and how they affect others. Be kind. Don't break up families.
  • They do this every day!
    1 years ago
    They do this every day!
    This is how they are being treated every day of their lives. Please do something to stop the brutality. Listen to their cries for help!
  • What happened at Fair Oaks Farm?
    1 years ago
    What happened at Fair Oaks Farm?
    The largest undercover dairy investigation of all time. See what they found out at Fair Oaks Farm.
  • She’s going to spend her whole life here without being able to move correctly. Like a machine. They are the slaves of the people and are viewed as a product. It’s immoral. Billions of terrestrial animals die annually. Billions. You can’t even imagine it. And all that because people don’t want to give up meat, even though there are so many alternatives. ~ Gabriel Azimov
    1 years ago
    She’s going to spend her whole life here without being able to move correctly. Like a machine. They are the slaves of the people and are viewed as a product. It’s immoral. Billions of terrestrial animals die annually. Billions. You can’t even imagine it. And all that because people don’t want to give up meat, even though there are so many alternatives. ~ Gabriel Azimov
  • Our Malaysian Prime Minister Dr. Mahathir speaks so well, logically and regarding our country’s collaboration with China for growth. It is refreshing to listen to Dr. Mahathir’s thoughts. He said our country can look to China for many more things such as technology and so on. Tsem Rinpoche
    2 yearss ago
    Our Malaysian Prime Minister Dr. Mahathir speaks so well, logically and regarding our country’s collaboration with China for growth. It is refreshing to listen to Dr. Mahathir’s thoughts. He said our country can look to China for many more things such as technology and so on. Tsem Rinpoche
  • This is the first time His Holiness Dalai Lama mentions he had some very serious illness. Very worrying. This video is captured April 2019.
    2 yearss ago
    This is the first time His Holiness Dalai Lama mentions he had some very serious illness. Very worrying. This video is captured April 2019.
  • Beautiful Monastery in Hong Kong
    2 yearss ago
    Beautiful Monastery in Hong Kong
  • This dog thanks his hero in such a touching way. Tsem Rinpoche
    2 yearss ago
    This dog thanks his hero in such a touching way. Tsem Rinpoche
  • Join Tsem Rinpoche in prayer for H.H. Dalai Lama’s long life~ https://www.youtube.com/watch?v=gYy7JcveikU&feature=youtu.be
    2 yearss ago
    Join Tsem Rinpoche in prayer for H.H. Dalai Lama’s long life~ https://www.youtube.com/watch?v=gYy7JcveikU&feature=youtu.be
  • These people going on pilgrimage to a holy mountain and prostrating out of devotion and for pilgrimage in Tibet. Such determination for spiritual practice. Tsem Rinpoche
    2 yearss ago
    These people going on pilgrimage to a holy mountain and prostrating out of devotion and for pilgrimage in Tibet. Such determination for spiritual practice. Tsem Rinpoche
  • Beautiful new casing in Kechara for Vajra Yogini. Tsem Rinpoche
    2 yearss ago
    Beautiful new casing in Kechara for Vajra Yogini. Tsem Rinpoche
  • Get ready to laugh real hard. This is Kechara’s version of “Whatever Happened to Baby Jane!” We have some real talents in this video clip.
    2 yearss ago
    Get ready to laugh real hard. This is Kechara’s version of “Whatever Happened to Baby Jane!” We have some real talents in this video clip.
  • Recitation of Dorje Dermo‘s mantra or the Dharani of Glorious Vajra Claws. This powerful mantra is meant to destroy all obstacles that come in our way. Beneficial to play this mantra in our environments.
    2 yearss ago
    Recitation of Dorje Dermo‘s mantra or the Dharani of Glorious Vajra Claws. This powerful mantra is meant to destroy all obstacles that come in our way. Beneficial to play this mantra in our environments.
  • Beautiful
    2 yearss ago
    Beautiful
    Beautiful sacred Severed Head Vajra Yogini from Tsem Rinpoche's personal shrine.
  • My little monster cute babies Dharma and Oser. Take a look and get a cute attack for the day! Tsem Rinpoche
    2 yearss ago
    My little monster cute babies Dharma and Oser. Take a look and get a cute attack for the day! Tsem Rinpoche
  • Plse watch this short video and see how all sentient beings are capable of tenderness and love. We should never hurt animals nor should we eat them. Tsem Rinpoche
    2 yearss ago
    Plse watch this short video and see how all sentient beings are capable of tenderness and love. We should never hurt animals nor should we eat them. Tsem Rinpoche
  • Cruelty of some people have no limits and it’s heartbreaking. Being kind cost nothing. Tsem Rinpoche
    2 yearss ago
    Cruelty of some people have no limits and it’s heartbreaking. Being kind cost nothing. Tsem Rinpoche
  • SUPER ADORABLE and must see
    2 yearss ago
    SUPER ADORABLE and must see
    Tsem Rinpoche's dog Oser girl enjoying her snack in her play pen.
  • Cute!
    2 yearss ago
    Cute!
    Oser girl loves the balcony so much. - https://www.youtube.com/watch?v=RTcoWpKJm2c
  • Uncle Wong
    2 yearss ago
    Uncle Wong
    We were told by Uncle Wong he is very faithful toward Dorje Shugden. Dorje Shugden has extended help to him on several occasions and now Uncle Wong comes daily to make incense offerings to Dorje Shugden. He is grateful towards the help he was given.
  • Tsem Rinpoche’s Schnauzer Dharma boy fights Robot sphere from Arkonide!
    2 yearss ago
    Tsem Rinpoche’s Schnauzer Dharma boy fights Robot sphere from Arkonide!
  • Cute baby owl found and rescued
    2 yearss ago
    Cute baby owl found and rescued
    We rescued a lost baby owl in Kechara Forest Retreat.
  • Nice cups from Kechara!!
    2 yearss ago
    Nice cups from Kechara!!
    Dorje Shugden people's lives matter!
  • Enjoy a peaceful morning at Kechara Forest Retreat
    2 yearss ago
    Enjoy a peaceful morning at Kechara Forest Retreat
    Chirping birds and other forest animals create a joyful melody at the Vajrayogini stupa in Kechara Forest Retreat (Bentong, Malaysia).
  • This topic is so hot in many circles right now.
    3 yearss ago
    This topic is so hot in many circles right now.
    This video is thought-provoking and very interesting. Watch! Thanks so much to our friends at LIVEKINDLY.
  • Chiropractic CHANGES LIFE for teenager with acute PAIN & DEAD LEG.
    3 yearss ago
    Chiropractic CHANGES LIFE for teenager with acute PAIN & DEAD LEG.
  • BEAUTIFUL PLACE IN NEW YORK STATE-AMAZING.
    3 yearss ago
    BEAUTIFUL PLACE IN NEW YORK STATE-AMAZING.
  • Leonardo DiCaprio takes on the meat Industry with real action.
    3 yearss ago
    Leonardo DiCaprio takes on the meat Industry with real action.
  • Do psychic mediums have messages from beyond?
    3 yearss ago
    Do psychic mediums have messages from beyond?
  • Lovely gift for my 52nd Birthday. Tsem Rinpoche
    3 yearss ago
    Lovely gift for my 52nd Birthday. Tsem Rinpoche
  • This 59-year-old chimpanzee was refusing food and ready to die until...
    3 yearss ago
    This 59-year-old chimpanzee was refusing food and ready to die until...
    she received “one last visit from an old friend” 💔💔
  • Bigfoot sighted again and made it to the news.
    3 yearss ago
    Bigfoot sighted again and made it to the news.
  • Casper is such a cute and adorable. I like him.
    3 yearss ago
    Casper is such a cute and adorable. I like him.
  • Dorje Shugden Monastery Amarbayasgalant  Mongolia's Ancient Hidden Gem
    3 yearss ago
    Dorje Shugden Monastery Amarbayasgalant Mongolia's Ancient Hidden Gem
  • Don't you love Hamburgers? See how 'delicious' it is here!
    3 yearss ago
    Don't you love Hamburgers? See how 'delicious' it is here!
  • Such a beautiful and powerful message from a person who knows the meaning of life. Tsem Rinpoche
    3 yearss ago
    Such a beautiful and powerful message from a person who knows the meaning of life. Tsem Rinpoche
  • What the meat industry figured out is that you don't need healthy animals to make a profit.
    3 yearss ago
    What the meat industry figured out is that you don't need healthy animals to make a profit.
    Sick animals are more profitable... farms calculate how close to death they can keep animals without killing them. That's the business model. How quickly they can be made to grow, how tightly they can be packed, how much or how little can they eat, how sick they can get without dying... We live in a world in which it's conventional to treat an animal like a block of wood. ~ Jonathan Safran Foer
  • This video went viral and it's a must watch!!
    3 yearss ago
    This video went viral and it's a must watch!!
  • SEE HOW THIS ANIMAL SERIAL KILLER HAS NO ISSUE BLUDGEONING THIS DEFENSELESS BEING.
    3 yearss ago
    SEE HOW THIS ANIMAL SERIAL KILLER HAS NO ISSUE BLUDGEONING THIS DEFENSELESS BEING.
    This happens daily in slaughterhouse so you can get your pork and Bak ku teh. Stop eating meat.

ASK A PASTOR


Ask the Pastors

A section for you to clarify your Dharma questions with Kechara’s esteemed pastors.

Just post your name and your question below and one of our pastors will provide you with an answer.

Scroll down and click on "View All Questions" to view archived questions.

View All Questions

CHAT PICTURES

Last weekend a Soup Kitchen activities @ Penang, Johor & Kuala Lumpur. Hot food, water, masks, biscuits, buns & fruits. This is what we give out to our friends living on the streets. Thank you to our sponsor & volunteers that make it happen. Come spread more love by being a volunteer at our activities. WhatsApp us today at 010-333-3260! See you soon! #kecharafoodbank #kecharaempowerment #kecharasoupkitchen - Vivian @ Kechara Soup Kitchen
2 weeks ago
Last weekend a Soup Kitchen activities @ Penang, Johor & Kuala Lumpur. Hot food, water, masks, biscuits, buns & fruits. This is what we give out to our friends living on the streets. Thank you to our sponsor & volunteers that make it happen. Come spread more love by being a volunteer at our activities. WhatsApp us today at 010-333-3260! See you soon! #kecharafoodbank #kecharaempowerment #kecharasoupkitchen - Vivian @ Kechara Soup Kitchen
Fwd: Dear Sotha
4 weeks ago
Fwd: Dear Sotha
Kechara Earth Project 13/9/2020
1 month ago
Kechara Earth Project 13/9/2020
Thank you Domino's Pizza Malaysia, Kasih & Piza campaign for sponsoring 85 boxes of pizza to our friends who live on the streets. Your flavourful pizzas have put a smile on their faces. Thank you! - Vivan @ Kechara Soup Kitchen #kecharafoodbank #kecharaempowerment #kecharasoupkitchen #KasihdanPiza #ItsAllAboutYou
2 months ago
Thank you Domino's Pizza Malaysia, Kasih & Piza campaign for sponsoring 85 boxes of pizza to our friends who live on the streets. Your flavourful pizzas have put a smile on their faces. Thank you! - Vivan @ Kechara Soup Kitchen #kecharafoodbank #kecharaempowerment #kecharasoupkitchen #KasihdanPiza #ItsAllAboutYou
Thank you Novo Nordisk! Your kind monetary donation and 1,320 boxes of masks will benefit many needy families under the Kechara Food Bank Program. Thank you! Much love from the needy families  ~ Vivian @ Kechara Soup Kitchen #kecharafoodbank #kecharaempowerment #kecharasoupkitchen #novonordisk #novonordiskmalaysia
2 months ago
Thank you Novo Nordisk! Your kind monetary donation and 1,320 boxes of masks will benefit many needy families under the Kechara Food Bank Program. Thank you! Much love from the needy families ~ Vivian @ Kechara Soup Kitchen #kecharafoodbank #kecharaempowerment #kecharasoupkitchen #novonordisk #novonordiskmalaysia
We were graced with the presence of Tengku Zatashah & The Alice Smith School Foundation yesterday. 130 homeless were blessed to be served by them. RM 20,000 donated by Alice Smith School Foundation will benefit 100 families registered under Kechara Food Bank Program. Thank you! Much love from the needy families ~ Vivian @ Kechara Soup Kitchen #kecharafoodbank #kecharaempowerment #kecharasoupkitchen #alicesmithschoolfoundation #alicesmithschool #volunteerism #homeless
2 months ago
We were graced with the presence of Tengku Zatashah & The Alice Smith School Foundation yesterday. 130 homeless were blessed to be served by them. RM 20,000 donated by Alice Smith School Foundation will benefit 100 families registered under Kechara Food Bank Program. Thank you! Much love from the needy families ~ Vivian @ Kechara Soup Kitchen #kecharafoodbank #kecharaempowerment #kecharasoupkitchen #alicesmithschoolfoundation #alicesmithschool #volunteerism #homeless
Thanks to the effort of our outstation team, we were able to mobilise food provisions to 600 families living in Kelantan, Penang, Negeri Sembilan, Melaka and Johor during the Raya period with each of these families receiving RM200 worth of provisions. Adding onto the current 368 families in Klang Valley, a total of 968 families were benefitted from this. Special thanks to the sponsors who have contributed especially Hong Leong Foundation and partially from Tesco Malaysia (where we also ordered the provisions from). ~ Vivian @ Kechara Soup Kitchen
4 months ago
Thanks to the effort of our outstation team, we were able to mobilise food provisions to 600 families living in Kelantan, Penang, Negeri Sembilan, Melaka and Johor during the Raya period with each of these families receiving RM200 worth of provisions. Adding onto the current 368 families in Klang Valley, a total of 968 families were benefitted from this. Special thanks to the sponsors who have contributed especially Hong Leong Foundation and partially from Tesco Malaysia (where we also ordered the provisions from). ~ Vivian @ Kechara Soup Kitchen
So glad that our soup kitchen operations are back in full swing. Good to see the clients are observing the SOPs. Some of them lost their job during MCO and ended up on the streets. Special thanks to our sponsors and volunteers for the great support! - Vivian @ Kechara Soup Kitchen
4 months ago
So glad that our soup kitchen operations are back in full swing. Good to see the clients are observing the SOPs. Some of them lost their job during MCO and ended up on the streets. Special thanks to our sponsors and volunteers for the great support! - Vivian @ Kechara Soup Kitchen
From serving cooked food to the homeless clients on the streets to mobilising provisions to the needy individuals in PPRs and shelters, we thank everyone of our Johor Bahru team for their kind contributions and effort to make it for the needy despite all the challenges! - Vivian @ Kechara Soup Kitchen
5 months ago
From serving cooked food to the homeless clients on the streets to mobilising provisions to the needy individuals in PPRs and shelters, we thank everyone of our Johor Bahru team for their kind contributions and effort to make it for the needy despite all the challenges! - Vivian @ Kechara Soup Kitchen
More photos taken from our "Hari Raya Hampers" distribution this week. Making sure everyone of our clients have something to be cheerful about. Apart from food, daily used items such as hygiene products, kitchen utensils, assorted fabric items, stationary items and toys were also included into our hamper bags making it extra heavier this month! Food items alone were about 35kg per family! Taking this opportunity to wish everyone of our Muslim volunteers, friends, supporters and clients a Selamat Hari Raya Aidilfitri and Maaf Zahir Batin. No doubt this year's celebration will be very different but appreciate everyone is safe and protected from the pandemic. We are in this together and let's work to fight this pandemic together! Thanking all sponsors and donors for the generous support enabling us to continue serve the needy with food, love and care. Big shoutout too to our wonderful team which already depleted by our very own strict SOP. All of you who worked tirelessly behind the s
5 months ago
More photos taken from our "Hari Raya Hampers" distribution this week. Making sure everyone of our clients have something to be cheerful about. Apart from food, daily used items such as hygiene products, kitchen utensils, assorted fabric items, stationary items and toys were also included into our hamper bags making it extra heavier this month! Food items alone were about 35kg per family! Taking this opportunity to wish everyone of our Muslim volunteers, friends, supporters and clients a Selamat Hari Raya Aidilfitri and Maaf Zahir Batin. No doubt this year's celebration will be very different but appreciate everyone is safe and protected from the pandemic. We are in this together and let's work to fight this pandemic together! Thanking all sponsors and donors for the generous support enabling us to continue serve the needy with food, love and care. Big shoutout too to our wonderful team which already depleted by our very own strict SOP. All of you who worked tirelessly behind the s
Our team have been working extra hours for the past few weeks to deliver provisions and hamper goodies to the needy families before Hari Raya! Heart warming to see the smiling faces of our recipients upon receiving 3 bags full of food and daily used items. Thanks to everyone of you who have contributed to our foodbank enabling us to give all our recipients (especially those celebrating) a Raya to remember! - Vivian @ Kechara Soup Kitchen
5 months ago
Our team have been working extra hours for the past few weeks to deliver provisions and hamper goodies to the needy families before Hari Raya! Heart warming to see the smiling faces of our recipients upon receiving 3 bags full of food and daily used items. Thanks to everyone of you who have contributed to our foodbank enabling us to give all our recipients (especially those celebrating) a Raya to remember! - Vivian @ Kechara Soup Kitchen
Thankful to all donors and those who have been committed in contributing not just money but time over the past testing weeks to help us ease the work of our frontliners and also the livelihood of the needy, their struggles over this pandemic period seemed a little easier to bear with because of your contributions! - Vivian @Kechara Soup Kitchen
5 months ago
Thankful to all donors and those who have been committed in contributing not just money but time over the past testing weeks to help us ease the work of our frontliners and also the livelihood of the needy, their struggles over this pandemic period seemed a little easier to bear with because of your contributions! - Vivian @Kechara Soup Kitchen
KSDS Level 2 virtual class, Lin Mun KSDS
5 months ago
KSDS Level 2 virtual class, Lin Mun KSDS
KSDS Level 3 virtual class. Lin Mun KSDS
5 months ago
KSDS Level 3 virtual class. Lin Mun KSDS
Wesak 2020
6 months ago
Wesak 2020
Recycle today for a better tomorrow. KEP-Serena
8 months ago
Recycle today for a better tomorrow. KEP-Serena
Today we are having recycling at Kechara Soup Kitchen. Do drop by here if you would like to get ride of the recyclable items from home. KEP - Serena
8 months ago
Today we are having recycling at Kechara Soup Kitchen. Do drop by here if you would like to get ride of the recyclable items from home. KEP - Serena
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Seen here is Bam, Vajrayogini’s seed syllable and also Kechara's logo. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Seen here is Bam, Vajrayogini’s seed syllable and also Kechara's logo. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: More melted butter was offered. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: More melted butter was offered. - shared by Pastor Antoinette
H.E. Zawa Rinpoche in deep concentration. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
H.E. Zawa Rinpoche in deep concentration. - shared by Pastor Antoinette
Geshela is seen here wearing ceremonial hat called tsoksha. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Geshela is seen here wearing ceremonial hat called tsoksha. - shared by Pastor Antoinette
The Shize Fire Puja was performed according to scriptural sources. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
The Shize Fire Puja was performed according to scriptural sources. - shared by Pastor Antoinette
To find out more about the substances offered during jinsek/fire puja, have a read here: http://bit.ly/WhatIsFirePuja - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
To find out more about the substances offered during jinsek/fire puja, have a read here: http://bit.ly/WhatIsFirePuja - shared by Pastor Antoinette
More about the symbolism of the offering items here: http://bit.ly/WhatIsFirePuja - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
More about the symbolism of the offering items here: http://bit.ly/WhatIsFirePuja - shared by Pastor Antoinette
Amongst all pujas, the fire puja is considered the king of all Pujas. It is the most powerful of all pujas within Tibetan Buddhism and its purpose is basically to remove all obstacles and its stains to enlightenment.
8 months ago
Amongst all pujas, the fire puja is considered the king of all Pujas. It is the most powerful of all pujas within Tibetan Buddhism and its purpose is basically to remove all obstacles and its stains to enlightenment.
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Graceful hand mudras were also part of the ritual. - shared Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Graceful hand mudras were also part of the ritual. - shared Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: One by one the offering substances were offered accompanied by traditional Tibetan recitations. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: One by one the offering substances were offered accompanied by traditional Tibetan recitations. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: JP Thong ensuring that Geshela's ritual items are within easy reach. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: JP Thong ensuring that Geshela's ritual items are within easy reach. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Pastor David Lai & Frederick Law were also on hand to assist with the puja ritual substances. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Pastor David Lai & Frederick Law were also on hand to assist with the puja ritual substances. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Pastor Niral Patel assisting H.E. Zawa Rinpoche during the puja. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Pastor Niral Patel assisting H.E. Zawa Rinpoche during the puja. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Peaceful fire pujas are excellent to remove inauspiciousness, problems that might be coming to our lifespan, wisdom, wealth, growth of Dharma. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Peaceful fire pujas are excellent to remove inauspiciousness, problems that might be coming to our lifespan, wisdom, wealth, growth of Dharma. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Over 100 Kecharians & their loved ones spent the Sunday evening immersed in this obstacle pacifying puja. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Over 100 Kecharians & their loved ones spent the Sunday evening immersed in this obstacle pacifying puja. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: H.E. Zawa Dakpa and Geshe Janchup Gyaltsen Lama inspecting the offering substances. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: H.E. Zawa Dakpa and Geshe Janchup Gyaltsen Lama inspecting the offering substances. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: H.E. Zawa Rinpoche & Geshe Janchup making last minute checks before the commencement of the Jinsek or Fire Puja. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: H.E. Zawa Rinpoche & Geshe Janchup making last minute checks before the commencement of the Jinsek or Fire Puja. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: The arrival of the Sangha conducting this sacred puja accompanied by Changtso Beng Kooi and Pastor Niral Patel - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: The arrival of the Sangha conducting this sacred puja accompanied by Changtso Beng Kooi and Pastor Niral Patel - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: The site of the Peaceful Fire Puja the calls upon the pacifying energies of Shize Shugden. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: The site of the Peaceful Fire Puja the calls upon the pacifying energies of Shize Shugden. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: A close-up of the ladle. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: A close-up of the ladle. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Substances such as sticks, melted butter, kusha grass, lentils and barley were traditionally offered during the prayers to create the causes for merits, long life and to pacify obstacles. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Substances such as sticks, melted butter, kusha grass, lentils and barley were traditionally offered during the prayers to create the causes for merits, long life and to pacify obstacles. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Beautifully handcrafted torma or food offering to the Buddha. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Beautifully handcrafted torma or food offering to the Buddha. - shared by Pastor Antoinette
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Some of the many offering items & substances used during this highly blessed Fire Puja. - shared by Pastor Antoinette
8 months ago
Highlights from the Shize Peaceful Fire Puja: Some of the many offering items & substances used during this highly blessed Fire Puja. - shared by Pastor Antoinette
The Promise
  These books will change your life
  Support Blog Team
Lamps For Life
  Robe Offerings
  Vajrayogini Stupa Fund
  White Tara Mantra Bank Project
  Dana Offerings
  Soup Kitchen Project
 
Zong Rinpoche

Archives

YOUR FEEDBACK

Live Visitors Counter
Page Views By Country
United States 5,342,352
Malaysia 4,336,923
India 1,833,993
Nepal 814,278
Singapore 797,871
United Kingdom 734,755
Canada 632,404
Bhutan 629,879
Australia 486,401
Philippines 398,149
Indonesia 359,343
Germany 293,295
France 276,385
Brazil 205,962
Vietnam 185,131
Taiwan 183,610
Thailand 182,838
Italy 144,296
Spain 135,480
Mongolia 134,912
Portugal 130,134
Netherlands 124,589
Turkey 119,919
United Arab Emirates 111,851
Russia 98,711
Sri Lanka 94,813
Romania 91,371
Hong Kong 90,754
South Africa 88,236
Mexico 82,233
Myanmar (Burma) 77,066
New Zealand 75,295
Switzerland 71,896
Japan 71,470
China 69,461
South Korea 63,201
Cambodia 61,679
Pakistan 58,733
Bangladesh 56,812
Total Pageviews: 21,337,839

Login

Dorje Shugden
Click to watch my talk about Dorje Shugden....