Dorje Shugden Wangze untuk Anugrah Daya Kuasa dan Pengaruh (Bahasa Indonesia)

Feb 5, 2019 | Views: 132

Lukisan Dorje Shugden Wangze (Pema Shugden) di dinding sebuah biara

(Oleh Tsem Rinpoche)

Para siswa dan sahabat yang terkasih,

Saya sebelumnya telah menulis blog tentang penjelasan dan doa lengkap mengenai dua emanasi Dorje Shugden, yaitu Trakze, wujud murka dan Gyenze, wujud peningkatan. Sejak saat itu, saya menerima banyak permohonan untuk berbagi ajaran mengenai wujud lain dari Dorje Shugden. Jadi, dengan penuh sukacita saya ingin memberikan penjelasan dan komentar tentang praktik Wangze, bersama dengan doa singkat terkait wujud Dorje Shugden ini.

Wangze adalah Dorje Shugden dalam wujud pengendali yang secara khusus membantu kita saat menghadapi situasi sulit atau berurusan dengan orang-orang yang menyusahkan. Praktik Wangze dapat membantu kita mengerahkan beberapa bentuk kendali atau pengaruh untuk mengubah situasi menjadi menguntungkan bagi kita sehingga dapat mencapai hasil yang baik. Banyak orang yang kembali pada saya setelah melakukan praktik ini. Mereka benar-benar terpikat karena praktik ini membawa hasil yang luar biasa.

Praktik Wangze ini awalnya diajarkan kepada saya di Biara Gaden oleh Yang Mulia Kensur Rinpoche Jetsun Jampa Yeshe. Saat itu, saya sedang mengalami beberapa kondisi sulit dan dengan melakukan latihan ini, saya dapat mengatasi kesulitan saya dengan penuh keberhasilan. Ketika itu, hanya ada saya dan Kensur Rinpoche di dalam ruangan, dan beliau dengan sabar mengajarkan latihan dan meditasi ini kepada saya selagi saya mencatat. Dengan senang hati, saya membagikan kepada anda apa yang diberikan oleh guru besar ini.

Bacalah komentarnya dengan saksama dan pahami dengan baik sebelum melakukan praktik Wangze. Lebih baik melakukan latihan spiritual dengan pemahaman dan pengetahuan tentang manfaatnya secara utuh. Anda tidak memerlukan inisiasi khusus, kepercayaan hidup atau izin untuk melakukan latihan ini, siapa pun dapat memohon pertolongan Wangze dan memperoleh manfaat serta berkat yang besar.

Saya berharap semua orang memperoleh kemajuan spiritual yang luar biasa, dan dengan latihan ini, semoga anda mendapatkan fondasi pijakan yang kokoh di jalan spiritual dan memperoleh karisma untuk mempengaruhi individu-individu secara positif dan membawa manfaat bagi kehidupan mereka.

Sarva Mangalam.

Tsem Rinpoche

Yang Mulia Kensur Rinpoche Jetsun Jampa Yeshe dan Tsem Rinpoche di Mumbai. Tsem Rinpoche mengantar Kensur Rinpoche untuk melakukan perawatan dan tes Kesehatan.

 


 

Penjelasan Mengenai Praktik Wangze:
Sebuah Praktik untuk Anugrah Daya Kuasa, Kendali dan Pengaruh

Penjelasan mengenai praktik Wangze dikompilasi dari berbagai sumber tradisional oleh Yang Mulia Tsem Rinpoche ke-25.

Tanggal: 30 Juli 2015

CATATAN: Praktik Wangze bisa dilakukan setiap hari oleh siapapun yang ingin mengembangkan energi daya kuasa, kendali dan pengaruh dalam hidup mereka. Praktik ini tidak memerlukan inisiasi.

  • Klik di sini untuk mengunduh Penjelasan Mengenai Praktik Wangze
  • Klik di sini untuk mengunduh Praktik Wangze Harian

 

Pengantar

Dalam masyarakat yang materialistis dan kompetitif saat ini, salah satu tolak ukur kesuksesan adalah kekuatan dan pengaruh yang kita miliki atas orang lain. Kendali atas orang lain adalah sesuatu yang dicari setiap orang dan dianggap sebagai ‘senjata’ penting dalam pengejaran samsara. Hal ini mungkin nampak duniawi tetapi seperti banyak aspek lain dari Vajrayana, yang nampaknya seperti samsara dapat diubah menjadi jalan spiritual. Apa yang membuat tindakan kita bersifat duniawi dan samsara, atau sebaliknya, adalah niat yang melatarbelakanginya, yang bisa jadi mementingkan diri sendiri atau tidak mementingkan diri sendiri. Misalnya, kita mungkin mencari status dan kekayaan agar kita dapat memiliki kehidupan yang baik dan menikmati keterikatan kita, atau kita mungkin mencari hal yang sama agar kita dapat membantu orang lain dengan sumber daya yang kita miliki. Memandang bahwa niat atau motivasi adalah kuncinya, kita tetap bisa mengejar tujuan yang sama namun menyesuaikan motivasi kita agar mengarah ke spiritualitas atau ketanpaakuan. Memiliki pemahaman tentang karma akan membuat transformasi tersebut menjadi lebih mudah.

wangze07

Menurut sang Buddha, buah atau hasil dari suatu tindakan, berasal dari niat daripada tindakan tersebut dan tidak harus dari tindakan itu sendiri. Karena karma ditentukan oleh niat, kadangkala seseorang dapat bertindak dengan cara yang nampak negatif tetapi dapat menghasilkan karma dan pahala kebajikan yang positif karena niat yang benar. Misalnya, karena niat yang baik, seorang ibu yang memarahi dan memukuli anaknya, bahkan dengan keras mendisiplinkan anaknya yang bandel, malah justru dapat memunculkan karma yang positif. Di sisi lain, orang yang menyembunyikan kedengkian di balik senyuman palsu malah mungkin saja mengumpulkan karma negatif meskipun perilakunya tampak menyenangkan dan ramah.

Mengetahui bahwa niat adalah penentu utama dari buah karma, seseorang yang mencari status, kekuatan, dan tujuan samsara lainnya mungkin saja masih dapat mengumpulkan karma dan pahala positif jika sebaliknya mereka mengalihkan niat di balik tindakan mereka yang dari sekedar menguntungkan diri sendiri, diarahkan pada tujuan yang lebih tinggi seperti menggunakan ketenaran, kekuatan dan pengaruh seseorang untuk mempromosikan amal atau mempengaruhi orang lain menuju latihan spiritual. Dengan cara ini, seseorang dapat mengubah tindakan biasa-biasa saja dan duniawi ini menjadi tindakan yang selaras dengan spiritualitas. Dengan cara yang sama, aktivitas Pengendalian bertujuan untuk secara tepat mempengaruhi dan mengarahkan diri kita dan orang lain di sepanjang jalan Dharma.

 

Aktivitas Kendali

Para Buddha dan Bodhisattva memanifestasikan berbagai aktivitas untuk mencakup beragam spektrum kebutuhan dan penderitaan dengan tujuan memberikan manfaat bagi para makhluk hidup. Empat jenis aktivitas adalah Pendamaian, Peningkatan, Pengendalian, dan Kemurkaan, dan beragam aktivitas ini dimaksudkan untuk meningkatkan pahala kebajikan kita dan memurnikan karma negatif kita. Aktivitas Pendamaian secara utama memurnikan dan mendamaikan berbagai rintangan dan penyakit. Aktivitas Peningkatan menjadi penyebab dan kondisi yang bermanfaat bagi kelimpahan dan kesejahteraan material dan spiritual kita. Aktivitas Kemurkaan melenyapkan segala penyebab dan kondisi yang paling berbahaya dan negatif. Terakhir, aktivitas Pengendalian membawa daya pengaruh terhadap batin dan kondisi negatif.

Berbagai aktivitas ini adalah perwujudan dari upaya terampil para Buddha dan Bodhisattva, yang didasarkan pada beragamnya kebutuhan dan kecenderungan makhluk hidup, demi menuntun mereka ke jalan Dharma. Setiap aktivitas yang disebutkan di atas terwujud dalam tiap wujud dari lima rupa Dorje Shugden. Hal ini bukan berarti bahwa setiap perwujudan Dorje Shugden terbatas hanya pada satu aktivitas tertentu saja dan tidak dapat membantu dengan cara lain. Spesialisasi hanya memberikan fokus yang berbeda untuk para praktisi berdasarkan kebutuhan dan kecenderungan batin mereka. Pada akhirnya, semua wujud Dorje Shugden dengan sendirinya sudah komplit.

Saat kita berdoa kepada Wangze, yang juga dikenal sebagai Pema Shugden, kita memohon aktivitas pengendalian dari Dorje Shugden. Karena Wangze adalah emanasi Manjushri dan istadewata yang tercerahkan, berdoa kepada Wangze pertama-tama akan membuahkan peningkatan pahala kebajikan spiritual. Segala pahala kebajikan adalah sebab dan energi yang akan menjadi kekuatan spiritual yang memberdayakan kita untuk mentransformasi batin kita sesuai dengan Dharma yang telah kita dengar dan pelajari. Pahala kebajikan dari berdoa kepada Wangze tidak dapat dipergunakan dengan cara yang sama seperti karma baik digunakan. Sebaliknya, mereka disimpan dan didedikasikan menuju pencerahan sempurna dari kita sendiri.

Wangze juga merupakan laku praktik yang sangat baik untuk menundukkan orang-orang menyusahkan yang menciptakan rintangan di tempat kerja kita, kehidupan pribadi dan laku Dharma. Dalam hidup, kita bertemu dengan berbagai macam orang yang menyusahkan baik itu keluarga, teman, atau orang yang kita temui di tempat kerja. Mereka mungkin sengaja atau tidak sengaja membuat kekhawatiran, masalah, dan kesulitan bagi kita, tetapi praktik Wangze memungkinkan kita untuk menetralkan segala celaka yang ditimbulkan oleh orang-orang yang menyusahkan ini dengan memutarbalikkan pikiran mereka, terutama melalui kekuatan ucapan kita. Ketika kita telah menguasai praktik Wangze, kita tidak hanya akan mampu mentransformasi orang-orang yang menyusahkan, tetapi kita juga akan mampu mempengaruhi mereka secara positif, misalnya, untuk membimbing mereka ke jalan Dharma. Intinya, dalam menaklukkan segenap batin yang membuat susah, marah dan gelisah, kita juga melepaskan orang-orang ini dari penderitaan yang diciptakan oleh kegelisahan dan kemarahan mereka sendiri.

Melalui Wangze, kita dimampukan untuk mengubah konflik dan situasi yang sulit. Bahkan situasi yang tampaknya tanpa solusi dapat diredakan. Saat kita terlibat dalam praktik Wangze, ucapan kita akan tertanam oleh kekuatan energi dan berkat Wangze. Oleh karena itu, kita akan dapat mengubah situasi sulit menjadi peluang dengan mempengaruhi orang secara positif. Pada dasarnya, jika dilakukan dengan benar dan dengan motivasi yang benar, praktik Wangze akan memberikan kendali atas semua makhluk di Trailokya, yang juga dikenal sebagai Tiga Alam Keberadaan – Rupa, Tanpa Rupa, dan Nafsu Keinginan.

Aspek terakhir dan mungkin yang paling relevan dari praktik Wangze adalah bagaimana beliau membantu kita untuk menerapkan kendali atas batin kita sendiri. Untuk dapat mempengaruhi orang lain, pertama-tama kita harus mendapatkan kendali atas diri kita sendiri terlebih dahulu. Wangze membantu dalam mengembangkan disiplin ini sehingga kita tidak dikendalikan secara tak terkontrol oleh emosi yang mengganggu dan kemelekatan pada objek yang menyenangkan secara subjektif atau penolakan pada objek yang secara subyektif tidak menyenangkan berdasarkan panca indera kita. Ketika kita tidak terjajah oleh kemelekatan dan penolakan kita, kita melakukan lebih sedikit tindakan negatif dan laku Dharma kita menjadi lebih kuat. Ini penting karena sebelum kita dapat berharap untuk mempengaruhi orang lain secara positif terhadap Dharma, kita sendiri harus menjadi teladan yang positif dan bertindak sebagai wujud kesaksian atas terjaminnya berkat dan kekuatan Wangze.

Bagi kebanyakan praktisi, kita hanya menampilkan beberapa kemiripan spiritualitas dan hanya mempraktikkan Dharma ketika kondisi kondusif dan kita berada dalam zona nyaman. Kita hanya mempraktikkan Dharma ketika kita dipuji dan akan meninggalkan laku Dharma ketika ego, persepsi, dan harapan kita tertantang. Kita biasanya bersemangat untuk mempraktikkan Dharma jika kita menerima manfaat nyata dan lebih suka tidak berlatih ketika tampaknya kita mungkin menderita kerugian materi. Bagi beberapa, kita hanya mempraktikkan Dharma jika kita memperoleh ketenaran dalam prosesnya tetapi akan mengabaikan laku Dharma ketika kita menghadapi hilangnya reputasi. Hal-hal ini secara kolektif dikenal sebagai Delapan Kecenderungan Duniawi dan mereka membuat pendekatan kita terhadap latihan spiritual menjadi sembrono dengan komitmen yang goyah.

Ketika kita lalai dalam latihan spiritual kita, tidak ada pencapaian spiritual yang bisa bangkit. Alih-alih menemukan kebahagiaan, kita justru menciptakan penyebab untuk mengalami lebih banyak penderitaan di masa depan. Ini karena batin kita berputar bolak-balik antara kemelekatan dan penolakan, dari sensasi menyenangkan ke sensasi tidak menyenangkan. Kemelekatan dan penolakan inilah yang membuat kita menderita secara tak terkendali karena kebahagiaan kita bergantung pada sumber eksternal – Bagaimana kebahagiaan permanen bisa muncul ketika didasarkan pada sumber eksternal dan tidak kekal? Oleh karena itu, melalui berkat Wangze, kita dapat mengendalikan kemelekatan dan penolakan kita sehingga kita dapat menstabilkan latihan spiritual kita yang mana menciptakan landasan kokoh sehingga realisasi mungkin bisa bangkit.

Penting untuk dicatat bahwa praktik Wangze bukanlah agar kita dapat memanipulasi dan mempengaruhi orang lain demi keuntungan kita sendiri. Motivasi adalah kunci dan tujuan dari aktivitas Pengendalian yang perlu untuk dipahami.

 

Lima Agregat

Dalam mandala Dorje Shugden ini, Wangze atau Pema Shugden berada di belakang istadewata Dorje Shugden (di tengah).

Manusia memiliki lima agregat atau skandas, yang bergabung untuk memberi kita kehidupan. Akan tetapi, agregat kita tercemar dan karenanya mereka menjadi media bagi kita untuk merasakan nikmat dan sakit. Kita akan mengalami penderitaan selama agregat ini tercemar dan hanya dengan memurnikan dan merubah mereka menjadi kebijaksanaan kita dapat maju menuju pencerahan. Karenanya setiap agregat murni dari Dorje Shugden adalah ‘pintu gerbang’ menuju kesadaran dan pencapaian melalui praktik.

  • Duldzin Dorje Shugden adalah Bentuk Utama dan dia adalah manifestasi dari agregat Kesadaran.
  • Shize atau Vairochana Shugden adalah aspek Pendamaian dan manifestasi dari agregat bentuk Dorje Shugden.
  • Gyenze atau Ratna Shugden adalah aspek Peningkatan dan manifestasi dari agregat perasaan Dorje Shugden.
  • Wangze atau Pema Shugden adalah aspek Kendali dan manifestasi agregat Diskriminasi Dorje Shugden.
  • Trakze atau Karma Shugden adalah aspek Murka dan manifestasi Faktor Komposisi Dorje Shugden.

Agregat Diskriminasi adalah persepsi atau kognisi objek-objek indera seperti lonceng, pohon, teman, keluarga, dan sebagainya. Agregat ini adalah tentang bagaimana batin kita menempatkan atau mengkategorikan segala sesuatu yang kita anggap fungsional, bermanfaat, berbahaya atau sesuatu yang harus dihindari. Agregat Diskriminasi Dorje Shugden mengambil bentuk Wangze dan beliau melindungi kita dari orang-orang, situasi, dan pemikiran yang mengalihkan atau membawa kita menjauhi jalan spiritual kita.

 

Praktik Wangze

Sebagai manifestasi dari agregat diskriminasi dan representasi dari aktivitas Pengendalian yang cerah, setiap aspek tubuh Wangze mewakili berbagai kualitas cerah.

Klik untuk mengunduh gambar beresolusi tinggi dan klik kanan untuk menyimpan. Gambar ini bisa dicetak untuk altar anda.

Berdiri di belakang istadewata utama Duldzin Dorje Shugden, Wangze bermanifestasi sebagai pangeran tampan dengan kulit berwarna merah darah. Dalam teks penyenangan hati Dorje Shugden, Wangze digambarkan tersenyum menggoda dengan cara yang penuh amarah. Ia mengenakan pakaian sutra merah yang indah dihiasi dengan bunga dan mengendarai naga biru kehijauan. Menurut tradisi, tunggangan naga mewakili ego, jadi ketika Wangze menunggangi naga, penggambaran ini mewakili kendali dan penaklukan ego, yang kemudian juga mewakili ketidakegoisan dan kebijaksanaan.

Wangze memegang kait vajra penjinak yang dihiasi dengan sutra merah di tangan kanannya dan tali permata di tangan kirinya. Kait vajra adalah alat yang digunakan oleh pengendara gajah atau sais gajah untuk mengendalikan atau menjinakkan gajah liar. Maka dari itu, dalam ikonografi Buddhis, pengait vajra dianggap sebagai alat kendali, menghubungkan semua negativitas dan pikiran liar yang berbahaya menuju pembebasan keluar dari Samsara. Pengait vajra juga melambangkan keterikatan pada semua kondisi yang menguntungkan untuk laku Dharma kita.

Tali ikat berhiaskan permata melambangkan pengikatan semua makhluk berbahaya yang secara negatif mempengaruhi praktik spiritual kita. Pada aspek yang lebih dalam, jerat melambangkan penjerat ego dan pengikatan kebijaksanaan yang lebih tinggi. Pada thangka tentang tahapan meditasi Shamatha, seorang bhiksu digambarkan memegang kait dan tali vajra untuk melambangkan batin yang bagun atau pemahaman jernih. Oleh karena itu, praktik Wangze memungkinkan kita untuk menstabilkan batin kita dan mengembangkan kesadaran utuh.

 

Menyusun Altar

Untuk memuja Wangze, sebaiknya kita memiliki altar Wangze lengkap dengan representasi Tubuh, Perkataan dan Pikiran sang Buddha, beserta persembahan. Tubuh di sini bisa berupa sebuah patung, thangka atau lukisan Wangze di samping Guru utama atau Guru aliran kita. ‘Perkataan’ digambarkan sebagai teks Dharma dan ‘Pikiran’ digambarkan sebagai sebuah stupa.

Di altar Wangze, kita dapat mempersembahkan dupa, air, bunga dan berbagai jenis makanan, cahaya listrik atau lilin, persembahan sensorik, mandala, Delapan Tanda Keberuntungan, Tujuh Lambang Kerajaan, dan seterusnya. Sebagai bagian praktik kita, kita harus memastikan bahwa altar kita rapi dan bersih, dan persembahan diganti secara berkala. Praktik membersihkan dan memberikan persembahan sebelum melakukan praktik Wangze adalah bagian dari ritual persiapan yang akan memastikan suksesnya praktik kita.

Susunan altar:

  1. Sebuah rupa atau patung Buddha
  2. Sebuah rupa atau patung Wangze
  3. Sebuah teks Dharma
  4. Sebuah Stupa
  5. Satu set Persembahan Sensorik (opsional) (Dari kiri ke kanan – air, air, bunga, dupa, cahaya, parfum, makanan, dan sebuah kulit kerang)
  6. Satu set persembahan air (opsional)

Sebuah altar adalah komponen penting bagi praktik Budhisme, karena hal ini mengingatkan pada tujuan praktik kita – yaitu mengembangkan kualitas dalam diri kita sehingga kita bisa membantu semua makhluk. Ini adalah manfaat spiritual dari memiliki sebuah altar. Manfaat lain adalah altar memberikan kesempatan bagi kita untuk mengumpulkan pahala spiritual karena persembahan bisa diberikan langsung kepada Buddha setiap hari. Hal ini akan semakin memajukan praktik spiritual kita.

Sebuah altar bisa disusun di mana saja kecuali di kamar mandi. Untuk mengembangkan pandangan makhluk tercerahkan hadir di altar di hadapan kita, sangat baik bila kita selalu menunjukan rasa hormat di hadapan altar. Karena itu, bila sebuah altar disusun di kamar tidur, disarankan untuk menutupnya bila melakukan aktivitas yang sifatnya pribadi.

Sebuah altar yang ideal akan selalu terdiri dari semua enam komponen di atas. Akan tetapi, setidaknya, sebuah altar harus memiliki rupa Wangze dan, dengan berjalannya waktu, kalian bisa menambah barang lainnya bila tersedia. Bagaimana kita melengkapi altar menunjukkan seberapa serius kita melakukan praktik Wangze guna mendapatkan manfaat dari praktik ini. Karenanya, seperti hal lain dalam hidup, seberapa besar usaha yang kita fokuskan terhadap altar kita merefleksikan hasil dari praktik kita.

“Sentuhan ekstra” dapat ditambahkan ke altar. Satu set persembahan air dengan tujuh atau delapan mangkuk dapat disusun di depan altar dan diisi dengan air yang murni dan bersih sampai tepi. Satu set persembahan murka yang menggambarkan persembahan karma negatif kita, dapat disusun di belakang persembahan air.

 


 

Panduan Praktik

Klik di sini untuk mengunduh teks doa.

 

Berlindung

Video mengenai bagaimana melakukan sembah sujud:

Praktik ini dimulai dengan melakukan resitasi formula perlindungan sebanyak tiga kali. Dalam hal ini, seseorang berlindung kepada Lama Tsongkhapa – Guru dan Buddha, Dharma dan Sangha.

Ketika melafalkan formula perlindungan, bayangkan Lama Tsongkhapa dikelilingi oleh delapan murid utamanya di depan mata. Bila visualisasi ini terlalu sulit pada awalnya, kalian bisa mulai dengan membayangkan Lama Tsongkhapa dengan dua murid utamanya, Khedrup Je dan Gyaltsab Je Rinpoche. Bayangkan mereka duduk di singgasana masing-masing berhiaskan permata berkilau dalam Surga Gaden. Ketiganya tersenyum, bahagia dan dengan hangat mengirimkan berkat mereka.

Dorje Shugden Wangze: Ini adalah thangka Wangze pribadi saya. Klik untuk mengunduh gambar beresolusi tinggi dan klik kanan untuk menyimpannya. Gambar ini bisa dicetak di altar kalian.

Dari singgasana (tempat duduk) Lama Tsongkhapa, bayangkan cahaya merah cerah mengalir keluar. Cahaya ini adalah pikiran Manjushri, turun dari Surga Gaden ke hadapan kalian.

Bayangkan gumpalan awan cemerlang dan di tengah awan tersebut adalah Wangze, dalam bentuk yang digambarkan di atas. Di hatinya, ada bundaran matahari dengan huruf “Hung”, berwarna merah. Dari huruf “Hung”, cahaya keluar ke sepuluh penjuru untuk mengundang semua Buddha, Bodhisattva dan dewa, dan larut kembali ke huruf “Hung”. Para Buddha, Bodhisattva dan dewa menjadi satu dengan sifat Wangze di hadapan kalian. Sekarang Wangze merupakan perwujudan Tiga Permata. Jadi apapun yang kita lakukan pada Wangze adalah sama dengan perlakuan kita kepada Tiga Permata. Bayangkan Wangze sebagai makhluk samaya dan Wangze sebagai makhluk kebijaksanaan diundang dari dalam singgasana Lama Tsongkhapa. Ketika mereka digabungkan, mereka menjadi satu dan tidak terpisahkan. Jadi kalian harus percaya bahwa makhluk kebijaksanaan Wangze ada di hadapan kalian sekarang. Sangat penting untuk meyakini hal ini.

Kemudian, bayangkan Wangze, beremanasi dari bawah singgasana Lama Tsongkhapa, dan terus berhubungan dengan Wangze. Hal ini menandakan sumber berkat dari Lama Tsongkhapa dan kita berhubungan dengan Surga Gaden.

 

Empat Hal Tak Terhingga

Empat Hal Tak Terhingga dibaca untuk membangun motivasi yang baik bahwa semua praktik dilakukan untuk memberikan manfaat bagi kita juga tidak mencelakakan makhluk lain.

Dasar dari praktik Empat Hal Tak Terhingga adalah ‘semua orang ingin bahagia, tetapi kebahagiaan tidak bisa didapat secara terpisah dari mahluk lain‘. Bahkan kebahagiaan seseorang tergantung pada kebahagiaan semua makhluk, dan hal ini mengungkapkan bahwa semua hidup saling berhubungan. Agar bahagia, seseorang harus mengembangkan tingkah laku yang baik kepada orang lain di masyarakat dan kepada semua makhluk.

Karena itu, cara terbaik untuk mengembangkan tingkah laku yang baik terhadap semua makhluk adalah melalui meditasi merenungkan tentang Empat Hal Tak Terhingga, yang mengembangkan kualitas cinta-kasih, kasih, kegembiraan yang menghargai dan sama-rata terhadap makhluk yang tak terhingga jumlahnya.

Praktik Empat Hal Tak Terhingga adalah penawar yang baik bagi kondisi mental seperti kemarahan dan kesombongan.

 

Guru Yoga Lama Tsongkhapa

Setelah menyelesaikan Empat Hal Tak Terhingga, lanjutkan dengan melafalkan Guru Yoga Lama Tsongkhapa. Ketika melafalkan mantra Migtsema (setidaknya 21 kali) menurut visualisasi yang disarankan di atas (digambarkan dalam bagian “Berlindung”), sangat penting bagi praktisi untuk mengembangkan keyakinan bahwa Wangze (dalam 3-Dimensi/ 3D) muncul di hadapan kalian sebagai mahluk yang sangat berkuasa dan manjur bantuannya. Setelah menyelesaikan Guru Yoga Lama Tsongkhapa, lanjutkan dengan resitasi doa Dorje Shugden.

 


 

Doa Dorje Shugden – Kangshag

 

Pengenalan

Kangshag kepada Dorje Shugden adalah praktik yang sangat efektif untuk menghilangkan semua kesulitan dan memurnikan karma negatif yang menyebabkan kita dikelilingi orang-orang yang menyusahkan dan mengalami situasi yang tidak mengenakan.

Doa Kangshag mungkin terdengar seperti penuh kekerasan dan kasar. Akan tetapi hal ini bukan hanya ada dalam praktik Dorje Shugden, tetapi juga umum dalam doa Pelindung Dharma lainnya seperti Kalarupa, Palden Lhamo, Mahakala dan lainnya. Karena itu, bagi mereka yang tidak tahu atau tidak memiliki guru berkualifikasi untuk menjelaskan pentingnya manifestasi murka dalam doa, orang tersebut bisa merasa jijik atau membacanya hanya berdasarkan keyakinan. Walaupun membaca kangshag berdasarkan keyakinan dapat diterima, akan lebih efektif bila kita melakukan praktik kita dengan tingkat kesadaran dan pengertian tertentu. Setelah kita menyadari bahwa manifestasi menyeramkan kangshag ada karena kasih murni Dorje Shugden untuk semua makhluk, kita akan belajar untuk menghargai praktik ini dengan pengabdian besar.

Ketika membayangkan karma seseorang dibersihkan melalui Kangshag, pertama-tama kita harus mengerti bahwa rupa manusia yang digambarkan dalam visualisasi di atas bukanlah manusia yang kita kenal. Rupa seperti manusia ini adalah tanpa perasaan dan merupakan kualitas negatif yang menyebabkan kita untuk terus menciptakan karma negatif, seperti cemburu, marah, kebodohan, keterikatan, dan lainnya. Karena kualitas negatif tidak nyata, kita membayangkan mereka sebagai makhluk dengan wujud manusia agar Wangze dan rombongannya dapat membunuh kualitas negatif dalam diri kita.

 

Visualisasi Kangshag

Ini adalah bunga menyeramkan yang dipersembahkan ketika meresitasi Kangshag, sebuah praktik efektif yang berhubungan dengan “Chod”, yang memotong keterikatan kepada tubuh. Beberapa orang mungkin sulit untuk mengerti alasan di balik persembahan substansi yang menjijikan dan “kotor” kepada sang Buddha. Akan tetapi rasa jijik adalah persepsi dari pikiran yang tercemar. Dalam hal ini, Buddha tidak memiliki karma untuk mempersepsikan celaka atau menerima hal yang sifatnya kotor. Karena itu, hal apapun (dibayangkan atau sebenarnya) yang dipersembahkan kepada mereka akan diubah menjadi taman yang indah, menyenangkan dan kolam penuh kebahagiaan. (Rupa ini bisa dicetak dan dipersembahkan di altar kalian)

Bayangkan sebuah lingkungan menyeramkan yang merupakan manifestasi dari karma negatif kita. Dalam lingkup ini, sebuah figur mirip manusia yang besar, sebesar gunung, bermanifestasi di hadapan kalian. Figur mirip manusia ini adalah semua karma negatif kita dan kualitas negatif yang menghalangi pertumbuhan spiritual kita.

Bayangkan Wangze dan rombongannya turun menuju figur mirip manusia ini dan memotong-motongnya, membentuk persembahan murka yang tak terhingga banyaknya.

Persembahan murka terdiri dari:

  1. Argham’ (teh) – bayangkan semua darah dari makhluk tersebut ditumpahkan ke mangkuk pertama dan dipersembahkan.
  2. Phupe’ (bunga menyeramkan) – bayangkan tengkorak ditempatkan di jantung. Di atas jantung ada mata, telinga, lidah dan hidung; semuanya diatur secara simetrik di atas jantung.
  3. Duphe’ (dupa) – bayangkan semua tulang yang ada di tubuh kecuali tulang paha) diambil dan dibakar. Asap yang terbentuk dipersembahkan kepada Wangze.
  4. Aloke’ (cahaya) – bayangkan semua lemak tubuh dikeluarkan dan dibuat menjadi lampu mentega dan dipersembahkan kepada Wangze.
  5. Gyende’ (parfum) – bayangkan semua cairan dalam tubuh seperti urine, empedu, kotoran dan lainnya, dikosongkan ke sebuah mangkuk dan dipersembahkan.
  6. Newide’ (makanan) – bayangkan semua daging tubuh dipotong dan dipersembahkan.
  7. Shapta’ (suara) – bayangkan tulang paha diukir menjadi sebuah instrumen musik angin sebagai persembahan kepada Wangze.

Setelah menyelesaikan doa Kangshag, bayangkan semua manifestasi negatif ini dihancurkan oleh Wangze dan rombongannya. Visualisasi purifikasi adalah dalam bentuk murka dan berdarah sebagai latihan bagi kita untuk tidak terikat atau jijik dengan hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Ini adalah metode lain di mana pelepasan direnungkan dengan melihat tubuh kita bangkit dari karma negatif dilumatkan, ditumbuk dan dihancurkan seperti dalam ajaran Chod. Praktik ini mungkin sifatnya grafis dan menyeramkan tetapi semuanya dalam konteks semangat pelepasan dalam ajaran Buddha, seperti ketika para biksu Thailand bermeditasi di kuburan atau di hadapan tulang-belulang dan tengkorak untuk mengaktualisasikan rasa tidak terikat dari tubuh kita dimana kita memiliki pandangan yang salah mengenai kekekalannya dan karena itu menginvestasikan waktu, energi dan sumber daya yang tak terhingga banyaknya – walaupun pada akhirnya tubuh ini akan mengecewakan kita dengan kematian. Pelepasan adalah komponen yang kuat dalam meditasi kita untuk mengaktualisasikan agar praktik Dharma kita menjadi tulus. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan pelepasan adalah mendasar dalam semua tiga Yana Budhisme. (Akhir dari visualisasi)

Karena itu, ketika mempersembahkan hal ini sembari meresitasi Kangshag, kita membersihkan karma yang kita akumulasikan selama banyak kehidupan. Kangshag harus diresitasikan sebanyak mungkin, tetapi sebagai pedoman, kangshag bisa diresitasi sebanyak tiga, tujuh atau 21 kali pada setiap sesi doa, tergantung seberapa mendesak situasinya. Resitasi Kangshag digabungkan dengan visualisasi adalah metode yang sangat efektif untuk mempurifikasi karma negatif yang mendesak. Semakin banyak Kangshag yang kalian resitasikan dengan visualisasi Wangze, semakin cepat hasilnya. 100,000 resitasi Kangshag kadang dilakukan oleh sekelompok biksu secara bersamaan selama beberapa hari karena doa ini sangat efektif. Tidak ada hal negatif yang bisa muncul dari meresitasi Kangshag Wangze atau Pelindung Dharma lainnya.

 

Torma

Setelah membaca Kangshag, sangat bermanfaat untuk mempersembahkan torma kepada Pelindung Dharma.

Membuat torma tradisional: sang pembuat memakai masker untuk melindungi “kebersihan” dari torma dari nafas kita (yang dianggap tidak murni)

Torma adalah kue ritual yang terbuat dari tepung dan mentega, digunakan untuk persembahan dalam ritual Budhisme Tibet. Torma dapat dibuat dalam berbagai bentuk, sesuai intensi dalam mempersembahkannya tetapi biasanya dibuat dalam bentuk kerucut. Mereka bisa diwarnai macam-macam tergantung dari mana asal praktik torma tersebut. Pada umumnya torma berwarna putih dan merah. Y.M. Kyabje Zong Rinpoche pernah berkata bahwa tidak praktis bagi mereka yang tidak hidup di biara untuk mempersembahkan torma tradisional. Jadi dia berkata bahwa boleh saja mempersembahkan sesuatu yang kita sukai seperti kue dan biskuit. Bila kita melakukan perjalanan atau berada di hotel, pesawat atau kereta, kita masih bisa melakukan praktik Wangze tanpa persembahan, hanya dengan resitasi dan visualisasi. Kita harus menyesuaikan dengan waktu, tempat dan keadaan dan kemampuan kita. Ketulusan, kepercayaan dan keyakinan dalam praktik Wangze kita pasti akan membuahkan hasil.

Untuk praktisi awam yang tidak terlatih dalam membuat bentuk torma tradisional, torma dapat diganti dengan sebuah botol kaca yang diisi dengan kue kering. Bila orang tersebut ingin mempersembahkan torma selama praktik, torma berikut dapat disiapkan:

  1. Satu toples besar yang diisi dengan biskuit (persembahan torma kepada Lama Tsongkhapa)
  2. Satu toples besar yang diisi dengan biskuit (persembahan torma kepada Wangze)
  3. Satu toples lebih kecil diisi dengan biskuit (persembahan torma kepada rombongan Wangze)

Akan tetapi, bila waktunya terbatas, persembahan torma dapat dihilangkan. Torma (biskuit) ditaruh dalam toples untuk mencegah datangnya serangga. Kalian bisa mempersembahkan torma di piring, mangkuk atau cangkir dan kemudian membuangnya di tempat yang bersih pada akhir puja/doa. Kalian juga bisa memakan torma untuk mendapatkan berkat. Bila kalian tidak ingin memakannya, biskuit ini bisa dibungkus dengan kertas dan kemudian dibuang dalam tempat sampah.

Susunan altar yang lebih sederhana. Praktisi yang tidak dapat membuat torma tradisional dapat menggunakan toples yang diisi dengan kue kering sebagai pengganti.

 

Persembahan Teh Hitam (Serkym)

Praktik ini juga dikenal dengan Persembahan Minuman Emas atau Serkym, yang merupakan ritual utama dari Kangsol Dorje Shugden. Praktik ini bisa dikembangkan sebagai persembahan yang lebih kepada Pelindung Dharma untuk memohon bantuan cepat. Karena itu, persembahan Serkym dianggap populer dan umum dipraktikkan diantara praktisi modern untuk memohon bantuan segera, terutama pada saat sangat dibutuhkan. Secara tradisi, teh digunakan sebagai persembahan. Akan tetapi, minuman lain seperti susu atau bahkan minuman bersoda dapat digunakan sebagai pengganti.

Sebuah set Serkym tradisional

Persembahan serkym secara tradisional dipersembahkan dengan menuangkan minuman dalam wadah bertingkat dua, yang terdiri dari wadah yang lebih tinggi yang diletakkan dalam mangkuk yang lebih rendah. Bila benda ritual bergaya Tibet (yang biasanya terbuat dari kuningan) tidak bisa didapat, kalian dapat menggantikannya dengan sebuah gelas yang tinggi (seperti gelas anggur) yang diletakan dalam sebuah mangkuk kaca.

Pada saat mempersembahkan serkym, minuman dituangkan dalam pot atau kendi ke dalam wadah yang lebih tinggi sampai cairan tumpah ke mangkuk kedua. Dalam Budhisme, cairan yang tumpah melimpah menandakan tanda keberuntungan sebagai simbol pahala, kebaikan, sumber daya materi dan kondisi kondusif yang berlimpah untuk praktik Dharma.

Minuman dapat dituangkan ke wadah sebelum membaca bait doa Serkym, atau minuman dapat dituang sedikit-sedikit pada saat meresitasi baris yang relevan selama liturgi. Bila cara kedua yang dipilih, tuangkan sedikit teh ke wadah yang lebih tinggi sehingga kalian tidak mempersembahkan wadah kosong kepada Buddha. Sebelum dimulai, konsekrasikan Serkym dengan memutarkan dupa batangan yang menyala searah jarum jam ke sekeliling Serkym sembari melantunkan ‘OM AH HUM‘.

Ketika mempersembahkan Serkym, bayangkan minuman tersebut sebagai nektar ilahi yang memperbanyak diri untuk memenuhi seluruh samudera yang menggambarkan hal-hal yang diinginkan di dunia dan menyenangkan kelima indera.

 

Pelafalan Mantra

Pada saat pelafalan mantra, kita memohon aktifitas Kendali Dorje Shugden.

Mantra Wangze:
OM BENZA WIKI BITANA WANGSHA GURU OM

Mantra rombongan Wangze:
OM DHARMAPHALA MAHA RADZA BENDZA BEGAWAN KAMSUM NOCHO THAMCHED WASHAM GURU OM

YKalian bisa melafalkan mantra Wangze sebanyak satu, tiga, tujuh atau sebanyak mungkin mala sesuai keinginan kalian. Disarankan untuk melafalkan mantra ini sebanyak mungkin. Juga disarankan untuk melakukan praktik ini secara konsisten setiap hari. Setelah menyelesaikan pembacaan mantra setiap sesi, bacalah mantra purifikasi Vajrasattva 21 kali. Kalian bisa meresitasi 100 suku kata mantra Vajrasattva atau mantra pendeknya (OM VAJRASATTVA HUNG), tergantung waktu kalian.

 

Penjelasan Lengkap dari Visualisasi Pelafalan Mantra

Di bawah ini adalah penjelasan visualisasi yang menyertai pelafalan mantra Wangze untuk memohon berkatnya:

Visualisasikan bahwa kita berada dalam wujud normal kita, menghadap ke arah luar. Di atas kepala kita duduk Lama Tsongkhapa 3 dimensi berukuran kecil seukuran ibu jari. Ia nampak bersemangat, hidup, cerah dan memancarkan banyak cahaya yang luar biasa. Dari wilayah jantungnya, banyak cahaya merah memancar dan menuju Surga Gaden.

Di Surga Gaden, Lama Tsongkhapa dalam wujudnya yang sebenarnya duduk dengan penuh kemegahan di atas takhta delapan singa yang dihias dengan indah di dalam sebuah rumah besar berhiaskan berlian, dikelilingi oleh para siswanya dan banyak dakini. Cahaya masuk ke dalam rumah tersebut, menyinari singgasana Lama Tsongkhapa dan dari bawah takhta, Wangze hadir di hadapan kita. Dari hati Wangze, banyak cahaya merah memancar keluar, dan di ujung masing-masing cahaya, banyak persembahan indah seperti persembahan indrawi seperti air, cahaya, bunga, dupa, parfum, makanan, dan musik yang ditujukan bagi semua Buddha, Bodhisattva, dan istadewata. Visualisasikan semua Buddha yang kita kenal, dan visualisasikan bahwa mereka sangat senang dengan semua persembahan ini. Sebagai tanda sukacita dari mereka, mereka menjadi terwujud dalam rupa Wangze itu sendiri. Segenap rupa-rupa Wangze jatuh menghujani Wangze sebenarnya yang ada di hadapan anda dan menjadi satu dengannya. Dorje Shugden Wangze, yang memiliki kekuatan kendali, sedang duduk di atas naga biru kehijauan, bercahaya merah, dan tersenyum di hadapan anda.

Selanjutnya, cahaya dari Wangze memancar keluar menuju 10 penjuru dan menyentuh semua orang yang sangat berpengaruh dan berkuasa, para pemimpin, orang-orang yang memiliki kendali, dan bahkan para dewa dan istadewata; sekaligus memberkati mereka. Dari mereka muncullah daya pengaruh, kendali dan kekuatan dalam bentuk cahaya merah. Cahaya merah menyala tersebut kembali dan larut melebur dalam Wangze. Wangze kemudian menjadi tampak lebih berenergi.

Secara bersamaan, kita memvisualisasikan cahaya dari Wangze tertuju pada kelompok-kelompok orang tertentu yang jahat atau berbahaya bagi kita dan pada mereka yang menyusahkan, bermasalah atau pemikirannya tidak valid, tidak benar atau tidak tepat sekaligus mereka yang batinnya ingin kita pengaruhi secara positif dan ubah. Jadi selama ini berlangsung, ketika cahaya Wangze memancar dan menyentuh semua orang yang berkuasa dan berpengaruh, mereka juga menyentuh batin orang yang ingin kita pengaruhi dan ubah. Kita memvisualisasikan cahaya menuju orang-orang ini dan melebur ke dalam mereka. Batin mereka berubah menjadi lembut, bahagia dan bahagia. Berpikirlah dengan sangat kuat bahwa batin mereka sedang diubah. Rasakan bahwa batin orang-orang kita coba ubah telah bertransformasi. Kita dapat menghentikan meditasi pada saat ini dan melafalkan mantra Wangze beserta rombongannya:

  • OM BENZA WIKI BITANA WANGSHA GURU OM
  • OM DHARMAPHALA MAHA RADZA BENDZA BEGAWAN KAMSUM NOCHO THAMCHED WASHAM GURU OM

Jika kita ingin melanjutkan meditasi yang lebih panjang, kita dapat memvisualisasikan rangkaian cahaya ketiga. Cahaya merah ini terpancar dari Wangze dan di dalam cahaya sebenarnya terdapat banyak miniatur Wangze, banyak dari instrumen atribut Wangze (kait dan jerat yang menjinakkan), dan juga banyak dari suku kata aksara HUNG. Ini semua larut ke dalam diri kita.

Jutaan Wangze kecil yang larut dalam diri kita adalah berkat dari tubuh Wangze sehingga kehadiran kita menjadi penuh karisma; kita menjadi ‘berkilauan’, menonjol, meninggalkan kesan yang kuat dan positif di benak orang lain kemanapun kita pergi, serta menarik perhatian orang pada kita dengan cara yang baik. Cahaya merah yang berisi instrumen Wangze – jutaan kait dan jerat kecil untuk menjinakkan, semuanya kemudian larut ke dalam diri kita. Ini adalah berkat dari batin Wangze. Suku kata HUNG yang merupakan berkat dari ucapan Wangze, dan mantra Wangze OM BENZA WIKI BITANA WANGSHA GURU OM dalam bahasa Tibet atau Inggris, dianugrahkan untuk memberkati kita. Jutaan mantra Wangze larut ke dalam tenggorokan kita dan memberkati ucapan kita sehingga kita memiliki kekuatan untuk meyakinkan dan kita mengembangkan ucapan, kefasihan, kehadiran, serta daya pengaruh yang karismatik.

Kita harus berpikir bahwa kita telah memperoleh kekuatan kendali, karisma, ucapan dan daya pengaruh, dan bahwa kita mampu mentransformasi batin orang lain untuk melakukan hal-hal positif. Kita harus berpikir bahwa kita mampu berbicara sedemikian rupa sehingga kita memiliki kepercayaan diri dan ucapan kita memiliki kekuatan, pengaruh, prestise dan kemampuan untuk mengubah batin mereka.

Dengan visualisasi di atas, Wangze memberkati tubuh, ucapan, dan batin kita dengan tubuh, ucapan, dan batinnya yang cerah. Terakhir, pada akhir meditasi kita, Wangze sendiri larut dalam cahaya merah dan lebur sepenuhnya ke dalam diri kita, dengan demikian memberkati kita. Pada titik ini, kita membayangkan diri kita dilindungi di dalam cahaya merah berbentuk telur atau kubah, yang merupakan cahaya energi cerah dari Dorje Shugden Wangze yang tidak dapat diterobos oleh siapa pun. Tidak ada bahaya, ucapan negatif, energi negatif atau senjata yang dapat menerobos; kita harus memiliki kepercayaan diri dan keyakinan yang kuat akan hal ini selagi melafalkan mantra tersebut.

Wangze memberkati kita dengan kekuatan untuk mengendalikan situasi negatif dan mentransformasinya menjadi positif serta kita dimampukan untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan tindakan positif. Kita diberkati dengan kemampuan untuk mengubah keadaan negatif di lingkungan menjadi positif. Kita harus berpikir bahwa kita sangat diberkati oleh Wangze.

 

Dothey dan Dedikasi

Sebelum mengakhiri sesi, baik untuk meresitasi doa Dothey, permohonan kepada Dorje Shugden untuk melakukan aktivitas tercerahkan ditulis oleh Y.M. Kyabje Trijang Rinpoche. Dothey juga mengandung bait yang bersifat mengerikan dan saran untuk ‘membunuh musuh‘ tetapi kata-kata mengerikan ini hanyalah simbolisme, bukannya ditujukan kepada makhluk tertentu. Dalam praktik Buddha manapun, tidak ada celaka yang dikenakan kepada makhluk lain dengan ritual, pikiran, meditasi atau tindakan. Kata ‘membunuh‘ dalam Dothey merujuk pada penghancuran musuh dalam diri yaitu ego, egoisme, kekikiran, kemarahan dan kebencian. Jadi ‘membunuh musuh‘ dalam Dothey mungkin terdengar penuh kekerasan tetapi hal ini merujuk pada kekerasan yang kita ciptakan secara emosional terhadap orang disekitar kita karena emosi yang menindas. Praktik ini ditujukan pada ‘membunuh‘ emosi negatif dalam diri kita atau setidaknya menyadari bahwa musuh ada dalam diri.

Setelah kalian menyelesaikan Dothey, visualisasikan Wangze dan Lama Tsongkhapa larut dalam diri kalian dan resitasikan bait-bait pelarutan. Akhiri sesi dengan dedikasi singkat. Hal ini penting untuk membuat dedikasi tulus.

 

Kesimpulan

Pada akhirnya, Dorje Shugden dalam wujud Wangze adalah istadewata yang terkuat untuk disenangkan hatinya agar dapat mengembangkan kendali atau memberikan pengaruh positif pada diri kita sendiri dan orang lain karena Ia adalah Pelindung Dharma yang tercerahkan dalam wujud duniawi. Saat Ia muncul dalam wujud duniawi, Wangze memiliki kedekatan yang lebih besar dengan kita dibandingkan dengan makhluk cerah lainnya karena praktiknya membutuhkan pahala kebajikan yang tidak begitu banyak bagi kita untuk dapat terhubung dengannya dan menerima manfaat dari praktiknya. Ini berarti bahwa dibandingkan dengan makhluk cerah lainnya, akan lebih cepat bagi Wangze untuk membantu kita karena kedekatan ini. Sejatinya, tidak ada perbedaan di antara makhluk yang cerah karena mereka semua telah mencapai tingkat kecerahan yang sama. Perbedaannya terletak pada perbedaan pertalian jodoh kita dengan satu makhluk cerah tertentu dibanding yang lain.

Selain itu, kedekatan Wangze yang kuat dengan makhluk-makhluk pada masa ini adalah karena Ia adalah Pelindung Dharma yang relatif muda dan baru saja muncul. Wangze hanya muncul sekitar 400 tahun yang lalu sebagai Pelindung Dharma meskipun arus batinnya adalah puncak dari garis panjang silsilah kelahiran kembali para Lama dan Mahasiddha dari India dan Tibet. Wangze telah memanifestasikan aktivitas cerah di banyak kehidupan sebelumnya.

Karena Wangze adalah emanasi Manjushri, menyenangkan hati Wangze berarti bersandar pada dan memuja Manjushri. Sebagai makhluk yang cerah, Wangze tidak dapat melakukan apa pun yang merugikan siapa saja dan oleh karena itu Ia tidak akan memenuhi atau bertindak berdasarkan doa dan keinginan buruk terhadap lawan yang kita anggap sebagai musuh. Wangze hanya akan membantu kita jika motivasi kita tulus dan tidak akan merugikan atau memanipulasi orang lain demi keuntungan kita sendiri. Oleh karena itu praktik Wangze tidak dapat ‘disalahgunakan’.

Ketika kita menyenangkan hati Wangze, Ia mewujudkan pahala kebajikan kita untuk menguasai dan mempengaruhi orang-orang dalam latihan visualisasi kita, yang dilakukan selama pembacaan mantra. Penting untuk diingat bahwa praktik Wangze, yang pertama dan terutama, adalah untuk membantu kita dalam mengembangkan kendali atas batin kita sendiri dengan mengembangkan realisasi spiritual. Manfaat lainnya yaitu, praktik Wangze membantu kita untuk mengontrol dan mempengaruhi orang-orang yang menjadi penghalang, terutama mereka yang menjadi penghalang bagi jalan spiritual kita.

 

Dedikasi oleh Tsem Rinpoche

Aspirasi dari persembahan praktik ini diperuntukkan agar bermanfaat bagi banyak orang. Semoga mereka yang mempraktikkan Dorje Shugden sebagai Wangze atau pancaran emanasi Dorje Shugden lainnya menerima berkat dalam dan luar yang besar akan kendali, kekuatan, dan pengaruh. Semoga stabilitas dan kondisi yang mereka butuhkan untuk menjalani kehidupan yang baik dan terlibat dalam latihan spiritual, dianugrahkan oleh Dorje Shugden Wangze. Semoga mereka memiliki kedamaian batin, tidur yang damai, keluarga yang damai, kehidupan yang damai dan bebas dari segala kecelakaan. Harap diingat bahwa Dorje Shugden adalah Buddha Perdamaian Dunia yang mewujud sebagai Pelindung Dharma dan hakekat beliau adalah Manjushri yang sepenuhnya cerah. Doa ini diberikan sehingga praktik yang begitu berharga ini dapat diakses dengan mudah dan gratis, terutama bagi mereka yang benar-benar membutuhkannya.

Saya telah bekerja dengan tim saya untuk mengkompilasi semua ini dengan harapan akan memperoleh manfaat yang luar biasa.

Tsa tsa Wangze berkualitas tinggi, detil dan indah. Saya sangat senang rupa Wangze ini tersedia bagi banyak orang.

Catatan dari tim blog ini:

 

Untuk membaca informasi menarik lainnya:

 

Please support us so that we can continue to bring you more Dharma:

If you are in the United States, please note that your offerings and contributions are tax deductible. ~ the tsemrinpoche.com blog team

DISCLAIMER IN RELATION TO COMMENTS OR POSTS GIVEN BY THIRD PARTIES BELOW

Kindly note that the comments or posts given by third parties in the comment section below do not represent the views of the owner and/or host of this Blog, save for responses specifically given by the owner and/or host. All other comments or posts or any other opinions, discussions or views given below under the comment section do not represent our views and should not be regarded as such. We reserve the right to remove any comments/views which we may find offensive but due to the volume of such comments, the non removal and/or non detection of any such comments/views does not mean that we condone the same.

We do hope that the participants of any comments, posts, opinions, discussions or views below will act responsibly and do not engage nor make any statements which are defamatory in nature or which may incite and contempt or ridicule of any party, individual or their beliefs or to contravene any laws.

Leave a Reply

Maximum file size: 15MB each
Allowed file types: jpg, jpeg, gif, png

 

Maximum file size: 50MB
Allowed file type: mp4
Maximum file size: 15MB each
Allowed file types: pdf, docx

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog Chat

BLOG CHAT

Dear blog friends,

I’ve created this section for all of you to share your opinions, thoughts and feelings about whatever interests you.

Everyone has a different perspective, so this section is for you.

Tsem Rinpoche


SCHEDULED CHAT SESSIONS / 聊天室时间表

(除了每个月的第一个星期五)
SUNDAY
8 - 9PM (GMT +8)
4 - 5AM (PST)

UPCOMING TOPICS FOR FEBRUARY / 二月份讨论主题

Please come and join in the chat for a fun time and support. See you all there.


Blog Chat Etiquette

These are some simple guidelines to make the blog chat room a positive, enjoyable and enlightening experience for everyone. Please note that as this is a chat room, we chat! Do not flood the chat room, or post without interacting with others.

EXPAND
Be friendly

Remember that these are real people you are chatting with. They may have different opinions to you and come from different cultures. Treat them as you would face to face, and respect their opinions, and they will treat you the same.

Be Patient

Give the room a chance to answer you. Patience is a virtue. And if after awhile, people don't respond, perhaps they don't know the answer or they did not see your question. Do ask again or address someone directly. Do not be offended if people do not or are unable to respond to you.

Be Relevant

This is the blog of H.E. Tsem Rinpoche. Please respect this space. We request that all participants here are respectful of H.E. Tsem Rinpoche and his organisation, Kechara.

Be polite

Avoid the use of language or attitudes which may be offensive to others. If someone is disrespectful to you, ignore them instead of arguing with them.

Please be advised that anyone who contravenes these guidelines may be banned from the chatroom. Banning is at the complete discretion of the administrator of this blog. Should anyone wish to make an appeal or complaint about the behaviour of someone in the chatroom, please copy paste the relevant chat in an email to us at care@kechara.com and state the date and time of the respective conversation.

Please let this be a conducive space for discussions, both light and profound.

KECHARA FOREST RETREAT PROGRESS UPDATES

Here is the latest news and pictorial updates, as it happens, of our upcoming forest retreat project.

The Kechara Forest Retreat is a unique holistic retreat centre focused on the total wellness of body, mind and spirit. This is a place where families and individuals will find peace, nourishment and inspiration in a natural forest environment. At Kechara Forest Retreat, we are committed to give back to society through instilling the next generation with universal positive values such as kindness and compassion.

For more information, please read here (english), here (chinese), or the official site: retreat.kechara.com.

Noticeboard

Name: Email:
For:  
Mail will not be published
  • Samfoonheei
    Thursday, Jan 4. 2024 04:11 PM
    Lama Tsongkhapa was an influential Tibetan Buddhist monk, philosopher and tantric yogi, whose activities led to the formation of the Gelug school of Tibetan Buddhism . Lama Tsongkhapa was hailed as the second Buddha by contemporary Buddhist masters of his time. Famous for reviving Buddhism in Tibet and revered for elevating the Dharma to all its present glory. Hence having a 12 ft Lama Tsongkhapa Statue at new Kechara Gompa (Prayer Hall) is indeed a blessing. Its truly beautiful. Merely by looking at it is a blessing .
    Thank you Rinpoche and team effort making it possible.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/kechara-13-depts/10-ft-tsongkapa-here.html
  • Samfoonheei
    Thursday, Jan 4. 2024 04:09 PM
    The Pemayangtse Monastery is a Buddhist monastery, near Pelling in the northeastern Sikkim. The monastery is about 375 year old and is one of the oldest and premier monasteries of Sikkim. Its also the most famous monastery in Sikkim and one of the most important monastery belonging to the Nyingma order of Tibetan Buddhism. Pemayangtse monastery was founded around 1647-48 recording to history. Well the Monastery is part of Buddhist religious pilgrimage circuit built with scenic backdrop of snow-capped mountains on two sides. Where many locals and tourists will travel to Sikkim yearly . Over the centuries, the monastery has withstood earthquakes and has gone through series of refurbishments and preservation efforts. Interesting story behind this monastery, would love to travel to Sikkim again .
    Lieutenant Colonel Laurence Austine Waddell was a British explorer, collector in Tibet, and author, travelling throughout India,Sikkim and areas on the borders of Nepal and Tibet. He wrote about the Tibetan Buddhist religious practices from what he observed while there. In Sikkim he made a stunning discovery, that Dorje Shugden existence in the Nyingma monastery as written in his book. Hence it has proven that Dorje Shugden been worshipped not only in Gelug lineage but as well in the Nyingma centuries ago too. Its not a minority practice afterall .
    Thank you Rinpoche and Seow Choong Liang for this interesting sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/buddhas-dharma/dorje-shugden-in-nyingma-pemayangtse-monastery-sikkim.html
  • Samfoonheei
    Thursday, Jan 4. 2024 04:07 PM
    Revisit this interesting post of a great Master
    Buton Rinchen Drup, was a 14th-century Sakya master and Tibetan Buddhist leader. He is widely considered to be one of Tibet’s greatest scholars, historians, translators, and writers. He has been the role model for many of Tibet’s greatest masters over the centuries, including the present Dalai Lama. His legacy also included the compilation of 500 years’ worth of translated teachings into the encyclopedic Kangyur and Tangyur collections. This monumental effort helped to preserve and propagate the teachings throughout Tibet. These collections have become well known by all of the schools of Buddhism in Tibet, and continue to this day. He truly was one of the brightest lights of Tibetan Buddhism.
    Throughout his life, Buton Rinchen Drup has continued to serve humanity and the Dharma. Interesting read.
    Thank you Rinpoche and Pastor David for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/great-lamas-masters/tibets-great-scholar-buton-rinchen-drub.html
  • Samfoonheei
    Thursday, Jan 4. 2024 04:05 PM
    Toyuq, located 50 km east of Turpan a unique city in the Flaming Mountains.From all sides the city is surrounded by deserts and mountains, destroyed medieval towns and ruins of ancient settlements. Toyuq, an Islamic pilgrimage center, nestles at the base of the Flaming Mountains. Here there are many mosques, both medieval and modern ones been built over the years. The first Uighur ruler had converted to Islam, and shrines was then built in the locality honouring the ruler. There was a story behind the legendary Seven Sleepers of Ephesus where there was a group of youths hiding inside a cave, at the Flaming mountains outside the city of Ephesus around 250 AD. Buildings can be seen practically everywhere with pierced walls that is used for drying grapes to make raisins. Raisins and melons are most known products of the region. Turpan is one of the most densely populated cities in Xinjiang the popukation consists of mainly the Muslim Uyghurs.
    Thank you Rinpoche for this interesting post with many interesting history dated to 6,000 years ago.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/art-architecture/toyuq-village.html
  • Troy
    Sunday, Aug 27. 2023 08:09 PM
    newletter
  • Samfoonheei
    Tuesday, Jul 25. 2023 04:37 PM
    The Fourth Takpu, Pema Vajra Jampel Tenpai Ngodrub was a highly attained lama. He was also commonly known as Takpu Dorje Chang who had many authentic visions of the Buddhas. He had even received directly teachings from Buddhas. He had received direct visions of Tara herself. Tagpu Pemavajra had travelled to Tushita, the heavenly abode of Lama Tsongkhapa as requested by Kyabje Pabongka Rinpoche where he received the complete cycle of teachings on Dorje Shugden. Tagpu Pemavajra was one such lama who was attained enough to receive these teachings for the benefit of others. He was instrumental in the development of the Dorje Shugden practice within the Gelug tradition. Wow he was able to astral travel to various pure lands and receive special teachings. Interesting biography of a great lama.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/great-lamas-masters/the-fourth-takpu-pema-vajra-jampel-tenpai-ngodrub.html
  • Samfoonheei
    Tuesday, Jul 25. 2023 04:32 PM
    Jan Salter a renowned artist, and inspiring lady who founded the Kathmandu Animal Treatment Centre, a charity organisation. She was an inspiring lady whose energy and commitment to the goal of alleviating the suffering of street animals. She used her own saving to building and starting the Kathmandu Animal Treatment Centre the first organisation in Nepal. In recognition of the work for the welfare of the stray animals she was awarded by the International Human Society and the British government. She had benefitted many with her generous nature that she used to benefit others in ways that went far beyond the meaning of normal charity work.
    Thank you Rinpoche for this inspiring sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/animals-vegetarianism/jans-a-hero-kathmandu-nepal.html
  • Samfoonheei
    Tuesday, Jul 25. 2023 04:30 PM
    Amazing discovery a 2,000 year old Indian Buddhist document as it tell us how Buddhism took root in India. It’s the oldest Buddhist manuscripts yet discovered, dating from about the 1st century BCE to 3rd century CE. Found in the north-western outskirts of the Indian subcontinent an ancient Buddhist kindgom. The document, written on a birch bark scroll offers rare insight into the early history of Buddhism. Surviving manuscripts are rare only a few hundred are known to still exist. Understanding the history of the region helps us realize the significance of this scroll.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/current-affairs/indian-buddhism.html
  • Samfoonheei
    Tuesday, Jul 25. 2023 04:27 PM
    Yu Pengnian a real estate tycoon ‘s journey from poor street hawker to be one of a richest person in mainland China. His passion for charity is a result of his own humble beginnings. He has donated all his assets of billions to charity, making him China’s top philanthropist. Whatever profits he made from his business he donated to the Yu Pengnian Foundation which he founded. He became the first Chinese national to give more than billions to charities, scholarships, helping poor students. Self- made Chinese billionaire he gives away entire fortune to charity.
    Thank you Rinpoche for this inspiring sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/current-affairs/chinese-philanthropist-donates-it-all.html
  • Samfoonheei
    Tuesday, Jul 25. 2023 04:25 PM
    Even though its an old post its definitely very inspirational article. About Master Cheng Yen, a Taiwanese Buddhist nun, teacher, and philanthropist. Master Cheng Yen was an inspiring spiritual leader who was the founder of the Buddhist Compassion Relief Tzu Chi Foundation. Due to her incredible work she was featured on FORBES a leading news and information source. As the founder of the international charity and humanitarian organization Buddhist Tzu Chi Foundation, Master Cheng Yen has become a global icon. As a revered Buddhist nun and Dharma teacher, she has been a key figure in the development of modern Taiwanese Buddhism. With the great aspiration of compassion and joy, she embarked on a great mission of helping and saving those sufferings and hardships. She initiated and dedicated herself to whole life long mission of helping people and spreading kindness. The Tzu Chi Foundation has million supporters and volunteers throughout the world. They are known for the astonishing speed and efficiency which it brings aid to victims of natural disasters. Countless numbers of victims had benefitted from their compassionate work. Interesting read of an inspiring Master.
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/current-affairs/nun-on-forbes.html
  • Samfoonheei
    Tuesday, Jul 25. 2023 04:23 PM
    With a supportive parents Tsechen Wongmu ( Ma Ying ) a college-student-turned nun at a young age. She moved to Xinlong Dongzhi temple in southwest China’s Sichuan province amid the snow-covered mountains 4,200 meters high. She had made brave move. As a little girl she learned about Buddhism from her grandparents. This holy mountain is reputed as “King of Mountains in Sichuan” with fascinating snow and alpine. She has made a choice to be there. She has won public attentions after posting her poem and diary on internet with millions of followers. Interesting read.
    Thank you Rinpoche for this inspiring read.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/current-affairs/post-80s-girl-practices-buddhism-as-a-nun-in-snow-capped-plateau.html
  • Samfoonheei
    Monday, Jul 17. 2023 03:27 PM
    We are not alone , there are many unexplained mysterious monsters sightings. These sightings has remain unsolved mysteries. All these encounters has send shockwaves throughout many parts in the world. The video of mysterious monsters which was narrated by Peter Graves , has viewers to believe mysterious monsters do exists after all. Very convincing . Many interesting frightening creatures such as Lochness, Bigfoot,Yeti and so forth are explored in this video. Do watch .
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/film-tv-music/the-mysterious-monsters-narrated-by-peter-graves.html
  • Samfoonheei
    Monday, Jul 17. 2023 03:25 PM
    We are not alone , there are many unexplained mysterious monsters sightings. These sightings has remain unsolved mysteries. All these encounters has send shockwaves throughout many parts in the world. The video of mysterious monsters which was narrated by Peter Graves , has viewers to believe mysterious monsters do exists after all. Very convincing . Many interesting frightening creatures such as Lochness, Bigfoot,Yeti and so forth are explored in this video. Do watch .
    Thank you Rinpoche for this sharing.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/film-tv-music/the-mysterious-monsters-narrated-by-peter-graves.html
  • Samfoonheei
    Monday, Jul 17. 2023 03:23 PM
    Visited this stunning standing Manjushri which is located at the Manjushree Park at Chobhar, in Kathmandu, Nepal recently. Feeling so blessed able to see it , with my friends. Manjushree Park, one of most natural, historic attactive park within Kathmandu valley. Fantastic well managed picnic spot one should visit and not to be missed when one is at Kathmandu Nepal. Visible 33 ft. high black stone carved Manjushree statue .Manjushri is one of the most important iconic figures in Mahayana Buddhism. The powerful image representing ever-present wisdom plus the sword of awareness to cut off all delusion. An interesting story behind this Kathmandu Valley where mythology and geology intertwine.
    Thank you Rinpoche for this interesting sharing .

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/art-architecture/the-standing-manjushri-in-nepal.html
  • Samfoonheei
    Monday, Jul 17. 2023 03:15 PM
    According to Buddhist teaching, prostration manifests the spiritual growth, faith of a person. In the Tibetan Buddhist tradition, prostration is an important element of practice. Traditionally, prostrations are more than a show of respect for Buddha, Dharma and Sangha. Making prostration is a basic part of our lives in Buddhism. They are a method to purify our mind, or the antidote for ego-clinging. One of the general benefits of prostration is that in the future we will achieve a good rebirth . Prostration is a very powerful activity that can clear away obscuration of our body, speech, and mind as well as clearing our past and present negative karma. A huge merits for anyone doing prostration with proper visualization as well as the proper motivation.
    Having seen practitioners doing prostration along the road at Lhasa and reading teachings on prostration on blogs had motivated me to do retreat on it. Its was during the MCO back in 2020, I did a prostration retreat then. Even though it took me a longer time somehow I have completed 100,150k prostrations . Now I am still continue to do but not as many prostration as before.
    Well even though this is an old post I would to congratulate those involved in the prostration retreat at that time. It’s a good that Kechara is have a teachings on prostration and retreat .
    Thank you Rinpoche.

    https://www.tsemrinpoche.com/tsem-tulku-rinpoche/letters-cards-gifts/prostration-retreat-completed.html

1 · 2 · 3 · 4 · 5 · »

Messages from Rinpoche

Scroll down within the box to view more messages from Rinpoche. Click on the images to enlarge. Click on 'older messages' to view archived messages. Use 'prev' and 'next' links to navigate between pages

Use this URL to link to this section directly: https://www.tsemrinpoche.com/#messages-from-rinpoche

Previous Live Videos

MORE VIDEOS

Shugdenpas Speaking Up Across The Globe

From Europe Shugden Association:


MORE VIDEOS

From Tibetan Public Talk:


MORE VIDEOS

CREDITS

Concept: Tsem Rinpoche
Technical: Lew Kwan Leng, Justin Ripley, Yong Swee Keong
Design: Justin Ripley, Cynthia Lee
Content: Tsem Rinpoche, Justin Ripley, Pastor Shin Tan, Sarah Yap
Admin: Pastor Loh Seng Piow, Beng Kooi

I must thank my dharma blog team who are great assets to me, Kechara and growth of dharma in this wonderful region. I am honoured and thrilled to work with them. I really am. Maybe I don't say it enough to them, but I am saying it now. I APPRECIATE THESE GUYS VERY MUCH!

Tsem Rinpoche

Total views today
2,836
Total views up to date
26,041,536
Facebook Fans Youtube Views Blog Views
Animal Care Fund
  Bigfoot, Yeti, Sasquatch

The Unknown

The Known and unknown are both feared,
Known is being comfortable and stagnant,
The unknown may be growth and opportunities,
One shall never know if one fears the unknown more than the known.
Who says the unknown would be worse than the known?
But then again, the unknown is sometimes worse than the known. In the end nothing is known unless we endeavour,
So go pursue all the way with the unknown,
because all unknown with familiarity becomes the known.
~Tsem Rinpoche

Photos On The Go

Click on the images to view the bigger version. And scroll down and click on "View All Photos" to view more images.
According to legend, Shambhala is a place where wisdom and love reign, and there is no crime. Doesn\'t this sound like the kind of place all of us would love to live in? https://www.tsemrinpoche.com/?p=204874
4 years ago
According to legend, Shambhala is a place where wisdom and love reign, and there is no crime. Doesn't this sound like the kind of place all of us would love to live in? https://www.tsemrinpoche.com/?p=204874
108 candles and sang (incense) offered at our Wish-Fulfilling Grotto, invoking Dorje Shugden\'s blessings for friends, sponsors and supporters, wonderful!
4 years ago
108 candles and sang (incense) offered at our Wish-Fulfilling Grotto, invoking Dorje Shugden's blessings for friends, sponsors and supporters, wonderful!
Dharmapalas are not exclusive to Tibetan culture and their practice is widespread throughout the Buddhist world - https://www.tsemrinpoche.com/?p=193645
4 years ago
Dharmapalas are not exclusive to Tibetan culture and their practice is widespread throughout the Buddhist world - https://www.tsemrinpoche.com/?p=193645
One of our adorable Kechara Forest Retreat\'s doggies, Tara, happy and safe, and enjoying herself in front of Wisdom Hall which has been decorated for Chinese New Year
4 years ago
One of our adorable Kechara Forest Retreat's doggies, Tara, happy and safe, and enjoying herself in front of Wisdom Hall which has been decorated for Chinese New Year
Fragrant organic Thai basil harvested from our very own Kechara Forest Retreat farm!
4 years ago
Fragrant organic Thai basil harvested from our very own Kechara Forest Retreat farm!
On behalf of our Puja House team, Pastor Tat Ming receives food and drinks from Rinpoche. Rinpoche wanted to make sure the hardworking Puja House team are always taken care of.
4 years ago
On behalf of our Puja House team, Pastor Tat Ming receives food and drinks from Rinpoche. Rinpoche wanted to make sure the hardworking Puja House team are always taken care of.
By the time I heard about Luang Phor Thong, he was already very old, in his late 80s. When I heard about him, I immediately wanted to go and pay my respects to him. - http://bit.ly/LuangPhorThong
4 years ago
By the time I heard about Luang Phor Thong, he was already very old, in his late 80s. When I heard about him, I immediately wanted to go and pay my respects to him. - http://bit.ly/LuangPhorThong
It\'s very nice to see volunteers helping maintain holy sites in Kechara Forest Retreat, it\'s very good for them. Cleaning Buddha statues is a very powerful and effective way of purifying body karma.
4 years ago
It's very nice to see volunteers helping maintain holy sites in Kechara Forest Retreat, it's very good for them. Cleaning Buddha statues is a very powerful and effective way of purifying body karma.
Kechara Forest Retreat is preparing for the upcoming Chinese New Year celebrations. This is our holy Vajra Yogini stupa which is now surrounded by beautiful lanterns organised by our students.
4 years ago
Kechara Forest Retreat is preparing for the upcoming Chinese New Year celebrations. This is our holy Vajra Yogini stupa which is now surrounded by beautiful lanterns organised by our students.
One of the most recent harvests from our Kechara Forest Retreat land. It was grown free of chemicals and pesticides, wonderful!
4 years ago
One of the most recent harvests from our Kechara Forest Retreat land. It was grown free of chemicals and pesticides, wonderful!
Third picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
5 years ago
Third picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
Second picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
5 years ago
Second picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
First picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal.
Height: 33ft (10m)
5 years ago
First picture-Standing Manjushri Statue at Chowar, Kirtipur, Nepal. Height: 33ft (10m)
The first title published by Kechara Comics is Karuna Finds A Way. It tells the tale of high-school sweethearts Karuna and Adam who had what some would call the dream life. Everything was going great for them until one day when reality came knocking on their door. Caught in a surprise swindle, this loving family who never harmed anyone found themselves out of luck and down on their fortune. Determined to save her family, Karuna goes all out to find a solution. See what she does- https://bit.ly/2LSKuWo
5 years ago
The first title published by Kechara Comics is Karuna Finds A Way. It tells the tale of high-school sweethearts Karuna and Adam who had what some would call the dream life. Everything was going great for them until one day when reality came knocking on their door. Caught in a surprise swindle, this loving family who never harmed anyone found themselves out of luck and down on their fortune. Determined to save her family, Karuna goes all out to find a solution. See what she does- https://bit.ly/2LSKuWo
Very powerful story! Tibetan Resistance group Chushi Gangdruk reveals how Dalai Lama escaped in 1959- https://bit.ly/2S9VMGX
5 years ago
Very powerful story! Tibetan Resistance group Chushi Gangdruk reveals how Dalai Lama escaped in 1959- https://bit.ly/2S9VMGX
At Kechara Forest Retreat land we have nice fresh spinach growing free of chemicals and pesticides. Yes!
5 years ago
At Kechara Forest Retreat land we have nice fresh spinach growing free of chemicals and pesticides. Yes!
See beautiful pictures of Manjushri Guest House here- https://bit.ly/2WGo0ti
5 years ago
See beautiful pictures of Manjushri Guest House here- https://bit.ly/2WGo0ti
Beginner’s Introduction to Dorje Shugden~Very good overview https://bit.ly/2QQNfYv
5 years ago
Beginner’s Introduction to Dorje Shugden~Very good overview https://bit.ly/2QQNfYv
Fresh eggplants grown on Kechara Forest Retreat\'s land here in Malaysia
5 years ago
Fresh eggplants grown on Kechara Forest Retreat's land here in Malaysia
Most Venerable Uppalavanna – The Chief Female Disciple of Buddha Shakyamuni - She exhibited many supernatural abilities gained from meditation and proved to the world females and males are equal in spirituality- https://bit.ly/31d9Rat
5 years ago
Most Venerable Uppalavanna – The Chief Female Disciple of Buddha Shakyamuni - She exhibited many supernatural abilities gained from meditation and proved to the world females and males are equal in spirituality- https://bit.ly/31d9Rat
Thailand’s ‘Renegade’ Yet Powerful Buddhist Nuns~ https://bit.ly/2Z1C02m
5 years ago
Thailand’s ‘Renegade’ Yet Powerful Buddhist Nuns~ https://bit.ly/2Z1C02m
Mahapajapati Gotami – the first Buddhist nun ordained by Lord Buddha- https://bit.ly/2IjD8ru
5 years ago
Mahapajapati Gotami – the first Buddhist nun ordained by Lord Buddha- https://bit.ly/2IjD8ru
The Largest Buddha Shakyamuni in Russia | 俄罗斯最大的释迦牟尼佛画像- https://bit.ly/2Wpclni
5 years ago
The Largest Buddha Shakyamuni in Russia | 俄罗斯最大的释迦牟尼佛画像- https://bit.ly/2Wpclni
Sacred Vajra Yogini
5 years ago
Sacred Vajra Yogini
Dorje Shugden works & archives - a labour of commitment - https://bit.ly/30Tp2p8
5 years ago
Dorje Shugden works & archives - a labour of commitment - https://bit.ly/30Tp2p8
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha.
5 years ago
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha.
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha. She was his step-mother and aunt. Buddha\'s mother had passed away at his birth so he was raised by Gotami.
5 years ago
Mahapajapati Gotami, who was the first nun ordained by Lord Buddha. She was his step-mother and aunt. Buddha's mother had passed away at his birth so he was raised by Gotami.
Another nun disciple of Lord Buddha\'s. She had achieved great spiritual abilities and high attainments. She would be a proper object of refuge. This image of the eminent bhikkhuni (nun) disciple of the Buddha, Uppalavanna Theri.
5 years ago
Another nun disciple of Lord Buddha's. She had achieved great spiritual abilities and high attainments. She would be a proper object of refuge. This image of the eminent bhikkhuni (nun) disciple of the Buddha, Uppalavanna Theri.
Wandering Ascetic Painting by Nirdesha Munasinghe
5 years ago
Wandering Ascetic Painting by Nirdesha Munasinghe
High Sri Lankan monks visit Kechara to bless our land, temple, Buddha and Dorje Shugden images. They were very kind-see pictures- https://bit.ly/2HQie2M
5 years ago
High Sri Lankan monks visit Kechara to bless our land, temple, Buddha and Dorje Shugden images. They were very kind-see pictures- https://bit.ly/2HQie2M
This is pretty amazing!

First Sri Lankan Buddhist temple opened in Dubai!!!
5 years ago
This is pretty amazing! First Sri Lankan Buddhist temple opened in Dubai!!!
My Dharma boy (left) and Oser girl loves to laze around on the veranda in the mornings. They enjoy all the trees, grass and relaxing under the hot sun. Sunbathing is a favorite daily activity. I care about these two doggies of mine very much and I enjoy seeing them happy. They are with me always. Tsem Rinpoche

Always be kind to animals and eat vegetarian- https://bit.ly/2Psp8h2
5 years ago
My Dharma boy (left) and Oser girl loves to laze around on the veranda in the mornings. They enjoy all the trees, grass and relaxing under the hot sun. Sunbathing is a favorite daily activity. I care about these two doggies of mine very much and I enjoy seeing them happy. They are with me always. Tsem Rinpoche Always be kind to animals and eat vegetarian- https://bit.ly/2Psp8h2
After you left me Mumu, I was alone. I have no family or kin. You were my family. I can\'t stop thinking of you and I can\'t forget you. My bond and connection with you is so strong. I wish you were by my side. Tsem Rinpoche
5 years ago
After you left me Mumu, I was alone. I have no family or kin. You were my family. I can't stop thinking of you and I can't forget you. My bond and connection with you is so strong. I wish you were by my side. Tsem Rinpoche
This story is a life-changer. Learn about the incredible Forest Man of India | 印度“森林之子”- https://bit.ly/2Eh4vRS
5 years ago
This story is a life-changer. Learn about the incredible Forest Man of India | 印度“森林之子”- https://bit.ly/2Eh4vRS
Part 2-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
5 years ago
Part 2-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
Part 1-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
5 years ago
Part 1-Beautiful billboard in Malaysia of a powerful Tibetan hero whose life serves as a great inspiration- https://bit.ly/2UltNE4
The great Protector Manjushri Dorje Shugden depicted in the beautiful Mongolian style. To download a high resolution file: https://bit.ly/2Nt3FHz
5 years ago
The great Protector Manjushri Dorje Shugden depicted in the beautiful Mongolian style. To download a high resolution file: https://bit.ly/2Nt3FHz
The Mystical land of Shambhala is finally ready for everyone to feast their eyes and be blessed. A beautiful post with information, art work, history, spirituality and a beautiful book composed by His Holiness the 6th Panchen Rinpoche. ~ https://bit.ly/309MHBi
5 years ago
The Mystical land of Shambhala is finally ready for everyone to feast their eyes and be blessed. A beautiful post with information, art work, history, spirituality and a beautiful book composed by His Holiness the 6th Panchen Rinpoche. ~ https://bit.ly/309MHBi
Beautiful pictures of the huge Buddha in Longkou Nanshan- https://bit.ly/2LsBxVb
5 years ago
Beautiful pictures of the huge Buddha in Longkou Nanshan- https://bit.ly/2LsBxVb
The reason-Very interesting thought- https://bit.ly/2V7VT5r
5 years ago
The reason-Very interesting thought- https://bit.ly/2V7VT5r
NEW Bigfoot cafe in Malaysia! Food is delicious!- https://bit.ly/2VxdGau
5 years ago
NEW Bigfoot cafe in Malaysia! Food is delicious!- https://bit.ly/2VxdGau
DON\'T MISS THIS!~How brave Bonnie survived by living with a herd of deer~ https://bit.ly/2Lre2eY
5 years ago
DON'T MISS THIS!~How brave Bonnie survived by living with a herd of deer~ https://bit.ly/2Lre2eY
Global Superpower China Will Cut Meat Consumption by 50%! Very interesting, find out more- https://bit.ly/2V1sJFh
5 years ago
Global Superpower China Will Cut Meat Consumption by 50%! Very interesting, find out more- https://bit.ly/2V1sJFh
You can download this beautiful Egyptian style Dorje Shugden Free- https://bit.ly/2Nt3FHz
5 years ago
You can download this beautiful Egyptian style Dorje Shugden Free- https://bit.ly/2Nt3FHz
Beautiful high file for print of Lord Manjushri. May you be blessed- https://bit.ly/2V8mwZe
5 years ago
Beautiful high file for print of Lord Manjushri. May you be blessed- https://bit.ly/2V8mwZe
Mongolian (Oymiakon) Shaman in Siberia, Russia. That is his real outfit he wears. Very unique. TR
5 years ago
Mongolian (Oymiakon) Shaman in Siberia, Russia. That is his real outfit he wears. Very unique. TR
Find one of the most beautiful temples in the world in Nara, Japan. It is the 1,267 year old Todai-ji temple that houses a 15 meter Buddha Vairocana statue who is a cosmic and timeless Buddha. Emperor Shomu who sponsored this beautiful temple eventually abdicated and ordained as a Buddhist monk. Very interesting history and story. One of the places everyone should visit- https://bit.ly/2VgsHhK
5 years ago
Find one of the most beautiful temples in the world in Nara, Japan. It is the 1,267 year old Todai-ji temple that houses a 15 meter Buddha Vairocana statue who is a cosmic and timeless Buddha. Emperor Shomu who sponsored this beautiful temple eventually abdicated and ordained as a Buddhist monk. Very interesting history and story. One of the places everyone should visit- https://bit.ly/2VgsHhK
Manjusri Kumara (bodhisattva of wisdom), India, Pala dynesty, 9th century, stone, Honolulu Academy of Arts
5 years ago
Manjusri Kumara (bodhisattva of wisdom), India, Pala dynesty, 9th century, stone, Honolulu Academy of Arts
Click on "View All Photos" above to view more images

Videos On The Go

Please click on the images to watch video
  • Pig puts his toys away
    4 years ago
    Pig puts his toys away
    Animals are so intelligent. They can feel happiness, joy, pain, sorrow, just like humans. Always show kindness to them. Always show kindness to everyone.
  • Always be kind to animals-They deserve to live just like us.
    5 years ago
    Always be kind to animals-They deserve to live just like us.
    Whales and dolphins playing with each other in the Pacific sea. Nature is truly incredible!
  • Bodha stupa July 2019-
    5 years ago
    Bodha stupa July 2019-
    Rainy period
  • Cute Tara girl having a snack. She is one of Kechara Forest Retreat’s resident doggies.
    5 years ago
    Cute Tara girl having a snack. She is one of Kechara Forest Retreat’s resident doggies.
  • Your Next Meal!
    5 years ago
    Your Next Meal!
    Yummy? Tasty? Behind the scenes of the meat on your plates. Meat is a killing industry.
  • This is Daw
    5 years ago
    This is Daw
    This is what they do to get meat on tables, and to produce belts and jackets. Think twice before your next purchase.
  • Don’t Take My Mummy Away!
    5 years ago
    Don’t Take My Mummy Away!
    Look at the poor baby chasing after the mother. Why do we do that to them? It's time to seriously think about our choices in life and how they affect others. Be kind. Don't break up families.
  • They do this every day!
    5 years ago
    They do this every day!
    This is how they are being treated every day of their lives. Please do something to stop the brutality. Listen to their cries for help!
  • What happened at Fair Oaks Farm?
    5 years ago
    What happened at Fair Oaks Farm?
    The largest undercover dairy investigation of all time. See what they found out at Fair Oaks Farm.
  • She’s going to spend her whole life here without being able to move correctly. Like a machine. They are the slaves of the people and are viewed as a product. It’s immoral. Billions of terrestrial animals die annually. Billions. You can’t even imagine it. And all that because people don’t want to give up meat, even though there are so many alternatives. ~ Gabriel Azimov
    5 years ago
    She’s going to spend her whole life here without being able to move correctly. Like a machine. They are the slaves of the people and are viewed as a product. It’s immoral. Billions of terrestrial animals die annually. Billions. You can’t even imagine it. And all that because people don’t want to give up meat, even though there are so many alternatives. ~ Gabriel Azimov
  • Our Malaysian Prime Minister Dr. Mahathir speaks so well, logically and regarding our country’s collaboration with China for growth. It is refreshing to listen to Dr. Mahathir’s thoughts. He said our country can look to China for many more things such as technology and so on. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Our Malaysian Prime Minister Dr. Mahathir speaks so well, logically and regarding our country’s collaboration with China for growth. It is refreshing to listen to Dr. Mahathir’s thoughts. He said our country can look to China for many more things such as technology and so on. Tsem Rinpoche
  • This is the first time His Holiness Dalai Lama mentions he had some very serious illness. Very worrying. This video is captured April 2019.
    5 years ago
    This is the first time His Holiness Dalai Lama mentions he had some very serious illness. Very worrying. This video is captured April 2019.
  • Beautiful Monastery in Hong Kong
    5 years ago
    Beautiful Monastery in Hong Kong
  • This dog thanks his hero in such a touching way. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    This dog thanks his hero in such a touching way. Tsem Rinpoche
  • Join Tsem Rinpoche in prayer for H.H. Dalai Lama’s long life~ https://www.youtube.com/watch?v=gYy7JcveikU&feature=youtu.be
    5 years ago
    Join Tsem Rinpoche in prayer for H.H. Dalai Lama’s long life~ https://www.youtube.com/watch?v=gYy7JcveikU&feature=youtu.be
  • These people going on pilgrimage to a holy mountain and prostrating out of devotion and for pilgrimage in Tibet. Such determination for spiritual practice. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    These people going on pilgrimage to a holy mountain and prostrating out of devotion and for pilgrimage in Tibet. Such determination for spiritual practice. Tsem Rinpoche
  • Beautiful new casing in Kechara for Vajra Yogini. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Beautiful new casing in Kechara for Vajra Yogini. Tsem Rinpoche
  • Get ready to laugh real hard. This is Kechara’s version of “Whatever Happened to Baby Jane!” We have some real talents in this video clip.
    5 years ago
    Get ready to laugh real hard. This is Kechara’s version of “Whatever Happened to Baby Jane!” We have some real talents in this video clip.
  • Recitation of Dorje Dermo‘s mantra or the Dharani of Glorious Vajra Claws. This powerful mantra is meant to destroy all obstacles that come in our way. Beneficial to play this mantra in our environments.
    5 years ago
    Recitation of Dorje Dermo‘s mantra or the Dharani of Glorious Vajra Claws. This powerful mantra is meant to destroy all obstacles that come in our way. Beneficial to play this mantra in our environments.
  • Beautiful
    5 years ago
    Beautiful
    Beautiful sacred Severed Head Vajra Yogini from Tsem Rinpoche's personal shrine.
  • My little monster cute babies Dharma and Oser. Take a look and get a cute attack for the day! Tsem Rinpoche
    5 years ago
    My little monster cute babies Dharma and Oser. Take a look and get a cute attack for the day! Tsem Rinpoche
  • Plse watch this short video and see how all sentient beings are capable of tenderness and love. We should never hurt animals nor should we eat them. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Plse watch this short video and see how all sentient beings are capable of tenderness and love. We should never hurt animals nor should we eat them. Tsem Rinpoche
  • Cruelty of some people have no limits and it’s heartbreaking. Being kind cost nothing. Tsem Rinpoche
    5 years ago
    Cruelty of some people have no limits and it’s heartbreaking. Being kind cost nothing. Tsem Rinpoche
  • SUPER ADORABLE and must see
    5 years ago
    SUPER ADORABLE and must see
    Tsem Rinpoche's dog Oser girl enjoying her snack in her play pen.
  • Cute!
    5 years ago
    Cute!
    Oser girl loves the balcony so much. - https://www.youtube.com/watch?v=RTcoWpKJm2c
  • Uncle Wong
    5 years ago
    Uncle Wong
    We were told by Uncle Wong he is very faithful toward Dorje Shugden. Dorje Shugden has extended help to him on several occasions and now Uncle Wong comes daily to make incense offerings to Dorje Shugden. He is grateful towards the help he was given.
  • Tsem Rinpoche’s Schnauzer Dharma boy fights Robot sphere from Arkonide!
    5 years ago
    Tsem Rinpoche’s Schnauzer Dharma boy fights Robot sphere from Arkonide!
  • Cute baby owl found and rescued
    5 years ago
    Cute baby owl found and rescued
    We rescued a lost baby owl in Kechara Forest Retreat.
  • Nice cups from Kechara!!
    5 years ago
    Nice cups from Kechara!!
    Dorje Shugden people's lives matter!
  • Enjoy a peaceful morning at Kechara Forest Retreat
    5 years ago
    Enjoy a peaceful morning at Kechara Forest Retreat
    Chirping birds and other forest animals create a joyful melody at the Vajrayogini stupa in Kechara Forest Retreat (Bentong, Malaysia).
  • This topic is so hot in many circles right now.
    6 years ago
    This topic is so hot in many circles right now.
    This video is thought-provoking and very interesting. Watch! Thanks so much to our friends at LIVEKINDLY.
  • Chiropractic CHANGES LIFE for teenager with acute PAIN & DEAD LEG.
    6 years ago
    Chiropractic CHANGES LIFE for teenager with acute PAIN & DEAD LEG.
  • BEAUTIFUL PLACE IN NEW YORK STATE-AMAZING.
    6 years ago
    BEAUTIFUL PLACE IN NEW YORK STATE-AMAZING.
  • Leonardo DiCaprio takes on the meat Industry with real action.
    6 years ago
    Leonardo DiCaprio takes on the meat Industry with real action.
  • Do psychic mediums have messages from beyond?
    6 years ago
    Do psychic mediums have messages from beyond?
  • Lovely gift for my 52nd Birthday. Tsem Rinpoche
    6 years ago
    Lovely gift for my 52nd Birthday. Tsem Rinpoche
  • This 59-year-old chimpanzee was refusing food and ready to die until...
    6 years ago
    This 59-year-old chimpanzee was refusing food and ready to die until...
    she received “one last visit from an old friend” 💔💔
  • Bigfoot sighted again and made it to the news.
    6 years ago
    Bigfoot sighted again and made it to the news.
  • Casper is such a cute and adorable. I like him.
    6 years ago
    Casper is such a cute and adorable. I like him.
  • Dorje Shugden Monastery Amarbayasgalant  Mongolia's Ancient Hidden Gem
    6 years ago
    Dorje Shugden Monastery Amarbayasgalant Mongolia's Ancient Hidden Gem
  • Don't you love Hamburgers? See how 'delicious' it is here!
    6 years ago
    Don't you love Hamburgers? See how 'delicious' it is here!
  • Such a beautiful and powerful message from a person who knows the meaning of life. Tsem Rinpoche
    6 years ago
    Such a beautiful and powerful message from a person who knows the meaning of life. Tsem Rinpoche
  • What the meat industry figured out is that you don't need healthy animals to make a profit.
    6 years ago
    What the meat industry figured out is that you don't need healthy animals to make a profit.
    Sick animals are more profitable... farms calculate how close to death they can keep animals without killing them. That's the business model. How quickly they can be made to grow, how tightly they can be packed, how much or how little can they eat, how sick they can get without dying... We live in a world in which it's conventional to treat an animal like a block of wood. ~ Jonathan Safran Foer
  • This video went viral and it's a must watch!!
    6 years ago
    This video went viral and it's a must watch!!
  • SEE HOW THIS ANIMAL SERIAL KILLER HAS NO ISSUE BLUDGEONING THIS DEFENSELESS BEING.
    6 years ago
    SEE HOW THIS ANIMAL SERIAL KILLER HAS NO ISSUE BLUDGEONING THIS DEFENSELESS BEING.
    This happens daily in slaughterhouse so you can get your pork and Bak ku teh. Stop eating meat.

ASK A PASTOR


Ask the Pastors

A section for you to clarify your Dharma questions with Kechara’s esteemed pastors.

Just post your name and your question below and one of our pastors will provide you with an answer.

Scroll down and click on "View All Questions" to view archived questions.

View All Questions
Today's quota for questions has been filled. Please come back tomorrow to re-submit your question

CHAT PICTURES

The celebration ended with a Dorje Shugden puja, dedicated to all the sponsors, our loved ones and as well as for the happiness & good health for all sentient beings. May Rinpoche return swiftly too and taking this opportunity wishing all Happy Chinese New Year and Gong Xi Fa Cai from all of us, Kechara Penang Study Group. Uploaded by Jacinta.
2 weeks ago
The celebration ended with a Dorje Shugden puja, dedicated to all the sponsors, our loved ones and as well as for the happiness & good health for all sentient beings. May Rinpoche return swiftly too and taking this opportunity wishing all Happy Chinese New Year and Gong Xi Fa Cai from all of us, Kechara Penang Study Group. Uploaded by Jacinta.
Seen here, Pastor Seng Piow set off firecrackers - welcoming of the upcoming year with enthusiasm and positive energy. Kechara Penang Study Group by Jacinta
2 weeks ago
Seen here, Pastor Seng Piow set off firecrackers - welcoming of the upcoming year with enthusiasm and positive energy. Kechara Penang Study Group by Jacinta
In this pic, Pastor Seng Piow is sharing Dharma with newbies ~ Sharyn's friends. It's always good to make light offerings at the beginning of new year. By making light offerings, you are able to dispel the darkness of ignorance and achieve wisdom. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
2 weeks ago
In this pic, Pastor Seng Piow is sharing Dharma with newbies ~ Sharyn's friends. It's always good to make light offerings at the beginning of new year. By making light offerings, you are able to dispel the darkness of ignorance and achieve wisdom. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
One the day of Losar (new lunar year), it is always beneficial for Buddhist practitioners to get together in making abundant offerings to Buddhas on the altar to usher in goodness, prosperity and well-being of our loved ones. It's more auspicious this year as Losar and the Chinese New Year begin on the same date, 10th Feb, 2024. Back in Penang, our Kechara members came together to decorate the altar with abundance offerings for Dorje Shugden puja @3pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
2 weeks ago
One the day of Losar (new lunar year), it is always beneficial for Buddhist practitioners to get together in making abundant offerings to Buddhas on the altar to usher in goodness, prosperity and well-being of our loved ones. It's more auspicious this year as Losar and the Chinese New Year begin on the same date, 10th Feb, 2024. Back in Penang, our Kechara members came together to decorate the altar with abundance offerings for Dorje Shugden puja @3pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Mr. Dared Lim was offering water bowls on behalf of Kechara Ipoh Study Group. (Kin Hoe)
2 weeks ago
Mr. Dared Lim was offering water bowls on behalf of Kechara Ipoh Study Group. (Kin Hoe)
Jun from Ipoh was offering mandarin oranges to Mother Tara and The Three Jewels. (Kin Hoe)
2 weeks ago
Jun from Ipoh was offering mandarin oranges to Mother Tara and The Three Jewels. (Kin Hoe)
Prior to our puja in Ipoh, Mr. & Mrs. Cheah Fook Wan were preparing for the offerings to the Buddhas. (Kin Hoe)
2 weeks ago
Prior to our puja in Ipoh, Mr. & Mrs. Cheah Fook Wan were preparing for the offerings to the Buddhas. (Kin Hoe)
On Sunday afternoon, Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations in Ipoh. (Kin Hoe)
2 weeks ago
On Sunday afternoon, Kechara Ipoh Study Group has carried out Mother Tara prayer recitations in Ipoh. (Kin Hoe)
Some of the best shots taken during Thaipusam in Penang. Swee Bee, Huey, Tang KS, Nathan, Choong SH and Jacinta volunteered. Wai Meng came all the way from KL to help out. Kechara Penang Study Group by Jacinta
3 weeks ago
Some of the best shots taken during Thaipusam in Penang. Swee Bee, Huey, Tang KS, Nathan, Choong SH and Jacinta volunteered. Wai Meng came all the way from KL to help out. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Simple yet powerful ally ~ Bhagawan Dorje Shuden. Kechara Penang Study Group consists of Chien Seong, Hue, Choong SH, Tang KS, Swee Bee and Jacinta. Wai Meng came all the way from KL to help out. Uploaded by Jacinta.
3 weeks ago
Simple yet powerful ally ~ Bhagawan Dorje Shuden. Kechara Penang Study Group consists of Chien Seong, Hue, Choong SH, Tang KS, Swee Bee and Jacinta. Wai Meng came all the way from KL to help out. Uploaded by Jacinta.
Thaipusam in Penang. Some of the best shots. Kechara Penang Study Group by Jacinta
3 weeks ago
Thaipusam in Penang. Some of the best shots. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Nothing beats having a sacred audience with our lineage lamas. It's not selfie or wefie, but we have the best 'groufie'!!! 20th Jan 2024, Kechara Penang Study Group by Jacinta.
1 month ago
Nothing beats having a sacred audience with our lineage lamas. It's not selfie or wefie, but we have the best 'groufie'!!! 20th Jan 2024, Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Welcoming our lineage Gurus to our Penang Chapel today! Pastor Seng Piow explained the significance of having Guru Tree and introduced to us our lineage lamas, Buddhas, deities, protectors and etc.
1 month ago
Welcoming our lineage Gurus to our Penang Chapel today! Pastor Seng Piow explained the significance of having Guru Tree and introduced to us our lineage lamas, Buddhas, deities, protectors and etc.
Umze for the day was Siew Hong. She's just been with us for slightly more than a year now but she's proven her capability in leading the puja. Our Penang group members are so proud of her and her commitment in attending the weekly puja. Despite being eloquence and smart, she has beautiful chant as well. When she leads, make sure you are there to hear her chant for yourself! Kechara Penang Study Group by Jacinta.
1 month ago
Umze for the day was Siew Hong. She's just been with us for slightly more than a year now but she's proven her capability in leading the puja. Our Penang group members are so proud of her and her commitment in attending the weekly puja. Despite being eloquence and smart, she has beautiful chant as well. When she leads, make sure you are there to hear her chant for yourself! Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Umze for the day was Siew Hong. She's just been with us for slightly more than a year now but she's proven her capability in leading the puja. Our Penang group members are so proud of her and her commitment in attending the weekly puja. Despite being eloquence and smart, she has beautiful chant as well. When she leads, make sure you are there to hear her chant for yourself! Kechara Penang Study Group by Jacinta.
1 month ago
Umze for the day was Siew Hong. She's just been with us for slightly more than a year now but she's proven her capability in leading the puja. Our Penang group members are so proud of her and her commitment in attending the weekly puja. Despite being eloquence and smart, she has beautiful chant as well. When she leads, make sure you are there to hear her chant for yourself! Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Tara Recitation is on now at KISG - Wai Meng
2 months ago
Tara Recitation is on now at KISG - Wai Meng
Photo from Wan Wai Meng
2 months ago
Photo from Wan Wai Meng
A sea of yellow ~usually in Tibetan Buddhism yellow represents growth. We prayed that our Penang group will grow in terms of people, wealth and attainments too. _/\_ Kechara Penang Study Group by Jacinta.
2 months ago
A sea of yellow ~usually in Tibetan Buddhism yellow represents growth. We prayed that our Penang group will grow in terms of people, wealth and attainments too. _/_ Kechara Penang Study Group by Jacinta.
After Dorje Shugden puja @3pm, we had Rinpoche's Swift Return puja too. We laughed as Sis Swee Bee was commenting that Tang should smile ~ here's the reason why we laughed.  Kechara Penang Study Group by Jacinta Goh
2 months ago
After Dorje Shugden puja @3pm, we had Rinpoche's Swift Return puja too. We laughed as Sis Swee Bee was commenting that Tang should smile ~ here's the reason why we laughed. Kechara Penang Study Group by Jacinta Goh
2 months ago
Today's (9/12/2023)Dorje Shugden puja led by Gordon. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
2 months ago
Today's (9/12/2023)Dorje Shugden puja led by Gordon. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
2 months ago
2 months ago
Dharma sharing by Hue before we proceeded with DS puja & Rinpoche Swift Return puja. Hue is one of the long time Kechara Penang members and he comes to puja regularly. He shared that he truly believes that Dorje Shugden and Rinpoche always there guiding him. He shared how sometimes DS will give him hints to avert troubles ahead or to alert him when he 'misbehaved'. Hope many will come to know more about this powerful Dharma Protector, Dorje Shugden aka DS. Having Dorje Shugden is like having a powerful ally that will protect us day and night. Just trust Him and have faith. Kechara Penang Study Group, 25/11/2023 by Jacinta.
3 months ago
Dharma sharing by Hue before we proceeded with DS puja & Rinpoche Swift Return puja. Hue is one of the long time Kechara Penang members and he comes to puja regularly. He shared that he truly believes that Dorje Shugden and Rinpoche always there guiding him. He shared how sometimes DS will give him hints to avert troubles ahead or to alert him when he 'misbehaved'. Hope many will come to know more about this powerful Dharma Protector, Dorje Shugden aka DS. Having Dorje Shugden is like having a powerful ally that will protect us day and night. Just trust Him and have faith. Kechara Penang Study Group, 25/11/2023 by Jacinta.
Kechara Penang Study Group had our weekly DS puja , led by our beloved sis Swee Bee and serkym by Mr. Lee. After that, we completed Swift Return puja also. 18th Nov 2023. By Jacinta
3 months ago
Kechara Penang Study Group had our weekly DS puja , led by our beloved sis Swee Bee and serkym by Mr. Lee. After that, we completed Swift Return puja also. 18th Nov 2023. By Jacinta
#Back2back 11th Nov 2023 Dorje Shugden puja & Rinpoche's Swift Return puja @Penang Chapel, 49 Jalan Seang Tek, Georgetown, Pulau Pinang. Every Saturday @3pm/5pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
3 months ago
#Back2back 11th Nov 2023 Dorje Shugden puja & Rinpoche's Swift Return puja @Penang Chapel, 49 Jalan Seang Tek, Georgetown, Pulau Pinang. Every Saturday @3pm/5pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
Pic: Rinpoche Swift Return puja ~ 21/10/23 Kechara Penang Study Group by Jacinta.
4 months ago
Pic: Rinpoche Swift Return puja ~ 21/10/23 Kechara Penang Study Group by Jacinta.
#Backtoback A few months back, Kechara Penang Study Group started to have two pujas consecutively on Saturday. Dorje Shugden puja @3pm and thereafter Rinpoche Swift Return puja. This can only be achieved due to the committed members from Penang. A big round of applause...... Pic : DS puja on 21/10/2023 Kechara Penang Study Group by Jacinta
4 months ago
#Backtoback A few months back, Kechara Penang Study Group started to have two pujas consecutively on Saturday. Dorje Shugden puja @3pm and thereafter Rinpoche Swift Return puja. This can only be achieved due to the committed members from Penang. A big round of applause...... Pic : DS puja on 21/10/2023 Kechara Penang Study Group by Jacinta
More pictures of the day! Kechara Penang Chapel & public blessings 3rd Oct 2023 by Jacinta.
4 months ago
More pictures of the day! Kechara Penang Chapel & public blessings 3rd Oct 2023 by Jacinta.
Some pictures of the public blessings taken right after the puja was completed by the monks. Kechara Penang Study Group by Jacinta. 3rd Oct 2023.
4 months ago
Some pictures of the public blessings taken right after the puja was completed by the monks. Kechara Penang Study Group by Jacinta. 3rd Oct 2023.
3rd Oct 2023, Tibetan monks came to Kechara Penang for chapel & public blessing, in conjunction with the arrival of H. E Tsem Rinpoche's holy statue. Thanks to Pastor Henry & Pastor Seng Piow, who guided us throughout the event. Kechara Penang Study Group by Jacinta
4 months ago
3rd Oct 2023, Tibetan monks came to Kechara Penang for chapel & public blessing, in conjunction with the arrival of H. E Tsem Rinpoche's holy statue. Thanks to Pastor Henry & Pastor Seng Piow, who guided us throughout the event. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Tsem Rinpoche's holy statue is here! 3rd Oct 2023. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
4 months ago
Tsem Rinpoche's holy statue is here! 3rd Oct 2023. Kechara Penang Study Group by Jacinta.
29th Sept 2023. Kechara Penang Dorje Shugden puja adjourned at 4.30pm with 9 attendees. Thereafter, a Rinpoche Swift Return puja was completed too. Kechara Penang Study Group by Jacinta
4 months ago
29th Sept 2023. Kechara Penang Dorje Shugden puja adjourned at 4.30pm with 9 attendees. Thereafter, a Rinpoche Swift Return puja was completed too. Kechara Penang Study Group by Jacinta
We've completed DS puja at 4pm, 16th Sept 2023. Umze for the day was KS Tang. Bee Bee, Eric & Eric Jr attended too. Kechara Penang Study Group by Jacinta
4 months ago
We've completed DS puja at 4pm, 16th Sept 2023. Umze for the day was KS Tang. Bee Bee, Eric & Eric Jr attended too. Kechara Penang Study Group by Jacinta
On 19th Aug 2023, we have just completed our DS puja, led by William. We started our DS puja with taking refuge with the Three Jewels i.e. Buddha, Dharma and Sangha.
6 months ago
On 19th Aug 2023, we have just completed our DS puja, led by William. We started our DS puja with taking refuge with the Three Jewels i.e. Buddha, Dharma and Sangha.
At the conclusion, we invoked Rinpoche's blessing by chanting His name mantra. See you all next week. Every Saturday @3pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta
6 months ago
At the conclusion, we invoked Rinpoche's blessing by chanting His name mantra. See you all next week. Every Saturday @3pm. Kechara Penang Study Group by Jacinta
Lots of offerings for 2 days retreat (22nd - 23rd July 2023). We offered vegetables, fruits, biscuits, carbonated drinks and many more. Do join us next time. Kechara Penang Study Group by Jacinta
7 months ago
Lots of offerings for 2 days retreat (22nd - 23rd July 2023). We offered vegetables, fruits, biscuits, carbonated drinks and many more. Do join us next time. Kechara Penang Study Group by Jacinta
We have a few new retreatants this round. Through the guidance of Pastor Seng Piow, all of them completed the retreat successfully. Kechara Penang Study Group by Jacinta
7 months ago
We have a few new retreatants this round. Through the guidance of Pastor Seng Piow, all of them completed the retreat successfully. Kechara Penang Study Group by Jacinta
#Throwback 22nd July 2023, Kechara Penang Study Group DS retreat, led by Pastor Seng Piow. By Jacinta
7 months ago
#Throwback 22nd July 2023, Kechara Penang Study Group DS retreat, led by Pastor Seng Piow. By Jacinta
When you're in Penang, do drop by at Penang Chapel @ 49, Jalan Seang Tek for our weekly Dorje Shugden puja & Swift Return Puja. You'll get to fulfill your wishes, overcome problems and perhaps you can get protection from negativities and harm too. Kechara Penang Study Group by Jacinta
7 months ago
When you're in Penang, do drop by at Penang Chapel @ 49, Jalan Seang Tek for our weekly Dorje Shugden puja & Swift Return Puja. You'll get to fulfill your wishes, overcome problems and perhaps you can get protection from negativities and harm too. Kechara Penang Study Group by Jacinta
The Promise
  These books will change your life
  Support Blog Team
Lamps For Life
  Robe Offerings
  Vajrayogini Stupa Fund
  Dana Offerings
  Soup Kitchen Project
 
Zong Rinpoche

Archives

YOUR FEEDBACK

Live Visitors Counter
Page Views By Country
United States 6,560,748
Malaysia 4,932,712
India 2,510,845
Singapore 936,141
United Kingdom 915,882
Nepal 913,387
Bhutan 864,803
Canada 797,322
Australia 619,377
Philippines 555,278
Indonesia 451,828
Germany 370,298
France 312,722
Brazil 251,023
Vietnam 226,545
Thailand 217,772
Taiwan 206,933
Italy 175,641
Spain 160,953
Netherlands 156,804
Mongolia 147,273
Portugal 138,190
South Africa 138,017
Türkiye 132,302
Sri Lanka 128,762
United Arab Emirates 121,726
Japan 119,012
Russia 114,691
Hong Kong 114,218
China 107,718
Romania 104,740
Mexico 97,736
New Zealand 93,880
Switzerland 88,746
Myanmar (Burma) 88,535
Pakistan 82,184
Sweden 78,121
South Korea 75,124
Cambodia 70,770
Total Pageviews: 26,041,536

Login

Dorje Shugden
Click to watch my talk about Dorje Shugden....