On 4th September 2019, H.E. Kyabje Tsem Rinpoche concluded his enlightened activities of this life and entered into clear light. Rinpoche remained in thukdam for two days before departing his earthly body.
| Read more » | 7 |
On 4th September 2019, H.E. Kyabje Tsem Rinpoche concluded his enlightened activities of this life and entered into clear light. Rinpoche remained in thukdam for two days before departing his earthly body.
| Read more » | 7 |
(Oleh Tsem Rinpoche) Beberapa dari kita melayani upaya-upaya egois diri sendiri, beberapa dari kita melayani orang lain, dan beberapa dari kita tidak melayani sama sekali. Apapun keadaannya saat ini, musuh utama adalah pikiran yang menginginkan kebahagiaan untuk diri sendiri dan bukan untuk orang lain. Ketika manusia, lingkungan, keadaan dan fasilitas hanya digunakan baik secara...
| Read more » |
(By Tsem Rinpoche) In 1983, when I was 18 years old, I had the great honor and pleasure to serve His Holiness Kyabje Zong Dorje Chang for over 6 months in Thubten Dhargye Ling Buddhist Center, Los Angeles. Venerable Geshe Tsultrim Gyeltsen was the spiritual guide in the centre at that time and he...
| Read more » |
Diterbitkan untuk pertama kali pada tanggal 6 Maret 2015 (Oleh Tsem Rinpoche) Sebuah Permohonan Harian Untuk Mendapatkan Kekayaan1, Kedamaian2 dan Perlindungan3 Disusun oleh Yang Mulia Tsem Rinpoche Di alam-alam suci4 ada manifestasi ilahi yang tak terhingga banyaknya. Semua manifestasi ini secara spesifik menampakan kepada kita berbagai aspek keilahian5 guna memberikan manfaat bagi semua makhluk...
| Read more » |
(Oleh Tsem Rinpoche dan Pastor Niral) Dalam ajaran Buddhisme Tibet, ada banyak puja, atau doa kepada makhluk yang tercerahkan. Puja-puja ini dikenal dapat meringankan berbagai masalah, rintangan, atau menciptakan kondisi yang kondusif bagi kehidupan dan pekerjaan kita. Sebagai contoh, ketika bepergian, seseorang dapat melakukan pembacaan “Chok Chu Munsel” atau mungkin puja kepada Pelindung Dharma,...
| Read more » |
(译文请往下阅读) In Tibetan Buddhism, especially when you have entered the Tantric path, it is vital that you have your teacher’s blessings, that you are in good relations with your teacher (have clean samaya) and that whatever you do within the religious sphere, you have your teacher’s permission. At a very early stage in my life, it was instilled in me that Guru Devotion is more than just saying “This person is my Guru” or “That person is my Guru”, “I attended this teaching” or “I go to this Dharma center”. Guru Devotion was explained as devoting on...
| Read more » |
Teman-teman di seluruh penjuru dunia, Saya merasa sangat terhormat telah diberi kesempatan menulis tentang Sang pelindung Dharma Dorje Shugden untuk blog Yang Mulia Tsem Rinpoche. Bagi mereka yang berdoa pada beliau secara tulus, Dorje Shugden mampu memberi pertolongan, bahkan untuk masalah yang paling pelik sekalipun. Meski Dorje Shugden tidak dapat menghapus karma buruk kita,...
| Read more » |
Shailendra (yang dieja Sailendra, Syailendra atau Selendra) adalah turunan dari gabungan kata-kata Sanskerta ‘Śaila’ dan ‘Indra’ yang bermakna “Raja Pegunungan”. Dinasti Shailendra, yang muncul di Jawa (Indonesia) selama abad ke-8 Masehi, sangat dipengaruhi oleh budaya India dan memainkan peran penting dalam kebangkitan budaya di daerah tersebut. Sebagai penyebar Buddhisme Mahayana yang berkuasa, Shailendra membangun...
| Read more » |
Sebagai asisten pribadi Rinpoche, saya melihat Dharma nyata dalam tindakan, baik di dalam maupun di luar penampilan resmi. Saya menganggap diri saya sangat beruntung, tetapi pada saat yang sama, juga merupakan tantangan besar untuk menerapkan Dharma dalam hidup saya 24/7. Selama bertahun-tahun, saya telah menyaksikan banyak kejadian dan bagaimana Rinpoche membantu banyak orang baik...
| Read more » |
(By Tsem Rinpoche) Dear friends, In 1983 His Holiness Kyabje Zong Rinpoche bestowed the initiation of Dorje Shugden to Geshe Tsultrim Gyeltsen’s students. The initiation, or sogtae in Tibetan, took place at Thubten Dhargye Ling Dharma centre in Los Angeles, USA which was Geshe-la’s centre, and Geshe-la requested this initiation on his students’ behalf. Thus...
| Read more » |
I post on many subjects. I post on my feelings, thoughts and what I’ve learned. I write what I see and it may not be what you see, but that is okay because diversity is so necessary. We can still be civil and polite in our differences with others. After all, things can change....
| Read more » |
Sebagai asisten pribadi Rinpoche, saya melihat Dharma nyata dalam tindakan, baik di dalam maupun di luar penampilan resmi. Saya menganggap diri saya sangat beruntung, tetapi pada saat yang sama, juga merupakan tantangan besar untuk menerapkan Dharma dalam hidup saya 24/7. Selama bertahun-tahun, saya telah menyaksikan banyak kejadian dan bagaimana Rinpoche membantu banyak orang baik...
| Read more » |
(By Tsem Rinpoche) Kilas balik ke tahun 1987 ─ setelah saya ditahbiskan oleh Yang Suci Dalai Lama ke-14 di Dharamsala ─ saya melakukan perjalanan menuju Nepal dengan tujuan menyelesaikan beberapa tugas. Di perjalanan ini, saya singgah di sebuah biara bernama Samtenling, dan tepat di sebelah kamar saya tinggal seorang biksu dari Barat. Kami berdua...
| Read more » |
Sebagai asisten pribadi Rinpoche, saya melihat Dharma nyata dalam tindakan, baik di dalam maupun di luar penampilan resmi. Saya menganggap diri saya sangat beruntung, tetapi pada saat yang sama, juga merupakan tantangan besar untuk menerapkan Dharma dalam hidup saya 24/7. Selama bertahun-tahun, saya telah menyaksikan banyak kejadian dan bagaimana Rinpoche membantu banyak orang baik...
| Read more » |
கேலிச்சித்திரத்தைப் பிடிக்காதவர்கள் உண்டா? கேலிச்சித்திரம் பவ வகையில் சிறப்பாக கதைச் சொல்வதற்குச் சிறந்த வழி.
| Read more » |
(Oleh Tsem Rinpoche) Penjelasan Mengenai Praktik Trakze: Sebuah Praktik Untuk Menghalau Ilmu Hitam dan Makhluk Halus Penjelasan mengenai praktik Trakze ini disusun berdasarkan sumber tradisional oleh Yang Mulia Tsem Rinpoche. Tanggal: 30 Januari 2015 CATATAN: Artikel Ini memuat penjelasan mengenai praktik Trakze. Praktik ini dapat dilakukan setiap hari oleh siapapun yang ingin mendapatkan perlindungan...
| Read more » |
The practice of ‘Dharmapalas‘, literally meaning ‘Dharma Protectors’ in Sanskrit, was introduced to Tibet during the period of the north Indian Pala Dynasty. It was an era of territorial conquests and Dharma Protectors were used by both secular and religious authorities to protect the State and religion. Dharmapalas are not exclusive to Tibetan culture...
| Read more » |
Shailendra (also spelled Sailendra, Syailendra or Selendra) is a derivative of the combined Sanskrit words of ‘Śaila’ and ‘Indra’ meaning “King of the Mountain”. The Shailendra Dynasty, which arose in Java (Indonesia) during the 8th Century, was strongly influenced by Indian culture and played a significant role in the cultural revival of the region....
| Read more » |
Introduction The state of Kedah located on the Northwestern tip of the Malaysian Peninsula is considered by historians to be one of the most ancient Buddhist sites in Southeast Asia, even predating sites in Thailand and Cambodia. Archaeological research is gradually revealing a very large cluster of sites in the area between the...
| Read more » |