Bagaimana Cara Mempraktikkan Kasih Sayang Dengan Memaafkan (Bahasa Indonesia)

Bila anda tidak pernah mengalami kesulitan dalam hidup, jangan berpikir anda beruntung. Anda tidak beruntung karena penderitaan menanti anda. Ketika karma atau pahala anda tidak cukup, anda akan mengalami [kesulitan] ini. Tidak ada di dunia ini yang mengalami kejatuhan dan tidak pernah mengalami kejayaan. Kejatuhan apa dalam samsara yang tidak pernah mengalami kejayaan. Raja besar, menteri, dan pemimpin yang memiliki banyak kuasa dan kendali bisa jatuh atau dimakzulkan. Jadi mengapa kita terikat dengan hal-hal seperti ini? Praktikkan Dharma. Lakukan pekerjaan Dharma. Biarkan orang lain menang. Renungkan berapa banyak waktu kalian yang tersisa. Renungkanlah. Bahkan bila kalian masih memiliki banyak waktu, apakah kalian dapat menikmatinya? Apakah anda akan menghabiskan waktu yang berkualitas? Renungkanlah dalam-dalam.
Bila anda menggunakan waktu yang sama seperti dulu untuk hal-hal yang kalian yakini, apakah bijaksana ketika sisa waktu anda sangat sedikit? Pikirkanlah baik-baik. Saya tidak berusaha menakuti kalian. Motivasi saya bukan untuk membuat kalian takut, mengancam atau memberikan pesan tersembunyi. Motivasi saya adalah agar kalian tersentuh dengan kebenaran. Tergeraklah oleh kebenaran kata-kata Dharma yang saya berikan kepada Anda, tanamkanlah itu dalam pikiran Anda, dan berubahlah. Tolong. Bukannya saya ingin menakuti kalian. Karena bila kalian tidak berubah, jumlah kesulitan yang akan Anda hadapi sungguh tak terbayangkan. Bagi beberapa dari kalian yang hadir di ruangan ini, tidak terbayangkan. Kesulitan yang menanti tidak bisa dibandingkan dengan apa yang kalian alami sekarang. Tidak terbayangkan.

Dan ketika memikirkan hal ini, saya turut merasa sakit. Siapa yang bersukacita atas penderitaan orang lain? Bila anda melihat seekor anjing di jalan yang lapar dan kurus, yang dipukuli, kakinya patah, ditabrak kendaraan, dan dilempari berbagai benda oleh orang lain, apakah anda merasa senang atau hati anda bersimpati kepadanya? Bila anda bisa merasa kasihan kepada anjing tersebut, mengapa anda tidak bisa mengasihi orang yang menciptakan karma untuk mengalami hal tersebut? Karena kehidupan terdahulu anjing tersebut yang kejam, jahat, yang menipu dan menggunakan orang lain, yang menyiksa orang lain, yang merendahkan orang lain, mengapa anda tidak merasa kasihan sebelum mereka merasakan hasilnya? Mereka memiliki kontinuitas mental yang sama.
Jadi bila kita hanya bersimpati pada hasilnya, maka kasih kita tidaklah bersifat sejati. Kita harus mengasihi orang yang melakukan tindakan negatif. Oleh karena itu, mereka yang menyakitimu, maafkan mereka. Mereka akan mengalami situasi seperti itu. Dan anda harus berusaha sebaik mungkin untuk membantu mereka dengan mengajar, dengan tidak menyerah dan memiliki keberanian, dengan cara ini anda bisa membantu mereka.
Jadi bila anda bersimpati dengan mereka yang berada dalam situasi suli, bila anda mengasihi mereka yang menderita, bila anda mengasihi mereka yang cacat atau tua dan sakit, tidak memiliki kendali, atau dipukuli atau disiksa atau diperkosa dan dibunuh, bila anda memiliki kasih bagi mereka, bila anda benar-benar mengasihi mereka, maka gunakan kasih tersebut dan tunjukan dengan memaafkan mereka yang menyakiti anda, memaafkan mereka yang merendahkan anda, memaafkan mereka yang mempermainkan pikiran kalian. Dan sebagai balasan atas celaka, tipu, kebohongan mereka, ajari mereka. Ajari mereka dengan tidak menyerah. Ajari mereka dengan kesabaran. Ajari mereka dengan mengerahkan semua energi manusiawi yang kalian miliki untuk mendapatkan pencapaian. Dengan memegang teguh komitmen anda.

Bagi kalian sendiri, ketika kesulitan datang, seraplah. Maka karma tersebut akan cepat selesai. Karma selesai dengan kekuatan sikap. Situasi sulit selesai dengan kekuatan sikap, bukan puja, melainkan sikap. Jadi, memaafkan orang lain dengan merenungkan potensi hasil yang akan mereka alami, akan lebih mudah. Bila kalian mempelajari Dharma dan kita belajar mengenai hukum sebab dan akibat, dan kita memegang sumpah, maka semua ini akan lebih mudah. Jadi bila kalan mengasihi orang-orang yang mengalami kesulitan, mengapa kalian tidak mengasihi orang-orang yang menciptakan sebab untuk mengalami hal ini? Meskipun tindakan mereka ditujukan kepada kita? Praktisi yang tulus, ketika mengalami hal-hal negatif, mereka mengkhawatirkan orang yang menjahati mereka. Sangat khawatir.
Mengapa? Bukannya marah dengan apa yang dilakukan terhadap diri, mereka mengkhawatirkan orang yang menyebabkan celaka. Mengapa? karena mereka mengetahui hasil yang akan dialami. Ketika Mahatma Gandhi ditembak, kata-kata terakhirnya adalah, oh, Tuhanku, saya memaafkanmu. Ketika Yang Suci, Paus terdahulu, ditembak, beliau segera memaafkan sang penembak. Dan di tempat tidurnya di rumah sakit, beliau memohon kepada semua orang untuk tidak menuntut pembunuhnya. Ini semua adalah tanda-tanda orang besar. Orang besar. Makhluk besar. Bukan manusia biasa. Makhluk besar.
Kualitas tersebut sangat mungkin dicapai. Sangat mungkin. Jadi, mereka telah menanamkan kesan yang sangat kuat di pikiran kita karena keteguhan hati dan praktik mereka, sementara kita bahkan tidak meninggalkan kesan dalam pikiran kita sendiri dengan praktik kita. Mengapa? Karena kita tidak memiliki kasih. Ketika karma terbuka bagi mereka, kasihi mereka. Bahkan ketika mereka melakukan tindakan yang menciptakan karma tersebut. Anda bisa bilang, saya tidak terlalu mengerti karma. Tetapi bila orang menipu anda, apa yang akan terjadi pada mereka? bisnis mereka akan jatuh.

Jadi ketika bisnis mereka jatuh, anda bisa mengira apa yang akan terjadi dan berkata, bisnis mereka akan jatuh atau mereka akan mengalami akibatnya. Mereka akan ditipu. Bisnis dan uang mereka akan berbalik dan menciptakan penderitaan bagi mereka. Anak-anak mereka menjadi manja atau anak-anak mereka tidak sukses, atau mereka gagal, memanipulasi, menutupi dan berbohong untuk terlihat baik dan selalu berbohong dan memanipulasi dan menutupi dan mereka sadar ketika melakukan hal ini.
Kasihilah mereka. Anda tidak perlu bekerja dengan mereka, tetapi kasihi dan balas kebohongan dan manipulasi mereka dengan cinta kasih. Mengapa? Mereka akan terlahir sebagai orang bisu. Mereka akan lahir dengan penglihatan dan indera yang cacat. dan mereka akan terpisah dari orang-orang yang mereka cintai, kepada siapa mereka merasa terikat. Anak-anak mereka akan tumbuh menjadi orang yang melawan mereka. Semua hasil ini akan datang pada mereka. Siapa yang bersukacita bagi mereka yang menggunakan mulut mereka untuk memanipulasi dan menyampaikan informasi dengan tidak benar berulang kali, mereka akan kehilangan orang-orang yang mereka cintai dan orang-orang yang mereka pedulikan akan berbalik melawan mereka di masa depan.
Semua ini pasti. Kecuali bila Buddha salah. Jadi semua energi yang mereka curahkan kepada orang-orang yang mereka cintai dan semua pengorbanan dan semua waktu, semua tidak akan menghasilkan apa-apa. Dan mereka akan sangat menderita dalam kesendirian. Mengapa? Mereka terlalu tua untuk melakukan hal lain, tetapi anak-anak mereka akan berbalik melawan mereka. Hal ini terkonfirmasi dalam dunia ini. Bukankah sering kita lihat keluarga yang orang tuanya sangat baik, tetapi anak-anaknya melawan mereka? Apa yang dilakukan sang orang tua untuk menyebabkan hal ini?
Seperti itu juga, mereka yang malas, tidak berusaha, mereka yang malah dan tidak berusaha, dan mereka selalu membebani orang-orang di sekitar mereka dan mereka selalu, melemparkan tanggung jawab kepada orang lain dan mereka membuat orang mengejar, mengejar dan mengejar mereka. Yang akan terjadi pada mereka adalah mereka akan tenggelam dalam penderitaan dalam diri, menderita depresi, atau benci pada diri sendiri, kecenderungan bunuh diri. Mengapa? Karena walaupun dari luar mereka seperti memiliki semuanya dan terlihat baik-baik saja, karma mereka dirasakan dalam diri karena yang mereka lakukan adalah tindakan dalam diri.

Tindakan dalam pikiran, hasilnya juga dirasakan dalam pikiran. Jadi dari luar mungkin mereka terlihat punya uang, menikmati makanan enak, hidup di negara maju, tetapi dalam pikiran mereka, mereka akan tenggelam dalam jurang gelap depresi, ketidakbahagiaan, kesepian, kecenderungan bunuh diri, dan mereka akan sangat membenci diri mereka. Mengapa? Karena karma yang mereka ciptakan dengan selalu membebani orang lain tanpa henti. Siapa yang merasa senang melihat orang depresi? Siapa yang senang melihat hal ini? Siapa yang senang melihat orang tidak bahagia atau depresi atau tenggelam dalam depresi atau ingin bunuh diri? Jelas kita tidak senang melihatnya. Dan kita merasa tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan kita tidak ingin orang-orang yang kita ketahui telah berbuat hal-hal jahat membunuh diri mereka. Semua ini disebabkan rasa malas, tidak bertanggung jawab dan membebani orang lain.
Kemudian, pikiran sempit. Pikiran yang sangat sempit, pikiran yang tidak bisa melihat cara lain dan pikiran yang tidak bisa minta maaf. Pikiran yang tidak bisa berkata “saya salah”. Atau pikiran yang selalu harus benar atau perlu membela diri dan selalu melindungi diri. Selalu. Mereka akan menderita kesepian yang amat sangat. Mereka akan berakhir sendiri dan tidak punya siapa2. Mereka akan lahir di tempat dimana mereka hidup dalam kesendirian. Mengapa? Karena pandangan mereka tidak fleksibel. Mereka tidak bisa terbuka, mereka tidak bisa mendengarkan orang lain. Jadi mereka dihindari orang lain. Karena dihindari orang lain, mereka menjadi semakin marah. Mereka menjadi semakin tertutup. Mereka jadi lebih berfokus pada diri sendiri. Mekre menciptakan karma untuk merasakan kesepian. Mereka menciptakan karma untuk merasa sepi walaupun mereka berada di tengah banyak orang. Dan mereka menciptakan sejenis karma dimana mereka akan terlahir dalam situasi dimana mereka kesepian, seperti arwah. Mengapa mereka menciptakan akibat ini? Karena mereka yang berpikiran sempit, tidak bisa minta maaf, tidak bisa mengakui mereka salah, tidak bisa mengakui bahwa orang lain bisa benar dan melebarkan pikiran mereka. Mereka semakin tenggelam dalam kesepian. Mengapa? Mereka menjauhkan dan mengusir orang-orang.
Jadi karma seperti apa yang dikumpulkan? Hasilnya akan mirip [dengan sebabnya]. Hal ini sangat menakutkan. Dan bila kita melihat dunia, semua hal yang kita bicarakan, ada banyak contoh, ada jutaan contoh. Bahkan yang lebih parah. Jadi, hal ini bisa saja terjadi pada kita? Semua ini terjadi pada orang lain. Jangan hanya memiliki sudut pandang penonton mengenai apa yang terjadi dalam Samsara. Semua ini bisa terjadi pada kita. Semua bisa terjadi pada kita.
Rasa malas, serakah, tidak berusaha. Tidak berusaha, malas dan serakah. Sederhana saja. [Orang seperti ini] akan terlahir sebagai hewan. Bukan sekali, dua kali, tetapi berulang kali. Karena apakah minat hewan? Apa yang dikejar hewan? Mereka ingin makan dan mereka mencari tempat berlindung dan beristirahat dan bersantai dan tidak dimakan hewan lain. Dan mereka senang makan. Hari-hari mereka dihabiskan untuk mencari makan. Dan saat mereka tidak bekerja, mereka tidur, bahkan berharap menjadi gemuk agar mereka bisa melalui musim dingin. Semua ini bukannya baik atau buruk, Itu adalah insting mereka dari banyak kehidupan sebelumnya yang dipenuhi dengan keserakahan.

Keterikatan menyebabkan kelahiran kembali sebagai hewan. Sebab apa lagi yang menyebabkan kelahiran kembali sebagai hewan? Membunuh, berselingkuh, menipu. Sebab-sebab ini sangatlah kuat. Mengapa ada banyak sekali sebab untuk terlahir sebagai hewan? Karena ada banyak jenis hewan, banyak jenis. Dan ketika anda terlahir sebagai hewan, kemungkinan untuk keluar dari keadaan ini sangatlah sulit karena sebagai hewan, karma buruk yang mereka ciptakan sangatlah kuat. Kita mungkin mengagumi raja rimba, seekor singa yang indah dengan bulu leher yang lebat, raungan yang menggelegar, mata emas, dan tubuh yang kuat serta anggun. Dengan langkah yang anggun dan taring yang tajam. Dan dia berkuasa. Sebenarnya semua keunggulan yang dia miliki memberikannya alat untuk mengumpulkan karma negatif yang lebih banyak. Jadi, ketika kita melihat dari sudut pandang mata kebijaksanaan, singa tidaklah terlalu indah. Singa memiliki banyak alat untuk mengumpulkan karma negatif. Untuk membunuh, untuk mengendalikan, untuk melukai, untuk mencelakai. Dan setiap minggu, singa tersebut harus membunuh satu kali. Singa tersebut harus harus membunuh seekor hewan, seekor anak rusa atau seekor rusa untuk bertahan hidup. Jadi bisa singa tersebut hidup selama 10 tahun, 11, 12 tahun, National Geographic datang dan berkata, wow, kelangsungan hidup yang terkuat. Itu bagus. Itu luar biasa. Karena hanya ini yang mereka ketahui. tetapi dari sudut pandang Dharma, oh 52 hewan setahun, mereka telah membunuh selama 10 tahun, total 520 ekor. Pikirkan karmanya. Terlebih lagi, setelah singa tersebut melahap mangsanya, dia merasa senang. Dia bersukacita pada tingkatannya. Pikirkanlah.
Jadi orang dari National Geographic berkata, wow, lihatlah, dia bertahan hidup. Dan kami kembali, kami menandai telinganya. Dia masih hidup. Dia hebat. Dia luar biasa. Maksud saya, ini yang ada dalam pikiran orang-orang ketika mereka tidak berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi. Ketika anda berada pada tingkat dasar, tentu saja. Tetapi sebenarnya, ketika kalian mengamati, oh, ini bukannya kelangsungan hidup yang terkuat. Ini adalah kelangsungan karma jahat. Karena inilah orang yang terlahir kaya, memiliki banyak benda-benda indah tanpa berusaha, seperti seekor singa.
Mereka terus mengumpulkan karma negatif. Bila pikiran mereka tidak dipengaruhi Dharma, mereka lebih cantik. Mereka memiliki lebih banyak uang. Mereka memiliki lebih banyak kebebasan. Mereka memiliki pendidikan. Jadi mereka memiliki lebih banyak alat untuk melakukan hal-hal negatif bila pikiran mereka tidak dipengaruhi Dharma. Karena itu saya menganjurkan, ajarkan Dharma pada anak-anak anda. Jangan hanya memberikan mereka pendidikan. Jangan hanya memberikan rumah yang bagus dan makanan lezat pada mereka. Terlepas dari semua ini, mereka akan hidup dalam karma mereka. Percayalah. Tidak ada jaminan apa yang kalian berikan kepada mereka akan tetap menjadi milik mereka dan tidak direbut. Mereka bisa memiliki hal-hal ini. Berikan mereka Dharma dan berikan mereka metode untuk mengumpulkan pahala dan memurnikan karma mereka. Bahkan bila kalian tidak memberikan mereka apa-apa, mereka akan menjadi sangat kaya dan baik. Bila kalian memberikan mereka semuanya, mereka bisa jatuh. Atau bila kalian memberikan mereka semuanya dan mereka memiliki Dharma, mereka bisa mempertahankannya. Atau, ketika mereka memilikinya, mereka tidak bunuh diri ketika anda telah tiada. Bukannya ini yang anda inginkan? Bagaimana cara memberikan Dharma pada anak-anak anda?

Dengan cara mempraktikkan Dharma. Mereka mengamati anda. Bagaimana anda berpraktik? Dengan tidak menyerah. Mereka mengamati anda. Sekarang mungkin mereka bodoh. Tetapi mereka tidak akan tetap bodoh 10 tahun dari sekarang. Mereka akan mengingat kembali. Tunjukan teladan dan tanamkan cinta kasih dalam diri mereka. Cinta anda harus diwujudkan dengan praktik Dharma, pemurnian, pengumpulan pahala. Tanamkan hal ini dalam pikiran anak anda sekarang dengan memberikan teladan yang baik. Bukannya kembali pada metode yang salah untuk ditanamkan dalam pikiran anak-anak anda. Jangan berikan lebih banyak pengetahuan dunia samsara. Hal ini tidak membantu mereka. Mereka bisa mempelajari ini sendiri. Mereka bisa belajar sendiri.
Jadi tugas kita di sini adalah menyebarkan Buddhisme diantara kaula muda. Kita akan baik-baik saja jika kita belajar dan mendengarkan di antara para muda-mudi yang yang masih bisa dipengaruhi. Mengapa? Jika kita tidak mempraktikkannya, bagaimana kita menyebarkannya? Jika kita tidak menyebarkannya, bagaimana Dharma bisa menyebar? Bagaimana kebaikan dan perdamaian menyebar di dunia? Sangat penting.
How to Practise Compassion by Forgiving
Untuk Membaca artikel Menarik Lainnya:
- Integritas – Sebuah Ajaran di Pasar Terapung di Thailand (Bahasa Indonesia)
- Menemukan Diri: Sebuah Ajaran tentang Karma & Aliran Pikiran (Bahasa Indonesia)
- Jangan Tinggalkan Mereka yang Percaya pada Anda (Bahasa Indonesia)
- Inginkah Anda Mendengar Kebenaran? (Bahasa Indonesia)
- Perubahan Itu Bersifat Instan (Bahasa Indonesia)
- Sikap Dalam Melakukan Pekerjaan Dharma (Bahasa Indonesia)
- Bagi Mereka yang Memegang Sumpah (Bahasa Indonesia)
Please support us so that we can continue to bring you more Dharma:
If you are in the United States, please note that your offerings and contributions are tax deductible. ~ the tsemrinpoche.com blog team












































































































DISCLAIMER IN RELATION TO COMMENTS OR POSTS GIVEN BY THIRD PARTIES BELOW
Kindly note that the comments or posts given by third parties in the comment section below do not represent the views of the owner and/or host of this Blog, save for responses specifically given by the owner and/or host. All other comments or posts or any other opinions, discussions or views given below under the comment section do not represent our views and should not be regarded as such. We reserve the right to remove any comments/views which we may find offensive but due to the volume of such comments, the non removal and/or non detection of any such comments/views does not mean that we condone the same.
We do hope that the participants of any comments, posts, opinions, discussions or views below will act responsibly and do not engage nor make any statements which are defamatory in nature or which may incite and contempt or ridicule of any party, individual or their beliefs or to contravene any laws.
Please enter your details